Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38113 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
S.K. Poerwani, Widjiartini, Evie Sopacua
BPSK Vol.11, No.3
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Majalah Kedokteran Indonesia (MKI), Vol. 41, No. 2, Pebruari 1991, hal. 91-96. ( ket. ada di bendel 1985 - 1992 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiji Wahyuningsih; Pembimbing: Artha Prabaw; Penguji: Toha Muhaimin, Myrnawati Mira
Abstrak: ENDOMETRIOSIS MENJADI SALAH SATU PENYEBAB INFERTILITAS TERBANYAK PADA PEREMPUAN. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENILAI HUBUNGAN ANTARA BEBERAPA FAKTOR RISIKO TERHADAP TERJADINYA ENDOMETRIOSIS PADA PEREMPUAN INFERTIL. STUDI KASUS KONTROL DILAKUKAN PADA 960 PEREMPUAN INFERTIL DI KLINIK MORULA IVF JAKARTA ANTARA JANUARI 2015 SAMPAI DESEMBER 2016. DARI JUMLAH TERSEBUT, DIANTARANYA 320 PEREMPUAN INFERTIL DENGAN ENDOMETRIOSIS (KASUS) DAN 640 PEREMPUN INFERTIL TANPA ENDOMETRIOSIS (KONTROL). UJI CHI SQUARE DIGUNAKAN UNTUK MEMBANDINGKAN KEDUA KELOMPOK. REGRESI LOGISTIK DIGUNAKAN UNTUK MEMBANGUN MODEL PREDIKSI ENDOMETRIOSIS. MODEL REGRESI LOGISTIK MENUNJUKKAN BAHWA DISMENORE DAN INDEKS MASSA TUBUH BERHUBUNGAN SECARA SIGNIFIKAN DENGAN ENDOMETRIOSIS. FAKTOR YANG PALING BERHUBUNGAN DENGAN ENDOMETRIOSIS ADALAH DISMENORE. PEREMPUAN YANG MENGALAMI DISMENORE AKAN BERPELUANG 2,4 KALI UNTUK MENGALAMI ENDOMETRIOSIS DIBANDINGKAN PEREMPUAN TANPA MENGALAMI DISMENORE. KATA KUNCI : ENDOMETRIOSIS, PEREMPUAN INFERTIL ENDOMETRIOSIS IS ONE OF THE MOST CAUSES OF FEMALE INFERTIL. THIS STUDY AIMS TO ASSESS THE ASSOCIATION BETWEEN SOME OF RISK FACTORS OF ENDOMETRIOSIS ON INFERTILE WOMEN. THE CASE-CONTROL STUDY WAS IMPLEMENTED ON 960 INFERTILE WOMEN AT IN VITRO FERTILIZATION (IVF) MORULA IVF JAKARTA BETWEEN JANUARY 2015 AND DECEMBER 2016. OF THESE, THERE WERE 320 INFERTILE WOMEN WITH ENDOMETRIOSIS (CASES) AND 640 INFERTILE WOMEN WITHOUT ENDOMETRIOSIS (COMPARISON GROUP). CHI SQUARE TEST WAS USED TO COMPARE THE TWO GROUPS. LOGISTIC REGRESSION WAS USED TO BUILD PREDICTION MODEL FOR AN ENDOMETRIOSIS DIAGNOSIS. IN THE LOGISTIC REGRESSION MODEL CONTRACEPTION AND BODY MASS INDEX WERE SIGNIFICANTLY ASSOCIATED WITH ENDOMETRIOSIS. THE MOST FACTORS ASSOCIATED WITH ENDOMETRIOSIS IS DYSMENORRHEA. THE WOMEN WITH DYSMENORRHEA WILL BE 2.4 TIMES HIGHER RISK IN ENDOMETRIOSIS THAN THE WOMEN WITHOUT DYSMENORRHEA. KEYWORDS : ENDOMETRIOSIS, INFERTILE WOMEN
Read More
S-9356
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Majalah Obstetri dan Ginekologi Indonesia (MOGI), Vol.12, No.4, Okt. 1986, hal. 215-224. ( ket. ada di bendel 1985- 1992)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Patrick J. Rowe, Frank Comhaire, Aucky Hinting
616.692 ROW p
Surabaya : Airlangga University Press, 1995
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
LIder Umar; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Ella Nurlela Hadi, Harni Kusno, Flourisa Sudrajat
T-2749
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sudraji Sumapraja
D-34
[s.l.] : [s.n.] : 1980
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widjiartini, Prajoga, H. Soehartono DS
JEN Ed.2
Jakarta : [s.n.], 1995
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuli Irmayanti; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Lestari Fatma, Arif Susanto, Henny Purwaningsih
Abstrak: Penggunaan berbagai pelarut organik volatil di labotatorium pengujian menimbulkan risiko terhadap dampak kesehatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian risiko kesehatan. Chemical Health Risk assessment (CHRA) atau kajian risiko kesehatan yang dikembangkan oleh Department of Occupational Safety and Health (DOSH), Ministry of Human Resources, Malaysia (2018) digunakan dalam studi ini untuk menilai risiko kesehatan akibat pajanan inhalasi dan dermal dari 3 (tiga) pelarut organik volatil yaitu chloroform, dichlorometane, dan tetrachloroethylee. Penelitian dilakukan terhadap 3 (tiga) karyawan laboratorium PT X yang bekerja di 3 (tiga) lokasi ruangan yang berbeda. Penilaian tingkat risiko atau risk rating (RR) pajanan bahan kimia melalui inhalasi dilakukan secara kualitatif dan kuantitaif, sedangkan pajanan melalui dermal dinilai secara kualitatif saja. Diperoleh bahwa hasil penilain tingkat risiko pajanan bahan kimiakimia melalui inhalasi secara kualitatif adalah chloroform (RR=16) dengan tingkat risiko tinggi, dichlorometane (RR=15) dengan tingkat risiko menengah, dan tetrachloroethylene (RR=12) dengan tingkat risiko menengah Hasil penilaian tingkat risiko pajanan bahan kimia melalui inhalasi secara kuantitaif adalah chloroform (TWA pengukuran = 18,460 ppm) dengan tingkat risiko tinggi (RR=20), dichlorometane (TWA pengukuran = 0,362 ppm) dengan tingkat risiko rendah (RR=3), dan tetrachloroethylene (TWA pengukuran = 0,560) dengan tingkat risiko rendah (RR=3).Hasil penilaian tingkat risiko pajanan bahan kimia melalui dermal secara kualitatif dengan luas area kontak kecil dan durasi panjang adalah chloroform (M2) dengan tingkat risiko menengah, dichlorometane (M2) dengan tingkat risiko menengah dan tetrachloroethylene (M2) dengan tingkat risiko menengah. Pengendalian untuk menurunkan risiko pajanan chloroform melalui inhalasi (AP-3) direkomendasikan dalam penelitian ini.
Read More
T-5700
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Haikal Muhammad Ariq Andrianto; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Mariani
Abstrak:
Laboratorium Migas merupakan tempat kerja untuk melakukan pengujian, penelitian, dan pengembangan minyak mentah, produk sampingan, hingga produk jadi menggunakan peralatan dan bahan yang ada. Laboratorium memiliki banyak bahaya di dalamnya, tak terkecuali dengan bahaya kimia seperti benzene, toluene dan xylene (BTX). Oleh karena itu, diperlukan kajian risiko kesehatan di Laboratorium Migas untuk mengetahui seberapa besar tingkat risiko BTX terhadap pekerja laboratorium. Kajian risiko kesehatan ini akan mengacu pada CHRA DOSH Malaysia (2018) dimana data yang didapatkan dianalisis menggunakan IHSTAT. Kajian risiko kesehatan dilakukan menyesuaikan dengan SEG yang sudah ditentukan, yaitu unit Crude & Product Classification, unit Facility & Quality, unit Fuel, unit Analytical & Gas, serta unit Petrochemical. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat tingkat risiko yang tinggi pada pajanan benzene melalui rute inhalasi serta rute dermal terhadap unit Fuel. Sementara itu, pajanan xylene dan toluene berada pada tingkat risiko yang rendah untuk rute pajanan inhalasi serta berada pada tingkat pajanan moderat pada rute pajanan dermal. Dari hasil penelitian terkait tingkat risiko keseharan pada pajanan benzene, toluene, dan xylene, diperlukan peningkatan kesadaran pekerja untuk menggunakan APD tambahan serta peningkatan sistem ventilasi di tempat kerja.

The Oil and Gas Laboratory is a workplace for conducting testing, research and development on crude oil, by-products and finished products using existing equipment and materials. Laboratories have many dangers in them, including chemical hazards such as benzene, toluene and xylene (BTX). Therefore, it is necessary to study health risks in oil and gas laboratories to find out how big the risk level of BTX is to laboratory workers. This health risk study will refer to CHRA DOSH Malaysia (2018) where the data obtained was analyzed using IHSTAT. Health risk studies are carried out in accordance with the SEGs that have been determined, namely the Crude & Product Classification unit, Facility & Quality unit, Fuel unit, Analytical & Gas unit, and Petrochemical unit. The results of the study show that there is a high level of risk of exposure to benzene via the inhalation route and the dermal route on Fuel units. Meanwhile, exposure to xylene and toluene is at a low risk level for the inhalation exposure route and at a moderate exposure level for the dermal exposure route. From the results of research regarding the level of health risk from exposure to benzene, toluene and xylene, it is necessary to increase worker awareness to use additional PPE and improve the ventilation system in the workplace.
Read More
S-11672
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive