Ditemukan 6965 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
CDK Vol.37, No.3 (2010)
Jakarta : Kalbe Farma, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
CDK Vol.37, No.5 (2010)
Jakarta : Kalbe Farma, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Resultanti
MJKI No.9
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alvin Nursalim, Pradana Soewondo, Indah S. Widyahening
JInMA-Vol.61/No.9
Jakarta : IDI, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kliping koran seputar indonesia 2012 : hal 69
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kliping koran republika 2010: hal 23
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.38, No.3, April 2011, Hal. 212. ( ket. ada di bendel 2011-2012)
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Meliani Chandra; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Sandra Fikawati, Rahmawati
Abstrak:
Dysmenorrhea primer merupakan suatu masalah yang berdampak pada kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi (IMT), kebiasaan olahraga, asupan gizi (serat, omega-3, dan kalsium), konsumsi kopi, usia menarche, laju menstruasi, lama menstruasi,, siklus menstruasi, riwayat keluarga, dan stress psikologis dengan dysmenorrhea primer serta faktor yang dominan pada mahasiswi S1 Reguler FF, FIK, dan FKM UI tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan metode systematic random sampling. Sampel yang diteliti adalah mahasiswi FF, FIK, dan FKM UI angkatan 2011-2014 dengan total 170 sampel. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner mandiri, wawancara FFQ semikuantitatif, dan pengukuran antropometri. Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat keluarga dan stress psikologis dengan dysmenorrhea primer (p-value< 0,05). Dari analisis regresi logistik didapatkan stress psikologis sebagai faktor dominan (OR 3,912).
Kata kunci : Dysmenorrhea primer, riwayat keluarga, stress psikologis
Primary dysmenorrhea is a problem which impact quality of life. This study aimed to identify the association between nutritional status (BMI), exercise, nutrient intake (dietary fiber, omega-3, and calcium), coffee consumption, menarche age, menstrual flow, menstrual duration, menstrual cycle, family history, and psychological stress with primary dysmenorrhea and the dominant factor on female student in Female Student at Faculty of Pharmacy, Faculty of Nursing, and Faculty of Public Health Universitas Indonesiain 2015. This study used cross sectional design with systematic random sampling. The observed sample in this study was female student of theFaculty of Pharmacy, Faculty of Nursing, and Faculty of Public Health Universitas Indonesia batch 2011-2014 envolving 170 students. Data were collected by using a self administered questionnaire, semiquantitative FFQ, and anthropometric measurements. The result of this study showed that there was a significant association between family history and psychological stress with primary dysmenorrhea (p-value < 0,05). Logistic regression analysis showed that psychological stress as the dominant factor (OR 3,912).
Keywords : Primary dysmenorrhea, family history, psychological stress
Read More
Kata kunci : Dysmenorrhea primer, riwayat keluarga, stress psikologis
Primary dysmenorrhea is a problem which impact quality of life. This study aimed to identify the association between nutritional status (BMI), exercise, nutrient intake (dietary fiber, omega-3, and calcium), coffee consumption, menarche age, menstrual flow, menstrual duration, menstrual cycle, family history, and psychological stress with primary dysmenorrhea and the dominant factor on female student in Female Student at Faculty of Pharmacy, Faculty of Nursing, and Faculty of Public Health Universitas Indonesiain 2015. This study used cross sectional design with systematic random sampling. The observed sample in this study was female student of theFaculty of Pharmacy, Faculty of Nursing, and Faculty of Public Health Universitas Indonesia batch 2011-2014 envolving 170 students. Data were collected by using a self administered questionnaire, semiquantitative FFQ, and anthropometric measurements. The result of this study showed that there was a significant association between family history and psychological stress with primary dysmenorrhea (p-value < 0,05). Logistic regression analysis showed that psychological stress as the dominant factor (OR 3,912).
Keywords : Primary dysmenorrhea, family history, psychological stress
S-8704
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nadia Putri; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Putri Bungsu, Yogi Puji Rachmawan
Abstrak:
Read More
Atherosclerotic Cardiovascular Disease (ASCVD) merupakan komplikasi utama pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas pada populasi ini. Namun, bukti mengenai hubungan ASCVD dengan kematian pasien DMT2 di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ASCVD dengan kematian pasien DMT2 di Indonesia menggunakan Data Sampel Kontekstual DM BPJS Kesehatan periode 2015–2022. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif terhadap 6.189 pasien DMT2 yang pertama kali terdiagnosis pada tahun 2015 dan diikuti hingga tahun 2022. Analisis survival dilakukan menggunakan metode Kaplan-Meier dan uji log-rank. Hubungan ASCVD dengan kematian dianalisis menggunakan regresi Cox proportional hazards. Interaksi antara ASCVD dan status gagal jantung dievaluasi untuk menilai adanya modifikasi efek. Karena ditemukan interaksi yang signifikan, analisis lanjutan dilakukan secara terpisah pada kelompok dengan dan tanpa gagal jantung serta dikontrol oleh penyakit ginjal kronis (CKD) dan wilayah tempat tinggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 710 pasien (11,47%) memiliki ASCVD. Proporsi kematian pada kelompok ASCVD lebih tinggi dibandingkan kelompok tanpa ASCVD (14,79% vs 11,53%). Terdapat perbedaan cumulative survival probability yang bermakna antara pasien DMT2 dengan ASCVD dan tanpa ASCVD (77,65% vs 80,36%; p=0,0407). Pada pasien tanpa gagal jantung, ASCVD berhubungan dengan peningkatan hazard kematian sebesar 1,36 kali dibandingkan pasien tanpa ASCVD (aHR=1,36; 95% CI: 1,00–1,86). Sementara itu, pada pasien dengan gagal jantung diperoleh aHR sebesar 0,76 (95% CI: 0,58–1,01). Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan ASCVD dengan kematian pasien DMT2 berbeda menurut status gagal jantung. Diperlukan penguatan deteksi dini dan pengelolaan ASCVD secara komprehensif pada pasien DMT2 untuk meningkatkan ketahanan hidup dan menurunkan risiko kematian.
Atherosclerotic Cardiovascular Disease (ASCVD) is a major complication among patients with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) and a leading cause of morbidity and mortality in this population. However, evidence regarding the association between ASCVD and mortality among patients with T2DM in Indonesia remains limited. This study aimed to analyze the association between ASCVD and mortality among patients with T2DM in Indonesia using the BPJS Kesehatan Diabetes Mellitus Contextual Sample Data from 2015–2022. A retrospective cohort study was conducted involving 6,189 patients with T2DM who were newly diagnosed in 2015 and followed until 2022. Survival analysis was performed using the Kaplan–Meier method and log-rank test. The association between ASCVD and mortality was assessed using Cox proportional hazards regression. The interaction between ASCVD and heart failure status was evaluated to assess effect modification. Because a significant interaction was identified, subsequent analyses were conducted separately among patients with and without heart failure, while adjusting for chronic kidney disease (CKD) and residential area. The results showed that 710 patients (11.47%) had ASCVD. The proportion of deaths was higher among patients with ASCVD than among those without ASCVD (14.79% vs. 11.53%). A significant difference in cumulative survival probability was observed between patients with and without ASCVD (77.65% vs. 80.36%; p=0.0407). Among patients without heart failure, ASCVD was associated with a 1.36-fold higher hazard of mortality compared with those without ASCVD (aHR=1.36; 95% CI: 1.00–1.86). In contrast, among patients with heart failure, the adjusted hazard ratio was 0.76 (95% CI: 0.58–1.01). These findings indicate that the association between ASCVD and mortality among patients with T2DM differs according to heart failure status. Strengthening early detection and comprehensive management of ASCVD in patients with T2DM is needed to improve survival and reduce mortality risk.
T-7560
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.56, No.3, Maret 2006, hal. 301-303
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
