Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 10181 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maj. Kedokt Indon. Vol.60, No.10, Okt. 2010, hal. 474-480
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.41, No.1, Jan. 2014: hal. 73-74. ( ket. ada di bendel 2013- 2014 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.42, No.6, Juni 1992, hal. 369-376
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Obstetri dan Ginekologi Indonesia (MOGI), Vol.20, No.4, Okt. 1996, hal: 239-248. ( ket. ada di bendel maj. campuran No.20 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arrum Shafa Maulidiazmi Umar; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Budi Hartono, Alvina Widhani
Abstrak: Penelaahan ini dilakukan guna mendapatkan informasi mengenai peran faktor stres terhadap kejadian Lupus Eritematosus Sistemik, khususnya pada aspek fisik dan aspek psikologis penyintas LES. Penelaahan kualitatif ini menggunakan desain literature review. Hasil penelaahan ditemukan 9 jurnal internasional yang meneliti peran faktor stres terhadap aspek fisik, dan 11 jurnal internasional yang meneliti peran faktor stres terhadap aspek psikologis penyintas Lupus LES. Sebagian jurnal internasional berasal dari Amerika Serikat dan Eropa. Hanya terdapat dua jurnal yang berasal dari Asia (Korea dan Jepang). Jurnal internasional terlama yang digunakan dalam penelaahan ini adalah jurnal oleh Wekking, et al yang dipublikasi pada tahun 1991. Sedangkan jurnal internasional terbaru yang digunakan dalam penelaahan ini adalah jurnal oleh Sumner, et al pada tahun 2019. Dampak dari faktor stres lebih mendominasi pada aspek psikologis dibandingan dengan dampak pada aspek fisik pasien LES. Kesimpulan dari penelaahan ini, yaitu stres dapat memicu flare dan memperburuk gejala LES. Jenis stres yang paling berpengaruh dalam munculnya flare dan perburukan gejalanya adalah daily stress (interpersonal dan stres dari lingkungan pekerjaan). Daily stress juga menimbulkan dampak pada emosional, kognitif, dan perilaku pasien. Hal tersebut didukung oleh persepsi pasien, dan penelitian perbandingan antara pasien LES dengan kontrol maupun pasien penyakit autoimun lain. Intervensi kognitif-perilaku dan psikologis dapat menjadi alternatif dalam penurunan tingkat stres pasien LES. Kata Kunci: Autoimun, Lupus Eritematosus Sistemik, Stres The focus of this study is to know about the role of stress in Systemic Lupus Erythematosus, especially on the physical aspects and psychological aspects of SLE patients. This qualitative study uses a literature review design. The study found 9 international journals that discussed the role of factors in physical aspects, and 11 international journals that discussed the role of factors in the psychological aspects of SLE patients. Most international journals were from the United States and Europe. There were only two journals from Asia (Korea and Japan). The oldest international journal used in this study was journal by Wekking, et al published in 1991. The latest international journal used in this study was journal by Sumner, et al in 2019. The conclusion from this review, that stress can trigger flares SLE symptoms. Source of stress that can trigger flares and worsen symptoms most is daily stress (interpersonal and stress from the work environment). Daily stress also affects the emotional, cognitive, and behavior of patients. These facts supported by patients' perceptions, and studies between SLE patients and controls as well as other autoimmune disease patients. Cognitive-behavioral and psychological interventions can be alternatives in reducing the stress level of SLE patients. Key words: Autoimmune disease, Stress, Systemic Lupus Erythematosus,
Read More
S-10482
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
616 SUD b (R)
[s.l.] : Jakarta: FKUI, 2006, s.a.]
Kumpulan Daftar Isi Buku   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hardini Tri Indarti; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Asri C. Adisasmita, Sukamto Koesnoe, Ijun Rijwan Susanto
Abstrak: Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun yang mengakibatkan peradangan di banyak organ. Prevalensi LES terus meningkat dan angka mortalitasnya pun tinggi. Etiologi LES sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor risiko yang diduga dapat mempengaruhi kejadian LES. Salah satunya adalah riwayat alergi obat, terutama antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat alergi antibiotik dengan kejadian LES setelah dikontrol oleh variabel kovariat berupa riwayat keluarga menderita LES, riwayat menderita penyakit autoimun lain, usia menarche, dan perilaku merokok di RSUP Dr. Hasan Sadikin Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan bulan April-Juli 2014 dengan menggunakan desain kasus kontrol. Kasus adalah pasien LES wanita yang berobat ke Poli Rematologi RSUP Dr. Hasan Sadikin Kota Bandung. Kontrol merupakan pasien wanita yang berobat ke Poli Penyakit Dalam dengan dilakukan individual matching dengan kasus pada usia (rentang 3 tahun), dan asal daerah. Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan uji regresi logistik conditional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat alergi antibiotik cenderung meningkatkan risiko kejadian LES sebesar 2,34 kali (OR=2,34, 95% CI 0,66-8,22) setelah dikontrol oleh riwayat keluarga LES, riwayat autoimun, dan perilaku merokok. Untuk kelas antibiotik penisilin/sefalosporin, risiko meningkat menjadi 2,75 kali (OR=2,75, 95% CI 0,65-11,59). Kata kunci : LES, alergi antibiotik, matched kasus kontrol
Systemic Lupus Erythematosus ( SLE ) is an autoimmune disease that results in inflammation in many organs. The prevalenceof SLE is increasing and the mortality rate was high. Etiology of SLE has not known. However , several risk factors could be expected to affect the incidence of SLE . One of them is a history of drug allergies, especially antibiotics. This study aimed to determine the relationship between antibiotic allergy history and SLE after controlled by family history,other autoimmune disease, age of menarche, and smoking behavior in Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung. This study was conducted from April to July 2014 using case-control design. Cases were women SLE patients who went to Rheumatology Department Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung. Control were a female patient who went to Internist Department with individually matched at the age ( 3 years range ), and region. Data were analyzed with univariate, bivariate , and multivariate conditional logistic regression. The results showed that a history of antibiotic allergy tends to increase the incidence of SLE for 2.34 times ( OR = 2.34 , 95 % CI 0.66 to 8.22 ) after controlled by SLE family history, history of autoimmune, and smoking behavior. For the class of penicillin/cephalosporin, the risk increased to 2.75 times ( OR = 2.75 , 95 % CI 0.65 to 11.59) . Keywords : SLE , antibiotic allergy , matched case-control
Read More
T-4294
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Angelica Savitrie Joanna; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Zakianis, Alvina Widhani
S-10278
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.48, No.2, Pebr. 1998, hal. 95 (?)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
616 SUD b (R)
[s.l.] : Jakarta: FKUI, 2006, s.a.]
Kumpulan Daftar Isi Buku   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive