Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 399 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sudraji Sumapraja
R 618.178 SUM m
Jakarta : Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, 1985
Referensi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farid Anfasa Moeloek; Pembimbing: Hanifa Wiknjosastro; Kopromotor: Ratna Suprapti Samil
Abstrak: ABSTRAK
 
Latar Belakang Dan Permasalahan
 
Dewasa ini, dengan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas hidup dan kehidupannya, membawa masalah tersendiri terhadap penanganan infertilitas dalam menangani masalah fertilitas secara menyeluruh. Sesungguhnya kehadiran berbagai disiplin ilmu baik dari dalam dunia kedokteran, maupun dari luar dunia kedokteran seperti psikologi, ilmu sosial, ilmu pendidikan, ilmu hukum, dan bahkan agama sekali pun diperlukan dalam mengatasi masalah ini, karena sedemikian majemuknya permasalahan yang dihadapi. Ini berarti dituntut tanggung jawab yang merupakan tantangan bagi terlaksananya pusat pengkajian ilmu bagi masalah-masalah kesehatan reproduksi di Indonesia.
 
 
Sampai saat ini di dalam dunia kedokteran sendiri, pemeriksaan klinik infertilitas yang bermaksud untuk memperoleh sejauh mungkin keterangan mengenai sebab infertilnya pasangan, agar dapat dibuat kebijaksanaan bagi pengobatannya yang tepat dan terarah, masih tetap merupakan masalah yang menarik perhatian. Kenyataan ini dihadapkan dengan masih berlangsungnya hingga kini suatu penelitian bersama dari WHO dalam Investigation and diagnosis of the infertile couple, Special Programme of Research Development and Research Training in Human Reproduction (study number 78923). Dengan demikian dapat dimaklumi, bahwa keberhasilan pengobatannya pun sampai saat ini masih banyak membawa kekecewaan, meskipun ada kalanya memberi kepuasan tersendiri baik bagi dokter pemeriksa dan pasiennya sendiri.
 
 
Adalah kenyataan dalam 10 tahun terakhir ini, bahwa banyak kelainan genitalia interna pada wanita dengan perkawinan infertil yang masih sulit dikenal melalui pemeriksaan-pemeriksaan klinik infertilitas lazimnya yang terdiri dari pemeriksaan dalam (ginekologik), suhu basah badan, sitologi vagina atau biopsi endometrium, uji pasca sanggama dan histerosalpingografi saja. Pasangan infertil yang dianggap "normal", yang masih belum dapat dibuktikan dengan pemeriksaan - pemeriksaan kiinik tersebut masih cukup tinggi, berkisar 10-20%. Sedangkan pemeriksaan klinik infertilitas wanita yang dilakukan di klinik ini masih meliputi pemeriksaan-pemeriksaan itu; pemeriksaan imuno-hormonologik lanjut yang mungkin dapat membantu menerangkan hal-hal lainnya masih belum sempurna dapat dilaksanakan di sini karena masih langkanya pemeriksaan tersebut.
 
 
Selain daripada itu, masalah lain yang dihadapkan dan dirasakan perlu mendapat perhatian pada pemeriksaan klinik infertilitas wanita adalah lamanya waktu pemeriksaan dengan segala macam halangannya. Masih dirasakan sampai saat ini, terutama bagi pihak istri, perlunya waktu yang relatif lama untuk mencari faktor penyebabnya itu; sedangkan mereka telah dihadapkan pada waktu yang cukup lama pula untuk menantikan datangnya keturunan. Behrman dan Kistner, dan Jain, 17 ;pernah mengutarakan 'bahwa'lamanya usaha ingin anak atau lamanya perkawinan berlangsung 'merupakan faktor yang turut pula bertanggung jawab terhadap kesuburan pasangan.
 
 
Kemajuan ilmu ,dan teknologi .kontemporer di dalam bidang kedokteran saat ini, ternyata banyak mengundang harapan baru bagi terciptanya cara pemeriksaan klinik dan pengobatan, yang lebih maju. Kemajuan dalam bidang penelitian teknologi kontrasepsi dan sumber cahaya dingin (fiber optik), ternyata membuka era baru pula bagi cara-cara pemeriksaan klinik dan pengobatan pada infertilitas wanita. Dari sekian banyak teknologi alat kontrasepsi yang sedang dikembangkan dan kini mulai banyak digunakan untuk maksud pemeriksaan, klinik genitalia interna dan pengobatan pada wanita dengan perkawinan infertil adalah endoskopi (laparoskopi dan kuldoskopi). Endoskopi (laparoskopi ,atau kuldoskopi) yang merupakan pemeriksaan langsung genitalia interna, yang dapat dilaksanakan dalam waktu tidak lebih dari satu jam saja, membuat kelainan-kelainan genitalia interna yang sulit dikenal dengan pemeriksaan-pemeriksaan klinik infertilitas lainnya dengan mudah, cepat, dan tepat dapat diketahui. Berdasarkan pandangan dari beberapa penulis tampaknya endoskopi dapat memperkecil masalah pemeriksaan klinik infertilitas wanita. Bahkan Frangenheim dan Lindemann lebih tegas menyatakan bahwa kini pemeriksaan genitalia interna belum sempurna dilaksanakan apabila pemeriksaan endoskopi belum dilakukan.
Read More
D-41
Jakarta : FK UI, 1983
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Rahmani P., Ana Nadhya Abrar
LP 618.178 RAH i
Yogyakarta : Ford Foundation & PPK UGM, 1999
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bul. Pen. Sis. Kes. (Bulitsiskes), Vol.12, No.4, Okt. 2009: hal. 393-402, (cat. ada di bendel 2008-2009)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
571.8 MAN m
[s.l.] : Jakarta : EGC, 2009, s.a.]
Kumpulan Daftar Isi Buku   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Patrick J. Rowe, Frank Comhaire, Aucky Hinting
616.692 ROW p
Surabaya : Airlangga University Press, 1995
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
J. Khanna
R 574.16 KHA r
Geneva : WHO, 1992
Referensi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
612.3 TAN t
Jakarta : Global Alliance Indonesia, 2003
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
613.04244 KES
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reproductive medicine : a millennium review, the proceedings of the 10th. World Congress on Human Reproduction edited by Elsimar M. Coutinho and Paulo Spinola (daftar isi: Reproductive medicine: past, present and future, Jean Cohen; 2. Ovarian hyperstimulation in poor responders to artificial reproductive technologies, Z. Ben-Rafael; R. Orvieto; D. Feldberg; 3. Intracytoplastic sperm injection: challenges and prospects, R. Abdel massih; 4. Fertility drugs and ovarian cancer, S. Daya; 5. New stericlip and other prospective technologies for sterilization of women, J. Guillebaud; 6. The risk of cardiovascular disease in women aged over 35 years and using oral contraception, P.G. Crosignani; 7. Oral contraceptives and thrombosis, L. Speroll; 8. Abortion in adolescence, G. Benagiano; P.Franceschinis; A. Pero; 9. Monthly injectable contraceptive: recent advances, P.Spinola; 10. Barriers to contraceptive use in developing countries, O.A. Ladipo; J.C. Konje; 11. Contraceptive medicine: past, present and future, S.J. Segal; 12. Elcometrine for long-term contraception and clinical management of endometriosis, E.M. Coutindo; M.Montgomery; 13. Overview: contraceptive research accomplishments in the 20th century and present use of contraceptives, E.D.B. Johansson; 14. Contraception for the 21st century: challenges and prospects, J. Gullebaud; 15. The contraceptive efficacy low-dose gossypol in Brazilian men, E.M. Coutindo, (et al); 16. Immunocontraception: past, present and future, G.P. Talwar; 17. Pharmaceutical gossypol from Brazil, L.F. Pianowski; 18. Non-hormonal contraception for young adults, C.A. Petta; 19. Programmed cell death in the fetal membranes, J.F. Strauss; 20. Reprodictive endocrinology towards the next millennium, B. Lunenfeld; E. Lunenfeld; 21. Endocrine, autocrine and paracrine regulation of ovarian steroidogenesis in polycystic ovary syndrome, L.Devoto; 22. The estrogen receptor: changing concpts. Clinical lessonss from molecular biology, L. Speroff; 23. Activins and inhibins in female reproductive fucntion, F.M. Reis; M.Santuz; F.Petraglia; 24. Involvement of interleukin-1 and interleukin-1 receptor antagonist in in vitro embryo development among women undergoing in vitro fertilization-embryo transfer, S.D. Spandorfer (et al); 25. Menstruation suppression in the treatment of catamenial diseases, E.M. Coutinho; 26. Retroperitoneal endometriosis, C.P. Roberts; J.A. Rock; 27. Recurrence rate after laparoscopic excision of ovarian endometriomas, M. Busacca (et al) (Endoscopy); 28. Computers and robotic devices in endoscopic gynecological surgery, L. Mettler; 29. Computerized robotics: is this the final stage of development in surgery?, K. Semm; 30. The role of hysteroscopy in the evaluation of the mechanism of carcinogenesis in endometrial polyps, H. Maia; (et al); 31. Fertiloscopy, A. Watrelot, (et al); 32. Postmenopausal genital bleeding, O. Rodriguez-Armas; (Menopause); 33.Potential of dehydroepiandrosterone as hormone replacement therapy, F. Labrie; 34. Selective estrogen receptor modulators: new option for postmenopausal women, A.R. Genazzani; M.Gambacciani; 35.Vaginal progesterone in the menopause : cyclical and constant combined regimens for new physiological options in hormone replacement therapy, D. de Ziegler, R. Ferriani, C.Bulleti; 36. Postmenopausal hormone therapy and breast cancer, L. Speroll; 37. The benefits and risks involved in treating impotence, J. Frick, A. Jungwirth; 38. Institutional role in women's health issues: role of FIGO, M.Seppala, G. Benagiano; 39. Regulation of proliferation and apoptosis of uterine myometria and leiomyomas by sex steroid hormones, T.Marou (et al); 40. Unravelling the genetics of complex disorders of reproduction, J.F. Strauss; 41. Medical recommendations for the safe use of mifepristone, R.Sitruk-Ware; 42. Abortion induction with misoprostol, A. Faundes; 43. studies of gossypol in the treatment of cancer, M.M. Reidenberg)
P 616.6 REP r
[s.l.] : New York The Parthenon Publ 1999, s.a.]
Prosiding   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive