Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37690 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
CB: Q 2017
[s.l.] : Jakarta: PPT-LIPI, 1998, s.a.]
Hibah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
CB: Q 2007
[s.l.] : Jakarta: LIPI, 1998, s.a.]
Hibah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
editor, Yulfita Raharjo, Friedhelm Betke, Mita Noveria, Titik Handayani
330 DAM
Jakarta : LIPI, 1998
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Enizarti; Pemb. Pujiyanto; Penguji: Prastuti C. Soewondo, Asep Zaenal Mustofa
T-2721
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurbaati; Pembimbing: Prastuti Chusnun Soewondo, Mahlil Rubi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Iswandi Mourbas, Hendrianto
T-2407
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lies Kastika; Pemb. Mardiati Nadjib; Penguji: Harijatni Sri Oetami, Amila Megraini, Pantja Lihestiningsih
T-2702
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Latifah Alifiana Rahmawati; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Kurnia Sari, Prastuti Soewondo, Siti Masruroh dan Nanang Wahyu Santoso
Abstrak:
Penyakit infeksi masih menjadi salah satu beban masalah kesehatan di dunia. Pada tahun 2021, terdapat 5 juta kematian anak balita akibat infeksi. Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan penyakit infeksi pada anak balita, salah satunya yaitu berat badan lahir kurang dari 2.500 gram atau berat badan lahir rendah (BBLR). Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan berat badan lahir terhadap jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap, durasi lama rawat inap, dan akumulasi biaya klaim BPJS akibat penyakit ISPA dan diare pada anak usia 0-59 bulan di FKRTL. Metode: Studi ini menggunakan desain kohort retrospektif menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan dari 2017-2022, yang digabungkan dengan Indeks Kualitas Air dan Indeks Kualitas Udara dari Laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Jumlah kasus rawat jalan diestimasi menggunakan Regresi Binomial Negatif, jumlah kunjungan rawat inap dan jumlah hari rawat inap dianalisis dengan Zero-Inflated Negative Binomial, serta akumulasi biaya dianalisis menggunakan Regresi Gamma. Hasil: Subjek dalam penelitian ini adalah 3.175 anak yang lahir pada tahun 2017 dengan kode INACBGs P-8-02 hingga P-8-17. Terdapat, 493 (15,53%) adalah anak dengan berat lahir rendah. Total pemanfaatan rawat jalan di antara anak-anak di bawah lima tahun karena diare dan ISPA 1.708 kunjungan (rata-rata: 0,56), dan pemanfaatan rawat inap adalah 1.174 (rata-rata: 0,38). Rata-rata lama menginap adalah 3,54 hari, dengan total 4.160 hari. Akumulasi biaya untuk rawat jalan adalah Rp353.548.900 (rata-rata: Rp111.354), dan untuk rawat inap adalah Rp3.737.613.820 (rata-rata: Rp1.177.201). Terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dengan jumlah kematian pada anak balita, rata-rata jumlah kematian pada anak dengan riwayat BBLR lebih tinggi dibanding anak dengan berat badan lahir normal. Meskipun berat badan lahir tidak berhubungan secara signifikan terhadap jumlah kunjungan rawat jalan, namun jumlah kunjungan anak dengan BBLR lebih banyak dibandingkan anak dangan BBLN. Jumlah kunjungan rawat inap dan jumlah hari rawat inap di FKRTL selama 5 tahun lebih banyak secara signifikan pada anak dengan riwayat BBLR. Meskipun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada akumulasi biaya perawatan namun jumlah kunjungan yang lebih banyak pada anak dengan BBLR dapat mempengaruhi peningkatan jumlah biaya pasien langsung seperti transportasi dan caregiver serta biaya pasien tidak langsung yakni income loss dari orang tua/caregiver

Infectious diseases are still one of the burdens of health problems in the world. In 2021, there will be 5 million deaths of children under five due to infections. Infectious diseases are still one of the burdens of health problems in the world. In 2021, there will be 5 million deaths of children under five due to infections. There are various factors that can cause infectious diseases in children under five, one of which is birth weight less than 2,500 grams or low birth weight (LBW). Objective: This study aims to determine the relationship between the number of outpatient and inpatient visits, the duration of hospitalization, and the accumulation of BPJS claim costs due to ARI and diarrhea based on birth weight category in children aged 0-59 months at FKRTL. Methods: This study used a retrospective cohort design using BPJS Health Sample Data from 2017-2022, which was combined with the Water Quality Index and Air Quality Index from the Ministry of Environment and Forestry Report. The number of outpatient cases was estimated using Negative Binomial Regression, the number of inpatient visits and the number of inpatient days were analyzed with Zero-Inflated Negative Binomial, and the accumulated costs were analyzed using Gamma Regression. Results: The subjects in this study were 3,175 children born in 2017 with INACBGs codes P-8-02 to P-8-17. There were 493 (15.53%) low birth weight children. Total outpatient utilization among children under five years of age due to diarrhea and ARI was 1,708 visits (mean: 0.56), and inpatient utilization was 1,174 (mean: 0.38). The average length of stay was 3.54 days, totaling 4,160 days. The accumulated cost for outpatient care was IDR353,548,900 (mean: IDR111,354), and for inpatient care was IDR3,737,613,820 (mean: IDR1,177,201). There was a significant association between birth weight and the number of deaths in children under five, with the average number of deaths in children with a history of LBW being higher than children with normal birth weight. Although birth weight was not significantly associated with the number of outpatient visits, children with LBW had more visits than children with normal birth weight. The number of inpatient visits and the number of days of hospitalization in FKRTL over 5 years were significantly higher in children with a history of LBW. Although there is no significant difference in the accumulated cost of care, the greater number of visits in children with LBW can affect the increase in the number of direct patient costs such as transportation and caregiver and indirect patient costs, namely income loss from parents/caregivers.
Read More
T-6985
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edy Sunarko; Pembimbing: Habullah Thabrany; Penguji: Pujiyanto
T-1985
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rien Pramindari; Pembimbing: Pujiyanto, Kurnia Sari; Penguji: Lita Renata Sianipar, Setyo Hartono
Abstrak:

ABSTRAK
Latar Belakang. Bencana sebagai peristiwa yang mengancam dan mengganggukehidupan dan penghidupan masyarakat dapat mengakibatkan timbulnya korban jiwamanusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.Pembiayaan bencana mengakibatkan pengeluaran negara yang tidak sedikit dan diluarperkiraan. Besarnya kerusakan dan kerugian akibat dampak bencana di Indonesiasangat besar, sementara itu kemampuan pemerintah mengalokasikan dana cadanganpenanggulangan bencana setiap tahun hanya sekitar Rp 4 trilyun. Sistem pembiayaankesehatan di saat bencana menjadi salah satu faktor yang berperan mengurangidampak bencana, khususnya untuk membantu institusi pelayanan kesehatan dalammenyelenggarakan pelayanan yang baik dan efektif. Oleh karena itu masalahpembiayaan kesehatan menjadi sangat crusialMetode. Jenis penelitian ini adalah desain kuantitatif. Arah penelitian ini pembuatanmodel pembiayaan tanggap darurat di PPKK. Metode analisa yang digunakan adalahunivariat, bivariat dan multivariat melalui berbagai uji non parametrik danparametrik.Hasil. Adanya hubungan yang signifikan antara cakupan bencana, kegiatan tanggapdarurat, jumlah korban meninggal, jumlah korban luka, jumlah pengungsi dan lamafase tanggap darurat dengan pembiayaan tanggap darurat serta terbentuknya modelpembiayaan tanggap darurat dengan persamaan Pembiayaan tanggap darurat =e(14,296–0,870Cakupan bencana+0,533Jumlah korban meninggal+0,396Jumlah pengungsi+0,54Lama fase tanggapdarurat)


 

ABSTRACT
Background. Disasters as events that threaten and disrupt the lives and livelihoodscould result in human casualties, environmental damage, loss of property, andpsychological impact. State funding have led to disaster and not a little unexpected.The magnitude of the damage and losses caused by the disaster in Indonesia is verylarge, while the government's ability to allocate disaster relief reserve fund each yearis only about Rp 4 trillion. Health financing system in times of disaster to be one ofthe factors that contribute to reduction of disaster impacts, particularly to assisthealthcare institutions in carrying out good service and effective. Therefore the issueof health financing became very crusialMethod. This research is quantitative design. This direction of research fundingemergency response modeling in PPKK. The analytical methods used are univariate,bivariate and multivariate through a variety of non-parametric and parametric tests.Results. A significant relationship between the extent of the disaster, emergencyresponse activities, the number of fatalities, number of injuries, the number ofrefugees and the long phase of emergency response to the financing emergencyresponse as well as the establishment of emergency response funding model withEmergency response funding = e(14,296–0,870 Disaster coverage + 0,533 Death + 0,396 IDP’s + 0,54Emergencyphase)

Read More
T-3909
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ribka Ivana Sebayang; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Ronnie Rivany, Dedih Rudiana, Hetty Permatawati
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran karakteristik dan factor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan dasar puskesmas oleh keluarga miskin peserta JPKMM di Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur Tahun 2005. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan tujuan melihat hubungan ll variabel independent sikap petugas, keberadaan dokter, jam buka pelayanan, ketersediaan dan kecukupan obat, pendidikan, pengetahuan, persepsi sakit, persepsi tentang kualitas puskesmas,jarak, sarana transportasi dan biaya transport dengan pemanfaatan puskesmas. Responden pada penelitian ini adalah keluarga miskin peserta JPKMM yang tersebar di Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur dengan jumlah sample sebanyak 100 responden dari 5 desa yang dipilih secara acak sederhana. Penelitian ini memiliki banyak kelemahan antara lain jumlah responder; yang terbatas, reslko selection bias dan recall bias yang tinggi dibandingkan dengan penelitian kohort dan case control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa factor sikap petugas, keberadaan dokter, pengetahuan, persespsi sakit dan persepsi tentang kualitas puskesmas berhubungan dengan pemanfaatan puskesmas. Sementara factor jam buka pelayanan, ketersediaan dan kecukupan obat, pendidikan, jarak, sarana transportasi dan biaya transport tidak berhubungan dengan pemanfaatan puskesmas. Dari kelima faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan puskesmas, ternyata sikap petugas, pengetahuan dan keberadaan dokter yang paling dominan hubungannya dengan pemanfaatan puskesmas dengan nilai OR masing-masing 10,261 ; 5,722 ; dan 3,481. Melihal hal diatas maka perlu ditingkatkan akses keluarga miskin terhadap pelayanan kesehatan dasar puskesmas. Hal ini dapat ditingkatkan melalui pendekatan supply dan demand. Dari sisi supply adalah dengan cara mendekatkan akses keluarga miskin terhadap pelayanan kesehatan scpcrti penempatan dokter di puskesmas, adanya bidan di desa dan mengaktifkan kembali puskesmas keliling serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat dengan melibalkan masyarakat menjadi fasilitator masyarakat dalam bidang kesehatan. Dari sisi demand adalah dengan meningkatkan pembinaan ke puskesmas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dan penyuluhan-penyuluhan yang bemanfaat dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang JPKMM dan hak-haknya.


 

This research aims to gain a picture of the characteristics and factors related to the utilization of Primary Health Care service by poor families participated in HMSPC in Warungkondang sub district, Cianjur District in 2005. The research used the cross sectional metl1od in order to observe the relations of eleven independent variables considered reliable in the utilization of PHC service. These eleven variables are the attitude of service providers (officers, nurses, and doctors), doctor?s availability, the opening hours, medicines availability, education background (of the service users), perception of illness, perception of the quality of the service, distance, transportation methods and transport fees. The respondents of the research were the poor families who join the HMSPC in Warungkondang in Cianjur District. There are 100 respondents taken randomly from live villages in that sub district. However, this study has several flaws such as the limited number of respondents, high risks of selection and recall bias compared to research using cohort and case control. The research shows that the factors of the attitude of the service givers, doctors availability, knowledge, perceptions on illness and on the quality of the PHC are related to the utilization of the clinic. Whereas factors such as opening hours, medicines availability, education background, distance, means of transport and transportation fees are not related to the utililization of the health center. From the five related factors above, it appears that the attitude of service providers, knowledge and doctors? availability are the most dominant factors here, each with the following OR value: 10,261 (for attitude of service providers), 5,722 (for knowledge) and 3,481 (forthe doctor?s availability). Based on the finding above, it is necessary to improve the access of poor families in receiving, the basic health service in PHC, and this can be achieved through the supply and demand approach. By supplying, we bring the services closer to them such as providing doctors in PHC and midwives in villages, reactivating the mobile clinics and improving the empowemient of communities by involving them as health facilitators. On the demand, we can cultivate trainings in PHC by the Health Council of Cianjur District. and administer educational sessions for the community in order to improve their knowledge about HMSPC and their rights.

Read More
T-2454
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive