Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 27611 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
CB: C 3004
[s.l.] : Jakarta: DKI Jakarta; 2009, s.a.]
Hibah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
H. Boyke Priyono Soewandijono; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah
T-494
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Medika, No.7, Juli 1991, hal. 572-576
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soeharto Arimbi Padmowiryono; Pemb. Sudarto Ronoatmodjo
A-155
Jakarta : FKM UI, 1977
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riezky Febiola; Pembimbing: Tri yunis Miko Wahyono; Penguji: Nuning M. Kiptiyah, Syafiyal
Abstrak: Imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat yang paling efektif namun dapat menimbulkan efek simpang dari reaksi vaksin. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran KIPI dan korelasinya terhadap cakupan imunisasi di enam wilayah di propinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dari data surveilans KIPI tahun 2012. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini menunjukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara KIPI dengan cakupan imunisasi BCG (p= 0,397), cakupan DPT/HB (p=0,704), cakupan polio (p=0,787), dan cakupan campak (p=957). Surveilans KIPI yang sudah ditingkatkan dan dikembangkan untuk memonitor kualitas vaksin dimasyarakat sangat dibutuhkan.
 

 
Immunization is one of public health efforts which is most effective but can cause adverse events from vaccine reactions. This purpose of this study is to description adverse events following immunization and its correlation to immunization coverage in six districts in West Java in 2012. The design of this study is ecology using AEFI Surveillance data in 2012. Data were analyzed with the spearman correlation test. The result of this study indicate that there is no significant relationship between AEFI with BCG immunization covarage (p=0,397), DPT/HB covarage (p=0,704), polio covarage (p=0,787), and measles coverage (p=0,957). Improved and well-developed AEFI seuveillance to monitor the quality of vaccines in the community is highly needed.
Read More
S-8127
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lienda Wati; pembimbing: Besral; Penguji: Luknis Sabri, Rina F. Bahar
S-5608
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Naim; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Sudijanto Kamso, Diah Mulyawati Utari, Mahmud Fauzi, Lisa Avianty
Abstrak: Sejak pandemi Covid-19, pelaksanaan layanan imunisasi dasar anak mengalami penurunan. WHO menyebutkan secara global, sebanyak 23 juta anak di bawah umur satu tahun tidak menerima imunisasi dasar di tahun 2020. Sedangkan di Jawa Barat, cakupan imunisasi anak menurun sebesar 93,74 % tahun 2019, menjadi sebesar 82,26% tahun 2020. Oleh karena itu penting untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi imunisasi dasar bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi yang lahir di masa pandemi covid19 di provinsi jawa barat Penelitian ini menggunkan data SUSENAS 2021 di Jawa Barat dengan sampel sebanyak 368 bayi berusia 10-12 bulan yang lahir di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross- sectional) dengan analisis regresi logistik berganda. Pemerintah dapat mengoptimalkan pemanfaatan buku KIA dengan mengembangkan digitalisasi buku KIA skala nasional. Puskesmas dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama kader untuk memotivasi keluarga/masyarakat supaya memanfaatkan dan menerapkan isi buku KIA dalam perawatan dan kesehatan ibu dan anak
Read More
T-6408
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Patrisia Helena Saraswati; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Kurnia Sari, Yuliandi, Gertrudis Tandy
Abstrak: Indonesia telah memiliki komitmen untuk eradikasi penyakit menular dengan menjalankan Expanded Programme on Immunization (EPI) pada tahun 1977 dengan fokus pada 6 penyakit: TBC, difteri, tetanus, pertussis, campak dan polio. Hingga tahun 2017 angka cakupan imunisasi dasar anak di Indonesia masih bervariasi antar provinsi dimana sebagian provinsi masih dibawah target WHO 80% dan cakupan nasional masih dibawah angka target 90%. Banyak penelitian sebelumnya telah membuktikan adanya hubungan antara faktor sosial dan ekonomi dengan keputusan imunisasi anak. Paper ini bertujuan untuk mengukur ketimpangan imunisasi dasar di Provinsi Jawa Barat tahun 2017 dan melihat faktor social dan ekonomi yang mempengaruhi imunisasi dasar anak. Analisa dilakukan dengan menggunakan data Susenas KOR tahun 2017 dan Podes 2018 yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Susenas adalah data survei rumah tangga yang representatif secara nasional, mewakili rumah tangga dari seluruh kelompok pendapatan., sementara Podes adalah data di tingkat desa yang berisi informasi infrastruktur desa. Ketimpangan akan diukur dengan metode Concentration Curve dan Concentration Index kemudian dengan metode regresi logistic akan dilihat faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap imunisasi. Pengukuran mengkonfirmasi secara signifikan bahwa kondisi ekonomi berpengaruh terhadap imunisasi di Indonesia. Concentration index imunisasi (CI=0,146) menunjukkan gradien imunisasi yang berpihak pada kelompok berpendapatan lebih tinggi. Concentration index untuk perkotaan lebih tinggi (CI=0,168) daripada perdesaan (CI=0,037). Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa pendapatan yang lebih tinggi, pendidikan ibu, tinggal di kota, anak- anak yang memiliki asuransi, rasio puskesmas, dokter, dan petugas kesehatan yang lebih baik terhadap populasi meningkat kemungkinan anak-anak mendapatkan vaksinasi. Puskesmas memiliki peran paling menonjol dalam meningkatkan cakupan imunisasi anak. Ketersediaan dokter dan petugas kesehatan untuk melakukan imunisasi serta mempromosikan manfaat imunisasi sangat penting untuk mendorong cakupan yang lebih tinggi. Imunisasi dasar anak lebih jarang ditemui pada rumah tangga berpendapatan rendah. Faktor supply side seperti rasio puskesmas, dokter dan nakes penting dan dominan dalam imunisasi dasar anak. Pemerintah Jawa Barat perlu memfokuskan pembangunan supply side ini sambil memperbaiki permintaan imunisasi melalui pemberian insentif, memperbaiki pendidikan ibu serta meningkatkan kepemilikan asuransi kesehatan anak
Read More
T-5819
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lulus Prihandari; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mardiati Nadjib, Vetty Yulianty Permanasari, Anwar Fachry, Fajar Ariyanti
Abstrak: Peningkatan kesehatan ibu dan anak merupakan isu global. Memperluas akses imunisasi adalah hal yang sangat penting dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Berdasarkan data Riskesdas 2018 target pencapaian imunisasi dasar lengkap di Provinsi Jawa Timur menurun dari tahun 2013 sebesar 74,5% menjadi sebesar 69,16% di tahun 2018 sedangkan imunisasi tidak lengkap naik menjadi 26,27% dari sebelumnya pada tahun 2013 hanya 21,8%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan imunisasi dasar di Provinsi Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder Riskesdas 2018 dengan unit analisis bayi usia 12-23 bulan dengan responden ibu sebanyak 1.245 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang memanfaatkan imunisasi dasar 64,2% dan yang kurang memanfaatkan 35,8%. Responden dikatakan memanfaatkan apabila imunisasi yang didapatkan lengkap dan masuk kategori kurang memanfaatkan apabila imunisasi yang diterima tidak lengkap dan tidak mendapat imunisasi sama sekali. Pada analisis bivariat didapatkan kepemilikan buku KIA, akses fasilitas kesehatan dan tempat persalinan memiliki hubungan yang signifikan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan imunisasi dasar di Jawa Timur. Hal ini dikarenakan ketiga faktor tersebut memiliki responden cukup banyak pada status imunisasi lengkap dan dikatakan berhasil memanfaatkan pelayanan kesehatan imunisasi dasar di Jawa Timur. Saran kepada Dinkes Provinsi Jawa Timur khususnya para tenaga kesehatan harus memaksimalkan pemberian informasi tentang kegunaan dan manfaat mengenai imunisasi di buku KIA agar tersampaikan dengan baik, memberi informasi kepada ibu hamil untuk memilih tempat persalinan yang sudah memenuhi standar akreditasi agar pelayanan ibu dan bayi yang diterima dapat maksimal serta meningkatkan kemudahan akses pelayanan kesehatan yang lengkap dan berkualitas agar dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat.
Improving maternal and child health is a global issue. Expanding access to immunization is very important in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs). Based on the 2018 Riskesdas data, the target of achieving complete basic immunization in East Java Province decreased from 2013 of 74.5% to 69.16% in 2018 while incomplete immunization increased to 26.27% from the previous year 2013 only 21.8 %. The purpose of this study was to determine the factors associated with the use of basic immunization in East Java Province. The research method used is quantitative with cross sectional design using secondary data from Riskesdas 2018 with the unit of analysis for babies aged 12-23 months with mother respondents as many as 1,245 respondents. The results of this study indicate that respondents who use basic immunization are 64.2% and those who are less use are 35.8%. Respondents are said to be using it if the immunization is complete and it is in the under-utilized category if the immunization received is incomplete and does not get immunized at all. In the bivariate analysis, it was found that ownership of the MCH booklet, access to health facilities and place of delivery had a significant relationship with the utilization of basic immunization health services in East Java. This is because these three factors have quite a lot of respondents on complete immunization status and are said to have succeeded in utilizing basic immunization health services in East Java. Suggestions to the East Java Provincial Health Office, especially health workers, should maximize the provision of information about the use and benefits of immunization in the MCH book so that it is conveyed properly, providing information to pregnant women to choose a place of delivery that meets accreditation standards so that the services of mothers and babies received maximally and increase the ease of access to comprehensive and quality health services so that they can be accessed by all people
Read More
T-6076
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budy Alamsjah; Pembimbing: Buchari Lapau
T-307
Depok : FKM UI, 1993
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive