Ditemukan 39444 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Kety Rohani Sormin; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Zakianis, Supriyono
S-6880
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kristina; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Yovsyah, Suhardiman
S-6533
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Heru Nugroho; Pembimbing: Rachmadhi Purwana; Penguji: Laila Fitria, Muslina Handayani
S-7295
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Orchidita Lystia; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Budi Hartono, Indra Kusuma Cahyadi
Abstrak:
Penyakit ISPA masih menjadi masalah kesehatan yang serius dinegara berkembang maupun Negara yang telah maju, tetapi jumlah angka morbiditas dan mortalitas di negera berkembang lebih banyak terutama di Indonesia. penemuan kasus ISPA menurut Data LB I SIMPUS (2017) yang dikutip dari Dinas Kesehatan Depok (2017) dengan angka kejadian sebesar 158.512 kasus, jumlah penderita ISPA merupakan data umum penderita yang merupakan gabungan dewasa dan balita. ISPA menempati urutan pertama diantara 10 penyakit besar di Kota Depok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui bagaimana hubungan kualitas udara ambien (NO2 dan SO2) dengan kejadian penyakit ISPA. Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif menggunakan desain studi ekologi berdasarkan tempat. Dalam penelitian ini nantinya akan dilakukan pengamatan pola kecenderungan terhadap kualitas udara ambien (NO2 dan SO2) dengan kejadian penyakit ISPA tahun 2017. Hasil penelitian menunjukan kualitas udara NO2 tidak terdapat hubungan bermakna dengan kasus ISPA (p=0,641). Variabel hubungan antara kualitas udara NO2 dengan kasus ISPA menunjukan korelasi yang searah (positif) dengan kekuatan/ keereatan hubungan yang sangat lemah (r=0,132). Sedangkan untuk kualitas udara SO2 dengan kasus ISPA tidak dapat dihitung secara statistik. Hal tersebut dikarenakan hasil data SO2 tidak terdeteksi.
Read More
S-10158
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nanda Labado; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Bambang Wispriyono, Budi Hartono, Lora Agustina, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
ISPA merupakan salah satu penyakit penyebab kematian pada anak-anak di dunia khususnya Negara berkembang seperti di Indonesia. Faktor penyebab ISPA adalah kondisi lingkungan rumah serta PHBS yang buruk. Tingginya insiden ISPA di Kabupaten Gorontalo khususnya balita dan belum tercapainya target RPJMN rumah sehat di Provinsi Gorontalo melatarbelakangi dilakukannya penelitian terkait kondisi lingkungan rumah dan perilaku dengan Kejadian ISPA pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Tilango. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor-faktor terkait kondisi lingkungan dan perilaku yang berhubungan dengan kejadian ISPA di kecamatan Tilango. Penelitian ini menggunakan desain studi Cross sectional dengan analisis multivariate Binary Regresi logistic model prediksi. Populasi pada penelitian ini adalah anak balita usia 0-59 bulan yang berkunjung ke Puskesmas Tilango. Pemilihan sampel penelitian ini dilakukan secara acak berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 92 responden. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa yang paling dominan secara signifikan terhadap Kejadian ISPA pada balita di Kecamatan Tilango yaitu Pendapatan (OR=13,9, 95% CI 3,395-57,668), Pendidikan (OR=11,3, 95%CI 2,498-51.650), Status Imunisasi (OR=9,8, 95%CI 1,019-95.346), Luas Ventilasi (OR= 8,9, 95%CI= 2,204-35,956), Kebiasaan Buka Jendela (OR=0,05, 95%CI 0,007-0,447). kesimpulan pada penelitian ini adalah banyak faktor yang dapat mempengaruhi kejadian ISPA pada balita yaitu karakteristik balita, karakteristik orangtua, perilaku dan lingkungan rumah
Read More
T-6425
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Khusnul Khotimah; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Ema Hermawati, Rony Darmawansyah Alnur
Abstrak:
Read More
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi ISPA pada balita di Provinsi Jawa Barat sebesar 4,9%, mendekati prevalensi nasional sebesar 5,8%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian ISPA pada balita usia 0–59 bulan di Provinsi Jawa Barat berdasarkan data SKI 2023, yang mencakup pencemaran udara dalam ruangan, karakteristik balita, dan karakteristik keluarga balita. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan sampel sebanyak 136 balita yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi-square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian ISPA pada balita yang tinggal serumah dengan penderita ISPA dewasa dengan seluruh variabel yang diteliti, yaitu perilaku merokok anggota keluarga, jenis bahan bakar memasak, riwayat BBLR, status imunisasi dasar, pemberian ASI eksklusif, serta pemberian vitamin A. Seluruh variabel tersebut memiliki nilai p > 0,05 sehingga tidak ditemukan faktor dominan yang memengaruhi kejadian ISPA pada balita dalam penelitian ini.
Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the leading causes of morbidity among toddlers in Indonesia. Based on data from the Indonesia Health Survey (IHS) 2023, the prevalence of ARI in toddlers in West Java Province was 4.9%, approaching the national prevalence of 5.8%. This study aimed to analyze the determinant factors of ARI incidence in toddlers aged 0–59 months in West Java Province based on SKI 2023 data, encompassing indoor air pollution, toddler characteristics, and family characteristics. This study employed a cross-sectional design with a sample of 136 toddlers who met the inclusion criteria. Data analysis included univariate analysis, bivariate analysis using the chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed no significant association between ARI incidence in toddlers living with adult ARI sufferers and all variables examined, namely smoking behavior of family members, type of cooking fuel, low birth weight history, basic immunization status, exclusive breastfeeding, and vitamin A supplementation. All variables had p-values > 0.05, indicating that no dominant factor influencing ARI incidence in toddlers was identified in this study.
S-12270
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Danang Susanto; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Budi Hartono, Nur Afiyah
Abstrak:
ABSTRAK Demam Chikungunya disebabkan oleh infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor lingkungan dan perilaku yang mempengaruhi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) demam Chikungunya di RW 03 Kelurahan Bojongsari Baru, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok pada bulan Maret-Mei 2011. Desain studi yang digunakan adalah kasus kontrol dengan jumlah kasus dan kontrol masing-masing sebanyak 40 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Hasil penelitian dengan uji chi square (CI=95%) mendapatkan hasil tidak terdapat variabel penelitian yang memiliki hubungan bermakna. Disarankan kepada pemerintah Kota Depok untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat dilingkungan sekitar rumah melalui program yang intensif.
ABSTRACT Chikungunya fever is caused by a viral infection occurs through the bite of the mosquito Aedes Aegypti and Aedes Albopictus. This study aims to determine the environmental and behavioral factors that influence the occurrence of Chikungunya outbreak at RW 03 Bojongsari Baru, Bojongsari Sub-district, Depok in March-May 2011. Research design is case control study. The number of case group and control group is 40 patient. The sampling technique using Simple Random Sampling. The results by chi square test (CI=95%) showing there is no variables involved. Recommended to the government of Depok City to improve hygiene behavior and healthy in the neighborhood through intensive programs.
Read More
S-6574
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hetty Fiddiani; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Zakianis, Didik Supriyono
S-6484
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Roukhul Zuhana Adillata; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
Abstrak:
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang menjadi penyebab utama mortalitas dan morbiditas penyakit menular di dunia. Setiap tahun terdapat 156 juta kasus baru ISPA dimana 97% diantaranya terjadi di negara berkembang. Indonesia sendiri merupakan negara yang menempati urutan ke empat ISPA terbanyak di negara berkembang. Salah wilayah dengan kasus ISPA yang cukup tinggi di Indonesia adalah Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan. ISPA sendiri merupakan penyakit menular utama di Kec. Wonopringgo. Desa Kwagean merupakan desa yang menempati urutan ketiga sebagai desa dengan kasus ISPA terbanyak di Kec. Wonopringgo. Selain itu, pengelolaan limbah dan sampah rumah tangga di desa ini juga masih menjadi kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengelolaan limbah dan sampah rumah tangga dengan kejadian ISPA di Desa Kwagean, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan tahun 2017. Adapun variabel independen yang diteliti adalah sarana pembuangan kotoran manusia (jamban), saluran pembuangan air limbah (SPAL), sarana tempat pembuangan sampah, dan pembakaran sampah. Sedangkan variabel dependennya adalah kejadian ISPA. Penelitian ini menggunakan data primer dengan desain studi cross sectional dan analisis bivariat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner serta observasi sarana sanitasi. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 95 rumah tangga. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubun:an dengan ISPA adalah jamban (p=0.001; OR=5.47 (95% CI: 2.2-13.6)), SPAL (p=0.001; OR=7.07 (95% CI: 2.9-17.5)), dan sarana tempat pembuangan sampah (p=0.00; OR=13.81 (95% CI: 4.85-39.27)). Sedangkan variabel pembakaran sampah tidak berhubungan dengan ISPA (p=1.00). Perlu adanya kerjasama antar aparat Desa Kwagean dengan Puskesmas Wonopringgo untuk menurunkan angka kejadian ISPA di Desa Kwagean.
Kata kunci: ISPA, jamban, SPAL, sarana tempat pembuangan sampah, pembakaran sampah
Acute respiratory infection (ARI) is a major cause of mortality and morbidity infection diseases in the world. Every year, there are 156 million new cases of ARI that 97% of them occur in developing countries. Indonesia is the fourth developing country with the highest number of ARI. Wrong area with cases of high ARI cases in Indonesia is Wonopringgo Subdistrict, Pekalongan Regency. ARI is a major contagious disease in Wonopringgo Subdistrict. Kwagean Village is the third rural village with the highest number of ARI cases in Wonopringgo Subdistrict. In addition, the management of household water and solid waste in this village is still a constraint. This study aims to determine the relationship between household water and solid waste management with the incidence of ARI in Kwagean Village, Wonopringgo Subdistrict, Pekalongan Regency in 2017. The independent variables in this study are human waste disposal facilities (latrine), sewerage, dustbin, and waste incineration. While the dependent variable is the incidence of ARI. This study used primary data with cross sectional study design and bivariate analysis. The data were collected by interview using questionnaire as well observation of sanitation facilities. The total sample in this research is 95 households. Sampling was done by purposive random sampling technique. Research result shows that the variables associated with ARI are latrine (p=0.001; OR=5.47 (95% CI: 2.2-13.6)), sewerage (p=0.001; OR=7.07 (95% CI: 2.9-17.5)), and dustbin (p=0.00; OR=13.81 (95% CI: 4.85-39.27)). While waste inceneration is not associated with ARI (p=1.00). There is a need a coordination between Kwagean Village apparatus with Wonopringgo Health Center to decrease the incidence of ARI in Kwagean Village.
Key words: ARI, latrine, sewerage, dustbin, waste inceneration
Read More
Kata kunci: ISPA, jamban, SPAL, sarana tempat pembuangan sampah, pembakaran sampah
Acute respiratory infection (ARI) is a major cause of mortality and morbidity infection diseases in the world. Every year, there are 156 million new cases of ARI that 97% of them occur in developing countries. Indonesia is the fourth developing country with the highest number of ARI. Wrong area with cases of high ARI cases in Indonesia is Wonopringgo Subdistrict, Pekalongan Regency. ARI is a major contagious disease in Wonopringgo Subdistrict. Kwagean Village is the third rural village with the highest number of ARI cases in Wonopringgo Subdistrict. In addition, the management of household water and solid waste in this village is still a constraint. This study aims to determine the relationship between household water and solid waste management with the incidence of ARI in Kwagean Village, Wonopringgo Subdistrict, Pekalongan Regency in 2017. The independent variables in this study are human waste disposal facilities (latrine), sewerage, dustbin, and waste incineration. While the dependent variable is the incidence of ARI. This study used primary data with cross sectional study design and bivariate analysis. The data were collected by interview using questionnaire as well observation of sanitation facilities. The total sample in this research is 95 households. Sampling was done by purposive random sampling technique. Research result shows that the variables associated with ARI are latrine (p=0.001; OR=5.47 (95% CI: 2.2-13.6)), sewerage (p=0.001; OR=7.07 (95% CI: 2.9-17.5)), and dustbin (p=0.00; OR=13.81 (95% CI: 4.85-39.27)). While waste inceneration is not associated with ARI (p=1.00). There is a need a coordination between Kwagean Village apparatus with Wonopringgo Health Center to decrease the incidence of ARI in Kwagean Village.
Key words: ARI, latrine, sewerage, dustbin, waste inceneration
S-9599
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Iqbal Ardiansyah; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Dewi Susanna, Suyud, Dian Novianti, Sukanda
Abstrak:
SPA merupakan salah satu penyakit penyebab kematian pada anak-anak di dunia khususnya negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Faktor penyebab ISPA adalah kondisi lingkungan rumah, perilaku hidup bersih dan sehat yang buruk. Tingginya mortalitas ISPA di Kota Depok baik di Puskesmas dan Rumah Sakit khususnya balita melatarbelakangi dilakukannya penelitian terkait kondisi lingkungan rumah dan perilaku dengan kejadian ISPA pada anak balita di Kota Depok.
Read More
T-5796
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
