Ditemukan 25760 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Agus Asyuri; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Handi Surya Adiguna
S-4994
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Heldi Dhimaspanji Kundalini; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Kurnia Sari, Nani Iriyanti
S-6544
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hurin Ien; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Jaslis Ilyas, Heru Susmono
S-6888
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Olivian Asv Arica; Pembimbing: Hafizzurachman; Penguji: Jaslis Ilyas, Lia Winata
S-6621
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Olivian Asv Arica; Pembimbing: Hafizzurachman; Penguji: Jaslis Ilyas, Lia Winata
S-6621
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wahyuningsih; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Pujiyanto, Adi Kurnia Nur
S-4817
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anton Feriono; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Jaslis Ilyas, Vivin Vinkatiari
S-5388
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Zeranina Zahra Alyya; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Atik Nurwahyuni, Hananta Praditya
Abstrak:
Read More
Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang sering menyebabkan peningkatan utilisasi layanan kesehatan dan klaim kesehatan pada peserta asuransi kumpulan dalam perusahaan. Program vaksin influenza menjadi salah satu upaya preventif yang dilakukan perusahaan untuk menurunkan risiko penyakit ISPA serta mengendalikan frekuensi dan biaya klaim kesehatan pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan frekuensi dan biaya klaim rawat jalan ISPA pada peserta asuransi sebelum dan sesudah program vaksinasi influenza, serta membandingkan klaim antara kelompok peserta tervaksin dan tidak tervaksin. Penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan data klaim kesehatan peserta asuransi PT X periode polis 2023-2024. Sampel penelitian terdiri dari 762 peserta asuransi, dengan 381 peserta tervaksin dan 381 peserta tidak tervaksin. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perubahan klaim sebelum dan sesudah vaksinasi serta uji Mann-Whitney untuk membandingkan distribusi klaim antara kelompok tervaksin dan tidak tervaksin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi klaim ISPA mengalami penurunan yang signifikan pada kelompok tervaksin maupun tidak tervaksin. Kelompok tervaksin menunjukkan penurunan frekuensi klaim lebih besar yaitu 17,5%, sedangkan kelompok tidak tervaksin mengalami penurunan sebesar 6,32%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perubahan tersebut signifikan pada kedua kelompok dengan nilai p-value <0,05. Sementara itu, biaya klaim belum mengalami perubahan yang signifikan pada kedua kelompok, namun tetap mengalami penurunan secara nominal. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan distribusi frekuensi dan biaya klaim antara kelompok peserta tervaksin dan tidak tervaksin. Berdasarkan hasil penelitian, program vaksin influenza memiliki potensi sebagai upaya preventif pengendalian utilisasi layanan kesehatan akibat ISPA, terutama dalam menurunkan frekuensi klaim kesehatan rawat jalan.
Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the diseases that frequently increases healthcare utilization and health insurance claims among group health insurance participants. Influenza vaccination programs have become one of the preventive measures implemented by companies to reduce the risk of ARI and control the frequency and cost of employee health claims. This study aimed to analyze changes in the frequency and cost of outpatient ARI claims before and after influenza vaccination, as well to compare claims between vaccinated and unvaccinated participants. This study used a quantitative observational research design with a retrospective approach using health claim data from PT X insurance participants during the 2023-2024 policy period. The study sample consisted of 762 insurance participants, including 381 vaccinated participants and 381 unvaccinated participants. Data analysis was conducted descriptively and inferentially using the Wilcoxon Signed Rank Test to assess changes in claims before and after vaccination, and the Mann-Whitney test to compare claim distribution between vaccinated and unvaccinated groups. The results showed that the frequency of ARI claims significantly decreased in both vaccinated and unvaccinated groups, with a greater reduction observed in the vaccinated group. The vaccinated group experienced a 17.5% reduction in claim frequency, while the unvaccinated group experienced a 6.32% reduction. The Wilcoxon test results indicated significant changes in claim frequency in both groups with p-values
S-12320
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Shamim Thahir Ahmad; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Mardiati Nadjib, Edu Parningotan Aritonang
Abstrak:
Read More
Durasi penyelesaian klaim menjadi indikator penting dalam menilai efisiensi pelayanan asuransi, terutama pada produk santunan harian rawat inap. Keterlambatan dalam proses klaim dapat menurunkan kepuasan dan kepercayaan nasabah terhadap perusahaan asuransi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan durasi penyelesaian klaim santunan harian rawat inap di PT. X berdasarkan data tahun 2023–2024. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif dan memanfaatkan data sekunder sebanyak 299 klaim. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan regresi logistik ordinal. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar klaim diselesaikan dalam waktu 6–14 hari (39,1%) dan 0–5 hari (37,5%). Terdapat dua variabel yang memiliki hubungan signifikan secara statistik terhadap durasi klaim, yaitu asal daerah dan kelengkapan dokumen. Peserta dari luar Pulau Jawa cenderung mengalami durasi klaim lebih lama, sedangkan klaim dengan dokumen lengkap memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk diselesaikan dalam waktu singkat. Empat variabel lainnya—sebab dirawat, jenis rumah sakit, nominal klaim, dan riwayat pengajuan sebelumnya—tidak menunjukkan hubungan signifikan namun memiliki kecenderungan praktis yang relevan.
The duration of claim settlement is an important indicator in assessing the efficiency of insurance services, particularly for hospital daily cash benefit products. Delays in the claim process may reduce customer satisfaction and trust in insurance companies. This study aims to analyze the factors associated with the duration of claim settlement for hospital daily cash benefits at PT. X based on 2023–2024 data. A cross-sectional design with a quantitative approach was used, utilizing secondary data from 320 claims. The analysis was conducted using univariate and bivariate methods with ordinal logistic regression. The results showed that most claims were settled within 6–14 days (39.1%) and 0–5 days (37.5%). Two variables showed statistically significant relationships with claim duration: region of origin and completeness of documents. Participants from outside Java Island tended to experience longer claim durations, while claims submitted with complete documents had a significantly higher likelihood of being processed more quickly. The other four variables—reason for hospitalization, hospital type, claim amount, and claim history—were not statistically significant but showed relevant practical trends.
The duration of claim settlement is an important indicator in assessing the efficiency of insurance services, particularly for hospital daily cash benefit products. Delays in the claim process may reduce customer satisfaction and trust in insurance companies. This study aims to analyze the factors associated with the duration of claim settlement for hospital daily cash benefits at PT. X based on 2023–2024 data. A cross-sectional design with a quantitative approach was used, utilizing secondary data from 320 claims. The analysis was conducted using univariate and bivariate methods with ordinal logistic regression. The results showed that most claims were settled within 6–14 days (39.1%) and 0–5 days (37.5%). Two variables showed statistically significant relationships with claim duration: region of origin and completeness of documents. Participants from outside Java Island tended to experience longer claim durations, while claims submitted with complete documents had a significantly higher likelihood of being processed more quickly. The other four variables—reason for hospitalization, hospital type, claim amount, and claim history—were not statistically significant but showed relevant practical trends.
S-12000
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sarifa Marwa; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Sugma AP
S-5312
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
