Ditemukan 35504 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Kesehatan adalah bak dan investasi, semua warga negara berhak atas kesehalannya. Pelayanan Kesehatan Sim Carolus scbagai salah satu rumah sakit swasta ingin turut serta ambil bagian dalam upaya kesehatan masyarakat. Studi kasus demam tifoid ini dilakukan sebagai kajian terhadap kelayakan pembayaran Diagnosis Related Group. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian retrospektif berdasarkan data sckunder pasien demam tifoid yang di rawat inap pada bulan Januari sampai dengan Mei 2011.
Dari hasil analisa uji statistik yang bcrpengaruh bermakna dengan total biaya perawatan adalah pcnanggung dimana total biaya perawatan terhadap pasien asuransi Iebih mahal dari pasien umum. Total biaya dokter terhadap pasien asuransi dan umum juga berbeda bermakna. Perbandingan total biaya perawalan pada distribusi frekuensi total biaya di kelas Ill sebagian besar total biaya responden di atas standar dari Kemenkes Rl yaitu sebanyak 78% dengan total biaya rata-rata sebesar Rp 3.824.350,- dengan biaya tcrcndah Rp I.388.588,- dan tertinggi Rp 8.6I7.l89,-.
Kesimpulan: Faktor yang berpengaruh bermakna lerhadap total biaya perawatan adalah penanggung biaya. Sebagianbesar total biaya perawatan masih di atas standar DRG.
Health is a right and investments that all citizens are entitled to. Pelayanan Kesehatan Sint Carolus as one of the private hospital wanted to participate and take part in these public health ejbrts. Case studies of typhoid fever was conducted as the study on the _kasibiligt of Diagnosis Related Group (DRG) payments. The study is a descriptive study with quantitative approach and retrospective study design based on secondary data from §vphoid]%ver patients in inpatient care #om January through May 2011.
Results of the statistical tests analysis showed a signyicant afeet ofthe total cost of care from dWarent patients (with and without insurance). The total cost of care to the patient 's with insurance is more expensive than 'out of pocket' patients. The total cost of physician between patients with insurance and 'out of pocket' patients also dwzrs signyicantbf. Comparison of the total cost of treatment based on the jifequency distribution of the total cost of the class III shows that the total cost fur most of the respondents are over the standard of Kemenkes RL 78% respondents paid over the standard of Kemenkes RI with average total cost of Rp 3, 824, 35 0,- with the lowest cost Rp 1,388,588,- and the highest Rp 8,61 7,189,-
Conclusion: The responsible party for the cost of care will signyicantly aject the total cost of care. Most ofthe total cost of care is still over the DRG standard.
ABSTRAK Mutu pelayanan sebuah rumah sakit sangat berkaitan erat dengan mutu pelayanan keperawatan. Salah satu ukuran keberhasilan sebuah rumah sakit dalam rangka mempertahankan mutu pelayanan adalah rendahnya angka turnover perawat. Angka turnover perawat di PK Sint Carolus dalam 5 tahun terakhir adalah 2,9- 7,5% per tahun. Rancangan penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif, dengan disain penelitiannya adalah Cross Sectional untuk menganalisa faktor- faktor yang mempengaruhi perawat dalam mengambil keputusan untuk keluar atau tetap bekerja di PK Sint Carolus dan untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam dilakukan wawancara mendalam kepada perawat yang sudah keluar. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari perawat yang masih bekerja di unit rawat inap dengan kriteria inklusi yaitu usia perawat ≤ 40 tahun dan perawat yang sudah keluar. Jumlah sample dari perawat yang masih bekerja adalah 202 sampel dan jumlah sample perawat yang sudah keluar ada 14 sampel Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69,9% perawat menyatakan akan keluar apabila kondisi PK Sint Carolus tetap dalam 5 tahun ke depan. Pada penelitian ini diketahui faktor-faktor yang secara statistik terbukti mempunyai hubungan yang bermagna dengan pengambilan keputusan untuk pindah atau tetap bekerja di PK Sint Carolus yaitu usia (p = 0,003), lama kerja (p = 0,006) dan status perkawinan (p = 0,045). Dari analisis multivariat didapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhi pengambilan keputusan untuk pindah dari PK Sint Carolus adalah faktor kesejahteraan yang diberikan oleh PK Sint Carolus (OR = 4,874), dan faktor lama kerja (OR = 4,179). Hasil uji statistik ini dikuatkan oleh informasi yang didapat dalam wawancara mendalam kepada perawat yang telah keluar dari PK Sint Carolus. Kesimpulan : Faktor yang paling mempengaruhi kecenderungan perawat PK Sint Carolus untuk keluar adalah faktor kesejahteraan yang diberikan pihak PK Sint Carolus dan faktor yang kedua adalah faktor lama kerja perawat di PK Sint Carolus. Hasil penelitian ini merupakan masukan bagi PK Sint Carolus dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang mengutamakan keselamatan pasien dan meningkatkan citra PK Sint Carolus.
Abstract A Hospital services quality are strength associated with the quality of nursing services. One measurement of the success of a hospital is maintaining the low turnover rate of nurses. Turnover numbers in PK Sint Carolus nurses during five years is 2,9-7,5% per year. The design of the study was analityc quantitative and qualitative approach with cross sectional research design is to analyze the factors that affect nurses in the decision to resign or stay working at PK Sint Carolus.The sample of the study are the nurses who were still working on inpatient unit with the inclusion criteria of nurses age ≤ 40 years old and nurses who already resign. The total sample of the nurses who still working at PK Sint Carolus is 202 samples and from nurses who already resign is 14 samples. Result of study showed that 69,9% nurses say they would resign if condition of employment in PK Sint Carolus for the next five years is still the same. This study found that age, duration of employment and marital status are significantly proven to have correlation with a decision to move or keep working at PK Sint Carolus with p value age = 0,003 , p value duration of employment = 0,006 and p value marital status = 0,045. The statistical result is strengthened by information obtained in indepth interviews to the nurses who have resign. Conclusion : The most dominant factor influencing the decision of nurses to resign from PK Sint Carolus are employment benefit and the second factor are length of work .The results of the study is an input to the PK Sint carolus to improve the quality of nursing services that give priority to patient safety and to improve the image of PK Sint Carolus.
Tesis ini membahas tentang waktu tunggu pelayanan resep pasien umum di Farmasi URJ Selatan P. K. St. Carolus. Dari penelitian didapatkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep pasien umum sebesar 21.90 menit untuk resep non-racikan dan 39.40 menit untuk resep racikan. Untuk resep non racikan, waktu untuk tindakan sebesar 8.78 menit lebih kecil dari waktu jeda yaitu 13.13 menit. Sedangkan untuk resep racikan, waktu tindakan sebesar 26.75 menit lebih lama dari waktu jeda yaitu 12.75 menit, hal ini dikarenakan adanya proses peracikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep pasien umum di P. K. St. Carolus adalah adanya jeda waktu dimana resep tidak diproses, adanya proses peracikan, ketidaksesuaian pengetahuan dan keterampilan SDM, SDM yang belum memadai, ketersediaan obat yang kurang, kecepatan dan keterampilan petugas, sistem komputerisasi yang belum memadai, dan sarana ruangan yang kurang luas.
Penelitian ini dilatarbelakangi jumlah resep dari unit rawat jalan yang ditebus di luar unit farmasi PK Sint Carolus pada tahun 2009 sebesar 21,37%. Proses pembelian obat di unit farmasi rawat jalan PK Sint Carolus masih manual, setelah berkonsultasi dengan dokter, pasien menerima resep dan memilih sendiri tempat membeli obat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi pasien dalam memilih tempat membeli obat di PK Sint Carolus. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan mulai bulan April sampai awal Juni 2010 di Poliklinik spesialis PK Sint Carolus, Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data sekunder sebagai data awal dan kemudian dikembangkan dengan wawancara mendalam kepada informan yang terlibat dalam proses pemilihan tempat membeli obat di PK Sint Carolus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya persentase resep obat yang dibeli di luar unit farmasi PK Sint Carolus disebabkan oleh kualitas pelayanan unit farmasi yang belum optimal, belum semua dokter meresepkan sesuai formularium, kurangnya kontrol manajemen terhadap fungsi panitia farmasi dan terapi dan belum terjalin relationship antara pasien dengan petugas farmasi. Kata kunci : Pemilihan tempat membeli obat, farmasi
This research conducted because the amount of prescription from outpatient unit which be redeemed outside pharmacy unit of PK Sint Carolus in the year of 2009 has reached the number of 21,37%. The process to buy medicine in the pharmacy unit is still working manually. After consulting with the doctor, patient receive a prescription dan choose by themselves where to buy the medicine. The objective of this research is find out factors that influence patients in choosing where to buy drugs in PK Sint Carolus. This research was conducted for 2 months since April until early June 2010 in spesialist polyclinic of PK Sint Carolus, Jakarta. This research was using qualitative approach, with secondary data as initial data dan then improved by indepth interview with informans who involved with the selection of places to buy drugs. The result of this research shows that the big percentage of prescription which bought outside the pharmacy unit of PK Sint Carolus is caused by the lack of control towards the function of pharmacy and therapy commitee, the service quality of pharmacy unit which is not optimal yet, not all the doctors prescribe according to formularium, and there hasn’t been a relationship between patients and pharmacysts. Keywords : Selection of places to buy drugs, pharmacy
ABSTRAK Nama : Imas Rahmi Wisdiani Program Studi : Kajian Adminstrasi Rumah Sakit Judul Tesis : Analisis Implikasi Sistem Pembayaran JKN terhadap Pendapatan Rumah Sakit di Dua Rumah Sakit Swasta Kelas C di Karawang Tahun 2017 (Studi Kasus Herniotomi Tanpa Penyulit) Besaran tarif yang diatur dalam INA-CBG mendorong rumah sakit untuk menciptakan berbagai macam upaya khususnya berupa usaha pengendalian biaya agar tercipta efisiensi yang baik dan mutu pelayanan kesehatan tetap berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi system pembayaran JKN terhadap pendapatan rumah sakit di dua rumah sakit swasta kelas C berdasarkan tarif BPJS dan tarif rumah sakit. Desain penelitian ini berupa studi kasus di dua rumah sakit swasta kelas C dengan desain potong lintang dan melihat tren yang terjadi pada periode tahun 2014 – 2016. Pengumpulan data dilakukan dalam dua bagian, analisis kuantitatif bertujuan untuk menganalisis selisih pendapatan berdasarkan tarif BPJS dan tarif rumah sakit dan menganalisis komponen-komponen yang menentukan besaran tarif rumah sakit. Analisis kualitatif bertujuan untuk mendapatkan informasi kebijakan-kebijakan dan upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak manajemen rumah sakit dalam merespon selisih biaya. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juni 2017 di RS A dan RS B dengan karakteristik rumah sakit yang mirip dan bekerjasama dengan BPJS sejak tahun 2014. Terdapat selisih negatif antara pendapatan berdasarkan tarif umum dengan pendapatan berdasarkan tarif BPJS pada periode tahun 2014 – 2016 baik di RS A maupun di RS B. Selisih negative di RS A sebesar 21,2% dari nilai pendapatan berdasarkan tarif umum, dan selisih negative di RS B sebesar 50,5% dari nilai pendapatan berdasarkan tarif umum. Besaran tarif dan metode pembayaran INACBGs menyebabkan adanya upaya-upaya efisiensi dan kendali biaya rumah sakit bagi pasien BPJS berupa pembayaran jasa medis yang lebih rendah, penggunaan obat generik, pengendalian pemeriksaan penunjang, pengendalian biaya di ruang operasi serta pengendalian jumlah hari rawat. Kata kunci : pembayaran JKN, pendapatan Rumas sakit, Rumah Sakit swasta,
ABSTRACT Nama : Imas Rahmi Wisdiani Program Studi : Hospital Administration Judul Tesis : Analysis on JKN Payment System and its relation to Hospital Income in two type C private hospitals in Karawang, 2017 The implementation of payment system using INA-CBGs (bundling) has lead hospital to improve efficiency to provide good quality of care. The purpose of this study is to analyze implication of JKN payment system toward hospital revenue in two type C private hospitals. This case study in two type C private hospitals was done using Cross Sectional design. Data was retrospectively collected to capture trend for period 20142016,and analysed to compare hospital revenue using hospital charge vs BPJS payment scheme as set up by BPJS. The study was conducted in May-June 2017 covering 548 cases with Herniotomy in the two private hospitals with similar characteristics and contracted as BPJS service provider since 2014. The study revealed that both hospitals tend to have lower revenue from BPJS using bundling scheme as compared to hospital charge, for period 2014-2016. The result showed that in hospital A 21,2% loss and in hospital B was 50,5% loss, this may caused by unefficient use of resources, or no proper monitoring system. The two hospitals have tried to improved efficiency, implement cost containment such as fee adjustment, use of generic drug, proper length of stay, cost containment in providing medical exam and operation. Key words: JKN payment, private hospital, revenue
