Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30041 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Siti Ria; Pembimbing: Mieke Savitri, Penguji: Irma Suryani, Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianti Permanasari, Sumijatun
Abstrak: Abstrak

Upaya mewujudkan ?mengutamakan mutu dalam pelayanan? sebagai motto RSIA Hermina Podomoro sangat dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas perawat sebagai pemberi pelayanan. Untuk menjawab keluhan perawat mengenai beban kerja yang tinggi, perlu dilakukan analisis kebutuhan tenaga perawat dengan metode Workload Indicator Staffing Needs (WISN) sehingga diketahui kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja yang sesungguhnya. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap bagian anak RSIA Hermina Podomoro menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan observasi terhadap aktivitas perawat menurut metode work sampling pada 02-08 November 2011. Kemudian hasil observasi dianalisis dan dilakukan in-depth interview kepada beberapa informan.

Hasil penelitian membuktikan beban kerja perawat yang tinggi (90% dari total aktivitas perawat) dengan 32% diantaranya merupakan kegiatan administrasi. Rasio WISN 0.86 menunjukkan jumlah perawat saat ini lebih kecil dari pada yang dibutuhkan untuk mengatasi beban kerja yang ada, sehingga masih kekurangan dua tenaga perawat.Diharapkan pihak manajer mengaktifkan tenaga administrasi dan meningkatkan sistem informasi sehingga perawat lebih fokus untuk melakukan asuhan keperawatan langsung, menambah 2-4 perawat serta pelatihan pendokumentasian asuhan keperawatan demi meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.


Effort to implement "the majoring quality in service" is the motto of RSIA Hermina Podomoro influenced by amount and quality of nurse as caregiver. To answer the concern of high work load, it is needed to analyse the requirement of nurse energy based on the Workload Indicator Staffing Needs (WISN) in order to know the real work load. This research was held in children ward of RSIA Hermina Podomoro through the observation of nurse activity at November 02 to November 08 2011. This research used the quantitative and qualitative approach. The observation used the form of work sampling and then held in-depth interview to some informan.

The result of the research proved the high nursing load work (90% of all nursing activities) with 32% of its administration activities. The ratio of WISN is 0,86. it means that the real amount of nurse is smaller than the nurse needed to overcome the real activities according to work load, so that to overcome the existing work load still need two nurses more. It is expected that the manager activate the work system of the administration personnel, and improve the information system so the nurses can be more concentrate to do the direct treatment. The manager should add two nurses staff, and inprove nursing documentation training for the service quality.

Read More
B-1362
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jemmi R Bulkhaftab; Pembimbing: Ascobat Gani, Irma Suryani; Penguji: Anhari Achadi, Dumilah Ayuningtyas
Abstrak:

Beban kerja yang dilimpahkan kepada perawat untuk memasukkan data administrasi pasien ke dalam komputer mengambil sebagian waktu perhatian untuk pasien. Kemampuan perawat untuk memasukkan data ke dalam komputer berbeda - beda memberi dampak terhadap jumlah waktu yang berkurang kepada pasien. Kebijakan regulasi yang diambil pihak manajemen rumah sakit untuk menugaskan perawat melaksanakan aktivitas pemasukan data. Pemanfaatan komputer untuk pemasukan data yang harus tetap menjaga kerahasiaan pasien. Keluhan pada perawat yang mengatakan beban kerjanya terlalu tinggi karena harus melaksanakan tugas pemasukan data yang merupakan tugas administrasi. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap ibu RSIA Hermina Podomoro menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan observasi terhadap aktivitas perawat menurut metode work sampling dan kemudian hasil observasi dianalisis dan dilakukan wawancara kepada perawat. Pemasukan data mencapai 7,04% dan jenis tugas perawat di rumah sakit 39,87% dengan 2 orang perawat mengeluh pemasukan data dilakukan setelah jam kerja. Disarankan pemasukan data pasien yang dilakukan setelah melaksanakan secara penuh tugas perawat di rumah sakit. Diperlukan pengkajian kegiatan asisten dokter dan lain-lain yang dimungkinkan untuk disederhanakan. Kata Kunci: Beban Kerja, Pemasukan Data.


 The workload is delegated to nurses to enter data into the computer patient administratiotook some time for patient care. The ability of nurses to enter data into computers of differeimpacts on the reduced amount of time to patients. Regulatory policy taken by the hospitamanagement to assign nurses perform data entry activity. Use of computers for data entry thamust keep patient confidentiality. Complaints to the nurse who said her workload is too hig because they have to perform data entry tasks that are administrative duties. The study was conducted in mother of wards using quantitative and qualitative approacheto observe the activities of nurses according to the method of work sampling then analyzed thresults of observations and interviews with nurses. The data entry reached 7.04% and the typof duties of nurses in hospitals 39.87% with 2 nurses complain of data entry is done aftbusiness hours. It is recommended that the patient data entry is done after fully carrying out theduties of nurses at the hospital. Assessment activities required physician assistants and othethat it is possible to be simplified. Keywords: Workload, Data Entry

Read More
B-1448
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sulis Tiya Ningrum; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Masyitoh, Nebrisa Zagladin
Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuki mengetahui analisis kebutuhan tenaga di Instalasi Rawat Inap RSIA SamMarie Basra Tahun 2014. Latar belakang penelitian adalah bertambahnya jumlah 3 tempat tidur, persentase upah lembur, pusat pendapatan rumah sakit. Adapun formula perhitungan yang digunakan adalah formula (Gillies, PPNI, Ilyas). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, observasi (time and motion study), kualitatif dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi selama 8 hari kerja, serta melakukan wawancara mendalam kepada informan yang berkaitan dengan penelitian di RSIA SamMarie Basra.

Dari pengamatan terhadap pola kegiatan perawat diperoleh hasil penggunaan waktu produktif perawat di Instalasi Rawat Inap 64,45%, dan waktu tidak produktif 35,54%. Berdasarkan data primer yang berhasil dikumpulkan, setelah diolah oleh Formula (Gillies, PPNI, Ilyas) dan data sekunder terkait seputar pengetahuan seputar pekerjaan, keterampilan dan sikap, diperoleh kesimpulan bahwa jumlah tenaga perawat di Instalasi Rawat Inap sejumlah 10 orang. Jumlah ini sesuai dengan jumlah perawat saat ini.

Kata kunci: Analisis kebutuhan tenaga, perawat, Instalasi Rawat Inap

This thesis aims untuki know the analysis of energy needs in Inpatient RSIA SamMarie Basra 2014. The research background is the increasing number 3 beds, the percentage of overtime, center hospital revenue. The calculation formula used is the formula (Gillies, PPNI, Ilyas). This research is quantitative with observation (time and motion study), qualitative in-depth interviews and document review. Primary data were collected through observation during the 8 days of work, and conduct in-depth interviews to informants related to research in RSIA SamMarie Basra.

From the observation of the pattern of activity nurses obtained results using productive time nurse in Inpatient 64.45%, and 35.54% unproductive time. Based on primary data collected, after being processed by Formula (Gillies, PPNI, Ilyas) and related secondary data regarding knowledge about jobs, skills and attitudes, it is concluded that the number of nurses in Inpatient some 10 people. This number corresponds to the number of nurses today.

Keywords: Analysis of energy needs, nurses, Inpatient
Read More
S-8582
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Corry Artha Stevani; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Tri Mulyati
S-7014
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yenni Oktaviza; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Mieke Savitri, Haris Sutanto
B-1137
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Frieda Ayu Prihadini; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Mieke Savitri, Pujianto. Takdir Mostavan, Sandra Olivia
Abstrak:

Dalam menjawab keluhan perawat mengenai besarnya beban kerja di ruang rawat inap Cattleya B RSU Bhakti Yudha, perlu dilakukan analisis kebutuhan tenaga perawat dengan menggunakan beberapa formula yaitu, Workload Indicator Staff Needs (WISN), formula Gillies, PPNI, dan formula Ilyas. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap Cattleya B menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan observasi terhadap aktivitas perawat menurut metode work sampling serta in-depth interview pada 21-30 Mei 2012. Hasil penelitian menyatakan beban kerja perawat pada kategori produktif (80%) dengan hanya 33.98% yang merupakan aktivitas keperawatan langsung dan 47.4% merupakan aktivitas keperawatan tidak langsung. Penggunaan waktu untuk kegiatan pribadi dan non produktif perawatmasih di dalam standar ILO (14.98%) Formula Gillies dan PPNI, dan Ilyas tidak menggambarkan sejumlah kegiatan keperawatan tidak langsung dari perawat seperti administrasi dan pencatatan laporan, yang justru pada saat observasi membutuhkan proporsi yang lebih besar. Sebaliknya metode WISN yang menghasilkan jumlah perawat sebesar 35 orang ditambah dengan 1 kepala ruangan dianggap lebih tepat dan sesuai dengan RS karena menggambarkan beban kerja nyata. Diharapkan pihak manajemen dapat memberikan toleransi seperti pemberian hari kepelatihan bagi perawat, menambah jumlah tenaga baik perawat dan non perawat sesuai kebutuhan untuk meningkatkan mutu pelayanan.


 In order to answer the concern of high workload nursing care at Cattleya B Ward of Bhakti Yudha Hospital, there is a need to analyze the requirement of nursing staff with some formulas:Workload Indicator Staff Needs (WISN), Gillies?, PPNI, and Ilyas? Formula. This Research was held in Cattleya B Ward of Bhakti Yudha Hospital on May 21st-30th 2012 using Quantitative and Qualitative approach with an observation to nursing activity based on work sampling method and also in-depth interview with some informants to gain any information for analysis. The result of this research proved that nursing workload is in productive state (80%) with only 33.98% are direct nursing care activities and 47.4% are indirect nursing care activities. The usage of time for individual activity and non-productive activity are still in the ILO Standard (14.98%) Gillies?, PPNI, and Ilyas? Formula did not described some of indirect activity like administration, and making nursing report which in observation need higher proportions than others. In the contrary, WISN, which results 35 nurses as staff with 1 additional nurse as the head of Cattleya B ward, is suitable with hospital because described the real work load in the ward. In the future, hopefully manager can give any tolerance like training day for nurse; add some staff both nursing staff and non-nursing staff as needs for service quality.

Read More
B-1453
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Liza Sri Kusuma Devi; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Sandi Iljanto, Mieke Savitri, Sumijatun, Yuli Prapancha Satar
B-1266
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andri Nurtito; Pembimbing: Amila Megraini, Sumijatun; Penguji: Rokiah Kusumapraja, Mieke Savitri
Abstrak:

Perlunya rumah sakit merencanakan ulang SDM-nya, biasanya didahului oleh adanya rencana perubahan pelayanan atau adanya gejala yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan itu sendiri. Perawat, yang merupakan tenaga kesehatan terbanyak di rumah sakit, paling intens berhubungan dan melayani pelanggan rumah sakit selama hampir 24 jam terutama di ruang rawat. Namun masih ada keluhan terhadap kualitas pelayanan keperawatan yang belum memuaskan pelanggan. Kualitas pelayanan keperawatan ditentukan antara lain oleh kecukupan jumlah tenaga perawat yang melayani pasien, profesionalisme perawat, dan struktur serta proses dalam memberikan asuhan keperawatan. RSUD Depati Hamzah (RSDH) Pangkalpinang, sebagai rumah sakit rujukan (Kelas C) di Propinsi Kepulauan Bangka-Belitung, saat ini menghadapi masalah, antara lain adanya pernyataan kekurangan tenaga perawat dan kepuasan pelanggan yang masih rendah terhadap pelayanan keperawatan. Dalam beberapa bulan ke depan. RSDH berencana untuk meningkatkan statusnya menjadi kelas B. Untuk dapat mengatasi permasalahan di atas dan untuk memberikan kontribusi bagi peningkatan kelas RSDH, pemenuhan jumlah kebutuhan dan kualifikasi perawat merupakan salah satu solusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuinya jumlah kebutuhan tenaga perawat, baik dari segi jumlah maupun kualifikasinya. di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, khususnya di InstaJasi Rawat Inap, pada saat ini dan di saat terjadi perubahan status menjadi Kelas B. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Pebruari-Maret 2008. Berdasarkan hasil observasi jumlah dan klasifikasi tingkat ketergantungan pasien yang dirawat, dengan metode/rumus Douglas, serta dengan menerapkan Model Praktik Keperawatan Profesianal (MPKP), penulis berupaya untuk menghitung dan mengetahui jumlah riel kebutuhan tenaga perawat dan proporsi kualifikasi pendidikan perawat yang dibutuhkan di Instalasi Rawat Inap RSDH pada saat ini dan di saat terjadinya peningkatan status menjadi Kelas B. Hasil observasi, sebegian besar (67,05%) pasien yang dirawat di 6 ruang rawat RSDH termasuk pasien yang membutuhkan parawatan persial (partial care), 29,24% pasien dengan tingkat ketergantungan minimal (minimal care), dan kategori total care hanya 3,71 %. Hasil perhitungan, di 6 ruang rawat yang diteliti, yang saat ini terdapat 81 orang perawat ternyata sebenarnya dibutuhkan 106 orang perawat untuk melayani pasien. Saat RSDH meningkat menjadi kelas B. di 6 ruang rawat tersebut dibutuhkan 142 orang perawat. Di 6 ruang rawat RSDH saat ini dalam keadaan kekurangan sejumlah tenaga perawat dan diperlukan pembenahan/perbaikan dalam hal proporsi kualifikasi pendidikan perawat. Penambahan sejumlah perawat profestonal dan pembenahan proporsi kualifikasi pendidikan perawat mutlak diperlukan di saat RSDH meningkat menjadi kelas B. Pemerintah Kota Pangkalpinang dan Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah (RSDH) Kota Pangkalpinang seharusnya membuat perencanaan jumlah kebutuhan dan kualifikasi pendidikan SDM keperawatan. Manajemen SDM keperawatan di RSDH perJu ditata untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan. Untuk mendapatkan data yang lebih mendekati kenyataan tentang rata-rata jumlah dan tingkat ketergantungan pasien yang dirawat setiap bulannya sebagai dasar bagi penentuan jumlah kebutuhan perawat di instaiasi rawat inap, sebaiknya dilakukan penelitian lanjutan dengan cara disampling/dipilih beberapa bulan dalam satu tahun untuk dilakukan observasi dan pengkajian jumlah dan kondisi pasien yang dirawat.


The requirement of hospital human resource plans review, usually preceded by existence of plan of health service change or existence of related to the symptom of health care it self. Nurse, whose is the majority health personnel in hospital, most frequently get in touch and serve hospital customer during 24 hour especially in hospital ward. Nevertheless, hospital customers are still dissatisfied to the nursing care quality. Nursing care quality is determined by sufficiency of numbers of nurses needed that serve patient, nurse professionalism, and structure and process in giving of the delivery of nursing care. Depati Hamzah Local Government's C Class Generol Hospital (RSDH) at Pangka1pinang, as the referral hospital in Bangka-Belitung Archipelago Province, at this time face problems, for example existence of short-handed statement lack of nurse and customer satisfaction that related to the nursing care services is still low in rank. In a few month forwards, RSDH is plan to improve its status becomes B Class General Hospital. To be able to overcome those problems above and to give contribution for the hospital class improvement, fulfill numbers of nurses needed and improving nurse qualification at ward is one of solution. Research object is to know it numbers of nurses needed, either from its quantity facet or qualification, in RSDH, especially in hospitaJ ward, today and when happened status change becomes B Class General Hospital. Research is executed on February-March 2008. Base on result of observation on numbers of patients and level classification dependable patient taken care of in ward, with Douglas's method/formula, and by applying Professional Nursing Care Practice Model (MPKP), researcher copes to count/calculate and know amount riel numbers of nurses needed and proportion of nurse education qualification that required in hospital ward installations at RSDH today and when the happening of status improvement becomes B Class General Hospital. Observation result, a large part of patients that taken care of in six wards of RSOH (67-05%) are entered patient classification that require partial treatment (partia! care), 29-24% patients by dependable level minimize (minimiz care), and total care category only 3,71%. Calculation result. in six wards, at this time existed 81 nurses, in the reality required 106 nurses to serve the patients. At the moment that RSDH level becomes B Class General Hospital, in that six wards referred as required amount 142 nurses. In six wards of RSDH is in a state of nurse shortage and needed correction in the case of proportion of nurse education qualification at this time. Addition of a number of professional nurse and correction of education qualification proportions were absolute needed at this moment and when RSDH level becomes B class general Hospital. Pangkalpinang city's Government and Depati Hamzah General Hospital (RSDH) of Pangkalpinang ought to makes planning of numbers of nurses needed and education qualification of nurse. Health personnel. especially nursing personnel management in RSDH must be improved to be able to give optimal service to the hospital customers. To get data that more come near fact about the average of amount and level dependable patient that taken care of in ward per month as base for determination of numbers of nurses needed in ward installation, better conducted continuation research by sampling method or by selected some months in a one year for conducted observation and amount assessment and patient condition taken care of.

Read More
B-1087
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rachmad; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: M. Hafizurachman, Sandi Iljanto, Eva Mundiyastuti
B-979
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yurna Nengsih; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Puput Oktamianti, Sumijatun, Amila Megrani
Abstrak:

Latar Belakang. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat dipengaruhi oleh mutu sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang berperan sebagai pemikir, perencana dan pelaksana pembangunan kesehatan. Meningkatnya angka kesakitan dan beragamnya jenis penyakit menuntut untuk lebih berbenah dalam menghadapi permasalahan kesehatan yang lebih besar. Mempersiapkan tenaga- tenaga kesehatan yang handal dengan kualitas dan kuantitas yang memadai serta mengikuti perkembangan dunia kesehatan. Karena SDM merupakan bagian terpenting dari sebuah pelaksanaan pelayanan, maka penelitian ini akan difokuskan pada SDM yang terkait dengan jumlah kebutuhan yang diperlukan disertai dengan gambaran kualifikasi yang dibutuhkan nantinya dalam pengadaan kebutuhan tersebut. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) adalah merupakan indikator yang menunjukkan besarnya kebutuhan tenaga pada sarana kesehatan berdasarkan beban kerja, sehingga alokasi/relokasi akan lebih mudah dan rasional. SDM yang jadi sampel adalah tenaga dokter dan perawat di pelayanan rawat inap RSUD Bangkinang Analisis dalam penelitian ini untuk menghasilkan gambaran kebutuhan dan Kualifikasi SDM kesehatan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang significant mengenai gambaran jumlah kebutuhan perawat dengan SDM yang tersedia saat ini. Di gambaran kebutuhan dokter hanya menghasilkan selisih dalam jumlah kecil. Sedangkan kualifikasi tenaga, pihak RSUD lebih menyerahkan kepada Pemda setempat. Hal ini dikarenakan RSUD masih di biayai sepenuhnya oleh Pemda. Sedangkan menurut pendapat ahli, SDM yang bertugas harus memiliki credentialing dan preveleging, pengalaman di bidangnya serta kompetensi yang mendukung dalam pelaksanaan tugasnya.


 Background. The success of health development is strongly influenced by the quality of human resources (HR) that acts as a health thinkers, planners and implementers of health development. Increasing morbidity and various types of diseases demanding for more clean up in the face of greater health problems. Preparing medical personnel that are reliable with sufficient quality and quantity as well as follow the development of world health. Because HR is the most important part of a service implementation, so this research will be focused on human resources related to the total needs required accompanied with images of the qualifications required later in the procurement of those needs. Methode. This research is descriptive method Workload Indicators of Staffing Need (WISN) is an indicator that shows the amount of manpower needs in healthcare facilities based on the workload, so the allocation/ relocation will be easier and rational. .Human resources so the sample is of doctors and nurses in inpatient services Bangkinang hospital The analysis in this study to produce a picture of health human resources needs and qualifications. Result. The results showed that there are significant differences regarding the picture of the number of nurses with the needs of human resources currently available. In the picture of the needs of physicians resulted in a difference only in small quantities. While the qualifications of personnel, the hospital handed over to local government. This is because hospitals still be financed entirely by the Government. Meanwhile, in the opinion of experts, in charge of human resources must have experience in their fields and competencies that support the execution of his duty.

Read More
B-1284
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive