Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21340 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aswinudin Fajar; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Robiana Modjo, Susanto Kusnadi
S-7011
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sapta Viva Wibowo; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Robiana Modjo, Hendra, Imron Khazim, Dian Mardhiyah
Abstrak: Abstrak

Gangguan pendengaran pada pekerja minyak dan gas bumi merupakan penyakit akibat kerja utama sampai saat ini. Gangguan pendengaran antara lain disebabkan oleh pajanan bahaya fisik berupa bising. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pajanan bising dan fungsi pendengaran pada pekerja di Platform KE-5 Kodeco Energy. Jenis penelitian adalah penelitian observasional dengan rancangan cross sectional yaitu meneliti sekaligus variabel independen, variabel dependen, dan vaiabel perancu pada waktu yang bersamaan. Analisis data adalah tabel dengan menggunakan analisis data univariat.

Didapatkan gambaran tingkat bising di platform KE-5 yang melebihi NAB yaitu pada rentang 81 dBA sampai dengan 103 dBA, dan tingkat pajanan bising di platform KE-5 melebihi NAB dengan dosis pajanan bising yang diterima pekerja terdapat di bawah NAB yaitu pada rentang 70,4 dBA sampai dengan 77,5 dBA, serta didapatkan tujuh pekerja dengan gangguan fungsi pendengaran.


Hearing impairment in oil and gas workers is the main occupational diseases. Hearing impairment, among others caused by exposure to physical hazards of noise. This study aims to know the description of noise exposure and hearing impairment in workers at KE-5 Kodeco Energy Platform. The type of research is observational with cross sectional design which examined as well as the independent variable, dependent variable, and confounding variable at the same time.

Obtained noise level at KE-5 Platform which exceeds the TLV is in the range of 81 dBA to 103 dBA, noise dose of exposure that received by workers are still under the TLV is still in range of 70.4 dBA to 77.5 dBA, the level of noise exposure in KE-5 Platform exceeds the TLV by noise dose exposure that received by workers less than the TLV and obtained seven workers with impaired hearing function.

Read More
T-3485
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rukminto Sigit Widjajanto; Pembimbing: Hendra
S-2720
Depok : FKM-UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisyah Syafei; Pembimbing: Hendra, Robiana Modjo; Penguji: Heny D. Mayawati, Farida Tusafariah
T-3418
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chairul Imam Darna; Pembimbing: Hendra
S-3333
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tomi Wahyu Hadi; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Sjahrul M. Nasri, Farida Tusafariah, Susanto Kusnadi
Abstrak:

Sekarang ini, di industri geothermal serta minyak dan gas, tren penggunaan tenaga kontraktor semakin meningkat. Hal ini tentu saja diikuti oleh  meningkatnya resiko keselamatan kerja yang dihadapi oleh pekerja kontraktor, dengan demikian peran dari sistem manajemen keselamatan & kesehatan kerja kontraktor – Contractor SHE management system (CSMS) menjadi semakin penting untuk diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat implementasi CSMS di PT. X unit bisnis geothermal pada tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif komparatif, menggunakan elemen-elemen dalam panduan sistem manajemen OHSAS sebagai referensi untuk mendapatkan faktor-faktor yang akan diidentifikasi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat implementasi CSMS di PT. X unit bisnis geothermal pada tahun 2011 adalah faktor dokumentasi yaitu kurang informatifnya form yang disediakan pada tahap pre job dan faktor sumber daya dimana belum ditetapkan sumber daya yang disediakan untuk menjadi representasi SHE. Saran yang diberikan adalah dengan merevisi form pada tahap pre job, kemudian dengan membuat penugasan tertulis mengenai sumber daya yang ditunjuk untuk malakukan peran dan tanggung jawab dari representasi SHE. Kata kunci, Sistem manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja Kontraktor.


 

Right now, in geothermal, oil & gas industry, the tren of using contractor workforce is increasing. Of course this condition followed by the increase of health and safety risk faced by the contractor’s workers. Therefore the role of Contractor SHE Management System (CSMS) become more and more important to be noted. The objective of this research was to identify the cause factors of CSMS low implementation rate in geothermal unit business of PT. X in 2011. This research using Qualtative methode with Comparative Descriptive design. This research using elements of OHSAS management system guideline as a reference to get theidentify factors which will be analyzed, the data used was primary and secondary. The research found that the factor which causing low implementation rate of CSMS in geothermal unit business of PT. X in 2011 was the factor of document, that the form of pre job phase which was not informative and the factor of human resource, that the resource for the SHE representative was not yet decided. It is sugested to revise the form in pre job phase to be more informative and to make a writen assignment of personnel who will take the role & responsibility of SHE representative. Keyword Contractor Safety Management System, CSMS

Read More
T-3651
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mardiana Ramadhani; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Subejo
Abstrak: Skripsi ini membahas evaluasi kesesuaian antara sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang tersedia di unit pembangkit listrik PT Indonesia Power Suralaya pada tahun 2013 dengan acuan menggunakan standar nasional berupa Kepmen PU No 10/KPTS/2000 dan Kepmen PU No. 02/KPTS/1985 dan internasional berupa NFPA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif analitik dengan pendekatan komparatif. Sarana pencegahan dan penanggulangan yang dilihat adalah kelengkapan tapak, sarana proteksi aktif,pasif, penyelamatan jiwa, dan manajemen keselamatan kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang tersedia sesuai dengan acuan yang digunakan.Kata kunci:Pembangkit listrik, sarana pencegahan dan penanggulangan, kebakaran, Kepmen
The study focused on evaluation of fire prevention and management at powergeneration of PT Indonesia Power Suralaya in 2013 is using national regulationand international regulation. The national regulation which is used is Kepmen PUNo. 10/KPTS/2000 and Kepmen PU No. 02/KPTS/2985 and for the internationalregulation is NFPA. This study is using qualitative analytic descriptive researchwith comparative approach. The fire prevention is including equipment site,active and passive fire protection, life safety way, and fire management. Inresulting, there are suitability between the fire protection equipment and theregulation.Keyword:Power generation, fire protection, NFPA, Kepmen PU
Read More
S-7748
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amira Primadona; Pembimbing: Hendra; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Widodo Suwanto
S-7048
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eva Nuraini; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Hifni Baihaqi
Abstrak: Kebisingan merupakan suatu bahaya fisik yang masih menjadi masalah di dunia industri. Pajanan bising intensitas tinggi dapat mempengaruhi fungsi pendengaran dan non pendengaran pekerja. PT. X merupakan suatu industri semen yang memiliki bahaya bising di area produksi, khususnya area raw mill, pembakaran, dan finish mill. Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran pajanan bising, serta melihat gambaran fungsi pendengaran dan keluhan subjektif non pendengaran yang dirasakan oleh pekerja. Penelitian dilakukan dengan metode cross sectional, dengan subjek penelitian adalah seluruh pekerja patrol untuk area raw mill, pembakaran, dan finish mill sebanyak 20 orang.
 
Hasil penelitian menunjukkan tingkat kebisingan area produksi (raw mill, pembakaran, dan finish mill) secara keseluruhan berkisar antara 75,4-108,2 dBA, pajanan bising yang diterima pekerja berkisar antara 81,5 ? 92,8 dBA. Terdapat 2 orang (10%) pekerja mengalami tuli ringan berdasarkan Permenakertrans No. 25 Tahun 2008 dari hasil rata-rata frekuensi 500, 1000, 2000 dan 4000 Hz, dan terdapat 2 orang (10%) mengalami NIHL berdasarkan frekuensi 4000 Hz. Faktor yang berkontribusi pada kejadian gangguan pendengaran pada pekerja antara lain, usia, masa kerja, penggunaan alat pelindung telinga yang tidak disiplin dan penggunaannya tidak tepat, riwayat pekerjaan dan perilaku merokok. Keluhan subjektif non pendengaran terkait bising yang paling banyak dirasakan oleh pekerja yaitu, perasaan tidak nyaman (85%).
 

Noise is a physical hazard which still a problem in the industrialized world. Exposure to high intensity of noise can affect hearing function and non-hearing function. PT. X is a cement industry possessing the noise hazard in the production area, especially at raw mill, kiln and finish mill area. The purpose of this study is to provide an overview of the noise exposure, as well as the auditory function and subjective complaints of non auditory perceived by workers. This study was conducted by cross sectional method, and the subjects of this study were all patroler workers for raw mill, kiln and mill finish area, which all 20 subjects participated in the study.
 
The results showed that overall noise level at production area (raw mill, kiln and mill finish) ranged from 75.4 to 108.2 dBA, noise exposure to workers ranged from 81,5 ? 92,8 dBA. There are 2 workers (10%) suffering mild deafness from the calculation of the average frequency of 500, 1000, 2000 and 4000 Hz based on Permenakertrans No. 25 Tahun 2008, and there are two workers (10%) suffering NIHL based on frequency of 4000 Hz. Factors contributing to the incidence of hearing loss in workers are age, working period, undisciplined and improper use of ear protection, work history and smoking behavior. The majority subjective complaints of non auditory related noise perceived by workers is annoyance (85%).
Read More
S-9111
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dedi Nuryanto; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Hendra, Indri Hapsari Susilowati
S-5047
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive