Ditemukan 28703 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Bisnis perumahsakitan mengalamj perubahan mendasar berkaitan dengan peningkatan daya saing rumah sakit dalam meraih pangsa pasar pada saat ini dan masa mendatang. Salah satu produk rumah sakit yang sangat berkembang sejak tahu 80-an adalah rawat jalan. Bedah rawat jalan (BRJ) merupakan bagian dari layanan rawat jalan yang saat ini merupakan Iayanan yang terus meningkat karena banyak memberikan keuntungan seperti biaya yang lebih murah, rendahnya tingkat infeksi, berkurangnya kecemasan pasien dan pasien merasa lebih nyaman. Di Amerika BRJ mencapai 70-75 % dari seluruh pembedahan. Di Indonesia BRJ teiah dilakukan diberbagai rumah sakit tetapi umumnya belum menjadi Iayanan yang terencana baik, hanya merupakan pelayanan baru atau tarnbahan yang diadakan karena adanya kebutuhan dari masyarakat dan belum ada pelaporan tersendiri untuk pelayanan ini. Melihat potensi layanan ini di masa mendatang dan untuk mengetahui bagaimana sebaiknya pelayanan ini diberikan dilakukan penelitian di RS Haji Jakarla mengingat angka pelayanan BRJ masih rendah dan untuk mendapatkan gambaran kesiapan rumah sakit terutama kamar bedah dalam melaksanakan BRJ. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dukungan manajemen, kesiapan SDM baik dokter maupun perawat, dan kesiapan fasilitas untuk mendukung pelayanan BRJ. Juga dinilai kesiapan kamar bedah melaksanakan pelayanan ini dibandingkan standar yang ada. Peneiitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informasi yang didapat berupa data primer melalui wawancara mendaiam dan observasi dan data sekunder melalui telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan kamar bedah secara umum telah siap melakukan pelayanan BRJ., tetapi dukungan manajemen masih belum maksimal. Dari segi SDM baik perawat dan dokter siap melakukan pelayanan BRJ. Dari fasilitas dan layanan pendukung layak melakukan BRJ. Saran kepada manajemen adalah selain BRJ dicantunkan dalam rencana strategis berikutnya, harus dibuat konsep dan disain BRJ yang biak dan dijabarkan dalam pelaksanaan strategi serta ada evaluasi untuk tindakan koreksi.
The hospital businesses are having a basic changes linked by the increased hospital competition abilities in reaching the market-section nowadays and future. One of the Hospitals products which is very popular since 80's is the ambulatory care. Ambulatory surgery is a part of the ambulatory care programs which is popular because it gives a lot of benefits to the hospital and the patients, such as cheaper , low-infection level, less of anxiety and the patients feels more comfortable. In United State ambulatory surgery achievement till 70-75 % from whole surgery. ln Indonesia ambulatory surgery have done by various hospital but generally the care not to be good planned, only the new care because the people need the service and not yet different report for the care. Observe the potential this care for future and how the good standar for this practice, had done study at Haji Hospital Jakarta keep in mind ambulatory surgery achievement still low and for observe readiness operathing theater bring about the ambulatory surgery. The aim of the study is to find out management support, human resources readiness whether nurse or doctor, and facility readiness to support the ambulatory surgery. Operating theater readiness also to be compare with available standard. The study using a qualitative approach, and the information obtained are a primary data from in-depth interview and observation, and secondary data from documents review. The study found that generally operating theater ready for servicing ambulatory surgery, but management support not yet maximum. From human resources whether nurse or doctor is ready to serve. From facility and service support good too. Suggestion for management is ambulatory surgery persisten included in the strategic planning furthermore and must be made ambulatory surgery concept and design and conversion to the realize strategi and evaluation have to made for corrective action.
Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pembiayaan kamar operasi dan tingkat pemulihan biaya dari hasil kamar operasi untuk tiap jenis operasi di Rumah Sakit Umum Puri Raharja berdasarkan activity based costing. Studi ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif dan kwantitatif. Hasil perhitungan dengan menggunakan ABC system terhadap 54 jenis pembedahan di Rumah Saakit Umum Puri Raharja diperoleh nilai perhitungan tertinggi pada jenis operasi Extended Pyelolithomy dengan nilai Rp 581,190.- sedangkan nilai perhitungan terendah pada jenis tindakan EKEK+IOL sebesar Rp 298,726.- dan nilai rata-rata penghitungan berdasrkan jenis operasi adalah sebesar Rp 456,018.-.Hasil perhitungan Activity Based Costing dibandingkan dengan hasil pendapatan didapatkan tingkat pemulihan biaya perjenis tindakan rata rata 286,4% atau hasil pendapatan yang didapatkan dari kamar operasi sudah dapat munutupi biaya opersional kamar operasi berdasarkan jenis operasi. Disarakan agar dilakukan perhitungan kembali pada beban untuk tenaga kerja, pembaharuan peralatan, dan evaluasi pada beberapa tindakan yang memiliki nilai CRR dibawah 100%, untuk menghasilkan profit untuk pengembangan rumah sakit ke depan.
This research was carried out on the operating room cost and cost recovery level of operating room resulted for each kind of operation at Puri Raharja General Hospital based on activity based costing. This study is in analytic descriptive with qualitative and quantitative approaches. The research result for 54 kind of surgery based on activity based costing shows highest calculated values obtained on the Extended Pyelolithomy operation with a value of Rp 581.190, while the lowest value calculated on the EKEK+IOL is Rp 298.726. - and the average value calculation based on type of operation is Rp 456.018. -. The result of cost calculation with Activity Based Costing compared with the average revenue is in average 286.4% or the revenue which is gained from operating room can cover the operational cost of operating room based on the kind of the operation. It is suggested to do the recounting on the burden of the workers, renewal the equipments and evaluation on some activities, which have CRR value fewer than 100%, so that the operating room can function properly and can be revenue centre which results profit to the development of the hospital in the future.
