Ditemukan 28330 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Bisnis perumahsakitan mengalamj perubahan mendasar berkaitan dengan peningkatan daya saing rumah sakit dalam meraih pangsa pasar pada saat ini dan masa mendatang. Salah satu produk rumah sakit yang sangat berkembang sejak tahu 80-an adalah rawat jalan. Bedah rawat jalan (BRJ) merupakan bagian dari layanan rawat jalan yang saat ini merupakan Iayanan yang terus meningkat karena banyak memberikan keuntungan seperti biaya yang lebih murah, rendahnya tingkat infeksi, berkurangnya kecemasan pasien dan pasien merasa lebih nyaman. Di Amerika BRJ mencapai 70-75 % dari seluruh pembedahan. Di Indonesia BRJ teiah dilakukan diberbagai rumah sakit tetapi umumnya belum menjadi Iayanan yang terencana baik, hanya merupakan pelayanan baru atau tarnbahan yang diadakan karena adanya kebutuhan dari masyarakat dan belum ada pelaporan tersendiri untuk pelayanan ini. Melihat potensi layanan ini di masa mendatang dan untuk mengetahui bagaimana sebaiknya pelayanan ini diberikan dilakukan penelitian di RS Haji Jakarla mengingat angka pelayanan BRJ masih rendah dan untuk mendapatkan gambaran kesiapan rumah sakit terutama kamar bedah dalam melaksanakan BRJ. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dukungan manajemen, kesiapan SDM baik dokter maupun perawat, dan kesiapan fasilitas untuk mendukung pelayanan BRJ. Juga dinilai kesiapan kamar bedah melaksanakan pelayanan ini dibandingkan standar yang ada. Peneiitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informasi yang didapat berupa data primer melalui wawancara mendaiam dan observasi dan data sekunder melalui telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan kamar bedah secara umum telah siap melakukan pelayanan BRJ., tetapi dukungan manajemen masih belum maksimal. Dari segi SDM baik perawat dan dokter siap melakukan pelayanan BRJ. Dari fasilitas dan layanan pendukung layak melakukan BRJ. Saran kepada manajemen adalah selain BRJ dicantunkan dalam rencana strategis berikutnya, harus dibuat konsep dan disain BRJ yang biak dan dijabarkan dalam pelaksanaan strategi serta ada evaluasi untuk tindakan koreksi.
The hospital businesses are having a basic changes linked by the increased hospital competition abilities in reaching the market-section nowadays and future. One of the Hospitals products which is very popular since 80's is the ambulatory care. Ambulatory surgery is a part of the ambulatory care programs which is popular because it gives a lot of benefits to the hospital and the patients, such as cheaper , low-infection level, less of anxiety and the patients feels more comfortable. In United State ambulatory surgery achievement till 70-75 % from whole surgery. ln Indonesia ambulatory surgery have done by various hospital but generally the care not to be good planned, only the new care because the people need the service and not yet different report for the care. Observe the potential this care for future and how the good standar for this practice, had done study at Haji Hospital Jakarta keep in mind ambulatory surgery achievement still low and for observe readiness operathing theater bring about the ambulatory surgery. The aim of the study is to find out management support, human resources readiness whether nurse or doctor, and facility readiness to support the ambulatory surgery. Operating theater readiness also to be compare with available standard. The study using a qualitative approach, and the information obtained are a primary data from in-depth interview and observation, and secondary data from documents review. The study found that generally operating theater ready for servicing ambulatory surgery, but management support not yet maximum. From human resources whether nurse or doctor is ready to serve. From facility and service support good too. Suggestion for management is ambulatory surgery persisten included in the strategic planning furthermore and must be made ambulatory surgery concept and design and conversion to the realize strategi and evaluation have to made for corrective action.
ABSTRAK
Latar belakang : Kamar Operasi merupakan unit yang komplek dari suatu rumah sakit, karena tidak bisa lepas dari unit lainnya, Dalam tiga tahun terakhir kinerja belum tercapai. Pencapaiannya sangat berpengaruh terhadap pencapaian kinerja keuangan rumah sakit. Instalasi kamar operasi diharapkan menunjang semua pelayanan prioritas dan unggulan, namun pada pelaksanaannya belum tercapai target. Tujuan penelitian : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja kamar operasi Rumah Sakit Hermina Depok yang diukur dari utilisasi kamar operasi. Metodologi Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan cara pengumpulan data secara cross sectional dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dan kualitatif dengan cara indepth interview dan FGD. Hasil Penelitian : Instalasi Kamar Operasi sangat dipengaruhi oleh unit lain sebagai pengirim pasien, ketersediaan dokter baik jumlah, spesialisasi dan status kepegawaian, ketersediaan alat medis yang dibutuhkan, ketersediaan ruangan paska tindakan serta pembiayaan dan penjaminan. Target yang diberikan untuk tindakan di kamar operasi masih sangat visible karena jika idealnya lebih dari target dengan melihat jumlah kamar operasi yang tersedia dan modalitas yang dimiliki. Kesimpulan : Evaluasi untuk melakukan optimalisasi pasien internal, penjadwalan dengan baik melalui pengaturan alur rujukan internal dan eksternal secara bijak, penambahan dokter-dokter fulltime, melakukan discharge planning dari awal sehingga LOS tidak panjang sehingga kebutuhan ruangan paska tindakan tidak menjadi masalah, untuk pembiayaan membuat paket yang disesuaikan
ABSTRACT Background: The Operating Room is a complex unit of a hospital, because it cannot be separated from other units. In the last three years, performance has not been achieved. Its achievement greatly affects the achievement of the hospital's financial performance. The installation of the operating room is expected to support all priority and superior services, but in its implementation the target has not been achieved. Research objectives: This study was conducted to determine the description of factors related to the performance of the operating room at Hermina Depok Hospital as measured by operating room utilization. Research Methodology: This research is a non-experimental research with a cross-sectional data collection method with a descriptive quantitative approach and qualitative with in-depth interviews and FGD.Research Results: Operating Room Installation is greatly influenced by other units as patient senders, availability of doctors in terms of number, specialization and employment status, availability of required medical equipment, availability of post-action rooms and financing and guarantees. The target given for actions in the operating room is still very visible because if ideally it is more than the target by looking at the number of operating rooms available and the modalities owned. Conclusion: Evaluation to optimize internal patients, good scheduling through wise internal and external referral flow management, adding full-time doctors, conducting discharge planning from the start so that LOS is not long so that the need for a post-action room is not a problem, for financing creating customized packages.
