Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30252 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Soekirman Soekin, Rossi Sanusi
JMPK Vol.04, No.04
Yogyakarta : UGM, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lisa Ubai Sulistiani; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Jaslis Ilyas, Luigi,Yenny Nariswari Harumansyah
Abstrak:
Rebranding adalah aktivitas di perusahaan atau institusi yang mempunyai tujuan untuk melakukan transformasi kedudukan brand dibenak pemilik kepentingan dan untuk menjadikan label serta personalitas pembeda dengan lembaga atau institusi lain. Upaya rebranding yang dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah dan Rumah Sakit Khusus Daerah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempunyai tujuan untuk memperbaharui posisi brand di benak masyarakat melalui perubahan pada nama, logo, posisi brand, meningkatkan kesan yang positif melalui program yang dibuat serta peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rebranding Rumah Sehat Untuk Jakarta terhadap persepsi masyarakat tentang pelayanan kesehatan poli rawat jalan di DKI Jakarta. Penelitian ini dilakukan di 5 lokus Rumah Sehat Untuk Jakarta yaitu RSUD Pasar Rebo, RSUD Mampang Prapatan, RSUD Jati Padang, RSUD Kebayoran Lama dan RSUD Kembangan. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna Rumah Sehat Untuk Jakarta Jakarta. Untuk menentukan sampel Rumah Sehat Untuk Jakarta menggunakan teknik simple random sampling dengan teknik lottery, sampel responden dalam penelitian ini adalah pasien lama poli rawat jalan berjumlah 96 orang ditentukan dengan teknik accidental sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh karakteristik meliputi jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan serta rebranding terhadap pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Sehat Untuk Jakarta. Persepsi baik terhadap pelayanan kesehatan akan meningkat sebesar 11 kali ketika dilakukannya rebranding menjadi Rumah Sehat Untuk Jakarta.

Rebranding is an activity in a company or institution that has the aim of transforming the position of the brand in the minds of stakeholders and to make labels and differentiating personalities with other institutions. The rebranding efforts carried out by the Regional General Hospital and Regional Special Hospitals owned by the DKI Jakarta Provincial Government have the aim of renewing the brand position in the minds of the public through changes to the name, logo, brand position, increasing positive impressions through programmes created and improving health service facilities. This study aims to determine the effect of rebranding Rumah Sehat Untuk Jakarta on public perceptions of outpatient poly health services in DKI Jakarta. This research was conducted in 5 places of Rumah Sehat Untuk Jakarta, namely Pasar Rebo Hospital, Mampang Prapatan Hospital, Jati Padang Hospital, Kebayoran Lama Hospital and Kembangan Hospital. The population in this study were users of Rumah Sehat Untuk Jakarta. To determine the sample of Rumah Sehat For Jakarta using simple random sampling technique with lottery technique, the sample respondents in this study were old patients of outpatient polyclinic totalling 96 people determined by accidental sampling technique. Data were analysed univariate, bivariate and multivariate. The results showed that there was an influence of characteristics including gender, education, occupation, and income as well as rebranding on service to the patient.
Read More
T-6642
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ammy Kusumastuti; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri
S-3351
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kusrini Wulandari; Pembimbing: Soekidjo Notoatmidjo
T-547
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Julaga H.C. Lumban Tobing; Pembimbing: Ronnie Rivany
B-388
Depok : FKM UI, 1999
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gita Cahya Ramadhani; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji:Martya Rahmaniati Makful, Wachyu Sulistiadi, Bram Burmanajaya, Hanna Elisabet Lumbangaol
Abstrak:
Drop Out tertuju pada pasien yang menghentikan program terapi pada pelayanan rehabilitasi medik yang telah dijadwalkan dan tidak melanjutkan program terapi yang telah ditentukan. Data menunjukan faktor-faktor yang memengaruhi drop out, termasuk usia, jenis kelamin, domisili, serta faktor internal seperti penyampaian layanan, infrastruktur, dan sumber daya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan penyedia layanan, telaah dokumen dan observasi dan didukung dengan melihat data analisis data sekunder dari rekam medis, laporan mutu, dan survei kepuasan pasien. Hasil menunjukkan terdapatnya penurunan drop out dari 0,54% di Januari menjadi 0,08% di Maret. Kepuasan pasien berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan rehabilitasi medik. Diharapkan rumah sakit terus meningkatkan atau mempertahankan kulitas pelayanan rehabilitasi medik dan bisa menjadi rekomendasi untuk meningkatkan layanan rehabilitasi dan mengurangi drop out pada pelayanan rehabilitasi medik di tempat lain. 


Drop-out refers to patients who discontinue their scheduled rehabilitation therapy programs and do not continue the prescribed treatment. The data indicate factors that influence drop-out, including age, gender, domicile, as well as internal factors such as service delivery, infrastructure, and resources. This study employs a qualitative method by conducting in-depth interviews with service providers, document reviews, and observations, supported by secondary data analysis from medical records, quality reports, and patient satisfaction surveys. The results show a decrease in the drop-out rate from 0.54% in January to 0.08% in March. Patient satisfaction positively impacts the improvement of rehabilitation service quality. Despite challenges such as a shortage of human resources, it is expected that the hospital will continue to improve or maintain the quality of rehabilitation services. This study provides recommendations for enhancing rehabilitation services and reducing drop-out rates in similar healthcare settings.

Read More
T-7352
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Chairuddin; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Hafizurrachman, Mieke Savitri, Amarina Anggarino
Abstrak:

Bisnis perumahsakitan mengalamj perubahan mendasar berkaitan dengan peningkatan daya saing rumah sakit dalam meraih pangsa pasar pada saat ini dan masa mendatang. Salah satu produk rumah sakit yang sangat berkembang sejak tahu 80-an adalah rawat jalan. Bedah rawat jalan (BRJ) merupakan bagian dari layanan rawat jalan yang saat ini merupakan Iayanan yang terus meningkat karena banyak memberikan keuntungan seperti biaya yang lebih murah, rendahnya tingkat infeksi, berkurangnya kecemasan pasien dan pasien merasa lebih nyaman. Di Amerika BRJ mencapai 70-75 % dari seluruh pembedahan. Di Indonesia BRJ teiah dilakukan diberbagai rumah sakit tetapi umumnya belum menjadi Iayanan yang terencana baik, hanya merupakan pelayanan baru atau tarnbahan yang diadakan karena adanya kebutuhan dari masyarakat dan belum ada pelaporan tersendiri untuk pelayanan ini. Melihat potensi layanan ini di masa mendatang dan untuk mengetahui bagaimana sebaiknya pelayanan ini diberikan dilakukan penelitian di RS Haji Jakarla mengingat angka pelayanan BRJ masih rendah dan untuk mendapatkan gambaran kesiapan rumah sakit terutama kamar bedah dalam melaksanakan BRJ. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dukungan manajemen, kesiapan SDM baik dokter maupun perawat, dan kesiapan fasilitas untuk mendukung pelayanan BRJ. Juga dinilai kesiapan kamar bedah melaksanakan pelayanan ini dibandingkan standar yang ada. Peneiitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informasi yang didapat berupa data primer melalui wawancara mendaiam dan observasi dan data sekunder melalui telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan kamar bedah secara umum telah siap melakukan pelayanan BRJ., tetapi dukungan manajemen masih belum maksimal. Dari segi SDM baik perawat dan dokter siap melakukan pelayanan BRJ. Dari fasilitas dan layanan pendukung layak melakukan BRJ. Saran kepada manajemen adalah selain BRJ dicantunkan dalam rencana strategis berikutnya, harus dibuat konsep dan disain BRJ yang biak dan dijabarkan dalam pelaksanaan strategi serta ada evaluasi untuk tindakan koreksi.


The hospital businesses are having a basic changes linked by the increased hospital competition abilities in reaching the market-section nowadays and future. One of the Hospitals products which is very popular since 80's is the ambulatory care. Ambulatory surgery is a part of the ambulatory care programs which is popular because it gives a lot of benefits to the hospital and the patients, such as cheaper , low-infection level, less of anxiety and the patients feels more comfortable. In United State ambulatory surgery achievement till 70-75 % from whole surgery. ln Indonesia ambulatory surgery have done by various hospital but generally the care not to be good planned, only the new care because the people need the service and not yet different report for the care. Observe the potential this care for future and how the good standar for this practice, had done study at Haji Hospital Jakarta keep in mind ambulatory surgery achievement still low and for observe readiness operathing theater bring about the ambulatory surgery. The aim of the study is to find out management support, human resources readiness whether nurse or doctor, and facility readiness to support the ambulatory surgery. Operating theater readiness also to be compare with available standard. The study using a qualitative approach, and the information obtained are a primary data from in-depth interview and observation, and secondary data from documents review. The study found that generally operating theater ready for servicing ambulatory surgery, but management support not yet maximum. From human resources whether nurse or doctor is ready to serve. From facility and service support good too. Suggestion for management is ambulatory surgery persisten included in the strategic planning furthermore and must be made ambulatory surgery concept and design and conversion to the realize strategi and evaluation have to made for corrective action.

Read More
B-1038
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Fitria; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty, Melati Ratimanjari
S-7982
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Hidayati; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Janti Wijayanti
S-4577
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Kristanto; Pembimbing: Martha, Evie
M-514
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive