Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29489 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Siswanto ... [et al.]
JEI Vol.7, Ed.1
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2005
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siswanto ... [et al.]
JEN Vol.7, Ed.1
Jakarta : [s.n.] : 2005
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Umar Firdous, Eko Rahardjo, Roselinda
MPPK XVI, No.4
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marlinggom Silitonga; Pembimbing: Bambang Sutrisna
T-863
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dora Herdiana; Pembimbing: Nurhayati Prihartono; Penguji: Ratna Djuwita, Heidy Agustin, Sulistyo
Abstrak: Tingginya angka putus berobat merupakan masalah serius dalampengobatan TB karena memunculkan resistensi obat, meningkatkan kekambuhan,gagal pengobatan,dan berpotensi penularan yang menyebabkan peningkatanbeban dan transmisi TB. Sistem skoring faktor risiko untuk memprediksikesintasan putus berobat pada penderita TB belum banyak diteliti. Studi inibertujuan untuk mengetahui sistem skoring faktor prediktor kesintasan putusberobat penderita TB paru.Studi dilakukan pada April-Mei 2015 di poli DOTS RSUP Persahabatan,menggunakan desain cohort retrospective yang bersumber dari form TB 01 danrekam medis. Sampel sebanyak 370 dengan penderita putus berobat sebagai event,70 orang, penderita sembuh dan pengobatan lengkap sebagai sensor, 300 orang.Probabilitas kumulatif kesintasan putus berobat penderita TB adalah 81%. Hasilanalisis multivariat menemukan prediktor jenis kelamin, diagnosis TB, dan ambilobat sesuai jadwal yang berinteraksi dengan waktu mempunyai nilai p 0,043,0,008, 0,0001 berturut-turut, berisiko terhadap kesintasan putus berobat denganHR 1,7 (95%CI:1,02-2,99), 1,9 (95%CI:1,18-3,05) dan 32,7 (95%CI:14,78-72,18).Variabel mengambil obat sesuai jadwal semakin meningkat HR nya seiringmeningkatnya waktu pengamatan. Hasil skoring model akhir mampu memprediksikesintasan kejadian putus berobat penderita TB paru sebesar 92%, dan nilai cut-off untuk skor model skoring ≥21.Perlu meningkatkan KIE pada penderita secara efektif khususnyapenderita yang laki-laki, diagnosis TB BTA negatif dan mengambil obat tidaksesuai jadwal, meningkatkan jejaring internal maupun eksternal rumah sakit,untuk mengendalikan angka putus berobat TB.Kata Kunci: tuberculosis, putus berobat, kesintasan, skoring
Treatment default is a serious problem in tuberculosis control because itimplies resistance, increased relaps, failure, persistence of infectious source andfurther increased burden and transmission tuberculosis. Scoring system of defaultrisk factors to predict survival patients have been not studied yet, particularly inIndonesia. The aim of this study to determine the predictors scouring system ofsurvival defaulting treatment for tuberculosis patients.This retrospective cohort study was conducted from April to Mei 2013 atpoli DOTS RSUP Persahabatan. were identified from TB 01 forms and medicalrecords. Patients defaulting from treatment were considered as event and thosecure and completing treatment as censors. 370 tuberculosis patients wereincluded, 70 events and 300 censors. Overall patients survival rate was 81%.Survival defaulting associated significanly to sex, smear diagnosis and taking drugaccording to guideline with p value are 0,043, 0,008, 0,0001 respectively, found tobe risk factors for survival defaulting HR 1,7 (95%CI:1,02-2,99), HR 1,9;(95%CI:1,18-3.05), dan HR 32,7 (95%CI:14,78-72,18) respectively. IncreasingHR of taking drug according to guideline followed with increased alteration oftime observation. Scoring results are obtained predicting survival patientsdefaulting by 92%, and a cut-off point for the scoring model is ≥21.Communication, information and education must be increased das well asincreased internal and external hospital linkage to decrease default outcome.Keywords: tuberculosis, default, survival, scouring
Read More
T4472
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohammad Isa, Windu Nafika
JKY Vol.11, No.1
Jakarta : LP. Univ. Yarsi, 2003
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Mediana; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Rina Handayani
S-10413
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rus Suheryanto
CDK-No.128
Jakarta : [s.n.] : 2000
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R. A. Della Patrisia Pramesti; Pembimbing: Trisari Anggondowati; Penguji: Syahrizal Syarif, Sulistyo
Abstrak:
Ketidakberhasilan pengobatan TBC masih berada di atas ambang batas 10% yaitu 13% pada tahun 2023 di Indonesia. Komponen terbesar yang menyumbang angka ketidakberhasilan pengobatan TBC ini adalah kejadian putus berobat. Pasien TBC yang putus berobat pada tahun 2023 menempati angka tertinggi sepanjang periode pelaporan TBC pada tahun 1996-2023 dan meningkat secara berturut-turut dalam tiga tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prediktor kejadian putus berobat pada pasien TBC sensitif obat (SO) dan mengetahui gambaran waktu terjadinya putus berobat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi kohort retrospektif dengan melibatkan seluruh pasien TBC SO yang memulai pengobatan pada Januari-Desember 2023 di Indonesia yang memenuhi kriteria penelitian dan tercatat pada sistem informasi tuberkulosis (SITB). Analisis data mencakup analisis deskriptif sampai analisis multivariat untuk memperoleh model prediksi terbaik dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa 17% dari populasi dalam penelitian ini putus pengobatan dengan median waktu putus berobat pada hari ke-56. Pasien ≥45 tahun, laki-laki, koinfeksi HIV, memiliki riwayat pernah putus berobat, diobati di rumah sakit (RS) pemerintah, RS swasta dan klinik/praktik mandiri swasta, lokasi fasyankes dan tempat tinggalnya berbeda kabupaten/kota, serta berobat di wilayah Kawasan Timur Indonesia dan Sumatera merupakan kelompok risiko tinggi putus berobat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan persepsi pasien, penguatan dukungan sosial dan keluarga, perluasan akses pelayanan dan pendampingan pasien TBC di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, serta  penguatan sistem pelayanan kesehatan dan sistem deteksi dini untuk mencegah kejadian putus berobat.

The unsuccessful outcome of tuberculosis (TB) treatment in Indonesia remains high, at 13% in 2023, exceeding the 10% threshold. The largest contributing factor to this outcome is the rate of loss to follow-up (LTFU). In 2023, the number of LTFU cases reached the highest level recorded in the TB information system from 1996 to 2023, showing a consecutive increase over the past three years. This study aims to identify the predictive factors for occurrence of LTFU among drug-sensitive tuberculosis (DS-TB) cases and to determine the predicted time before the LTFU in Indonesia. This study utilizes a retrospective cohort design, involving all DS-TB cases who initiated treatment between January and December 2023 in Indonesia, met the study criteria, and were recorded in the TB information system. The analysis performed includes descriptive and multivariate analysis to identify the most accurate model in this study. The findings indicate that 17% of the population experienced LTFU, with the median time on day 56. Patients aged 45 years and older, male patients, those with HIV status, a prior history of treatment interruption, those receiving treatment at private hospitals, public hospitals and private clinics/general practitioners, those treated at facilities located in districts or cities different from their registered addresses, and those treated in Eastern Region of Indonesia and Sumatera were identified as having the highest risk compared to other groups. Accordingly, it is imperative to enhance patient knowledge and awareness, strengthen social and family support systems, expand service access and patient support across all facilities, and strengthen the healthcare system and early detection mechanisms to prevent the occurance of LTFU.
Read More
T-7461
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive