Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 25731 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ganjar Simakerti; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Puput Oktamianti, Amelia Megraini
Abstrak:

Remunerasi merupakan salah satu unsur yang cukup penting untuk diketahui oleh para manajer rumah sakit karena menyangkut biaya kehidupan dan penghidupan seluruh karyawan. Pendekatan melalui pengembangan remunerasi ini dikenal sebagai cara yang efektif untuk mengurangi biaya dan menambah produktifitas pegawai. Latar belakang penelitian ini adalah ketidakadilan dan belum layaknya kompensasi yang diterima pegawai karena penerapan gaji yang masih berdasarkan sistem kepangkatan/golongan, belum didasarkan pada kinerja serta beban kerja yang harus di tanggung oleh pegawai, sehingga menyebabkan pegawai memiliki pekerjaan diluar RSUD “X”, menurunnya pencapaian pelayanan kesehatan selama 3 (tiga) tahun terakhir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi implementasi sistem remunerasi pegawai RSUD “X”. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini berupa data primer dengan wawancara terstruktur kepada 269 orang pegawai RSUD “X”, dan FGD, serta data sekunder berupa data. Analisa yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu membandingkan antara konsep remunerasi yang digunakan RSUD “X” saat ini dengan konsep remunerasi baru yang telah disusun berdasarkan basic sallary, competency, risk, emergency, dan performance indexing. Proses keputusan penggunaan sistem remunerasi melalui perbandingkan tersebut akan dilakukan melalui proses FGD kepada para pejabat RSUD “X”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak pegawai yang mengalami kenaikan dan penurunan gaji dari gaji sebelumnya. Sebanyak 159 responden (69%) mengalami kenaikan gaji sedangkan 71 responden (31%) lainnya mengalami penurunan gaji. Nominal kenaikan gaji responden dari nominal terendah yaitu Rp.3.024,00 hingga nominal tertinggi Rp.2.031.818,00 dari pos remunerasi yang disebar sebesar Rp.600.309.039,00. Hal tersebut karena disesuaikan dengan sistem indexing yang juga disesuaikan dengan kinerja para pegawai. Keputusan pada saat FGD dalam penerapan sistem remunerasi pada RSUD “X” yaitu menggunakan sistem remunerasi yang baru yang sudah disesuaikan berdasarkan indexing yang sudah jelas. Kata

Kunci: Strategi Implementasi, Sistem Remunerasi

Read More
T-3533
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lucia Maya Savitri; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Puput Oktamianti, Yuniar Sukmawati, Ockti Palupi Rahayuningtyas
Abstrak: RSKO merupakan RS milik Kementerian Kesehatan yang menerapkan sistemremunerasi sejak tahun 2014. Penelitian ini bertujuan menghasilkan sistemremunerasi yang dapat diterima oleh stakeholder di RSKO Jakarta. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitianmenemukan bahwa sistem remunerasi saat ini sudah memenuhi prinsip kepatutannamun belum memenuhi prinsip keadilan dan kelayakan, belum transparan sertabelum tersosialisasi dengan baik. Nilai nominal remunerasi yang kecil,kesenjangan antara remunerasi yang diterima dengan tunjangan kinerjaKementerian Kesehatan dan rasa kurang dihargai menyebabkan ketidakpuasanterhadap sistem remunerasi. Disarankan kepada RSKO untuk melakukan evaluasisistem remunerasi secara berkala dan meningkatkan PNBP.Kata Kunci:Analisis, remunerasi, rumah sakit
RSKO is a hospital that belongs to Ministry of Health that have beenimplementing remuneration system since 2014. Purpose of this study is to identifya remuneration system that accepted by stakeholder in RSKO Jakarta. Thisresearch is qualitative with case study. The current remuneration system alreadymeets the principles of decency but not currently meet the eligibility principlesand fairness. Low nominal value of remuneration, the gap between remunerationin RSKO with performance allowance in Ministry of Health and feeling lessappreciated caused dissatisfaction of the remuneration system. RSKO have toevaluate periodically the remuneration system and raise the revenue.Keyword:Analysis, remuneration, hospital.
Read More
B-1764
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irna Susanti Hardiawan; Pembimbing: Peter A.W. Pattinama; Penguji: Adang Bachtiar
B-736
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Wayan Parna Arianta; Pembimbing: Atik Nurwahyuni;Penguji: Ede Surya Darmawan, R. Sutiawan; Agus Rahmanto; Tutik Kusumawardhani
B-2017
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roy Michael Suranta; Pembimbing:Ascobat Gani; Penguji: Adang Bachtiar, Atik Nurwahyuni, Ani Ruspitawati, Vera Marietha
Abstrak:
Jumlah dan jenis rumah sakit di Jakarta setiap waktu semakin meningkat dan menyebabkan timbulnya kompetisi untuk mendapatkan pelanggan atau pasien. Rumah sakit milik pemerintah provinsi DKI Jakarta menghadapi tantangan dalam hal menyediakan layanan dokter spesialis dengan kinerja terbaik untuk masyarakat, hal ini erat kaitannya dengan imbalan yang ditawarkan kepada dokter spesialis. Salah satu Upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja dokter spesialis adalah dengan mengeluarkan peraturan pemberian remunerasi bagi Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebijakan remunerasi dengan kinerja dokter dokter spesialis di RSUD Kramat Jati. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan pada 11 dokter spesialis dengan kuesioner dan wawancara mendalam kepada informan. Hasil studi menemukan bahwa implementasi kebijakan remunerasi di RSUD Kramat Jati meningkatkan rata-rata pendapatan dokter spesialis sebesar 42,9% dari pendapatan dokter spesialis sebelum pemberlakuan remunerasi. Studi ini juga menemukan bahwa implementasi kebijakan remunerasi di RSUD kramat jati memiliki hubungan terhadap kinerja dokter spesialis secara kuantitas.

The number and types of hospitals in Jakarta are increasing every time and causing competition to get customers or patients. Hospitals owned by the DKI Jakarta provincial government face challenges in terms of providing specialist services with the best performance to the community, this is closely related to the rewards offered to specialist doctors. One of the local government's efforts to improve the performance of specialist doctors is to issue regulations on providing remuneration for hospitals. This study aims to determine the relationship between remuneration policy and the performance of specialist doctors at RSUD Kramat Jati. The research was conducted using the case study method with a qualitative approach. The study was conducted on 11 specialist doctors with questionnaires and in-depth interviews with informants. The results of the study found that the implementation of the remuneration policy at RSUD Kramat Jati increased the average income of specialist doctors by 42.9% of the income of specialist doctors before the implementation of remuneration. This study also found that the implementation of remuneration policy at RSUD Kramat Jati has a relationship with the performance of specialist doctors in quantity.
Read More
B-2361
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Wisesa Soetisna; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Amal Chalik Sjaaf, Faisal Baraas, Anwar Santoso, Fresley Hutapea, Anwar Ismail
Abstrak: Abstrak
Tesis ini membahas kajian Penerapan Sistem Remunerasi Dan Kinerja Pelayanan bedah Jantung Dewasa Di Rumah Sakit Jantung Dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK). Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan melakukan kajian deskriftif data sekunder dan data primer dengan kuesioner self assessment dari responden terpilih, dilanjutkan Focus Group Disscusion dari informan terpilih. 
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar SMF dan perawat tidak puas dengan beberapa hal dalam penerapan sistem remunerasi. Namun ternyata ketidakpuasan tersebut terjadi karena kekurangpahaman terhadap isi dari Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 165 Tahun 2008. Pada penelitian ini juga terlihat kinerja pelayanan bedah jantung dewasa tetap mengalami kenaikan setiap tahunnya sebelum dan sesudah penerapan sistem remunerasi.
 Saran yang dapat diajukan dari penelitian ini adalah agar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memfasilitasi RSJPD Harapan Kita untuk memperoleh formulasi sistem remunerasi yang lebih sesuai dengan kondisi saat ini, RSJPDHK membuat sistem remunerasi yang sesuai ketentuan dan kondisi terkini, serta dilakukan sosialisasi yang baik dan evaluasi secara berkala. 

 
This thesis studied of implementation of Remuneration System and Performance of adult cardiac surgery services in Harapan Kita Cardiovascular Hospital. This research used a mixed method approach by conducting detailed descriptive study of secondary data and primary data with self assessment questioner from selected respondent, continued with Focus Group Discussion from selected informant. 
The result of the research showed that almost of functional medical staff dan nurse unsatisfied with several things in implementation of Remuneration system. However the unsatisfied due to not well informed with the content of Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 165/2008. But performance of adult cardiac surgery services increased for every year, before and after implementation of Remuneration System. 
The researcher suggest that Ministry of Health facilitates RSJPD Harapan Kita to have remuneration system formulation that more appropriate with the present condition. RSJPD Harapan Kita make remuneration system that appropriate with regulation and the present condition that continued with a good socialization and evaluated regularly.
Read More
B-1545
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hawik Muzdalifah; Pembimbing: M Hafizurrahman; Penguji: Ede Surya Darmawan, Dumilah Ayuningtyas, Muripto
Abstrak: Latar Belakang Pemanfaaatan Sistem Informasi Billing di beberapa unit kerja di RSUD Cianjur belum optimal. Dimana masih dilakukan pencatatan ganda yaitu masih menggunakan sistem pencatatan manual disamping juga harus entry data ke dalam komputer. Dari dua sistem pencatatan itu dijumpai selisih antara perhitungan sistem manual dan sistem komputer yang terpaut cukup besar. Tujuan Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemanfaatan Sistem Informasi Billing, mengenali permasalahan yang ada, serta sekaligus mencari cara pemecahan masalah yang tepat dan memberi usulan konsep optimalisasi pemanfaatannya. Metode Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan metoda kualitatif. Bahan penelitian berasal dari data primer dan sekunder yang diperoleh dengan cara pengamatan terhadap proses, FGD (Focus Group Discussion) dan wawancara mendalam (In-depth Interview) terhadap petugas pelaksanaan dan para pimpinan yang berkaitan dengan pengelolaan Sistem Informasi Billing RSUD Cianjur. Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemanfaatan Sistem Informasi Billing RSUD Cianjur belum optimal karena belum mencukupinya sumber daya manusia, dana, hardware, software, prosedur tetap pelaksanaan dan struktur organisasi. Kesimpulan Untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan Sistem Informasi Billing pasien Bayar Tunai di Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat dan Instalasi Rawat Inap, maka jumlah petugas harus disesuaikan dengan volume pekerjaan, perbaikan dan penambahan hardware dan software, membuat Prosedur Tetap pelaksanaan sistem berbasis komputer dan merubah struktur organisasi SIM RS yang ada. Kata Kunci: Sistem Informasi Billing Jumlah Kata: 3
Analysis The Utilization of The Billing Information System for Patient Direct Payment In RSUD Cianjur Period from January to December 2004 Background This study revealed the utilization of Billing Information System was not yet optimum. The authorized person or staffs who operate the billing system has to make double records, both manually and computerized data entry. These two systems show a quite a great deal of differences in each of their results. Objective Base of this finding, the objectives of this study are evaluating the utilization of Billing Information System, identifying some problem that might come up and also finding the right solution of the problem, in hope to be able to recommend the right suggestion for optimally of the utilization. Methods This is a cases study research with qualitative approach. The research material originates from primary and secondary data by profound observing the process, FGD (Focus Group Discussion) and in-depth interview with several staff and other authorized personnel’s whom involve in the implementation of the system. Results The results show that the utilization of the Billing Information System (BIS) was not yet optimum because manpower, hardware, software, funds, procedure and structure of organization which in this case stand not enough. Conclusions Therefore, for optimum the utilization of the Billing Information System regarding inpatient, emergency and outpatient, some adjustment have to be made concerning the number of staff and their workload, some fixing and add of the hardware and software, also making a standard operating procedure of BIS and modifying the organization of MIS. Keywords: Billing Information System Word count: 3
Read More
B-860
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Fransiska Uba Lamak; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Budi Hidayat, Roni Kurniawan
S-6357
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dedi Tedjakusnadi; Pembimbing: Supriyantoro; Penguji: Petter Patinama, Sutan Yenis, Hanna Permana, Imelda E. Dharma
Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh anggaran belanja logistik yang mengambil porsi terbesar dalam belanja Rumah Sakit Sumber Waras dalam masa krisis ekonomi dan ditengah keluhan masyarakat tentang buruknya pelayanan masyarakat dan pelayanan rumah sakit. Jumlah yang besar tadi, menjadi semakin membengkak akibat anggaran belanja logistik umum yang kurang terkontrol dan masih terdapat duplikasi fungsi logistik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa, membuat kesimpulan dan membuat usulan sistem kontrol logistik Rumah Sakit Sumber Waras untuk meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan Rumah Sakit Sumber Waras.
Jenis penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kwalitatif. Data dan informasi didapat melalui in-depth interview serta pengamatan di lapangan sejak tanggal 6-24 Mei 2002.
Hasil penelitian menunjukan bahwa banyak faktor yang telah mempengaruhi fungsi pengendalian logistik di Rumah Sakit Sumber Waras. Ada delapan faktor yang diteliti yaitu :
 
1. Struktur organisasi.
 
2. Kebijakan.
 
3. Sumber Daya Manusia.
 
4. Prosedur.
 
5. Perencanaan.
 
6. Pencatatan.
 
7. Pelaporan.
 
8. Pengawasan intern.
Duncan, Soenoesoebroto, Hardjoprawiro berpendapat bahwa banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan fungsi pengawasan dan pengendalian, khususnya dalam bidang logistik. Di samping itu, Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah menjadi acuan untuk pengelolaan barang di rumah sakit.
Dalam pembahasan diulas tentang kondisi Rumah Sakit Sumber Waras saat ini melalui wawancara, meneliti data sekunder serta pengamatan di lapangan dibandingkan dengan teori manajemen rumah sakit. Pembahasan mengurai tentang alur proses, struktur yang lebih baik, tim pengendalian, serta analisa pekerjaan, uraian jabatan, dan persyaratan jabatan di bagian logistik.
Pengaturan barang di rumah sakit ini bukanlah hal yang mudah dan sederhana. Sistem kontrol logistik sangat diperlukan di Rumah Sakit Sumber Waras. Saat ini logistik rumah sakit ini masih dijalankan dengan cara yang sederhana, sehingga banyak terjadi inefisiensi.
Penelitian ini mencoba mencari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sistem kontrol pengendalian logistik dan mencari alternatif pemecahannya dengan cara yang dapat ditempuh dengan biaya seefisien mungkin.
 Akhir penelitian ini menghasilkan sebuah sistem kontrol logistik yang diharapkan dapat berguna bagi Rumah Sakit Sumber Waras khususnya, serta bagi institusi pendidikan dan masyarakat pada umumnya.
 

The Analysis of Control System of Logistics in Sumber Waras HospitalThis research was formed by the background of the logistics purchasing budget which took the largest portion in the whole purchasing budget of Sumber Waras Hospital amidst the economic crisis and the complaints of the public on the poor public service, including the service of hospital.
The large sum of the budget increased as the result of the lack of control in the general logistic purchasing budget and duplication of function in logistics procedures.
The targets of this research were to analyze the logistics process of Somber Waras Hospital, to assume and to propose a logistic control system, which can promote the health care services of Sumber Waras Hospital.
The type of this research is a case study with a qualitative approach. Data and information regarding the service process were obtained from in-depth interviews, and from field observation during May 6 to 24, 2002.
The result of the research showed that there were many factors influencing the logistics control system of Sumber Waras Hospital. There were eight factors to be observed:
 
1. Organizational structures.
 
2. Policies.
 
3. Human resources.
 
4. Procedures
 
5. Planning.
 
6. Recording.
 
7. Reporting.
 
8. Internal Auditing.
Duncan, Soenoesoebroto, Hardjoprawiro wrote that many factors had to be observed for developing the logistics control system. On the other hand, the government regulation issued by The Internal Affair and Regional Autonomy Minister No. 1112001, regarding regional logistics managing policy could be adopted as a reference to Sumber Waras Hospital Logistics Department.
The nowadays condition of Sumber Waras Hospital was observed, discussed, in-depth interviewed, and compared with some theory of Hospital Management.
This research tried to fmd some factors that influenced the logistics control system and tried the alternative resolve in an efficient and effective way.
At last, this research gave and outcome a logistics control system and hopefully it would be useful especially for Surnber Waras Hospital, and also for the educational institution, and most of all for the community.
Read More
B-643
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lusy Sumarwatih Pembimbing: Alex J. Papilaya
B-754
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive