Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 20680 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dani Iswara, Anis Fuad
CDK Vol.35, No.1 (2008)
Jakarta : Kalbe Farma, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pribakti B.
MJKI No.9, Tahun XL
Jakarta : Medika Media Mandiri, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
05 ( Modul )
[s.l.] : Depok : FKM-UI, Keb. Komunitas, 2011, s.a.]
Hibah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herqutanto ... [et al.]
JInMA-Vol.61/No.5
Jakarta : IDI, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ita Patriani, Dumilah Ayuningtyas
KJKMN Vol.8, No.2
Depok : FKM UI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ita Patriani; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Sjaaf, Amal C.; Hartono, Budi; Megraini, Amila
Abstrak:

Kepatuhan (compliance), aderensi (adherency), dan konkordansi (concordance) adalah faktor yang sangat penting dalarn upaya penanganan penyakit kronik TB Paru, hipertensi, asrna. Mengingat pengobatan penyakit kronik rnernbutuhkan tidak hanya ketersediaan obat dan petugas kesehatan yaitu dokter, tetapi juga ketiga faktor tersebut. Untuk rnewujudkan sikap konkordansi dibutuhkan komunikasi efektif antara dokter dan pasien. Komunikasi yang terj alin baik akan rneningkatkan pernaharnan dan rnotivasi dalarn diri pasien untuk rnengikuti nasehat dari dokter. Penelitian ini dilaliukan karena tingginya angka penderita dan angka kegagalan berobat (drop out) pasien tuberkulosis paru, hipertensi, asma di RSUD Kota Mataram. Melalui penelitian ini dapat dilihat adanya hubungan konnunikasi dokter, dan karakteristik pasien dengan sikap konkordansi. Penelitian dengan desain cross Sectional ini dilakukan terhadap 174 responden. Pendidikan, pengeluaran, dan kornunikasi rnerupakan variabel yang berhubungan dengan sikap konkordansi pada pasien TB, hipertensi dan asma. Sebagai saran untuk tindak lanjut adalah peningkatan fasilitas ruangan sehingga pasien dan dokter merasa nyarnan untuk berkornunikasi, penyelenggaraan program pengernbangan kemarnpuan komunikasi dokter, dan survei secara berkala tentang proses komunikasi dokter-pasien.


 Compliance, adherence, and concordance are crucial factors in the handling of chronic diseases like lung tuberculosis, hypertension, and asthma. Regarding as the therapy of chronic diseases is not only needed drugs supply and health staff that is doctor, but also the three of factors as mentioned above. To accomplish a concordance attitude is needed an effective communication between doctor and patient. Well established communication may increase the understanding and motivation of patients to comply the doctor?s advice. This study was conducted because high prevalence rate and drop-out rate ofthe patients of lung tuberculosis, hypertension, and asthma at Mataram City General Hospital. This study showed that doctor communication and characteristics of patients related to the concordance attitude. Cross sectional design was employed in this study with 174 respondents. Education, expenses, and communication were variables that related to the concordance attitude on the patients of lung tuberculosis, hypertension, and asthma. It is recommended to maintain room facilities so that patient and doctor feel comfortable to communicate and to conduct a doctor communication skill development program as well as a regular survey of patient-doctor communication process.

Read More
B-1436
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Itsna Widita; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Dian Ayubi, Wahyu Sulistiadi, Wayan Sri Agustini, Mochammad Hidayat
Abstrak:
Komunikasi dokter gigi-pasien merupakan kompetensi yang wajib dimiliki oleh dokter gigi dalam memberikan pelayanan yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Komunikasi yang tidak optimal dapat menyebabkan pelayanan medik gigi dan mulut yang tidak optimal. Permasalahan sebagaimana yang dijumpai di poli gigi Puskesmas Gandoang yakni besarnya gap antara jumlah diagnosis dan jumlah pelayanan kesehatan gigi yang diberikan, serta penurunan jumlah kunjungan pasien poli gigi, salah satunya dapat disebabkan oleh ketidakoptimalan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel kualitas komunikasi dokter gigi dan karakteristik pasien terhadap kepuasan pasien poli gigi. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan desain mixed method dengan pendekatan sequential explanatory, diawali dengan penelitian kuantitatif yang kemudian hasilnya diperdalam melalui penelitian kualitatif. Populasi adalah pasien rawat jalan poli gigi, yang sampelnya dihitung berdasar rumus beda dua proporsi, sehingga didapatkan 100 sampel melalui tekhnik Quota sampling, sementara informan penelitian kualitatif terdiri dari 4 informan, meliputi 2 pasien poli gigi, 1 dokter gigi, dan 1 kepala puskesmas Gandoang melalui metode wawancara mendalam. Sebagian besar responden (52%) menyatakan kualitas komunikasi dokter gigi baik, di mana bagi sebagian besar responden aspek introduce (59%) dan shows respect (78%) dinyatakan memenuhi kriteria baik, sementara aspek explanation (53%) dan listen carefully (55%) tidak memenuhi kriteria baik. Untuk kepuasan pasien, sebagian besar responden (54%) menunjukan ketidakpuasan. Di mana dimensi yang dirasa tidak memuaskan bagi sebagian besar responden adalah open-endedness (58%) dan dimensi empati (54%). Hasil analisis multivariate menunjukan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien poli gigi adalah kualitas komunikasi dokter gigi p value=0,001, OR= 4.829 (CI 95 % 1.984-11.752), artinya kualitas komunikasi dokter gigi yang buruk akan memiliki peluang sebesar 4.829 kali menyebabkan ketidakpuasan pasien dibandingkan kualitas komunikasi dokter gigi yang baik

Problems in the dental clinic of Gandoang health center are the large gap between the number of diagnoses and the number of dental health services provided, and also reduction in the number of patient visits in dental clinic, these can be caused by unuptimal communication. This study aims to determine the relationship between dentist communication quality variables and patient characteristics with dental patient satisfaction. Research with a mixed method design with a sequential explanatory approach, begins with quantitative research and then deepened through qualitative research. The population was dental clinic’s outpatients, with a sample size of 100, while the qualitative research informants consisted of 2 patients, 1 dentist, and 1 head of the Gandoang helat center, through in-depth interviews. Most respondents (52%) stated that the quality of dentist communication was good, the aspect of introduce (59%) and shows respect (78%) were good, while the aspects of explanation (53%) and listen carefully (55%) were poor criteria. Most of respondents (54%) showed dissatisfaction. Most respondents were disappointed with open-endedness (58%) and empathy dimensions (54%). Multivariate analysis showed that the most dominant variable related to patient satisfaction with dental dentists was ciommunication quality, p value = 0.001, OR = 4,8 (95% CI 1,984-11,752), that means poor communication quality of dentists would have an opportunity of 4,8 times causing dissatisfaction patients compared to the quality of good dentist communication.

Read More
T-5889
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.55, No.11, Nop., 2005 : hal. 667-670
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sudarma Sopian
006.7 SOP t
Jakarta : Mediakita, 2010
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokt. Indo, Vol.59, No.4, Apr. 2009, hal: 147-151
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive