Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14139 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mahono Widajat, Ni Luh Putu E.S., Lilis Widianah
MJKI No.7
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Hapsari
MPPK Vol.XIV, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nursang; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Dieta Nurrika
Abstrak:
Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan hambatan interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku hiperaktif. Prevalensi ASD terus meningkat secara global, dengan sekitar 0,6-0,75% populasi dunia mengalami ASD tahun 2000-2012 dan terus meningkat hingga mencapai 1% pada tahun 2022, sedangkan di Indonesia sendiri, prevalensi ASD diperkirakan sekitar 1% atau 10 kasus per 1.000 penduduk. Jabodetabek merupakan salah satu wilayah dengan jumlah anak autisme yang cukup besar serta didukung oleh keberadaan sekolah inklusi dan pusat terapi. Salah satu pendekatan yang banyak diterapkan dalam pengelolaan anak autisme adalah diet bebas gluten dan kasein (GFCF). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan diet GFCF pada anak autisme di wilayah Jabodetabek. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pemgambilan data dilakukan melalui google form kuesioner yang disebar secara online kepada orang tua anak autisme. Penelitian dilakukan pada 93 responden dengan metode total sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menemukan bahwa 75,3% responden memiliki penerapan diet GFCF yang baik. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan informasi melalui layanan terapi (p=0,009; OR=0,273; 95% CI=0,100-0,746) dengan penerapan diet GFCF. Sementara itu, tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan ibu, tingkat pekerjaan ibu, pengetahuan ibu, dan keikutsertaan dalam komunitas anak autisme (p>0,05) dengan penerapan diet GFCF. Namun, terdapat kecenderungan bahwa orang tua yang mengikuti komunitas anak autisme memiliki proporsi penerapan diet GFCF yang lebih baik dibandingkan yang tidak mengikuti komunitas. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan pendampingan terkait penerapan diet GFCF melalui tenaga kesehatan, dan komunitas orang tua agar penerapan diet GFCF dapat dilakukan secara lebih konsisten.

Autism Spectrum Disorder (ASD) is a neurodevelopmental disorder characterized by impairments in social interaction and communication, and hyperactive behavior. The prevalence of ASD continues to increase globally, with approximately 0.6–0.75% of the world's population experiencing ASD between 2000 and 2012, and this figure is expected to reach 1% by 2022. In Indonesia, the prevalence of ASD is estimated at around 1%, or 10 cases per 1,000 people. Greater Jakarta (Jabodetabek) is one of the areas with a significant number of children with autism, supported by the presence of inclusive schools and therapy centers. One approach widely applied in the management of children with autism is the gluten-free and casein-free (GFCF) diet. Therefore, this study aims to analyze factors related to the implementation of the GFCF diet in children with autism in the Greater Jakarta area. This study is a quantitative study with a cross-sectional design. Data collection was carried out through a Google form questionnaire distributed online to parents of children with autism. The study was conducted on 93 respondents using a total sampling method. The data obtained were then analyzed univariately and bivariately. The results found that 75.3% of respondents had good implementation of the GFCF diet, while 24.7% of respondents had poor implementation of the GFCF diet. The results of the chi-square test showed a significant relationship between the use of information through therapy services (p = 0.009; OR = 0.273; 95% CI = 0.100-0.746) and the implementation of the GFCF diet. Meanwhile, there was no significant relationship between maternal education level, maternal employment level, maternal knowledge, and participation in a community for children with autism (p>0.05). However, there was a trend that parents who participated in a community for children with autism had a better proportion of GFCF diet implementation than those who did not. Therefore, increased education and support regarding the implementation of the GFCF diet through healthcare professionals and parent communities is needed to ensure more consistent implementation of the GFCF diet.
Read More
S-12387
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eris Maida; Pembimbing: Does Sampoerno
S-3776
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Didik Budijanto, Rachma Hasibuan, W. Dwi Astuti
BPSK Vol.3, No.1
Surabaya : Kementerian Kesehatan RI, 1999
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indo (MKI), Vol.60, No.1, Jan. 2010, hal. 27-31, ( Cat ada di bendel 1993-2010 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Dwi Puspitasari; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Ratna Asih Sri Rahayu
Abstrak:

Latar belakang: Kerusakan gigi pada anak sekolah menjadi masalah serius yang mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Literasi kesehatan berperan penting dalam kemampuan orang tua anak untuk mengakses, memahami, menilai dan menerapkan informasi kesehatan untuk mengambil keputusan terkait sikap tanggung jawab kesehatan. Puskesmas Pasir Jaya Kabupaten Tangerang memiliki 18 sekolah binaan program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) dengan persentase karies gigi sebanyak 69%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan literasi kesehatan dengan tanggung jawab kesehatan orang tua akan kesehatan gigi anak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan survei melalui kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 244 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi HLS-EU-Q16 dan PACOH. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman rho. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran tautan kuesioner kepada orang tua serta koordinasi dengan pihak puskesmas dan wali kelas. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan orang tua dengan tanggung jawab akan kesehatan gigi anak dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,210 dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: adanya hubungan positif antara literasi kesehatan dengan tanggung jawab kesehatan, meskipun berada pada kategori lemah.


Background: Dental caries among school-aged children remains a serious public health problem that can interfere with daily activities. Health literacy plays an important role in parents’ ability to access, understand, appraise, and apply health information when making decisions related to health responsibility. Pasir Jaya Primary Health Center, Tangerang Regency, supervises 18 schools under the School Dental Health Program (UKGS), with a dental caries prevalence of 69%. This study aimed to analyze the relationship between health literacy and parental health responsibility toward children’s oral health. Methods: This study employed a cross-sectional design with a survey approach using questionnaires. A total of 244 respondents were selected through purposive sampling. The instruments used were the HLS-EU-Q16 and PACOH questionnaires. Data were analyzed using the Spearman rho correlation test. Data collection was conducted by distributing a questionnaire link to parents and coordinating with the public health center and homeroom teachers. Results: There was a significant relationship between parental health literacy and responsibility for children’s dental health, with a correlation coefficient of 0.210 and a significance value of 0.001 (p < 0.05). Conclusion: There is a positive relationship between health literacy and health responsibility, although the strength of the relationship is categorized as weak.

Read More
S-12217
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku II, Media Indonesia. hal : 41
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku III, media indonesia. hal: 90
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku III, Media Indonesia. hal : 173
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive