Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 22184 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Agus Purnomo, Rachmadi Purwana, I Made Djaja
MJKI No.3
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Purnomo; Pembimbing: Rachmadi Purwana; I Made Djaja; Penguji: Bambang Wispriyono, Athena Anwar, Ely Setyawati
T-2232
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Purnomo, Rachmadi Purwana
KJKMN Vol.3, No.2
Depok : FKM UI, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dilla Utari Nalmi; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Diah Wati Soetojo
Abstrak: ABSTRAK Skripsi ini membahas tentang tingkat risiko kesehatan pada nelayan Muara Angke akibat pajanan merkuri dari konsumsi ikan hasil tangkapan di Teluk Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian analisis risiko kesehatan lingkungan dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menyarankan bahwa perlu adanya penguatan regulasi tentang buangan limbah industri terutama merkuri dan dilakukan screening biomarker pajanan merkuri pada nelayan Muara Angke yang mengkonsumsi ikan hasil tangkapan di Teluk Jakarta. Kata kunci: Analisis risiko kesehatan, pajanan merkuri, nelayan ABSTRACT The focus of this study is the level of health risk to Muara Angke fishermen due to mercury exposure from fish consumption in Jakarta Bay. This research is an environmental health risk analysis research with descriptive design. The results suggest that there is a need to strengthen the regulation on industrial waste disposal, especially mercury and biomarker screening of mercury exposure to Muara Angke fishermen who consume fish catches in Jakarta Bay. Key words: Health risks, mercury exposure, fisherman
Read More
S-9800
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azalia Putri Hanasri; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Haryoto Kusno Putranto, Muhammad Rudi AR
Abstrak:
Perairan Kepulauan Seribu diketahui telah tercemar oleh kadmium (Cd), hal ini turut menyebabkan terjadinya akumulasi kadmium (Cd) dalam tubuh ikan yang hidup di dalamnya. Nantinya ikan yang terkontaminasi kadmium (Cd) dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia yang rutin mengonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi tingkat risiko kesehatan akibat pajanan kadmium (Cd) dalam ikan pada masyarakat Pulau Tidung. Desain penelitian yang digunakan adalah analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL) menggunakan data primer dengan jumlah responden sebanyak 97 penduduk. Hasil pengujian menunjukkan konsentrasi kadmium (Cd) dalam ikan sebanyak 0,001 mg/kg (tongkol), 0,055 mg/kg (selar), dan 0,001 mg/kg (kembung). Konsentrasi tersebut masih berada di bawah baku mutu yang berlaku. Perhitungan nilai RQ untuk populasi dan nilai RQ untuk seluruh individu menghasilkan nilai RQ ≤1, Sehingga dapat diambil kesimpulan tingkat risiko yang ditimbulkan masih bersifat aman untuk populasi dan tiap individu penduduk, namun perlu dipertahankan agar risiko yang ada tetap bersifat aman. Pencegahan risiko dapat dilakukan pada sumber pencemaran dengan melakukan pengawasan terhadap limbah buangan yang dikeluarkan ke badan air dan pemanfaatan alga sebagai bioabsorben, seperti Chaetocerus sp., Euchema sp., Cladophora glomerata, Euchema isiforme, dan Sargassum sp. untuk mengurangi cemaran kadmium (Cd) di perairan.

The waters of the Seribu Islands are known to be polluted by cadmium (Cd), this has contributed to the accumulation of cadmium (Cd) in the bodies of the fish that live there. In the future, fish contaminated with cadmium (Cd) can cause health problems in humans who regularly consume it. This study aims to estimate the level of health risk due to exposure to cadmium (Cd) in fish in the Tidung Island community. The research design used was environmental health risk analysis (EHRA) using primary data with a total of 97 respondents. The test results showed that the concentration of cadmium (Cd) in fish was 0.001 mg/kg (tongkol), 0.055 mg/kg (selar), and 0.001 mg/kg (kembung). This concentration is still below the applicable quality standards. Calculation of the RQ value for the population and the RQ value for all individuals produces an RQ value of ≤1. It can be concluded that the level of risk posed is still safe for the population and each individual resident, but needs to be maintained so that the existing risks remain safe. Risk prevention can be carried out at pollution sources by monitoring waste released into water bodies and using algae as bioabsorbents, such as Chaetocerus sp., Euchema sp., Cladophora glomerata, Euchema isiforme, and Sargassum sp. to reduce cadmium (Cd) concentration in waters.
Read More
S-11769
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Taufik Ashar
KJKMN Vol.2, No.1
Depok : FKM UI, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nesya Dinda Rahmaningtyas; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Hendra, Laksita Ri Hastiti, Dwi Yuliati, Rizki Ananda
Abstrak:
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko kelelahan kerja serta kelelahan kerja kronis dengan human performance pada pekerja industri pengolahan ikan di PT X. Industri pengolahan ikan memiliki karakteristik pekerjaan dengan tuntutan fisik yang tinggi, pekerjaan repetitif, serta paparan lingkungan kerja yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kelelahan kerja kronis yang berhubungan dengan human performance. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 94 responden pekerja di PT X. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, serta pengukuran faktor risiko kerja meliputi faktor individu, faktor fisik, faktor psikososial, dan faktor lingkungan kerja. Kelelahan kerja kronis diukur menggunakan instrumen OFER, kualitas tidur menggunakan PSQI, psikososial menggunakan COPSOQ III, serta human performance diukur melalui indikator at-risk behavior. Data dianalisis menggunakan uji regresi untuk melihat hubungan antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan kerja kronis dengan human performance pada pekerja PT X (p = 0,008) dengan koefisien regresi sebesar -13,11 yang menunjukkan bahwa peningkatan kelelahan kerja kronis berkaitan dengan penurunan skor human performance. Faktor yang paling dominan berkaitan dengan kelelahan kerja kronis adalah kualitas tidur yang buruk (OR = 5,83; 95% CI: 1,73–19,63), tuntutan kerja yang tinggi (OR = 4,43; 95% CI: 1,31–14,90) dan suhu lingkungan kerja yang tidak sesuai (OR = 4,69; 95% CI: 1,11–19,88) menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja kronis. Hasil ini menunjukkan bahwa kelelahan kerja pada pekerja merupakan kondisi multifaktorial yang dipengaruhi oleh interaksi faktor individu, pekerjaan, dan lingkungan serta berasosiasi dengan human performance.

This study was conducted to analyze the relationship between work-related fatigue risk factors and the impact of chronic fatigue on human performance among workers in the fish processing industry at PT X. The fish processing industry is characterized by high physical workload, repetitive tasks, and exposure to environmental conditions that may increase the risk of fatigue and subsequently affect human performance. This study employed a cross-sectional design involving 94 workers at PT X. Data were collected using questionnaires, observations, and measurements of work-related risk factors including individual, physical, psychosocial, and environmental factors. Work fatigue was measured using the OFER instrument, sleep quality using PSQI, psychosocial factors using COPSOQ III, and human performance was assessed through at-risk behavior indicators. Data were analyzed using regression analysis to examine the relationships between variables. The results showed a significant relationship between chronic fatigue and human performance among workers at PT X (p = 0.008), with a regression coefficient of -13.11, indicating that an increase in chronic fatigue is associated with a decrease in human performance scores. The most dominant factors associated with chronic fatigue were poor sleep quality (OR = 5.83; 95% CI: 1.73–19.63), high job demands (OR = 4.43; 95% CI: 1.31–14.90), and inappropriate workplace temperature (OR = 4.69; 95% CI: 1.11–19.88), all of which showed significant relationships with chronic fatigue. These findings indicate that occupational fatigue among workers is a multifactorial condition influenced by the interaction of individual, job-related, and environmental factors, and is associated with human performance.
Read More
T-7697
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cucu Cakrawati; Pembimbing: Dewi Susanna
Abstrak:

Berkembangnya sektor industri di negara kita, selain memberikan dampak positif juga memberikan dampak negatif terutama terhadap lingkungan berupa pencemaran air karena merkuri. Salah satu kota yang berpotensi mengalami pencemaran air adalah Kota Pontianak. Hal ini disebabkan antara lain karena Kota Pontianak merupakan salah satu lokasi penambangan emas.Polutan merkuri di Pulau Kalimantan diperkirakan sebesar 61 ton setiap tahunnya untuk kegiatan penambangan emas skala kecil dan berdasarkan hasil penelitian dari Universitas Tanjungpura pada Bulan Agustus 2000 diketahui bahwa kandungan merkuri di sepanjang Sungai Kapuas dan anak-anak sungainya, serta pada biota sungai (beberapa jenis ikan), dan pada contoh air PDAM telah melebihi ambang batas. Pencemaran tersebut perlu ditangani serius karena Sungai Kapuas sampai saat ini berfungsi sebagai bahan baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pontianak.Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai besarnya pajanan merkuri dalam rambut masyarakat Kota Pontianak. Disamping itu untuk mempelajari hubungan karakteristik responden (umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan lama tinggal) serta kebiasaan makan ikan dengan kadar merkuri dalam rambut.Penelitian ini merupakan analisis data sekunder dari hasil studi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dan Direktorat Penyehatan Air Ditjen P2M & PL tahun 2000, dengan rancangan Cross Sectional, populasi adalah masyarakat Kota Pontianak pelanggan PDAM. Sampel adalah kepala keluarga / anggota keluarga; umur minimal 15 tahun; tinggal minimal 1 tahun: bersedia diambil sampel rambut dan urin yang diambil dengan metode klaster sebanvak 240 responden.Hasil penelitian menunjukan rata-rata kadar merkuri dalam rambut responden 0,9512 µg,/g (95% CI: 0,4534-1,4490), median 0,2900 µg/g, modus 0,00: µg/g, kadar merkuri terendah 0,00 µg/g dan tertinggi 52,57 µg/g. Sebaran kadar merkuri dalam rambut vaitu sebanvak 79 orang mempunyai kadar merkuri antara 0,00-0,09 µg/g 26 orang > 1,47 µg/g, dan sisanya adalah 0,10-1,30 µg/g.Pada kelompok usia 25 - 34 tahun mempunyai proporsi masyarakat yang rambutnya mengandung merkuri lebih besar dibandingkan dengan kelompok umur lainnya. Responden yang frekuensi makan ikan setiap hari memiliki proporsi masyarakat yang rambutuva mengandung merkuri lebih besar dibandingkan dengan kelompok frekuensi makan ikan lainnva. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin, pekerjaan, dan lama tinggal di Pontianak dengan kadar merkuri dalam rambut.Melihat kecenderungan peningkatan pencemaran air karena merkuri, maka perlu ditingkatkan kerjasama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dengan sektor terkait, melakukan sosialisi / penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya akibat pencemaran merkuri, pemeriksaan kadar merkuri secara berkala baik pada air sungai dan ikannya maupun hasil laut, perlu teknologi altematif yang lebih tepat.Perlu dilakukan penelitian yang serupa pada ?kelompok risiko tinggi? yang dilengkapi dengan mengetahui banvaknya ikan yang dikonsumsi setiap hari (beral) serta pemeriksaan kadar merkuri yang terkandung didalamnva. Metoda lain adalah dengan cara melakukan pemeriksaan kadar merkuri dalam rambut responden sentimeter per sentimeter karena setiap sentimeter helai rambut dapat disamakan dengan kira-kira 1 bulan pemajanan.


 

The development of industrial sector in Indonesia, beside its positive impacts, also generates negative impacts on environment such as mercury pollution in water. Pontianak City is one potential area to be polluted by mercury because, among others, Pontianak City is gold mining location.Mercury as pollutant in Kalimantan Island was predicted to be present as many as 61 tones each year for small-scale gold mining activity. Study by Tanjungpura University in August 2000 indicated that mercury level along the Kapuas River and its small canals, and in river biotic (several types of fish), as well as in PDAM (Local Office of Drinking Water) water supply had exceeded the accepted limit. This pollution needs to be seriously handled because Kapuas River is main water provider for PDAM of Pontianak City.This study aims to obtain information on the magnitude of mercury exposure measured in hair mercury level among community of Pontianak City and to understand the relationship between respondent's characteristics (age, sex, working status/job, and length of stay) and fish eating habit with hair mercury level. This study was secondary data analysis from the primary study by Health Office of West Kalimantan and Directorate of Water Hygiene year 2000, employed a cross-sectional design, with community members subscribed to PDAM as population. 240 sample was chosen using cluster method, head/member of a family, minimum age of 15 years old, stay at least 1 year, and willing to participate in hair and urine tests.The results showed that the average mercury level in hair was 0.9512 µg/g (95 % Cl: 0,4534-1,4490), median 0.2900 µg/g, the lowest mercury level was 0.00 µg/g and the highest was 52.57µg/g. The distribution of hair mercury level was 79 respondents had 0,00-0,09 µg/g, 26 respondents had > 1,47 µg/g and the rest had 0,10-1,30 µg/g mercury level.The age group of 25-34 years old had greater proportion of respondents with higher level of hair mercury compared to other age ranges. Respondents who eat fish daily had higher proportion of high hair mercury level compared to other frequency of fish eating.There is no relationship between sex, working status / job, and length of stay in Pontianak with hair mercury level.Observing the increasing trend of water mercury pollution, the collaboration between Health Office of West Kalimantan and other related sectors needs to be improved, as to provide socialization / education to the community members on the dangers of mercury pollution, routine mercury level check both in the river and fish:, and needs more appropriate alternative technology.There is a need to conduct similar research among "the high risk group" including the documentation on how many fish eaten daily (in weight) as well as checking its mercury content. Other method is by examining mercury level in hair centimeter by centimeter because each centimeter of hair shaft equals to a month exposure.

Read More
T-1387
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pratiwi Soni Redha; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Dewi Susana, Budi Hartono, Taohid, Fitriyani Dwi Astuti
Abstrak:
Kota Bandung memiki topografi berupa cekungan dan intensitas hujan yang tinggi sehingga berisiko terhadap terjadinya banjir. Kesiapsiagaan tenaga sanitasi lingkungan dan surveilans di lokasi bencana dipengaruhi oleh karakteristik individu, jalur dan tempat evakuasi, protap penanggulangan banjir, sistem informasi dan komunikasi dan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsigaan tenaga sanitasi lingkungan dan surveilans pusat kesehatan masyarakat terhadap risiko kesehatan dalam bencana banjir di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain crosssectional , teknik pengambilan sampel adalah simple randomed sampling pada 40 Puskesmas di Kota bandung pada bulan mei tahun 2022. Hasil penelitian adalah kesiapsiagaan tenaga sanitasi lingkungan dan surveilans terhadap risiko kesehatam dalam bencana banjir sebesar sebanyak 26 orang (51%), adanya hubungan yag signifikan antara lama bekerja, pelatihan dan biaya operasional terhadap kesiapsiagaan tenaga sanitasi lingkungan dan surveilans Puskesmas terhadap risiko kesehatan dalam bencana banjir di kota Bandung .Lama bekerja dan biaya operasional merupakan faktor dominan yang paling berhubungan. Sarannya dengan memfasilitasi pelatihan terkait penanggulangan kebencanaan ,peningkatan kapasitas profesi, menyediakan tempat dan fasilitas evakuasi, membuat sistem informasi dan komunikasi yang terintegrasi, menyediakan biaya operasional.

Bandung has a topography in the form of basins and high rainfall intensity so that it is at risk of flooding. The preparedness of environmental sanitation and surveillance personnel at disaster locations is influenced by individual characteristics, evacuation routes and places, flood management procedures, information and communication systems and operational costs. This study aims to determine the preparedness of environmental sanitation workers and surveillance of public health centers against health risks in the flood disaster in the city of Bandung. This study used a cross-sectional design, the sampling technique was simple randomed sampling at 40 Public health center in Bandung in May 2022. The result of the study was preparedness environmental sanitation workers and surveillance of public health centers against health risks in the flood disaster are 26 people (51%), there is a significant relationship between length of work, training and operational costs on the preparedness of environmental sanitation workers and Public health center surveillance of health risks in flood disasters in Bandung. Length of work and operating costs are the dominant factors that are most related. Some advice are to facilitate training about disaster management and increase professional capacity , building the evacuation places and facilities, making integrated information and communication systems, also providing operational costs.
Read More
T-6586
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lingkungan & Pembangunan, Vol.12, No. 2 1992: hal. 93-109
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive