Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29482 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yan Bani Luza PW, BudiHaryanto, Syahrizal Syarif
MJKI No.6
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yan Bani Luza Prima Wangsa; Pembimbing: Budi Haryanto, Syahrizal Syarif; Penguji: Ririn Arminingsih Wulandari, Ratu Tri Yulia, Cecep Suherlan Alamsyah
Abstrak: Latar belakang : Kejadian penyakit diare yang dijumpai dalam suatu masyarakat masih cukup tinggi dan kematian karena diare merupakan bagian yang terbesar dari penyebab kematian di Indonesia.

Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara kualitas bakteriologis Escherichia coli dari peralatan makan (piring) balita dan hubungan antara faktor-faktor resiko lingkungan serta faktor-faktor resiko lainnya terhadap kejadian penyakit diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat tahun 2005.

Metode : Menggunakan desain penelitian Cross Sectional, dengan populasi adalah seluruh anak balita yang berumur kurang dari lima tahun dan berdomisili di wilayah kerja puskesmas Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 150 sampel, dan cara pengambilan sampel menggunakan sistematic cluster random sampling dengan terlebih dahulu membuat sampling frame sebelumnya. Sebagai responden adalah ibu yang memiliki anak yang berumur kurang dari 5 tahun. Kualitas bakteriologis peralatan makan dilihat dengan adanya Escherichia coli yang dinilai dengan metode total plate count, menggunakan media agar EMBA (Eosin Methylen Blue Agar) dan inkubator dengan suhu 25oc serta dihitung dengan colony counter. Analisis bivariat dengan uji beda proporsi chi square.

Hasil : Analisis bivariabel diperoleh tidak ada pengaruh kualitas bakteriologis peralatan makan dengan kejadian diare pada balita, namun kondisi pembuangan sampah dan kondisi air kulah yang tidak memenuhi syarat serta higen perorangan ibu yang tidak baik mempunyai pengaruh.

Kesimpulan : Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan di masyarakat secara terus menerus dan berkesinambungan tentang higien perorangan yang baik melalui berbagai media yang ada dan memberikan suatu bentuk stimulan percontohan sarana pembuangan sampah yang memenuhi syarat kesehatan dan juga memberikan pedoman tentang cara-cara penggunaan air kulah yang baik dan menginformasikan dampaknya secara terus menerus dan berkesinambungan, pembinaan dan pengawasan dengan melakukan penyuluhan dan pemantauan penyakit diare dengan ikut serta melibatkan lintas program dan sektor terkait. Selanjutnya perlu dilakukan pula penelitian yang sejenis namun dengan disain penelitian yang lebih kuat seperti studi case control atau cohort, serta meningkatkan jumlah variabel yang secara substansi berpengaruh.

Kata kunci : Kualitas bakteriologis Escherichia coli , diare, faktor resiko lingkungan, faktor resiko lain dan analisis univariat, analisis bivariat serta uji chi square.
Background : The incident of diarrhea found in community still quite high and mortality due to diarrhea take bigger part on cause of death in Indonesia

Objective : To evaluate the relation between Escherichia coli bacteriological quality of infant utensil of eating, environment risk factor and other risk factor with incident of infant diarrhea disease within working area of Puskesmas Sukaresmi at Cianjur District, Province West Java Year 2005.

Methods : Cross Sectional design researches is used, with working population is all infant below five years old and domicile within working area of Puskesmas Sukaresmi in Cianjur district, Province West Java. Total samples were taken 150 samples and data were collected by sistematic cluster random sampling , with pre-prepared sampling frame. The respondents are mothers with infant below 5 years old.. Bacteriological quality of infant utensil of eating was determined by the presence of Escherichia coli which judged using total plate count method, method utilize gel media EMBA (Eosin Methylen Blue Agar) and 25oC incubator and counted using colony counter. Analysis bivariat with chi square proportional differential test.

Results : Analysis bivariat result show that bacteriological quality of infant utensils of eating has no effect with infant diarrhea incidents, however the below standard garbage dumpster and ?kulah? water condition altogether with poor mothers individual hygiene has effect.

Conclusions : Its deem necessary to continually improve community knowledge on good individual hygiene through various available media and giving a stimulant of the exile garbage and administer some form of stimulant such as model on hygienic qualified garbage dumpster facility, guidance on method of good "kulah" water usage along with its impacts by continuously and sustainability. Education and monitoring of diarrhea incidents which involve integrated cross program and inter sector participation is needed in order to promote and supervise this program.. Beside that it's also necessary to conduct similar research but with stronger design research approach such as case control or cohort study, also with increase on numbers of variable which has substantial effect.

Key word : Escherichia coli bacteriological quality, diarrhea, environment risk factor, other risk factor, and univariat analysis, bivariat analysis, also bivariat analysis with chi square test
Read More
T-2175
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R. Sjaefudin; Pembimbing: Budi Haryanto, Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Hendri Hendriyan, Ubbay Ujziana
T-2390
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desi Ermaleni BR Ginting; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Suyud Waryo Utomo, Agus Saefudin
Abstrak: Tempat Pembuangan Akhir Sampah Terjun dikelola dengan sistem open dumping, sehingga akan menghasilkan lindi yang dapat mencemari air tanah. Salah satu efek dari kualitas air yang buruk adalah diare. Ditujukan untuk menganalisis hubungan kualitas bakteriologis air bersih terhadap kejadian diare pada penduduk sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah. 
Studi cross sectional dilakukan selama 1 bulan. 210 responden dipilih secara sampling acak proporsional stratifikasi. Memeriksa kualitas air bersih secara fisika, kimia dan bakteriologis berdasarkan jarak dari TPA kurang dari 300 meter, 300-600 meter, lebih dari 600 meter, dan melakukan wawancara. 
 
Studi ini menunjukan hubungan yang signifikan antara kualitas bakteriologis air dengan kejadian diare, nilai p = 0,004, OR=3,188. Faktor lain yang mempengaruhi kejadian diare adalah jarak tempat tinggal ke TPA kurang dari 300 meter, nilai p=0,0046, OR=2,607, jarak tempat tinggal ke TPA 300-600 meter, nilai p= 0,006, OR=2,324, perilaku cuci tangan, nilai p=0,000, OR = 5,154 dan pendidikan, nilai p=0,019, OR = 2,059.
 
 
Kualitas bakteriologis air bersih berhubungan dengan kejadian diare. Disarankan melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang mencegah kontaminasi air bersih dan mengolah air gambut untuk air minum.
 

Final Disposal Place managed by open dumping system, so will produce leachate that can pollute ground water. Diarrhea is one of the bad water quality impacts. The purpose of this study is to analyze correlation of quality bacteriological clean water with the incidence of diarrhea in the society around Final Disposal Place in Terjun Medan Marelan.
 
Cross sectional study was done by one month. 210 respondents selected by proportionated stratification. To investigate the clean water quality physically, chemically and bacteriologically, based on the distance from the landfill less than 300 meters, 300-600 meters, more than 600 meters, and interviews.
 
 
The study shows the significant correlation of bacteriology water quality and diarrhea, the p-value= 0,004, OR=3,188. Other factors causing diarrhea are living place distance to Final Disposal Place with p= 0,0046, OR=2,607, for less than 300 metres, p-value = 0,006, OR=2,324, for 300-600 metres, handwashing behavior, pvalue=0,000, OR = 5,154, and education with p-value = 0,019, OR = 2,059.
 The bacteriology water quality shows the significant correlation with the incidence of diarrhea. Suggested to socialization about preventing contamination of clean water and treat water peat for drinking water.
Read More
S-7368
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Asnawi; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Laila Fitria, Nanang Sunarya
S-4989
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M.R.Th. Ida Leida; Pembimbing: Bambang Sutrisna
T-501
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Rahmawaty; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
S-3961
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retno Juli Siswantari; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Ema Hermawanti, Laila Fitria, Bambang Setiaji
Abstrak: Diare masih menjadi masalah di Indonesia dan merupakan penyebab kematian pertama pada kelompok umur balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi sanitasi dan perilaku higiene ibu dengan kejadian diare balita di Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini merupakan analisis lanjut dari studi EHRA Kabupaten Sukabumi tahun 2013. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dengan pemilihan sampel metode purposive sampling. Uji statistik menggunakan chi square dengan sistem regresi logistik ganda model prediksi. Hasil penelitian didapatkan 25% balita terkena diare. Dari analisis bivariat didapat variabel yang signifikan mempengaruhi diare balita adalah sarana air bersih (p value 0,002) dengan OR 2,669 (CI 95% 1,44-4,93) dan variabel jarak septik tank-sumur gali (p value 0,000) OR 4,84 (CI 95% 2,15- 10,93). Hasil multivariat menunjukkan bahwa jarak sumur gali-septik tank adalah yang utama mempengaruhi diare balita (p value 0,000) OR 5,22.
Kesimpulan: dalam penelitian ini jarak antara sumur gali-septik tank sangat berpengaruh besar terhadap kejadian diare balita. Balita dalam rumah tangga yang menggunakan sumur gali dengan jarak kurang dari 10 meter dari septic tank memiliki risiko 5,221 kali untuk menderita diare dibandingkan jika jarak ≥ 10 meter. Oleh karena itu diperlukan penyuluhan atau sosialisasi tentang sarana sumur gali dengan septik tank yang memenuhi syarat. Jika kondisi lahan tidak memungkinkan maka perlu dikembangkan alternatif seperti septik tank komunal atau sistem IPAL terpusat oleh sektor terkait. Kata Kunci : Diare, balita, sanitasi
Read More
T-4405
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriyani; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Eddy Saidy
S-4197
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yeni Suryamah; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, SUdarto Ronoatmodjo, Emita Aziz, Rusli
T-4487
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive