Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 1304 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hidayati
MJKI No.7
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
MJKI No.3, Tahun XL
Jakarta : Medika Media Mandiri, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdul Salam ... [et al.]
JRI Vol.18, No.1
Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 1998
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sahril Ramadhan, Yanri Wijayanti Subronto, Ari Probandari
MPPK Vol.29, No.2
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2019
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raisa Afni Afifah; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Tri Krianto, Fiena Fithriah, Ratna Diliana Sagala
Abstrak: abstrak Indonesia saat ini menempati peringkat ke-2 sebagai negara dengan beban kasus TB terbesar di dunia, termasuk TB resistan obat. Pengobatan TB resistan obat memiliki periode yang lebih lama dan efek samping yang lebih berat. Keberhasilan pengobatan TB resistan obat di Indonesia juga masih belum optimal yaitu 51% pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan keberhasilan pengobatan TB resistan obat di DKI Jakarta tahun 2014-2015. Desain studi penelitian ini adalah kohort retrospektif dengan sumber data utama yaitu e-TB manager Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis fasilitas layanan kesehatan dan keteraturan pengobatan merupakan determinan keberhasilan pengobatan TB resistan obat di DKI Jakarta. Upaya peningkatan keberhasilan pengobatan TB resistan obat perlu didukung dengan memperluas layanan pengobatan dan memperkuat kordinasi antara fasyankes rujukan dan satelit. Kata kunci: tuberkulosis; tuberkulosis resistan obat; keberhasilan pengobatan. ABSTRACT Indonesia is currently at 2nd rank as the country with the largest burden of TB cases in the world, including drug-resistant TB. Treatment of drug resistant TB has a longer period and more severe side effects. The success rate of drug-resistant TB treatment also still quite low (51%) in 2016. This study aims to determine the determinants of successful treatment of drug resistant TB in Jakarta in 2014-2015. The study design of this study is a retrospective cohort with the main data source is e-TB manager of DKI Jakarta Health Office. The results showed that the type of health care facility and the regularity of treatment is the determinant of the success of drug resistant TB treatment in DKI Jakarta. Efforts to improve the success of TB drug resistant treatment should be supported by expanding treatment services and strengthening coordination between referral and satellite facilities. Key words: tuberculosis; drug-resistant tuberculosis; successful treatment
Read More
T-5379
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Annisa; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono, Artha Prabawa; Penguji: Martya Rahmaniati Mskful, Suhardini, Diah Handayani
Abstrak: Resistensi obat merupakan masalah baru dalam program eliminasi TB yang disebut TB resisten obat. Pengobatan TB resisten obat di Indonesia dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan rujukan dan fasilitas pelayanan kesehatan satelit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas pelayanan kesehatan terhadap keberhasilan pengobatan pasien TB resisten obat di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2019 di Subdit-TB, Direktorat P2PML, Kementerian Kesehatan RI. Desain studi penelitian ini adalah kohort restrospektif. Jumlah sampel sebanyak 4288 orang, diseleksi menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menyelesaikan pengobatan di fasilitas pelayanan kesehatan satelit sebanyak 97,20% dan di fasilitas pelayanan kesehatan rujukan sebanyak 2,8%. Proporsi keberhasilan pengobatan sebesar 53,2% dengan kumulatif hazard keberhasilan pengobatan sebesar 5,43 di akhir pengamatan selama 36 bulan pengamatan
Read More
T-5649
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elizabeth Wulandari; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Woro Riyadina
Abstrak:

Provinsi DKI Jakarta merupakan salah satu dari 4 Provinsi di Indonesia yang menjadi tempat implementasi awal dari penerapan penggunaan paduan BPaL (Bedaquiline, Pretomanid, Linezolid) untuk pengobatan TB RO dalam tatanan penelitian operasional. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan keberhasilan pengobatan pasien TB RO pada penggunaan Bedaquiline dalam paduan pengobatan dengan keberhasilan pengobatan pasien TB RO tanpa Bedaquiline dalam paduan pengobatan. Penelitian menggunakan rancangan kohort retrospektif dan analisis datanya dengan analisis survival dari data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Provinsi DKI Jakarta tahun 2020 – 2023. Hasil penelitian: Pada pola resistansi Monoresistan, Rifampisin Resistan, Poliresistan dan Multidrugs Resistant keberhasilan paduan pengobatan yang menggunakan Bedaquiline tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan keberhasilan pengobatan menggunakan paduan tanpa Bedaquiline setelah dikontrol oleh variabel jenis paduan pengobatan (HR 1,01; 95% CI 0,79 -1,29; p-value= 0,939). Pada pola resistansi pre-Extensively Drug Resistant dan Extensively Drug Resistant, keberhasilan paduan pengobatan menggunakan Bedaquiline juga tidak berbeda bermakna bila dibandingkan keberhasilan paduan pengobatan tanpa Bedaquiline dengan mempertimbangkan jenis paduan pengobatan (HR 1,14; 95% CI 0,34 – 3,82; p-value= 0,835). Diharapkan tenaga kesehatan tetap memberikan edukasi pentingnya kepatuhan regimen pengobatan dan dukungan sosial serta psikologis kepada pasien untuk menbantu pasien tetap konsisten menjalani pengobatan.


DKI Jakarta Province is one of 4 Provinces in Indonesia for the initial implementation site of the BPaL (Bedaquiline, Pretomanid, Linezolid) combination for treating DR-TB (Drug Resistant Tuberculosis) in an operational research order. The study aimed to compare the success of treatment of TB RO patients with the use of Bedaquiline in the treatment combination with the success of treatment of TB RO patients without Bedaquiline in the treatment combination. The study used a retrospective cohort design and data analysis with survival analysis from the Tuberculosis Information System (SITB) data of DKI Jakarta Province in 2020 – 2023. Results of the study shows that in Monoresistant, Rifampicin Resistant, Polyresistant and Multidrugs Resistant resistance patterns, the success of treatment combination using Bedaquiline did not show a significant difference with the success of treatment combination without using Bedaquiline after being controlled by treatment combination type variable (HR 1.01; 95% CI 0.79 -1.29; p-value = 0.939). In pre-Extensively Drug Resistant and Extensively Drug Resistant resistance patterns, the success of treatment combination using Bedaquiline was also not significantly different when compared to the success of the treatment combination without Bedaquiline after being controlled by treatment combination type variable (HR 1.14; 95% CI 0.34 – 3.82; p-value = 0.835). Health workers are expected to continue providing education on the importance of compliance with treatment regimens and giving social and psychological support to patients in order to maintain patient’s consistency in undergoing treatment.

Read More
T-6981
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Manggala Putra; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda; Meilina Farikha, Murni Luciana Naibaho
Abstrak:
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular dari percikan droplet melalui transmisi udara. TB menjadi salah satu penyakit infeksius agent penyebab kematian utama di dunia. Pengobatan menjadi salah satu kunci utama dalam pengendalian TB. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran masalah serta determinan yang memengaruhi keberhasilan pengobatan pada pasien TB SO di Provinsi DKI Jakarta tahun 2021. Desain studi penelitian menggunakan cross-sectional deskriptif dengan total sampling yaitu seluruh kasus terkonfirmasi positif TB SO (24.001 kasus) di provinsi DKI Jakarta tahun 2021. Data merupakan data sekunder laporan TB 03 SO dari SITB. Analisis data yang digunakan ialah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif statistik. Hasil menunjukkan bahwa angka keberhasilan pengobatan pasien TB SO adalah 82%. Diketahui bahwa sebagian besar pasien berjenis kelamin laki-laki (55,3%), termasuk dalam kelompok lansia (34%), dengan klasifikasi anatomi TB paru (90%), tidak bekerja (42,4%), menjalani pengobatan di rumah sakit (55,9%) di wilayah Jakarta Timur (28,6%), dan menggunakan paduan OAT kategori 1 (85,8%). Usia dan jenis fasilitas kesehatan berobat merupakan faktor yang paling memengaruhi keberhasilan pengobatan pasien TB SO. Pasien dengan usia44 tahun (aOR = 2,281; 95% CI 2,074-2,509). Serta pada pasien yang menjalani pengobatan di puskesmas memiliki peluang 2 kali lebih besar untuk keberhasilan pengobatan TB SO dibandingkan pasien yang menjalani pengobatan di rumah sakit (aOR= 2,272; 95% CI 2,101-2,457). Diharapkan fasilitas kesehatan dapat memaksimalkan pengobatan TB sesuai standar, serta memaksimalkan peran pengawas menelan obat (PMO), selain itu perlu meningkatkan peran Puskesmas sebagai tempat yang aman dan terpercaya dalam pengobatan TB SO. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta diharapkan terus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan dan pengobatan TB SO melalui penyuluhan dan promosi kesehatan yang berfokus pada usia dengan tingkat keberhasilan pengobatan TB yang rendah.

Tuberculosis (TB) is an infectious disease transmitted from droplet splashes through airborne transmission. TB is one of the infectious agents causing death in the world. Treatment is one of the main keys in TB control. The objective of this research was to describe the issues and determinants that influenced treatment success for drug sensitive (DS) TB patients in DKI Jakarta province in 2021. The descriptive cross-sectional study design with total sampling was used, which included all confirmed cases of DS TB (24,001 cases) in DKI Jakarta province in 2021. The data is secondary data from SITB's TB 03 SO report. The data was analyzed using descriptive analytic techniques with a statistical quantitative approach. According to the findings, 82% of DS TB patients are successfully treated. The majority of patients were male (55.3%), elderly (34%), had pulmonary tuberculosis (90%), were unemployed (42.4%), were receiving treatment at a hospital (55.9%), lived in the East Jakarta area (28.6%), and used category 1anti-tuberculosis drugs (85.8%). The factors that most influence the success of treating DS TB patients are age and type of health care facility. Patients 44 years old (aOR = 2.281; 95% CI 2.074-2.509). Furthermore, patients treated at the public health center (puskesmas) have a twofold higher chance of completing DS TB treatment than patients treated at the hospital (aOR = 2.272; 95% CI 2.101-2.457). It is hoped that health facilities will be able to maximize DS TB treatment in accordance with standards, as well as the role of Drug Swallowing Control (PMO). Furthermore, the Puskesmas' role as a safe and trusted facilities for DS TB treatment must be expanded. It is hoped that the DKI Jakarta Provincial Health Office will continue to raise public awareness of tuberculosis prevention and treatment through counselling and health promotion aimed at the age group with the lowest DS TB treatment success rate.
Read More
T-6544
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meiyanti; Promotor: Dumilah Ayuningtyas; Kopromotor: Besral, Rina Kurniasri Kusumaratna; Penguji: Adang Bachtiar, Raden Rara Diah Handayani, Vivian Soetikno, Maxi Rein Rondonuwu, Henry Candra
Abstrak:
Angka keberhasilan pengobatan Tuberkulosis Indonesia tahun 2023 belum mencapai target 90%. Keberhasilan pengobatan berdampak terhadap penurunan penyebaran infeksi dan kasus resistensi obat, sehingga perlu untuk memprediksi keberhasilan pengobatan lebih dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendekatan pembelajaran mesin untuk prediksi keberhasilan pengobatan. Penelitian ini menggunakan data kohort Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Indonesia. Pasien usia produktif (15-64 tahun) terdiagnosis tuberkulosis sensitif obat dan mendapatkan pengobatan dari 1 Januari 2020 sampai 31 Desember 2023 diikutsertakan dalam penelitian ini. Data dikelompokkan secara acak ke dalam set data pelatihan untuk membangun model (80%) dan set data pengujian untuk validasi model (20%), dan dilakukan validasi silang untuk data. Algoritma yang digunakan meliputi decision tree, random forest, multilayer perceptron, extreme gradient boosting, dan logistic regression. Dilakukan konsensus untuk pengambilan keputusan variabel yang diperlukan dalam melakukan pemodelan berbasis pembelajaran mesin dari data SITB untuk memprediksi keberhasilan pengobatan dengan menggunakan metode Delphi. Hasil dari penelitian model algoritma pembelajaran mesin random forest menunjukkan kinerja terbaik dan akurasi tertinggi dalam memprediksi keberhasilan pengobatan. Aplikasi prediksi berbasis pembelajaran mesin dapat memberikan prediksi dini dengan interpretasi berbasis SHAP (SHapley Additive ExPlanations) yang memudahkan tenaga kesehatan dalam mengambil keputusan.

The tuberculosis treatment success rate in Indonesia in 2023 did not reach the 90% target. Treatment success impacts the reduction of infection spread and drug resistance cases, making early prediction of treatment success crucial. This study aims to develop a machine-learning model to predict treatment success. Data from Indonesia's Tuberculosis Information System (SITB) cohort was used. The study included productive-age patients (15-64 years) diagnosed with drug-sensitive tuberculosis who received treatment from January 1, 2020, to December 31, 2023. Data was randomly split into training (80%) and testing (20%) sets for model validation, with cross-validation performed. The algorithms used include decision tree, random forest, multilayer perception, extreme gradient boosting, and logistic regression. A consensus was reached for decision-making variables required in performing machine learning-based modeling of SITB data to predict treatment success using modeling of SITB data to predict treatment success using the Delphi method. The results of the study show that the random forest machine learning algorithm had the best performance and highest accuracy in predicting treatment success. This machine learning–based prediction tool can provide early predictions with SHAP (SHapley Additive ExPlanations) interpretation, helping healthcare workers make informed decisions more easily.

 

Read More
D-573
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.42, No.8, Agt. 1992, hal. 471-475
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive