Ditemukan 23455 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Sasaran penerima makanan tambahan pemulihan (PMTP) dan faktor-faktor yang mempengaruhinya: seri gizi
Iman Sumarno
Seri Gizi 11
Bogor : P3G, 1988
Laporan Penelitian Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Herman Sudiman
Seri Gizi 11
Bogor : P3G, 1988
Laporan Penelitian Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nia Kurniasari; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti
S-1929
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dyah Santi Puspitasari; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti
S-1598
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andri Gustiadi; Pembimbing: Supriyanto Rijadi; Penguji: Pujiyanto, Iih Supiasih
S-6408
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mischa Ezelli; Pembimbing: Nurul Dina Rahmawati; Penguji: Fathimah S. Sigit, Fajrinayanti
Abstrak:
Read More
Malnutrisi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama pada balita di Indonesia meskipun berbagai intervensi gizi, termasuk Program Pemberian Makanan Tambahan Lokal (PMT Lokal), telah dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perbaikan status gizi balita usia 6–59 bulan penerima PMT Lokal pada puskesmas terpilih di Kota Depok tahun 2026. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dilakukan pada 104 balita yang dipilih menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, recall konsumsi pangan 24 jam, penilaian keberagaman pangan, kuesioner ketahanan pangan rumah tangga, dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan uji perbandingan berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan pada indikator status gizi setelah pelaksanaan PMT Lokal. Rata-rata berat badan meningkat dari 12,3 ± 2,471 kg menjadi 12,7 ± 2,549 kg (p<0,001), rata-rata tinggi badan meningkat dari 89,8 ± 9,999 cm menjadi 90,8 ± 10,279 cm (p<0,001), rata-rata z-score BB/U meningkat dari -0,92 ± 0,630 menjadi -0,74 ± 0,706 (p<0,001), rata-rata z-score PB/U atau TB/U meningkat dari -1,14 ± 0,881 menjadi -0,98 ± 1,038 (p=0,003), serta rata-rata z-score BB/PB atau BB/TB meningkat dari -0,45 ± 0,663 menjadi -0,30 ± 0,836 (p=0,001). Secara keseluruhan, sebanyak 76,0% balita mencapai perbaikan status gizi. Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat kunjungan posyandu dengan perbaikan status gizi (p=0,042; OR=3,095; 95% CI: 1,154–8,303), serta antara riwayat pneumonia dan/atau tuberkulosis dengan perbaikan status gizi (p=0,029; OR=0,136; 95% CI: 0,023–0,796). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara perbaikan status gizi dengan karakteristik pelaksanaan PMT, daya terima PMT, asupan makan, keberagaman pangan, karakteristik dan pengetahuan pengasuh, status imunisasi, diare, ISPA, ketahanan pangan rumah tangga, maupun perilaku hidup bersih dan sehat. Penguatan partisipasi posyandu serta pencegahan penyakit infeksi berpotensi meningkatkan efektivitas PMT Lokal dalam memperbaiki status gizi balita.
Malnutrition remains a major public health problem among children under five in Indonesia, despite the implementation of various nutrition interventions, including the Local Supplementary Feeding Program (Pemberian Makanan Tambahan Lokal/PMT Lokal). This study aimed to analyze factors associated with nutritional status improvement among children aged 6–59 months receiving PMT Lokal at selected public health centers in Depok City in 2026. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted among 104 children selected through total sampling. Data were collected through anthropometric measurements, interviews using structured questionnaires, 24-hour food recall, food diversity assessment, household food security questionnaires, and observation sheets. Data were analyzed using univariate, bivariate, and paired comparison analyses. The results showed significant improvements in nutritional indicators following the PMT Lokal program. Mean body weight increased from 12.3 ± 2.471 kg to 12.7 ± 2.549 kg (p<0.001), mean height increased from 89.8 ± 9.999 cm to 90.8 ± 10.279 cm (p<0.001), mean weight-for-age z-score improved from -0.92 ± 0.630 to -0.74 ± 0.706 (p<0.001), mean height-for-age z-score improved from -1.14 ± 0.881 to -0.98 ± 1.038 (p=0.003), and mean weight-for-height z-score improved from -0.45 ± 0.663 to -0.30 ± 0.836 (p=0.001). Overall, 76.0% of children achieved nutritional status improvement. Significant associations were found between routine attendance at integrated health posts (posyandu) and nutritional status improvement (p=0.042; OR=3.095; 95% CI: 1.154–8.303), as well as between a history of pneumonia and/or tuberculosis and nutritional status improvement (p=0.029; OR=0.136; 95% CI: 0.023–0.796). No significant associations were observed between nutritional status improvement and PMT implementation characteristics, acceptability, dietary intake, food diversity, caregiver characteristics and knowledge, immunization status, diarrhea, acute respiratory infections, household food security, or clean and healthy living behaviors. Strengthening posyandu participation and preventing infectious diseases may enhance the effectiveness of PMT Lokal in improving child nutritional status.
S-12399
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kamaluddin Latief; Pembimbing: Endang L. Achadi
S-3494
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Stephanie Yesica; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Trini Sudiarti, Eko Prihastono, Fajrinayanti
Abstrak:
Tesis ini membahas program pemberian makanan tambahan berupa biskuit pabrikan bagi balita gizi kurang (pengukuran perbandingan berat badan menurut panjang atau tinggi badan balita) yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia sejak tahun 2004 - 2022. Pada praktiknya Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) berupa biskuit pabrikan juga diberikan bagi balita dengan berat badan kurang (pengukuran perbandingan berat badan menurut umur). Perlu adanya analisis untuk mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan dengan Prevalensi Balita Berat Badan Kurang dan Gizi Kurang di Indonesia Tahun 2022. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dengan desain cross-sectional. Data yang digunakan adalah Data Sekunder Sigizi Terpadu / EPPGBM dari Kementerian Kesehatan RI. Data tersebut meliputi jumlah balita penerima PMT-P dan balita dengan berat badan sangat kurang (severely underweight), berat badan kurang (underweight) dan gizi kurang (moderate wasted) seluruh provinsi di Indonesia tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pemberian makanan tambahan dengan prevalensi balita berat badan kurang (underweight) nilai P = 0,026 (CI = 0,007-0,101), sangat kurang (severely underweight) nilai P = 0,026 (CI = -0,101 s/d -0,007) dan gizi kurang (moderate wasted) nilai P = 0,021(CI = 0,056-0,650). Seluruh nilai P <0.005 menunjukkan ada hubungan prevalensi balita berat badan kurang dan gizi kurang. Penelitian menyarankan program pemberian makanan tambahan berupa biskuit dilanjutkan diikuti dengan program pendekatan keluarga bagi balita gizi kurang dan adanya penambahan pelaporan faktor determinan kejadian balita gizi kurang di aplikasi EPPGBM.
---
This thesis discusses the supplementary feeding program in the form of manufactured biscuits for malnourished toddlers (measurement of the ratio of body weight according to the length or height of toddlers) that has been carried out by the Government of Indonesia from 2004 - 2022. In practice, supplementary feeding in the form of manufactured biscuits is also given to toddlers with underweight (a measure of the ratio of body weight to age). An analysis is needed to determine the relationship between supplementary feeding and the Prevalence of Underweight and Malnourished Children in Indonesia in 2022. This research is a quantitative study using secondary data with a cross-sectional design. The data used is Integrated Nutrition Secondary Data / EPPGBM from the Indonesian Ministry of Health. The data includes the number of toddlers receiving PMT-P and severely underweight, underweight and wasted toddlers in all provinces in Indonesia in 2022. The results show that there is a relationship between supplementary feeding and prevalence of underweight toddlers P value = 0.026 (CI = 0.007-0.101), severely underweight P value = 0.026 (CI = -0.101 to -0.007) and moderate wasted P value = 0.021(CI = 0.056-0.650). All P values <0.005 indicated that there was a relationship between the prevalence of underweight and malnutrition. The research suggested that the supplementary feeding program in the form of biscuits be continued followed by a family approach program for undernourished toddlers and additional reporting of the determinants of the incidence of undernourished toddlers in the EPPGM application.
Read More
T-6761
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Veronoca Cresiana; Amal C. Sjaaf; Peter albert W. Pattinama, Maiyanti Aziz
S-4618
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ony Linda; Pembimbing: Endang L. Achadi
S-1093
Depok : FKM UI, 1997
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
