Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34947 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Albiner Siagian, Jumirah, Fourgelina Tampubolon
KJKMN Vol.4, No.6
Depok : FKM UI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imam Aulia; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Fatmah, Mohamad Nasir
S-7116
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niswatun Nafi'ah; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dian Ayubi, Triyanti, Junaidah, Abur Mustikawanto
Abstrak:
Perilaku sedentari merupakan faktor risiko gangguan metabolisme tubuh seperti: obesitas, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes melitus, serta berkaitan dengan gejala depresi dan kecemasan pada remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran perilaku sedentari siswa SLTA di Kecamatan Tajurhalang Kabupaten Bogor tahun 2023 dan determinannya. Penelitian dengan desain cross sectional. Sampel sebesar 240 siswa diambil secara proportional random sampling pada 16 sekolah. Pengumpulan data dengan cara responden mengisi sendiri kuesioner yang diadaptasi dari The Adolescent Sedentary Activity Questionnaire. Analisis univariat, bivariat (Chi Square), dan multivariat (regresi logistik ganda) dilakukan pada penelitian ini. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 58,8% siswa berperilaku sedentari kategori tinggi (≥6 jam/hari). Faktor individu yang berhubungan dengan perilaku sedentari siswa adalah jenis kelamin dan status ekonomi keluarga. Faktor interpersonal yang berhubungan dengan perilaku sedentari adalah pola asuh orang tua dan dukungan teman sebaya, sedangkan peraturan sekolah merupakan variabel confounding. Jenis kelamin adalah faktor yang dominan berhubungan dengan perilaku sedentari siswa, siswa perempuan berpeluang hampir 12 kali untuk berperilaku sedentari tinggi dibanding siswa laki-laki (OR=11,8; 95% CI=5,829–23,934) setelah dikontrol oleh status ekonomi keluarga, pola asuh orang tua, dukungan teman sebaya dan peraturan sekolah. Untuk itu, Dinas kesehatan dan Puskesmas perlu mengoptimalkan peran dan fungsi edukasi pencegahan perilaku sedentari siswa serta menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama agar upaya pencegahan perilaku sedentari dapat maksimal.

Sedentary behavior is a risk factor for metabolic disorders such as obesity, high cholesterol, hypertension, diabetes mellitus, and is associated with symptoms of depression and anxiety in adolescents. The research objective was to describe the sedentary behavior of high school students in Tajurhalang District, Bogor Regency in 2023 and its determinants. Research with cross sectional design. A sample of 240 students was taken by proportional random sampling in 16 schools. Data collection by means of respondents filling out a questionnaire adapted from The Adolescent Sedentary Activity Questionnaire. Univariate, bivariate (Chi Square), and multivariate (multiple logistic regression) analyzes were performed in this study. The results of the study found that 58.8% of students behaved sedentarily in the high category (≥6 hours/day). Individual factors related to students' sedentary behavior are gender and family economic status. Interpersonal factors related to sedentary behavior are parenting and peer support, while school regulations are confounding variables. Gender is the dominant factor related to students' sedentary behavior, female students are almost 12 times more likely to have high sedentary behavior than male students (OR=11.8; 95% CI=5.829–23.934) after being controlled by family economic status, pattern parenting, peer support and school rules. For this reason, the Health Service and Community Health Centers need to optimize the role and function of education to prevent sedentary behavior in students and collaborate with the Education Office and the Ministry of Religion so that efforts to prevent sedentary behavior can be maximized
Read More
T-6617
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ari Nofitasari; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Anies Irawati
S-4090
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahya Ning Fitri; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Itje Aisah Ranida
S-7090
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yohanes Kristianto, Bastianus Doddy Riyadi, Annasari Mustafa
KJKMN Vol.7, No.11
Depok : FKM UI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
BALABA ( Jur. Lit. Peng. Peny. Bersumber Binatang Banjarnegara ), Vol. 13, No.1, Juni 2017. Hal. 1-10
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rayi Kinanti Anandilla; Pembimbng: Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Yuwanita Karlina
Abstrak:
Penyakit akibat pangan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan rendahnya penerapan higiene dan sanitasi pangan serta perilaku konsumsi yang kurang selektif, khususnya pada konsumsi makanan jajanan kaki lima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan konten ulasan makanan di TikTok dengan perilaku selektif konsumsi makanan jajanan kaki lima pada remaja dan dewasa muda di Provinsi DKI Jakarta tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring kepada 207 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik ganda metode Backward Likelihood Ratio (LR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,2% responden telah terpapar konten ulasan makanan di TikTok dan 52,7% memiliki perilaku selektif yang baik. Analisis bivariat menunjukkan bahwa paparan konten, jenis kelamin, dan pengetahuan keamanan pangan memiliki hubungan signifikan dengan perilaku konsumsi (p < 0,05), sedangkan usia dan pendidikan yang sedang ditempuh tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan keamanan pangan merupakan faktor yang paling dominan (OR = 10,526), diikuti oleh paparan konten ulasan makanan di TikTok (OR = 3,484), dan jenis kelamin (OR = 2,341). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa paparan konten digital dan faktor individu berperan dalam membentuk perilaku selektif konsumsi makanan jajanan kaki lima. Oleh karena itu, pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi keamanan pangan perlu dioptimalkan guna meningkatkan pengetahuan serta mendorong perilaku konsumsi yang lebih aman serta sehat pada remaja dan dewasa muda.

Foodborne diseases remain a public health concern associated with inadequate food hygiene and sanitation practices as well as less selective consumption behavior, particularly in the consumption of street food. This study aimed to analyze the relationship between exposure to food review content on TikTok and selective consumption behavior of street food among adolescents and young adults in DKI Jakarta Province in 2026. This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach. Data were collected through an online questionnaire from 207 respondents who met the inclusion criteria. Data analysis was conducted using univariate analysis, bivariate analysis with the chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression with the Backward Likelihood Ratio (LR) method. The results showed that 51.2% of respondents had been exposed to food review content on TikTok and 52.7% demonstrated good selective consumption behavior. Bivariate analysis indicated that content exposure, gender, and food safety knowledge were significantly associated with consumption behavior (p < 0.05), while age and current educational level were not significantly associated. Multivariate analysis revealed that food safety knowledge was the most dominant factor (OR = 10.526), followed by exposure to TikTok food review content (OR = 3.484) and gender (OR = 2.341). These findings suggest that digital content exposure and individual factors play a role in shaping selective street food consumption behavior. Therefore, optimizing the use of social media as a platform for food safety education is necessary to improve knowledge and promote safer and healthier consumption behavior among adolescents and young adults.
Read More
S-12233
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ito Leiliana Warnani Harahap; Pemb. Fatmah; Penguji: Trini Sudiarti, Ahmad Syafiq, Hardinsyah, Een Nuraeni
T-3943
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
koran kompas 2010: hal 08
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive