Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38286 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Endah Purwanti, Dian Ayubi
JKM Vol.02, No.02
Padang : FK Unand, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endah Purwanti; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Dian Ayubi; Penguji: Agustin Kusumayati, Eni Gustina, Yunimar Usman
T-2671
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oka Beratha, IB Wirakusuma, Adnyana Sudibya
PHPMA-Vol.1/No.1
Denpasar : Pascasarjana Universitas Udayana, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Halim Wajdi; Pembimbing: Tri Krianto
S-1767
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jonni Syah R. Purba; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Anwar Hasan, Yayuk Hartriyanti, Muryati Sihombing, Bambang Haryanto
Abstrak:
ABSTRAK Program gizi di Indonesia dilaksanakan oleh Departemen Keschatan Republik Indonesia bemxjuan menurunkan angka penyakit kurang gizi yang terdiri dari Gangguan Akibat Kekurangan lodium (GAKI), Kurang Energi Protein (KEP), Anemia Gizi Besi (AGB) dan Kekgrangan Vitamin A (KVA). Upaya ini diharapkan dapat mcndukung akselerasi penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI). Petugas Gizi Puskcsmas sebagai salah sam tenaga terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya di bidang gizi harus mernpunyai upaya yang baik agar program gizi bisa berhasil, tetapi temyata di Kota Pontianak dan Kabupalen Pontianak pcncapaiannya masih rendah akibat proses pelaksanaan kcgiatan oleh Petugas Gizi Puskesmas masih mcnunjukkan kinerja rendah. Bcrkenaan dengan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan mengetahui falctor-faktor yang diperkirakan mempunyai hubungan dengan kinexja Petugas Gizi Puskcsmae di Kota Pontianak dan Kabupaten Pontianak. Penelitian ini diiakukan d§ Puskesmas Kota Ponnanak dan Kabupaten Pontianak pada bulan Oktober sampai Nopember 2000. Sampel penelilian adalah seluruh petugas gizi utama yang benugas di`Puskesmas Kota Pontia|1ak dan Kabupaten Pontianak sebanyak 62 orang. J enis penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Analisis yang digunakan adaiah analisis univadat, bivariat dan multi variat : distribusi fre!-ruensi, chi-square dan rcgresi logistik. I-Iasil pcnclitian ini menunjukkan bahwa kinerja petugas gizi masih rendah. Dari analisa bivariat didapat faktor yang berhubungan dengan kinelja petugas gizi (p < 0,05) adalah motivasi, pcngetahuan, pendidikan, kcterpencilan, p¢mbinaan, rekan kezja dan kondisi kesja, sedangkan faktor yang tidak herhubungan dengan kinenja adalah umur, pengalaman, sosial budaya, keterjangkauan, pelatihan. Dari analisa multivariat, didapat bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan kinerja petugas gizi adalah pendidikan dan sosial budaya. Dari hasil ini disarankan lerutama kepada Dinas Kesehatan Kota dan Kabupaten Pontianak serta Kanwil DepkcsfDinas Kesehatan Propinsi Kalimanlan Barat agar melakukan pcnempatan dan pengadaan tcnaga gizi sesuai dengan Iatar belakang pendidikan dan mcmbuat pcdoman yang jelas tentang tugas pdkok dan tugas khusus sesuai dengan permasalahan gizi di wilayah kenja puskesmas. Daliar Bacaan 43 (I974 _ 2000) PERPUST U 5 2 l AKA/EN PU IINKVERSEMS ,szfsomggg Egmbdiin/i'5§c§ah dar!

Abstract ABSTRACT Nutrition Program in Indonesia carried out by Indonesian Health Departement has the objective to decrease the morbidity rate of malnutrition which include Disturbances of lodium Deiiciency, Protein Deficiency, Anemia of Fen-um Deficiency, and Vitamin A deficiency. 'I`his effort is expected to support thc acceleration of The Infant Mortality Rate and The Mother Mortality Rate. The Nutritional oflicial of Public Health Clinic as the frontline staff practitioner/official in providing health services to public especially in the Held of nutrition must have good effort in sueceding the Nutrition Program. However, the achievement of the program in Pontianak City and Pontianak Distric has been low as the result ofthe poor perfomtance ofthe Nutrition Oflicial. Dealing with this matter, this research has thc objective to obtain and know the factors considered to have relation with the performance of Nutrition Ofiicial of Public Health Center in Pontianak City and Pontianak District This study was conducted at Health Cenue in Pontianak City and Pontianak Distric in October until November 2000. The sudy sample were 62 nutrition main staffs who worked at Health Centre in Pontianak City and Pontianak Distric. T`his study employed a cross sectional method. ~ The analysis techniques used were univariat, bivariat, multivariat analysis : iiequency distribution, ch-square, and logistic regression. This study reveals that the perfonnance ofthe nutrition staff is low. The bivariat analysis shows that factors that correlate with low performance of the nutrition staff (p < 0,05) were motivation, knowledge, education, remoteness, couclting, workmates end worltatmosphere, while factors that do not cotrelate with the performance are age, experience, social and cultural background, accessibility, and training. The multivariat analysis indicates that variables mostly correlating with thc perfonnance of the nutrition staffs are education background and social and cultural background. Based on the study, it is recommended that health departemcnt ofthe city and district as well as the provincial oflice ofthe health dcpartcment of West Kalimanlan province should recntit and assign nutrition stat? according to their education background and should estabilish explicit guidelines concerning the staB`s'major and minor duties based on the nutrition issues within the puskesmas service area. References 43 (1974-2000)
Read More
T-898
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nila Budiwarni; Pembimbing: Adang Bachtiar Kantaatmaja
T-498
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Listya Widyarti; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Agustin Kusumayati, Naniek Isnaini L, Erri Astoeti
T-2194
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ginting; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Jaslis Ilyas, Adang Bachtiar, Zaenal Komar, A.Y.G. Wibisono
T-2492
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herman; Pembimbing: Mary A. Wangsarahardja
T-698
Depok : FKM UI, 1999
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salfida Mariani; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Anwar Hassan, Nurbaiti Yuliana
Abstrak:

Puskesmas merupakan satuan unit terdepan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat ternasuk masyarakat miskin. Dalam era globalisasi ini setiap organisasi dituntut untuk dapat berkompetisi dan mempunyaj daya saing sehingga organisasi tersebut dapat mempertahankan keberadaannya. Pelayanan yang dihasilkan dari organisasi puskesmas merupakan kerjasama antara pimpinan puskesmas dan staf puskesmas, dari basil kerjasama yang baik akan menghasilkan pelayanan yang bennutu. Peran pimpinan puskesmas terhadap kemajuan organisasi sangat utama dan pimpinan harus mampu rnemberikan kepuasan kerja terhadap staf dalam organisasi, kepuasan kerja staf dalam organisasi akan menciptakan suatu pelayanan yang bermutu kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran dan hubungan antara kepemimpinan kepala puskesmas dan kepuasan kerja staf puskesmas dalam melaksanakan Program Jaringan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin di Kabupaten Serang Tahun 2007. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif terhadap 144 staf puskesmas dari 38 puskesman di Kabupaten Serang. Analisis yang digunakan adalah univariat, bivadat dan multivariat dengan uji statistik Chi square dan Regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kepuasan kerja (total) staf puskesmas menggunakan cut of point mean sebesar 50,9o/a, kepuasan kerja tertinggi pada dimensl kepuasan kelja 1erhadap gaji (60,5%) dan terendah pada dimensi kepuasan ketja terhadap pembagian jasa medis (35)1%). Mayoritas kepala puskesmas menampilkan gaya kepemimpinan transaksional (55,3%) dikoinbinasikan dengan gaya kepemimpinan transformasional (52.6%). Dari hasil uji bivariat diperoleh ada hubungan bermakna antara gaya kepemimpioan transformasional terhadap kepuasan kerja staf puskesmas (P=0,02). Ada hubungan bermakna antara gaya kepemimpinan transaksional terhadap kepuasan kerja staf puskesmas (P= 0 04) Dimensi kepemimpinan yang mempunyai hubungan bermakna terhadap kepuasan keija staf adalah dimensi attributed charismatik (P= 0,001), dimensi idealized influence (P= 0,024), dirnensi intelectual stimulation (P= 0,025), dimensi individualized consideronce (P= 0,008), dimensi Cl)nfingen reward (P= 0,020), dimensi laissez faire (P= 0,038). Foktor konfonding tidak mempunyai hubungan bermakna terhadap kepuasan kerja staf puskesmas. Hasil uji statistik multivariat didapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhi hubungan kepemimpinan kepala puskesmas dan kepuasan kerja staf puskesmas adalah kepemimpinan transfonnasional dengan dinlensinya attributed charismatik. Persepsi gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja staf disarankan kepada kepala puskesmas agar meningkalkan gaya kepemimpinan transformasional terutama dimensi attributed charismatik, perlu memperkenalkan gaya ini kepada para calon kepala puskesmas melalui pelatihan kepemimpinan. Para kepala puskesmas agar lebih memperhatikan pembagian jasa medis kepada stafnya dan disesuaikan dengan beban kerja yang diemban para staf, sehingga kepuasan kerja staf dapat meningkat, tetap menjaga dan meningkatkan hubungan antar staf yang sudah baik.


Central public health as a leading unit which give health care services to the whole society including the impecunious. in globalization era, every organization have to be able to compete and also have the competitive ability so that the organizations are able to maintain the existance. The service that produced by central public health organization a cooperation between heed central public health and staff; the result from this cooperation will produce a service quality. The role of the head puskesmas to organization progress is very important which he gave the work satisfaction to staff and mixed the individual target to be improve a part organization target, therefore work satisfaction of staff on organization will improve the service quality to society. The aim of this research are to get picture and the relation between head to puskesmas leadership and work satisfaction of puskesmas staff to execute the JPKMM program in Serang district in 2007. This research uses cross sectional desaign with quantitative approach for 144 puskesmas staf from 38 puskesmas in Serang district. Analysis type that used are univariat, bivariate and multivariate with Chi square and double logistics regresi statistic test. The resu1t of this research indicates that percentage of work satisfaction (totalize} staff puskesmas staf use 50.9% cut off point mean the highest work satisfaction at dimension of work satisfaction to salary (60,5%) and lowest at dimension of work satisfaction to share of medical service fee (35,1%). Majority of head puskesmas presents transactional style leadership (55,3%) combined with transformational style leadership (52,6%). The result from bivariate test obtained that there is significant relationship between transformational style leadership to work satisfaction of puskesmas staff (P= 0,02). Significant relationship also found has a transaktional leadership style to work satisfaction of puskesmas (P= 0,04) Leadership dimension which have significant relationship to work satisfaction of puskesmas staff is attributed charismatik dimension (P= 0,001), idealized influence dimension (P= 0,024), intellectual stimulation dimension (P= 0,025), individualized considerance dimension (P= 0,008), contingen reward dimension (P= 0,020), laissez faire dimension (P= 0,038). Confounding factor has no significant relationship to work satisfaction ] puskesmas of staff. The result from multivariate statistic test obtained that the most dominant factor influence the relation between head puskesmas leadership and work satisfaction of puskesmas staff is transformational leadership with its attributed cbarismatik dimension. Leadership styles Perception have influence to work satisfaction of puskesmas staff, it is suggested to head puskesmas to improve transformational styles leadership especially attributed charismatic dimension, this leadership styles must introduced was to head puskesmas candidate through a leadership training. Heads puskesmas have to concerned more to share of about medical service fee to its staff raised up and also have to maintain and improve the relation among that has been good.

Read More
T-2890
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive