Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 16003 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
MJKI No.8
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
MJKI No.7, XXXVIII
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Candra Wibowo
MJKI No.5, Vol.XXXIII
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dimas Kusnugroho Bonardo Pardede
CDK 195, Vol.39, No.7
Jakarta : Kalbe Farma, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
koran sindo
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sudung O. Pardede
CDK Vol.36, No.7 (2009)
Jakarta : Kalbe Farma, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulfan, Johari, Jono
MJKI-No.11, XXXVIII
Jakarta : Medika Media Mandiri, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.40, No.3, Maret 2013: hal. 197-198. ( ket. ada di bendel 2013- 2014 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sevrima Anggraini; Pembimbing: Tris Eryando, Besral; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Yoan Hotnida Naomi
Abstrak: Abstrak
Penyakit Gagal Ginjal Kronik GGK merupakan suatu keadaan dimana ginjal mengalami kelainan struktural atau gangguan fungsi yang sudah berlangsung lebih dari 3 bulan. Penyakit ginjal kronik bersifat progresif dan irreversible, pada tahap lanjut tidak dapat pulih kembali. Diperlukan terapi pengganti ginjal untuk mengeluarkan produk sisa metabolisme dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Terdapat beberapa risiko yang dapat menyebabkan penyakit ginjal kronik seperti hipertensi, diabetes mellitus, pertambahan usia, pernikahan, pekerjaan dan IMT. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan terapi hemodialis dan peritonial dialisis terhadap ketahanan hidup pasien gagal ginjal kronik di RSCM tahun 2012-2017. Desain studi dalam penelitian ini adalah kohort retrospektif. Jumlah total sampel penelitian ini adalah 110. Dari studi ini diketahui sebanyak 49 pasien yang menjalani hemodialisis meninggal dan 29 pasien yang menjalani CAPD meninggal. Pengaruh jenis terapi terhadap ketahanan hidup pasien GGK setelah dikontrol variabel kovariat didapatkan bahwa variabel umur berinteraksi dengan jenis terapi dimana pasien hemodialis yang berumur ge;60 tahun berisiko untuk lebih cepat meninggal sebesar 4 kali dibandingkan pasien yang menjalani CAPD 95 CI 1,3-13. Disarankan kepada pasien GGK yang berumur ge;60 untuk mempertimbangkan menggunakan CAPD sebagai alternatif dialisis.
 

 
Chronic Kidney Disease CKD is a condition in which the kidneys have structural abnormalities or functional disorders that have lasted more than 3 months. CKD is progressive and irreversible, in the later stages can not be recovered. Kidney replacement therapy is needed to remove metabolic waste products and regulate body fluid balance. There are several risks that can cause CKD such as hypertension, DM, age, , marriage, BMI ,work. The purpose of this study was to determine the relationship between hemodialis therapy and dialysis peritoneal on the survival of patients with CKD at RSCM 2012 2017. The study design in this study was a retrospective cohort. The total sample of this study was 110. From this study it was found that 49 of patients undergoing hemodialysis died and 29 of patients who underwent CAPD died. The effect of this type of therapy on survival of CKD patients after controlled by covariate variables found that the age variable interacted with the type of therapy where hemodialis patients aged ge 60 years are at risk for more rapid death 4 times than patients CAPD 95 CI 1.3 13 . It is recommended to patients aged ge 60 to consider using CAPD as an alternative to dialysis.
Read More
T-5388
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bimo Kusumo; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Kurnia Sari, Mardiati Nadjib, Dwi Satrio, Putri Nadia
Abstrak:
Prevalensi penyakit gagal ginjal kronik di Indonesia sebesar 0,38 % atau 3,8 orang per 1000 penduduk, dan sekitar 60% penderita gagal ginjal tersebut harus menjalani dialysis. Penyakit tersebut masih menjadi salah satu penyakit dengan insidensi tinggi di Indonesia dan hampir semua Rumah Sakit memiliki unit hemodialisa untuk melayani pasien tersebut. Kualitas hidup pasien berhubungan dengan minat pasien untuk menjalani terapi hemodialisa di rumah sakit. Semakin rendah kualitas hidup pasien, keinginan untuk sembuh dan menjalani terapi hemodialisa akan semakin turun sehingga dapat memperburuk derajat Kesehatan pasien tersebut. Sampai saat ini di Indonesia belum ada penelitian yang menghubungkan respon penilaian kualitas hidup penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dengan sistem manajemen Rumah Sakit. Sistem manajemen rumah sakit seharusnya memiliki peran besar dalam memfasilitasi kebutuhan unit hemodialisa baik dari segi pelayanan, fasilitas, kemudahan berobat, sistem biaya, sistem informasi dan edukasi, serta pelayanan pendampingan baik dari tenaga Kesehatan atau non Kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan instrumen kuesioner WHOQOL-BREF, SERVQUAL dan kualitatif dengan wawancara mendalam terkait layanan rumah sakit baik dari pemberi layanan (tenaga kesehatan) dan penerima layanan (pasien). Hasil dari penelitian ini akan menggambarkan kualitas hidup penderita gagal ginjal kronik, layanan manajemen rumah sakit, dan rekomendasi lanjutan untuk rumah sakit.

The prevalence of chronic kidney disease (CKD) in Indonesia is 0.38%, or 3.8 people per 1,000 population, and approximately 60% of these patients require dialysis. This disease remains a high-incidence condition in Indonesia, and nearly all hospitals have hemodialysis units to serve these patients. A patient's quality of life is related to their willingness to undergo hemodialysis therapy at the hospital. The lower the patient's quality of life, the lower their desire to recover and undergo hemodialysis therapy, which can worsen their health. To date, no research in Indonesia has linked the response to quality-of-life assessments of chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis to hospital management systems. The hospital management system should play a significant role in facilitating the needs of hemodialysis units in terms of services, facilities, ease of treatment, cost systems, information and education systems, and support services from both healthcare and non-healthcare professionals. This study is a quantitative study using the WHOQOL-BREF, SERVQUAL questionnaire and a qualitative study with in-depth interviews related to hospital services from both service providers (healthcare professionals) and service recipients (patients). The results of this study will describe the quality of life of chronic kidney failure patients, hospital management services, and further recommendations for the hospital.
Read More
B-2564
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive