Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 42357 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rumi Santriana Sidabutar; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Agustin Kusumawati, Ratna Kirana, Dini Dachlia
T-3535
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heni Handayani; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Sandra Fikawati, Lieska Prasetya
S-6876
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurasiah Jamil; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dadan Erwandi, Rahmadewi
S-9053
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Fauzia; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Lilysiana
Abstrak: Angka komplikasi persalinan di Indonesia sendiri mengalami kenaikan hal ini dapat dilihat dari data SDKI tahun 2002-2003 sampai SDKI 2012.Berdasarkan data SDKI 2002 dan SDKI 2007, kejadian komplikasi persalinan di Indonesia naik sebesar 11%. Jika dibandingkan dengan kejadian komplikasi persalinan berdasarkan data SDKI tahun 2007 dan SDKI tahun 2012, angka komplikasi persalinan naik sebesar 19,4%.

Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi komplikasi persalinan di Indonesia.Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel penelitian adalah total sampling. Sampel dalam penelitian ini wanita yang pernah kawin usia 15-49 tahun, pernah melahirkan dan yang dianalisis adalah kelahiran anak terakhir yang tercakup dalam data SDKI 2012 sebesar 14.023 ibu.

Hasil determinan yang berhubungan dengan kejadian komplikasi persalinan adalah paritas, komplikasi kehamilan, penolong persalinan, tempat persalinan, dan pendidikan.

Kata Kunci : Komplikasi Persalinan, Kematian Maternal

The complication rate of births in Indonesia increased, this can be seen from the data in the 2002-2003 to IDHS 2012.Based on IDHS data is IDHS 2002 and 2007, the incidence of complications of childbirth in Indonesia increase 11%. When we compared with the incidence of complications of labor based on data IDHS IDHS 2007 and 2012, the number of delivery complications increased by 19.4%.

This research aims to know description of the factors that influence the delivery complications in this Indonesia. This research is a descriptive analytic research with cross sectional design. Sample in this research is total sampling. The sample in this study ever married women aged 15-49 years, had given birth and the birth of the last child is analyzed is included in the data IDHS 2012 of 14.023 mothers.

Results determinant incidence of complications related to are parity, complications of pregnancy, birth attendants, birth place, and education levels.

Keywords: Complications of Childbirth, Maternal Mortality
Read More
S-8559
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hidayani; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Sandra Fikawati, Zarfiel Tafal, Rinni Yudhi Pratiwi, Devi Maryori
Abstrak:

Tesis ini dilakukan dengan menggunakan disain Crossectional untuk mengetahui penggunaan buku KIA pada ibu hamil dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya di UPT Puskesmas Cimanggis – Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temu wicara berhubungan dengan penggunaan buku KIA, dimana ibu hamil yang pernah melakukan temu wicara berpeluang 4 kali untuk menggunakan Buku KIA dibandingkan dengan yang tidak pernah setelah dikontrol oleh dorongan petugas kesehatan. Agar penggunaan Buku KIA dapat ditingkatkan, diharapkan kepada pihak terkait (Dinas Kesehatan dan petugas kesehatan) dapat mensosialisasikan Jampersal berkaitan dengan manfaat penggunaan buku KIA dan penggiatan kelas ibu terkait dilakukannya kegiatan temu wicara. Daftar Bacaan : 33 (1995 – 2012) Kata kunci : buku KIA, temu wicara


 This thesis was  done by using Crossectional design to find out  the use of MCH handbook to pregnant mother at UPT Cimanggis Health Center and the factors related with it. The results showed that the interview retrieval associated with the use of MCH handbook, where pregnant mother who have gone through interview retrieval  have 4 times possibility to use it compare to others who haven’t. This interview retrieval has been controlled by medical staff’s support. In order to improving the use of MCH handbook, it’s expected to the related parties (Department of Health and health workers) can socialize “Jampersal” to relating the benefits of using MCH handbook and activation of the mother class related to maternal interview retrieval. References  : 33 (1995 - 2012) Key word : MCH Handbook, interview retrieval

Read More
T-3513
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zakiyah; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Ella Nurlella Hadi, Helda, Syahmida S. Arsyad, Irwan Panca Wariaseno
Abstrak: Komplikasi persalinan menyebabkan morbiditas dan mortalitas ibu, kejadiannya meningkat dari 46% pada tahun 2012 menjadi 71,1% pada tahun 2017. Penelitian analisis lanjut menggunakan data SDKI 2017 dengan desain cross sectional, bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan komplikasi persalinan di 34 Provinsi di Indonesia tahun 2012-2017. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur (WUS) yang melahirkan dalam dalam periode 2012-2017 yaitu sebanyak 14.996 orang. Hasil penelitian ini membuktikan adanya hubugan yang signifikan antara status ekonomi, umur, paritas, komplikasi kehamilan, riwayat komplikasi persalinan, penolong persalinan dan tempat persalinan dengan komplikasi persalinan. Hasil analisis regresi logistik ganda didapatkan faktor yang paling dominan berhubungan dengan komplikasi persalinan adalah riwayat persalinan. Responden yang pernah mengalami komplikasi persalinan berisiko hampir 4 kali (OR 3,585; 95% CI: 2,760-4,656) mengalami komplikasi persalinan setelah dikontrol oleh faktor umur, paritas, komplikasi hamil, penolong persalinan, dan tempat persalinan. Komplikasi kehamilan, dan tempat persalinan berinteraksi dengan riwayat komplikasi persalinan terhadap komplikasi persalinan. Disarankan Kementerian Kesehatan dan BKKBN dapat memberikan pelatihan ANC, INC, dan metode kontrasepsi kepada petugas yang memiliki wewenang untuk memberikan perawatan antenatal, intranatal dan pascanatal. Serta memberikan KIE khususnya pada ibu yang mempunyai riwayat komplikasi persalinan untuk mencegah terulangnya komplikasi.
Kata kunci: Komplikasi persalinan, wanita usia subur
Read More
T-5531
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yetti Armagustini; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Toha Muhaimin, Muhamad Ilhamy, Ning Sulistyowati
T-3162
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Octa Amalia; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Sabarinah, Lies Rosdianty, Weni Kusumaningrum
Abstrak:
Kekerasan terhadap anak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berpengaruh pada kesehatan dan kesejahteraan anak di sepanjang hidupnya. Berdasarkan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) pada tahun 2022, lebih dari separuh kasus kekerasan terjadi pada anak dan 34,27% pada anak berusia 13-17 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berkontribusi pada kejadian kekerasan terhadap anak usia 13-17 tahun di Indonesia. Penelitian menggunakan kerangka model sosio-ekologi yang menganalisis faktor individu (jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan), interpersonal (status domisili, status orang tua kandung, pengalaman menyaksikan kekerasan, dan status pernikahan), dan komunitas (tempat tinggal) terhadap kekerasan anak berusia 13-17 tahun. Penelitian ini menggunakan data Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) di Indonesia tahun 2021 dengan studi cross sectional dan sampel sebanyak 4.903 anak berusia 13-17 tahun, yang dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa hampir setengah dari anak-anak usia 13-17 tahun mengalami kekerasan, dengan tingkat prevalensi sebesar 46,2% (95% CI: 43,6%-48,8%). Kekerasan ini terjadi pada anak perempuan sebanyak 50,6% dan anak laki-laki sebanyak 42,1%. Bentuk kekerasan tersebut meliputi kekerasan fisik (13,8%), kekerasan emosional (41,6%), dan kekerasan seksual (6,9%). Faktor yang berhubungan dengan kekerasan terhadap anak adalah status pekerjaan anak (OR: 1,852; 95% CI: 1,478-2,320), status domisili (OR: 1,253; 95% CI: 1,018-1,541), dan pengalaman anak menyaksikan kekerasan (OR: 6,784; 95% CI: 5,778-7,966) yang merupakan faktor paling dominan. Anak yang berpengalaman menyaksikan kekerasan berisiko hampir 7 kali untuk mengalami kekerasan dibanding yang tidak memiliki pengalaman, setelah dikontrol oleh status pekerjaan dan status domisili. Diperlukan peningkatan kesadaran, penguatan intervensi, dan deteksi dini dalam pencegahan kekerasan terhadap anak.

Violence against children is a public health concern that has long-term impacts on their health and well-being. In 2022, the Online System for the Protection of Women and Children (SIMFONI PPA) reported that more than half of the violence cases involved children, with 34.27% of these cases affecting children aged 13-17 years. This study aims to identify the factors contributing to violence against children aged 13-17 years. Using a socio-ecological model framework, it analyzes individual factors (sex, education level, and employment status), interpersonal factors (living arrangement, biological parents' status, witnessing violence, and marital status), and community factors (place of residence), related to child abuse among 13-17 years olds. The study used data from the National Survey on Children and Adolescent’ Life Experience (SNPHAR) conducted in Indonesia in 2021. It employed a cross-sectional design, which involved a sample of 4,903 children aged 13-17 years, and conducted data analysis using logistic regression. The research findings indicate that nearly half of children aged 13-17 experience violence, with a prevalence rate of 46.2% (95% CI: 43,6%-48,8%). This violence occurs in 50,6% of girls and 42,1% of boys. The forms of violence include physical violence (13.8%), emotional violence (41.6%), and sexual violence (6.9%). The factors associated with violence against children include the child's employment status (OR: 1.852; 95% CI: 1.478-2.320), living arrangement (OR: 1.253; 95% CI: 1.018-1.541), and witnessing violence (OR: 6.784; 95% CI: 5.778-7.966), with witnessing violence being the most dominant factor. Children who have witnessed violence are at nearly 7 times higher risk of experiencing violence compared to those without such experiences, after controlling for employment status and living arrangement. There is need for increased awareness, strengthened interventions, and early detection in the prevention of violence against children.
Read More
T-6672
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Loveria Sekarrini; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Besral, Ninuk Sumaryani Widyantoro
S-6994
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amran Julianto Tanesib; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Sutanto Priyo Hastono, Dakhlan Choeron, Intje Picauly
Abstrak:
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang determinannya dapat bervariasi antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan determinan stunting pada wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan rendah di Indonesia menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Penelitian ini menggunankan desain cross-sectional. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik multivariat yang dipisahkan berdasarkan kategori prevalensi wilayah, dengan pelaporan adjusted odds ratio (AOR) dan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat lahir rendah (<2500 gram) merupakan determinan yang konsisten pada kedua wilayah. Pada wilayah prevalensi tinggi, kejadian stunting berhubungan signifikan dengan jenis kelamin laki-laki (AOR = 1,36; 95% CI: 1,07-1,72), usia anak 12-23 bulan (AOR = 2,34; 95% CI: 2,25-2,46), berat lahir rendah (AOR = 2,30; 95% CI: 1,52-3,50), konsumsi tablet tambah darah (TTD) <90 tablet selama kehamilan (AOR = 1,51; 95% CI: 1,18-1,94), serta status sosial ekonomi terbawah (AOR = 2,83; 95% CI: 1,84-4,37). Pada wilayah prevalensi rendah, stunting dikaitkan dengan berat lahir rendah (AOR = 3,61; 95% CI: 1,07-12,17) dan pendidikan ibu tingkat SMP (AOR = 4,22; 95% CI: 1,60-11,17). Penelitian ini menunjukkan bahwa determinan stunting bersifat kontekstual sesuai tingkat prevalensi wilayah. Pada wilayah prevalensi tinggi, stunting dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis anak, kondisi sosial ekonomi, dan gizi ibu selama kehamilan, sedangkan pada wilayah prevalensi rendah stunting lebih bersifat selektif.

Stunting is a chronic nutritional problem whose determinants may vary across regions. This study aimed to analyze differences in the determinants of stunting between areas with high and low stunting prevalence in Indonesia using data from the 2023 Indonesia Health Survey (Survei Kesehatan Indonesia/SKI). A cross-sectional study design was employed. The analysis was conducted using multivariable logistic regression stratified by regional prevalence category, with results reported as adjusted odds ratios (AOR) and 95% confidence intervals (CI). The results showed that low birth weight (<2500 grams) was a consistent determinant in both regions. In high-prevalence areas, stunting was significantly associated with male sex (AOR = 1.36; 95% CI: 1.07-1.72), child age 12-23 months (AOR = 2.34; 95% CI: 2.25-2.46), low birth weight (AOR = 2.30; 95% CI: 1.52-3.50), consumption of fewer than 90 iron tablets during pregnancy (AOR = 1.51; 95% CI: 1.18-1.94), and the lowest socioeconomic status (AOR = 2.83; 95% CI: 1.84-4.37). In low-prevalence areas, stunting was associated with low birth weight (AOR = 3.61; 95% CI: 1.07–12.17) and maternal education at the junior secondary school level (AOR = 4.22; 95% CI: 1.60-11.17). The findings indicate that the determinants of stunting are contextual and vary according to regional prevalence levels. In high-prevalence areas, stunting is influenced by a combination of child biological factors, socioeconomic conditions, and maternal nutritional status during pregnancy, whereas in low-prevalence areas, stunting appears to be more selective in nature.
Read More
T-7505
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive