Ditemukan 882 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nasrin Kodim
KJKMN Vol.5, No.5
Depok : FKM UI, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Buku III, Tempo. hal : 10
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Percik, edisi II, 2010, hal. 20-21
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
PMIAMPL Maret 2008
Jakarta : Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Percik, edisi IV, 2010, hal. 5-8
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Percik, edisi IV, 2010, hal. 9-10
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
PMIAMPL Maret 2008
Jakarta : Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Percik, edisi I, 2010, hal. 28
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Permata Imani Ima Silitonga; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Kristina L. Tobing
Abstrak:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
gambaran perilaku pencarian pengobatan pada orang dengan gejala tuberkulosis 14 hari atau
lebih batu atau batuk berdarah di Indonesia berdasarkan faktor predisposisi, faktor pendukung
dan faktor kebutuhan. Pada penelitian ini, desain studi yang digunakan adalah studi cross
sectional menggunakan data sekunder dari survei prevalensi tuberculosis 2013-2014 yang
sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi dengan analisis univariat dan bivariat. Berdasarkan
penelitian ini, hasil yang ditemukan bahwa perilaku pencarian pengobatan pada orang dengan
gejala TB lebih besar di non fasyankes ( 75,4%) dibandingkan dengan perilaku pengobatan di
fasilitas pelayanan kesehatan ( 24,6%). Gambaran perilaku pencarian pengobatan ke non
fasyankes pada orang dengan gejala TB lebih banyak pada usia <46 tahun ( 77,2%), jenis
kelamin laki-laki (80,1%), memiliki tingkat pendidikan rendah ( 75,7%), memiliki pengetahuan
rendah (76,1%), memiliki perilaku merokok ( 82,9%), tidak memiliki stigma ( 76,2%), berada
di perkotaan ( 75,6%),tidak mengetahui bahwa OAT gratis ( 76,5%), tidak memiliki faktor
risiko DM ( 75,6%), tidak tinggal dengan penderita TB ( 75,7%) dan tidak memiliki
pengetahuan TB bisa disembuhkan ( 76,4%).
Read More
S-9926
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
