Ditemukan 6814 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
ABSTRAK
Latar Belakang: Provinsi Bengkulu menempati peringkat ke delapan kasus Malaria tertinggi di Indonesia. Dalam empat tahun terakhir (2008-2011) angka kasus Malaria di provinsi Bengkulu terus mengalami peningkatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran manajemen puskesmas untuk penanggulangan kasus Malaria Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah populasi 174 Puskesmas menggunakan data Rifaskes 2011.
Hasil: Pelatihan sumber daya manusia yaitu pelatihan mikroskopik berhubungan dengan kasus Malaria (p value= 0,032), ketersediaan sarana yaitu ketersediaan obat ACT berhubungan dengan kasus Malaria (p value= 0,026), jumlah penderita yang diobati berhubungan dengan kasus Malaria (p value= 0,001).
Kesimpulan: dari studi ini ditemukan bahwa rendahnya kinerja manajemen puskesmas dalam penanggulangan kasus Malaria disebabkan tenaga pelaksana malaria dan tenaga mikroskopik banyak yang tidak terlatih; ketersediaan obat ACT rendah dan tidak merata; jumlah penderita malaria yang diobati dibawah target.
ABSTRACT
Background: Bengkulu Province is ranked as the highest eighth Malaria cases in Indonesia. In the last four years (2008-2011) the number of Malaria cases in Bengkulu province were continued to increase. The purpose of this study is to determine the role of management of Puskesmas for the Malaria case prevention.
Methods: Quantitative research with cross sectional design. Total population are 174 primary health care centers using Rifaskes data in 2011.
Results: Human resource training such as microscopic training is correlated with Malaria cases (p value = 0.032), facility availability such as the availability of ACT's drug are correlated with malaria cases (p value = 0.026), number of Malaria patients treated are correlated with Malaria cases (p value = 0.001 ).
Conclusion: From this study, it is found that the low performance of health center management in the prevention of Malaria cases are caused by many of Malaria executive employes and the microscopic staff of Malaria are not trained ; availibility of ACT drug is low and uneven, number of Malaria patients who treated are under target.
Latar Belakang : Tesis ini membahas tentang Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Obat Untuk Mendukung Pelayanan Kefarmasian (Studi Kasus Di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi). Sistem Informasi ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan administrasi mulai dari pencatatan, pelaporan, pengarsipan yang baik, bertujuan agar lebih mudah dimonitor dan dievaluasi. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model sistem informasi manajemen obat untuk mendukung pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi.
Metode : Pendekatan yang dipergunakan dalam pengembangan Sistem Informasi Manajemen Obat di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi ini adalah Pendekatan Rapid Application Development (RAD), Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pedoman observasi dan Pedoman Wawancara.
Hasil : Pencatatan pengelolaan obat yang tertib dan lengkap belum dilaksanakan, sehingga sulit untuk monitoring dan evaluasi. Maka perancangan Sistem Informasi Manajemen Obat yang terintegrasi menggunakan basis data yang dapat memudahkan dalam pengorganisasian data untuk menghasilkan informasi sehingga perencanaan pengelolaan obat, monitoring dan evaluasi menjadi lebih mudah. Keluaran sistem informasi ini berupa laporan pemakaian dan lembar permintaan (LPLPO) dan indikator monitoring dan evaluasi yang ditampilkan dengan grafik.
Kesimpulan : Terbangunnya model sistem informasi manajemen obat yang terintegrasi menggunakan basis data sehingga memudahkan dalam pencatatan, pelaporan dan monitoring serta evaluasi.
Background : This thesis discusses the development of Drug Management Information System to Support Pharmaceutical Services (Case Study In Health Center pejuang Bekasi). This information system is expected to support the administration ranging from record keeping, reporting, good filing, aims to be more easily monitored and evaluated. The purpose of this study to develop a model of Drug Management Information System to support pharmaceutical services at PHC Pejuang Bekasi.
Methods : The approach taken in the development of Drug Management Information System at the Health Center pejuang Bekasi is a Rapid Application Development (RAD), instrument used in this study is the observation and Interview Guide.
Results : Recording of medication management and complete order has not been implemented, making it difficult for monitoring and evaluation.Then the Drug Management Information System design using an integrated database that can facilitate in organizing the data to produce information that medication management planning, monitoring and evaluation easier. Output is in the form of laporan pemakaian dan lembar permintaan (LPLPO) and monitoring and evaluation indicators are displayed with graphs.
Conclusion : Development of a model of management information systems using integrated drug database to facilitate the recording, reporting and monitoring and evaluation.
