Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6438 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Al Slamet Ryadi
LP 614.7 RYA h
Surabaya : APK Depkes, 1988
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Inne Susanti
MKMI Vol.XV, No.3
Jakarta : IAKMI, 1984
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Ulfah, Panuwun Joko Nurcahyo, Irfan Dwiandhono
KJKMN Vol.7, No.10
Depok : FKM UI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agung Surya Irawan; Pembimbing: Fat ma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Yulianto Sulistyo Nugroho, Yoki Yulizar
Abstrak:

Salah satu upaya untuk menyeimbangkan perlindungan terhadap lingkungan dan kepentingan ekonomi pada dunia industri adalah dengan mengupayakan kctersediaan energi altematif dari sumber yang dapat diperbahami dibandingkan penggunaan energi dari slumber yang tidak dapat diperbaharui. Sekam padi merupakan salah satu Iimbah biomas yang tersedia dalam jumlah besar dan memiliki kandungan energi yang tinggi namun menghasilkan polusi terhadap lingkungan serta resiko kcschatan yang rendah jika dibandingkan pembakaran dengan menggunakan bahan bakar yang bcrasal dari fossil. Dalam proses penggunaannya serta keuntungan yang diberikan, debu sekam padi scbagai energi altematif juga membawa porensi bahaya yang memerlukan penanganan memadai, oleh karena itu pengkondisian awal berdasarkan karakteristik bahan merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan pananganan sccara aman untuk material padatan yang memiliki ukuran partikcl sangat halus (seperti bubuk, tepung dan debu) hingga sifat - sifat yang berpengaruh terhadap keselamatan dan kesehatan diketahui. Dengan diketahuinya karakteristik debu sekam padi terhadap kemampuan dapat terbakar dan Iedakan maka didapatkan model dcsain peralatan dan proses dengan mempertimbangkan upaya pencegahan dan perlindungan dari bahaya ledakan awan debu guna memenuhi persyaratan manajemen keselamatan proses pada fasilitas pemanfaatan debu sckam padi di insincrator semen Berdasarkan hasil uji laboratorium yang diperoleh diketahui bahwa debu sekarn padi memiliki karakteristik dapat terbakar dengan tingkat Iedakan debu kelas I dan kemampuan tekanan maksimum ledakan sebcsar 6,7 Bar serta energi minimum yang dibutuhkan untuk pcnyalaan sebesar


One of the efforts to balance the protection of the environment and economic purpose in the industrial world is by trying to provide alternative energy from renewable source rather than using the energy from un-renewable source. Rice husk is one of biomass waste that is available in very large amount and contain high energy potential but can contribute less pollution to the environment and low health risk if compared to combustion using fossil-base iitel. ln the utilimtion process and the benefit that it can contribute, rice husk dust as an altemative energy also carries hamrd potential which needs sufficient handling, thus preconditioning based on material characteristic is very important in determining the safe handling for solid material that contains very small particle size (such as powder and dust) so that all the attributes that can atfect to the health and safety can be discovered. In knowing the characteristic of rice husk dust to its combustible and explosion capability, then the model of equipment design and process can be established, also by considering the prevention effort and protection from hazard from dust cloud explosion in the effort to fultill the requirement of process safety management at rice husk dust utilization facility at the cement incinerator. Based on laboratorial test result, it is discovered that rice husk dust have the combustible capability characteristic with tingkat ledakan debu kelas l and maximum explosive pressure of 6,7 Bar and minimum ignition energy needed is 

Read More
T-2817
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iih Supiasih; Pembimbing: Wibowo, Adik
S-430
Depok : FKM UI, 1988
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kes. Masy. Indonesia (MKMI), XXIII, No.4 Mei, 1995: hal. 260-266
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmawaddah; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Umar Fahmi Achmadi, Didik Supriyono
Abstrak: Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang menempati urutan sepuluh besar penyakit di Puskesmas Plus Kecamatan Sape. Petani di Kecamatan Sape selalu menanam padi setiap tahunnya, sehingga terdapat banyak penggilingan padi pada daerah tersebut. Adanya penggilingan padi berpotensi sebagai penyebab ISPA karena paparan debu gabah hasil proses penggilingan. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu,karakteristik rumah, dan karakteristik tempat kerja dengan kejadian ISPA. Analisis yang digunakan adalah univariat, bivariat, dan multivariat. Jumlah pekerja yang mengalami ISPA adalah 52 orang (53,1%). Hasil penelitian menunjukkan variabel kelembaban rumah berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA dan merupakan variabel dominan dengan nilai p=0,01 (OR=7,00). Tidak terdapat hubungan antara karakteristik pekerja dan lingkungan tempat kerja dengan kejadian ISPA.
The incidence of Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the health problems that rank in the top ten diseases at the Puskesmas Plus, Sape District. Farmers in Sape District always plant rice every year, so there are many rice mills in the area. The presence of rice milling has the potential to cause ARI due to exposure to grain dust from the milling process. The study design used was cross-sectional to determine the relationship between individual characteristics, home characteristics, and workplace characteristics with the incidence of ARI. The used analyses are univariate, bivariate, and multivariate. The number of workers experiencing ARI is 52 people (53.1%). The results showed that the house humidity variable was significantly related to the incidence of ARI and was the dominant variable with p = 0,01 (OR = 7,00). There is no relationship between the characteristics of workers and the workplace environment with the incidence of ARI.
Read More
S-11129
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kliping koran kompas 2015
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I.B. Gotama, Anorital
MPPK Vol.IV, No.2
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 1994
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
MPPK Vol.V, No.2
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 1995
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive