Ditemukan 29913 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nasrin Kodim
MJKI Th.XXXVI, No.6
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ondri Dwi Sampurno ... [et al.]
CDF-No.18
Jakarta : [s.n.] :
1993
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Medika, No.9, Sept. 1991, hal. 716-726
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Makara Sei Sains, Vol.10, No.1, Apr. 2006, hal. 35-40, ( Cat. ada di bendel 2005 - 2007 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indrawati Gandjar
Seri Gizi 03
Bogor : P3G, 1973
Laporan Penelitian Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Makara Seri Sains, Vol.13, No.2, Nov. 2009, hal. 117-124, ( Cat ada di bendel 2008 - 2009 ); ( dan ada di bendel 2000 - 2009 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Naharannisa Ayuningtyas; Pembimbing: Yvonne M. Indrawani; Penguji: Ratu Ayu Dewi sartika, Ida Ruslita
Abstrak:
Makanan gorengan digemari karena memiliki rasa yang gurih serta cara pengolahan yang praktis. Rata-rata konsumsi lemak penduduk Indonesia sebanyak 47,2 gram per hari. Tempe merupakan bahan makanan yang cara pengolahannya sering digoreng. Jumlah minyak yang terserap dalam makanan gorengan khususnya tempe goreng perlu diperhatikan agar jumlah minyak/lemak yang dikonsumsi tidak melebihi dari anjuran 5 sendok makan per hari. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk menganalisis persentase kehilangan berat dan kadar minyak pada tempe goreng berdasarkan faktor ketebalan yaitu tipis dan tebal, serta faktor teknik menggoreng meliputi shallow frying dan deep fat frying. Penelitian menggunakan metanol sebagai pelarut organik untuk mengukur kadar minyak/lemak. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan perentase kehilangan berat dan kadar minyak secara signifikan pada perlakuan. Namun, persentase kehilangan berat sebesar 16,2% dan kadar minyak sebesar 61,20% (wet basis) lebih besar pada tempe yang digoreng dengan perlakuan tipis-deep fat frying. Berdasarkan hasil ini, konsumen diharap memperhatikan jumlah dan dimensi makanan gorengan yang dikonsumsi serta teknik menggoreng yang dipakai. Kata kunci: Kehilangan berat, kadar minyak, tempe goreng, ketebalan, teknik menggoreng Fried foods still become favourable foods because of salty taste and simple food processing. Fat consume average of Indonesian people about 47,2 grams per day. Tempeh is one of food that is mostly fried. The amount of oil absorbed by foods especially tempeh is need to be calculated so that it is not over than 5 tablespoons of oil per day. This experiment study aimed to analyze weight loss and oil content on fried tempeh based on its thickness, thin and thick, and also frying technique which are shallow frying and deep fat frying. The experiment used methanol as organic solvent to measure oil content. As the result, there is no significant difference of weight loss and oil content by experiment. However, the weight loss for about 16,2% and the oil content for about 61,20% (wet basis) is much higher in thin-deep fat frying tempeh. Based on this result, consumer needs to pay attention for the amount and its dimension of fried foods consumed and frying technique used. Key words: Weight loss, oil content, fried tempeh, thickness, frying technique
Read More
S-8701
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Liliansari Loedin; Pembimbing: Sarwono, Solita
S-237
Jakarta : FKM UI, 1985
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lingkungan & Pembangunan, Vol.20, No.3, 2000, hal. 186-193, ( Cat. ada di bendel 1997 - 2000 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
