Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 25647 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Debi Prabu Nafita; Pembimbing: Kusdinar Achmad; Penguji: Fatmah, Indrarti Soekotjo
S-7137
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mison Maryanto Rante; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Engkus Kusdinar, Iskandar
Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan nilai estimasi VO2max siswa/siswi Sekolah Khusus Olahragawan Ragunan Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional yang dilakukan pada 110 responden. Nilai estimasi VO2max diperoleh melalui metode pengukuran tidak langsung menggunakan tes Balke 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai estimasi VO2max responden laki-laki (47,33 ± 4,29 ml/kg/menit) lebih tinggi dibandingkan dengan responden perempuan (40,97 ± 4,54 ml/kg/menit). Variabel yang memiliki hubungan bermakna secara signifikan dengan nilai estimasi VO2max pada penelitian ini adalah jenis kelamin, status gizi (Z-skor IMT/U dan persen lemak tubuh), asupan vitamin B2, dan aktivitas fisik. Hasil analisis multivariat menggunakan uji regresi linear ganda memperoleh model prediksi nilai VO2max = 33,78 + (6,31 x jenis kelamin) – (1,52 x Z-skor IMT/U) + (2,73 x aktivitas fisik). Variabel dominan dalam menentukan besar nilai estimasi VO2max dalam penelitian ini adalah aktivitas fisik. Status gizi yang baik dan aktivitas fisik yang teratur diperlukan untuk mencapai nilai VO2max yang baik.
 

This study aims to determine the dominant factor estimated VO2max value of Sekolah Khusus Olahragawan Jakarta student’s. This study used cross sectional design and conducted on 110 students. Estimated VO2max obtained by indirect measurement method using Balke 15 minutes test. The results showed that the average value of the estimated VO2max of male respondents (47.33 ± 4.29 ml/kg/min) is higher than female respondents (40.97 ± 4.54 ml/kg/min). Variables that have a statistically significant relationship with estimated VO2max value in this study were gender, nutritional status (Z-score BMI-for-age and percent body fat), vitamin B2 intake, and physical activity. Multivariate analysis with multiple linear regression models to obtain the predictive value of VO2max = 33.78 + (6.31 x gender) - (1.52 x Z-score BMI-for-age) + (2.73 x physical activity). Dominant variable in determining the value of the estimated VO2max in this study is a physical activity. Good nutritional status, and regular physical activity required to achieve a good VO2max value.
Read More
S-7933
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Masako Christina; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Mulyadi Sadeli
S-11564
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Zuliani; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Fatmah, Pritasari
Abstrak: Kebugaran menjadi sangat penting karena kebugaran berhubungan dengan kesehatan kardiovaskular. Remaja yang memiliki kebugaran yang rendah dapat berisiko mengalami penyakit kardiovaskular saat dewasa kelak jika terus menerus dibiarkan. Kebugaran kardiovaskular biasa dinilai dengan VO2max (konsumsi maksimal oksigen). Salah satu cara untuk meningkatkan VO2max ialah dengan memberikan suplemen yang mengandung zat besi (Fe) dan multivitamin dan mineral (MVM).
 
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan kuasi eksperimen pre-test and post-test design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplemen kombinasi Fe dan MVM yang diberikan selama enam hari terhadap nilai estimasi VO2max pada siswi SMP di Jakarta. Nilai estimasi VO2max diukur menggunakan tes kebugaran 20-m shuttle run.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata perubahan nilai estimasi VO2max pada kelompok Fe&MVM adalah 0,20 ml/kg/min sedangkan kelompok kontrol adalah 0,13 ml/kg/min serta terdapat perbedaan yang signifikan pada perubahan total lintasan tes 20-m shuttle run diantara kedua kelompok (p=0,001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sekalipun tidak ada perbedaan bermakna pada rata-rata nilai estimasi VO2max kedua kelompok, pemberian suplemen dapat meningkatkan nilai estimasi meningkatkan VO2max dan total lintasan pada tes kebugaran 20-m shuttle run.
 

 
Cardiovascular fitness is very important especially for teenage. Teenage with low fitness have risk of cardiovascular disease later. Cardiovascular fitness was usually scored by VO2max (maximal consumption oxygen). One of solutions to increase VO2max is administration of iron (Fe) and multivitamins and mineral (MVM) supplement.
 
This Research was a quasi experiment pre-test and post-test design with purpose of study is to discover the effect of six days administration of iron combination supplement with multivitamins & mineral (MVM) toward the predicted of VO2max of Girl Student in Junior High School. The predicted of VO2max score was calculated by 20-m shuttle run test.
 
The result showed delta of VO2max score in Fe&MVM’s group was 0,20 ml/kg/min and placebo’s group was 0,13 ml/kg/min; and there was significant differences in delta of total lap of 20-m shuttle run between two groups after intervention (p=0.001). Although there was no significant differences of VO2max, administration of supplement can increased VO2max score and increased total lap of 20-m shuttle run.
Read More
S-7959
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aria Novita Sari; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Sandra Fikawati, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Alsuhendra, Luluk Hadiyanto
Abstrak: Latar belakang: Nilai volume oksigen maksimal (vo2max) merupakan penilaian yang digunakan untuk melihat asupan oksigen maksimal selama berolahraga. Atlet yang memiliki nilai vo2max rendah akan sulit bersaing dengan atlet yang memiliki nilai vo2max tinggi karena semakin rendah nilai vo2max akan semakin mudah lelah. Banyak faktor yang berhubungan dengan nilai vo2max, seperti usia, jenis kelamin, status gizi, asupan gizi, frekuensi makan, hingga gaya hidup seperti kebiasaan merokok. Penelitian ini bertujuan melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan nilai prediksi vo2max pada atlet remaja di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan di Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan design cross sectional. Sampel yang digunakan adalah atlet remaja di bawah bimbingan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, yang juga merupakan siswa SKO Ragunan. Responden berasal dari olahraga bulutangkis, sepakbola, voli, basket, tenis meja, taekwondo, pencak silat, gulat, panahan, atletik, loncat indah, dan angkat besi. Bleep test digunakan untuk mendapatkan prediksi nilai vo2max. Nilai persen lemak tubuh didapatkan melalui alat bio implemendarce analysis (BIA). Hasil: Rata-rata nilai vo2max atlet remaja di SKO Ragunan 45,12±8,19 ml/kg/menit. Diketahui variabel yang berhubungan dengan nilai vo2max adalah persen lemak tubuh (p 0,0005, r -0,71), asupan energi harian (p 0,04, r 0,21), dan jenis kelamin (p 0,0005). Setelah mengoreksi variabel usia, jenis kelamin, persen lemak tubuh, dan frekuensi makan, hasilnya variabel jenis aktivitas fisik dinilai memiliki pengaruh paling besar terhadap nilai vo2max (p 0,0005). Kesimpulan: Mengombinasikan aktivitas fisik aerobik dan anaerobik untuk latihan harian dapat meningkatkan nilai vo2max pada atlet remaja.
Read More
T-5569
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitria; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Kusdinar Achmad, Diah Mulyawati Utari, Eny Riangwati Tanzil, Zaenal Abidin
Abstrak:
Latihan panjang akan menguras glikogen otot dan merusak jaringan otot.Peningkatan kadar ureum dan kreatin kinase darah dapat menyebabkan penurunanperforma pada latihan atau pertandingan berikutnya. Tesis ini membahaspengaruh pemberian minuman elektrolit berkarbohidrat terhadap kadar ureumdarah, kreatin kinase darah, dan performa. Penelitian ini merupakan penelitianeksperimental murni, bersifat single blind dengan rancangan silang pada 10 atletdayung rowing nasional laki-laki di Pelatnas Dayung Pengalengan tahun 2015.Minuman yang diberikan adalah minuman elektrolit dengan jumlah karbohidratsebanyak 1 gr/kgBB pada kelompok perlakuan dan 0,35 gr/kgBB pada kelompokkontrol. Minuman tersebut diberikan segera setelah latihan dan dua jamberikutnya. Pengambilan sampel darah vena dilakukan untuk mengukurpenurunan kadar ureum dan kreatin kinase darah sebelum dan setelah pemberianminuman masing-masing dengan alat COBAS C111 dan Advia 1650/1800. Hasilanalisis membuktikan bahwa penurunan kadar ureum dan kreatin kinase darahlebih tinggi pada kelompok perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa minumanelektrolit berkarbohidrat sebanyak 1 gr/kgBB efektif untuk memulihkan kembalisimpanan glikogen otot dan menurunkan kerusakan jaringan otot.Kata kunci: karbohidrat, ureum, kreatin kinase, performa

Long lasting exercise will deplete muscle glycogen and muscle tissuedamage. Increased levels of blood urea and creatine kinase can cause a decrease inperformance at the next exercise or competition. This thesis discusses the effect ofcarbohydrate electrolyte drinks on blood urea levels, blood creatine kinase levels,and performance. This is true experimental study, single blind cross over design in10 rowing men athletes in the National Training Centre Pengalengan 2015.Beverages provided are electrolyte drinks with the amount of carbohydrates asmuch as 1 g/kg body weight in the treatment group and 0,35 g/kg body weight inthe control group. Beverages given immediately after the workout and the nexttwo hours. Venous blood sample was collected to measure the reduction of bloodurea and creatine kinase level before and after drinking beverages using COBASC111 and Advia 1650/1800 respectively. The result show that the reduction ofblood urea and creatine kinase levels is greater in the treatment group. It suggeststhat beverages contain 1 gr/kg body weight carbohydrate is effective to restoremuscle glycogen stores and decrease muscle tissue damage.Keywords : carbohydrates, blood urea, blood creatine kinase
Read More
T-4327
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arvie Amanda Lubis; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Fatmah, Zainal Abidin
Abstrak: VO2max sebagai salah satu indikator kebugaran kardiorespiratori, yang merupakan kemampuan tubuh untuk menyerap oksigen secara maksimal selama beraktivitas, dimana nilai tersebut dapat menentukan kebugaran dan performa sesorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan nilai estimasi VO2max yang meliputi jenis kelamin, aktivitas fisik, status gizi dan asupan gizi pada atlet softball nasional tahun 2014. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, pada 77 atlet softball nasional di bulan Maret-April 2014. Pengumpulan data dilakukan melalui 20-m shuttle run test, pengisian kuesioner GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire), pengukuran berat badan, tinggi badan, persen lemak tubuh, dan food recall 2x24 jam. Analisis statistik menggunakan uji kolerasi dan uji t-independen. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai estimasi VO2max sebesar 33,95 ml/kg/menit. Hasil analisis bivariat menunjukan terdapat hubungan bermakna antara indeks masa tubuh, persen lemak tubuh, asupan energi, asupan protein, asupan karbohidrat, dan asupan magnesium dengan nilai estimasi VO2max. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan para atlet dapat mengetahui kemampuan daya tahan maksimal individu dan faktor yang berhubungan sehingga dapat meningkatkan nilai VO2max agar dapat memberikan performa yang maksimal.
Kata Kunci : Estimasi VO2max, aktivitas fisik, status gizi dan asupan gizi.
Read More
S-8534
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rayhan Amer Imran; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Fathimah S. Sigit, Mury Kuswari
S-11810
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Lestari; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Diah M. Utari, Kamaluddin Latief
S-7941
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lutfiana Mardania; Pembimbing: Diah Mulyani Utari; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Endang Darajat
Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan terhadap nilai estimasi VO2max pada atlet usia 11-17 tahun di klub bulutangkis Jaya Raya Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional yang dilakukan pada 70 orang atlet selama bulan April-Mei 2016. Nilai estimasi VO2max untuk menentukan status kebugaran kardiorespirasi diukur menggunakan tes Cooper 12 menit. Dari hasil penelitian ini, terdapat hubungan bermakna secara signifikan antara Z-skor IMT/U, persen lemak tubuh, asupan zat besi, kalsium, vitamin C, dan aktivitas fisik dengan nilai estimasi VO2max. Variabel dominan dalam menentukan besar nilai estimasi VO2max dalam penelitian ini adalah aktivitas fisik. Diperlukan penelitian lanjutan yang meneliti hubungan kausalitas pada faktor-faktor tersebut dan meneliti faktor lain yang mungkin berhubungan. Selain itu juga diperlukan penyebaran informasi tentang status gizi, asupan zat gizi, dan aktivitas fisik yang tepat sehingga atlet dapat mencapai nilai VO2max yang baik untuk peningkatan perfoma saat latihan maupun pertandingan. Kata kunci : VO2max, atlet, tes Cooper 12 menit, status gizi, asupan gizi, aktivitas fisik.
This thesis aims to determine the dominant factor on estimated value of VO2max among athletes age 11-17 years in Jaya Raya Jakarta badminton club. This study was a quantitative study used cross sectional design performed on 70 athletes during April-May 2016. The estimated value of VO2max for determining the status of cardiorespiratory fitness were measured using 12 minutes Cooper test. This results showed that have statistically significant correlation between BMI-for-age Z-score, percent of body fat, iron intake, calcium, vitamin C and physical activity with the estimated value of VO2max. Dominant variable in determining estimated value of VO2max in this study is physical activity. Further research is needed to examine the relationship of causality on these factors and to examine other factors that may be related. In addition, the information about appropriate nutritional status, nutrient intake, and physical activity should be explained, so athletes can achieve good VO2max values to improve performance during training and matches. Key words: VO2max, athlete, 12-minutes Cooper test, nutritional status, nutrient intake, physical activity
Read More
S-9258
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive