Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34270 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Luh Anggi Vertikal; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Ahmad Syafiq, Dewi Damayanti
S-7183
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Restiani; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Triyanti, Itje Aisah Ranida
S-7170
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pradita Sendy Zulhita; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Triyanti, Dewi Damayanti
S-8391
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eskaning Arum Pawestri; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Fatmah Yusron, Indarti Seokotjo
S-6658
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Satrio Bantarpraci; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Magdalena, Yvonne; Ida Ruslita
S-7211
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anindita Nazhifa; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Salimar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas pola makan anak usia sekolah di SDN Pondok Cina 03 Depok dan perbedaan faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas pola makan. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Kualitas pola makan diukur menggunakan modifikasi the Healthy Eating Index dengan rentang skor 0-100. Pengukuran asupan menggunakan 3x24 Hour Food Recall dan Status Gizi (IMT/U) dengan mengukur berat badan menggunakan timbangan digital dan tinggi badan menggunakan microtoice. Hasil penelitian menunjukkan lebih separoh responden (62.55%) memiliki kualitas pola makan kurang (skor HEI 51-80) dan 37.5% memiliki kualitas pola makan buruk (skor HEI <51). Rata-rata kualitas pola makan adalah 51.67±1.04. Terdapat perbedaan yang signifikan pada asupan energi, karbohidrat, lemak, lemak jenuh, porsi makanan pokok, lauk hewani, sayur, buah dan susu antar kelompok kualitas pola makan. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada jenis kelamin, asupan protein, konsumsi nabati dan status gizi antar kelompok kualitas pola makan. Dapat disimpulkan bahwa kualitas pola makan siswa SDN Pondok Cina berkualitas kurang. Kualitas pola makan dapat diperbaiki dengan meningkatkan konsumsi makanan pokok, lauk hewani, sayur, buah dan susu. Disarankan kepada pihak sekolah untuk mengedukasi, mengawasi dan menyediakan kantin sehat. Kepada pihak orang tua untuk menyediakan makanan dan minuman sehat guna membentuk kualitas pola makan yang sehat. Kata Kunci: Anak Usia Sekolah; Kualias Pola Maka; Asupan; Porsi.
Read More
S-8716
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bonie Febriany Putri Agnur; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Sandra Fikawati, Zakiah
Abstrak: Gizi lebih berhubungan dengan risiko kematian akibat penyakit diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan proporsi kejadian gizi lebih berdasarkan asupan gizi, aktivitas fisik, perilaku sedentari, pengetahuan gizi & gizi lebih, dan kebiasaan sarapan. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 110 responden yang merupakan Pegawai Negeri Sipil di Dinas Kesehatan Kota Depok. Pengukuran status gizi lebih menggunakan indeks masa tubuh, asupan gizi menggunakan metode food recall 2x24 jam, aktivitas fisik menggunakan GPAQ, perilaku sedentari menggunakan SBQ, pengetahuan gizi & gizi lebih dan kebiasaan sarapan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,6% PNS mengalami gizi lebih (IMT ≥ 25 kg/m2 ). Terdapat perbedaan proporsi bermakna pada variabel asupan gizi, aktivitas fisik, pengetahuan gizi & gizi lebih, dan kebiasaan sarapan. Setelah dilakukan analisis stratifikasi berdasarkan jenis kelamin, terdapat perbedaan proporsi bermakna variabel asupan energi pada lakilaki sedangkan variabel lainnya bermakna pada perempuan saja. Gizi lebih terjadi pada setengah responden PNS di Dinas Kesehatan Kota Depok. Anjuran untuk konsumsi makanan rendah kalori, rendah lemak, dan tinggi serat serta peningkatan aktivitas fisik dapat mengurangi angka kejadian gizi lebih dan mencegah pertambahan berat badan.
Kata Kunci: Gizi lebih, Indeks Masa Tubuh, asupan gizi, aktivitas fisik, Pegawai Negeri Sipil
Overnutrition associated with the risk of death form diabetes mellitus type 2 diseases. This study aims to determine differences of proportion in the incidence of overnutrition based on dietary intake, physical activity, sedentary behaviour, knowledge of nutrition & overnutrition, and breakfast habits. This study used cross-sectional design. A total of 110 civil employees of Depok Health Department were included in this study. Overnutrition was measured using Body Mass Index, dietary intake using method of food recall 2x24 hours, physical activity using GPAQ, sedentary behaviour using SBQ, knowledge of nutrition & overnutrition using questionnaire. The results showed that were 53,6% civil employees is overnutrition (BMI ≥ 25 kg/m2 ). There were significant differences of proportion in variables dietary intake, physical activity, knowledge of nutrition and overnutrition, and breakfast habits. After stratification analyze based on sex, there were significant differences of proportion variables energy intake in men, while the difference of proportion other variables were only significant in women. Overnutrition occurs on half of civil employees of Depok Health Department. Consumed food with low calories, low fat, and high fiber and then increase physical activity can reduce prevalence of overnutrition and prevent weight gain.
Keywords: overnutrition, Body Mass Index, dietary intake, physical activity, civil employees
Read More
S-9075
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulatun Nikmah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Rahmawati
Abstrak: Anak sekolah membutuhkan asupan zat gizi yang cukup untuk menjamin tercapainya pertumbuhan dan kesehatan yang optimal. Sarapan dan jajan memiliki peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan zat gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dan jajan dengan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat pada siswa sekolah dasar terpilih di Kota Depok.
 
Penelitian ini merupakan analisis data sekunder dari penelitian mengenai hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan gizi lebih pada siswa sekolah dasar terpilih. Desain penelitian adalah cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa sekolah dasar negeri, swasta, dan madrasah di Kota Depok. Jumlah sampel adalah 87 siswa.
 
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata asupan energi adalah 1406 kkal, protein 50.6 gram, lemak 54.5 gram, dan karbohidrat 176.8 gram. Terdapat perbedaan signifikan pada asupan energi dengan kebiasaan sarapan, jajanan roti dan gorengan; asupan protein dengan jajanan es krim; asupan lemak dengan kebiasaan sarapan dan jajanan gorengan; asupan karbohidrat berdasarkan jenis kelamin, jajanan roti dan gorengan. Diharapkan upaya kerja sama antara sekolah dan puskesmas untuk memberikan edukasi gizi kepada siswa dan orang tua mengenai pentingnya sarapan dan jajanan sehat melalui pertemuan Persatuan Orang Tua Murid.
 

School children need an adequate nutrition to ensure that children reach their optimum for growth and health. Breakfast and snacking have an important role in fulfilling nutritional needs of children. The aim of this study was to determine the relation between breakfast and snacking habit with intake of energy, protein, fat, and carbohydrate in selected elementary school students in Depok.
 
This study was an analysis secondary data from research about relation between food pattern and physical activity with overweight among selected elementary school students in Depok. This study population was all of students in public, private, and islamic elementary school. Sample total was 87 students.
 
The results showed the average energy intake, protein, fat, and carbohydrate was 1406 kcal, 50.6 grams, 54.5 grams, 176.8 grams respectively. There were significant differences in energy intake with breakfast habit, snack and fried snacks; protein intake with ice cream; fat intake with breakfast habit and fried snacks; carbohydrate with gender, bread, and fried snacks. Collaboration needed between school and public health centerto provide nutrition education to parents and students about the importance of breakfast and healthy snack through meeting of parents.
Read More
S-7872
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fiona Sarah; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Sylviana Marcella
Abstrak: Skripsi ini membahas peran penggunaan gadget, aktivitas fisik dan asupan dengan kejadian overweight dan obesitas pada anak usia sekolah (7-12 tahun). Responden diambil dari SD Marsudirini Matraman, Jakarta Timur dengan data yang berasal dari siswa dengan pengisian food frequency questionnaire, physical activity questionnaire, dan wawancara 24h food recall. Perbedaan antar kelompok diuji dengan menggunakan uji chi-square dan uji ANOVA. Berdasarkan 263 responden, 52.1% merupakan siswa laki-laki. Prevalensi responden dengan berat badan normal, overweight, obesitas masing-masing sebesar 47.9%, 21.7%, dan 30.4%. Terdapat perbedaan bermakna antara kejadian obesitas dan overweight antara jenis kelamin dan umur (p < 0.05). Prevalensi obesitas dan overweight cenderung lebih besar pada anak laki-laki. Sementara tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara status berat badan dengan penggunaan gadget, aktivitas fisik, kebiasaan konsumsi dan asupan makanan, kecuali asupan lemak (p = 0.018). Responden dengan overweight/obesitas memiliki rata-rata persentase asupan lemak lebih tinggi dibandingkan responden dengan berat badan normal. Serta sebagian besar anak menggunakan gadget < 2 jam setiap hari dan tidak cukup aktif dalam melakukan aktivitas fisik. Terdapat peningkatan risiko obesitas 1.57 kali dan risiko overweight 1.43 kali pada anakanak yang bermain gadget > 2 jam setiap hari.
 

The aim of this study was to describe gadget using, physical activity and dietary intake in normal weight, overweight and obese school-aged children (7-12 years old). Children were recruited from Marsudirini Matraman Elementary School, East Jakarta. All data were obtained by child report using food frequency questionnaire, physical activity questionnaire for older-children (PAQ-C) and 24h food recall interview. Principal component analysis used chi-square and one-way ANOVA to identify difference in each group. Among 263 participants, 52.1% were boys; the percentages of normal, overweight, obese were 47.9%, 21.7%, and 30.4%, respectively. These prevalence rates were greater in boys than girls and vary according to age (p < 0.05). There are no difference between gadget using duration and physical activity for normal, overweight, and obese. Moreover the difference between dietary intake and dietary habits were not significant, except for fat intake (p = 0.018). Obese and overweight children have higher average percentage in fat intake than normal weight children. Most of the children use their gadget not more than 2 hours each day and not active in physical activity. Children who spent more than 2 hours in playing gadget 1.57 times were more likely to be obese and 1.43 times become overweight.
Read More
S-7874
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizky Puti Oktaviany; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti
S-7820
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive