Ditemukan 34765 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Almas Grinia Iksan; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: R. Sutiawan, Ancus Nainggolan
S-7262
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Litizia Ruliyani; Pembimbing: Trihono
M-89
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurzahara Bagus; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Popy Yuniar, Khairina, Dian Ekawati
Abstrak:
Read More
Penelitian ini mengevaluasi integrasi Sistem Monitoring Antrian Online (Mobile JKN) dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RS Hermina Bekasi terhadap standar waktu pelayanan pasien rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian tujuan sistem dengan hasil yang dicapai, dengan fokus pada efisiensi waktu pelayanan menggunakan metode HOT-Fit, yang mengevaluasi aspek manusia, organisasi, dan teknologi. Penelitian deskriptif-eksploratif ini menggunakan wawancara, data observasi, dan pengukuran kinerja sistem untuk mengukur variabel kunci seperti kemampuan dan penerimaan pengguna, kebijakan organisasi, dan keandalan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem secara efektif mengurangi waktu tunggu khususnya proses pendaftaran rawat jalan, namun secara keseluruhan Waktu pelayanan masih belum mencapai standar. Beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti pelatihan pengguna,penyesuaian kebijakan, dan update kemampuan sistem. Komponen teknologi sistem menunjukkan keandalan dan fleksibilitas yang tinggi, sehingga meningkatkan efisiensi operasional. Namun, tantangan masih ada dalam mencapai kesesuaian penuh dengan standar waktu pelayanan dan adopsi oleh pengguna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun integrasi ini merupakan langkah signifikan dalam mengoptimalkan layanan bagi peserta BPJS Kesehatan, penyempurnaan lebih lanjut diperlukan untuk memaksimalkan manfaat bersih pada semua aspek operasional..
This study evaluates the integration of the Online Queue Monitoring System (Mobile JKN) with the Hospital Management Information System (SIMRS) at Hermina Bekasi Hospital against outpatient service time standards. The research aims to analyze the alignment of the system's objectives with its outcomes, focusing on service time efficiency using the HOT-Fit method, which evaluates human, organizational, and technological aspects. This descriptive-explorative study employs interviews, observational data, and system performance measurements to assess key variables such as user capability and acceptance, organizational policies, and system reliability. The findings indicate that the system integration effectively reduces wait times, particularly for outpatient registration processes, although overall service time still does not meet the standards. Areas needing improvement include user training, policy adjustments, and system capability updates. The technological components of the system demonstrate high reliability and flexibility, enhancing operational efficiency. However, challenges remain in fully achieving alignment with service time standards and user adoption. The study concludes that while the integration represents a significant step in optimizing services for BPJS Health participants, further refinements are required to maximize net benefits across all operational aspects.
T-7201
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mega Puspa Sari; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Besral, Martya Rahmaniati Makful, Ns. Siti Anisah, Sulistiyo
Abstrak:
Abstrak
Human Immunodeficiency Virus HIV merupakan tantangan terbesar dalam pengendalian tuberkulosis. Di Indonesia diperkirakan sekitar 3 pasien TB dengan status HIV positif. Sebaliknya TB merupakan tantangan bagi pengendalian Acquired Immunodeficiency Deficiency Syndrome AIDS karena merupakan infeksi oportunistik terbanyak terdapat 49 pada ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepatuhan minum obat antiretroviral terhadap ketahanan hidup pasien TB-HIV di RSUD Koja Tahun 2013 ndash; 2017. Desain studi yang digunakan adalah desain kohort retrospekstif. Jumlah sampel pada studi ini adalah 111 pasien TB-HIV yang diambil secara keseluruhan. Dari studi ini, diketahui pada kelompok yang patuh minum obat antiretroviral ARV mengalami event /meninggal 31 , sebanyak 79,7 pasien masih hidup dan pasien yang lost follow up sebanyak 34,8. Hasil analisis multivariabel dengan regresi cox time dependent menunjukkan bahwa hazard ratio HR kematian menurut kepatuhan minum ARV berbeda-beda sesuai waktu. Dalam 1 tahun pengamatan, pasien yang tidak patuh minum ARV memiliki hazard 2,85 kali lebih cepat mengalami kematian daripada yang patuh minum ARV. Kemudian pasien yang tidak patuh minum ARV selama 4 tahun pengamatan 2013-2017 memiliki hazard terjadinya kematian sebesar 11,49 kali. Terdapat interaksi kepatuhan minum ARV dengan infeksi oportunistik. Pada pasien yang tidak patuh minum ARV dengan infeksi oportunistik lebih dari 2, efeknya lebih rendah 0,4 kali dibandingkan dengan pasien yang patuh minum ARV memiliki infeksi oportunistik kurang dari 2. Dianjurkan kepada pasien untuk melakukan pemeriksaan CD4 secara rutin 6 bulan sekali dan tidak lupa meminum obat secara teratur guna mencapai ketahanan hidup dan kualitas hidup yang lebih baik.
Human Immunodeficiency Virus HIV is the biggest challenge in tuberculosis control. In Indonesia, approximately 3 of TB patients with HIV status are positive. Conversely, TB is a challenge for the control of Acquired Immunodeficiency Deficiency Syndrome AIDS because it is the most opportunistic infection there is 49 in people living with HIV. This study aims to determine the effect of antiretroviral drug adherence to the survival of HIV TB patients in Koja Hospital Year 2013 2015. The study design used is retrospective cohort design. The number of samples in this study were 111 whole TB HIV patients taken as a whole. From this study, it was found that in the ARV group experienced event dying 31 , 79.7 of patients were still alive and the patients lost follow up 34.8. The result of multivariable analysis with cox time dependent regression showed that hazard ratio HR mortality according to ARV adherence was different according to time. Within 1 year of observation, patients who did not adhere to taking antiretroviral drugs had a hazard of 2.85 times faster mortality than those who were obedient to taking ARVs. Then patients who did not adhere to taking antiretrovirals for 4 years of observation 2013 2017 had a death hazard of 11.49 times. There is an interaction of antiretroviral adherence with opportunistic infections. In patients who did not adhere to taking antiretroviral drugs with more than 2 opportunistic infections, the effect was 0.4 times lower than those who were adherent on taking ARVs had less than 2 opportunistic infections. It is advisable to patients to have routine CD4 checks every 6 months and not forget taking medication regularly to achieve better survival and quality of life.
Read More
Human Immunodeficiency Virus HIV merupakan tantangan terbesar dalam pengendalian tuberkulosis. Di Indonesia diperkirakan sekitar 3 pasien TB dengan status HIV positif. Sebaliknya TB merupakan tantangan bagi pengendalian Acquired Immunodeficiency Deficiency Syndrome AIDS karena merupakan infeksi oportunistik terbanyak terdapat 49 pada ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepatuhan minum obat antiretroviral terhadap ketahanan hidup pasien TB-HIV di RSUD Koja Tahun 2013 ndash; 2017. Desain studi yang digunakan adalah desain kohort retrospekstif. Jumlah sampel pada studi ini adalah 111 pasien TB-HIV yang diambil secara keseluruhan. Dari studi ini, diketahui pada kelompok yang patuh minum obat antiretroviral ARV mengalami event /meninggal 31 , sebanyak 79,7 pasien masih hidup dan pasien yang lost follow up sebanyak 34,8.
T-5386
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lena Sari Dewi; Pembimbing: Trihono
M-93
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Era Setiara; Pembimbing: Trihono
M-82
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Desi Herianti; Pembimbing: Meiwita Paulina Budiharsana; Penguji: Artha Prabawa, Istiqamah
Abstrak:
Peningkatan kasus penyakit tidak menular (PTM) baik di dunia maupun di Indonesia memerlukan upaya pengendalian yang memadai dan komprehensif dengan ketersediaan data dan informasi yang tepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kasus PTM meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, alamat, status jaminan, faktor resiko dan besaran biaya serta asal sumber dana pasien rawat jalan dan rawat inap rumah sakit. Pengembangan sistem menggunakan Sistem Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan prototype. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mendalam serta telaah dokumen pencatatan dan pelaporan rumah sakit. Sistem ini dapat membantu pengolahan data menjadi cepat dan akurat sehingga memudahkan analisa serta dapat diintegrasikan di semua unit rumah sakit. Sistem juga diintegrasikan ke puskesmas sebagai umpan balik rujukan dan ke dinas kesehatan dalam rangka koordinasi pengendalian kasus PTM, melalui web rumah sakit. Saran adalah agar pengendalian kasus PTM dapat dilakukan secara bersama oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: sistem informasi pemantauan, penyakit tidak menular, prototype, faktor resiko. Increasing cases of non-communicable diseases (NCDs) in the world or in Indonesia require adequate control measures and comprehensive with the availability of data and information timely and accurate. This study aims to identify the characteristics of PTM case included age, gender, education, occupation, address, status guarantees, risk factors and magnitude of the source of funding costs and outpatient and inpatient hospital. Development of systems using the System Development Life Cycle (SDLC) with a prototype approach. Data collection is done by observation and in-depth interviews and document review records and hospital reports. This system can help data processing to be fast and accurate to facilitate the analysis and can be integrated in all units of the hospital. The system is also integrated to the clinic as a reference and feedback to the health department in order to coordinate control of PTM case, through the web hospitals. The suggestion is that the control of non-communicable disease cases can be carried out jointly by the health care facility. Keywords: Information System Monitoring, Non-Communicable Diseases, Prototype, Risk Factors.
Read More
T-4361
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Frisca Anindhita; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Popy Yuniar, Ade Sutrisno
S-6005
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Avid Wijaya; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Kemal N. Siregar, Artha Prabawa, Punto Dewo, Sarto
T-5384
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Boy Efendi; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Artha Prabaw, Endang Lukitosari, Edwan NS
T-5372
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
