Ditemukan 39392 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Ratna Kusumaningsih; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-7280
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dewi Sulistiyawati; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Muhammad Irwansyah
Abstrak:
Kebakaran merupakan suatu peristiwa atau kejadian yang dapat menyebabkan banyak kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap penerapan manajemen tanggap darurat dan penanggulangan kebakaran di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan melakukan observasi lapangan, wawancara, dan telaah dokumen. Hasil penelitian selanjutnya dibandingkan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20/PRT/M/2009, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008, SNI 03-1746-2000, dan SNI 03-6574-2001.
Hasil penelitian didapatkan bahwa kesesuaian penerapan manajemen tanggap darurat dan penanggulangan kebakaran di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, yaitu organisasi tanggap darurat sebesar 84.62%, tata laksana operasional sebesar 72.22%, dan sumber daya manusia (SDM) sebesar 80%. Dimana rata-rata kesesuaian sarana penyelamatan jiwa adalah sarana jalan keluar sebesar 90%, pintu darurat sebesar 72.22%, tangga darurat sebesar 92.50%, petunjuk arah jalan keluar sebesar 53.34%, pencahayaan darurat sebesar 59.93%, dan tempat berkumpul sementara sebesar 100%.
Berdasarkan hasil penelitian, maka diperlukan perbaikan dan peningkatan terhadap penerapan manajemen tanggap darurat dan penanggulangan kebakaran serta perbaikan dan pemeliharaan terhadap sarana penyelamatan jiwa di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia.
Kata kunci : manajemen keselamatan kebakaran gedung, sarana, program pendidikan vokasi.
Read More
Hasil penelitian didapatkan bahwa kesesuaian penerapan manajemen tanggap darurat dan penanggulangan kebakaran di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, yaitu organisasi tanggap darurat sebesar 84.62%, tata laksana operasional sebesar 72.22%, dan sumber daya manusia (SDM) sebesar 80%. Dimana rata-rata kesesuaian sarana penyelamatan jiwa adalah sarana jalan keluar sebesar 90%, pintu darurat sebesar 72.22%, tangga darurat sebesar 92.50%, petunjuk arah jalan keluar sebesar 53.34%, pencahayaan darurat sebesar 59.93%, dan tempat berkumpul sementara sebesar 100%.
Berdasarkan hasil penelitian, maka diperlukan perbaikan dan peningkatan terhadap penerapan manajemen tanggap darurat dan penanggulangan kebakaran serta perbaikan dan pemeliharaan terhadap sarana penyelamatan jiwa di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia.
Kata kunci : manajemen keselamatan kebakaran gedung, sarana, program pendidikan vokasi.
S-9594
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fahmi Lathifia; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Siti Kurnia
S-10461
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
R.M. Yodan Amaral Panindrus; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Hendra, Soehatman Ramli
T-2385
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dini Nur Anisa; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Fatma Lestari, Rezi Riadhi Syahdi
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap gambaran manajementanggap darurat kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa yang ada di gedung FakultasFarmasi Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitikdengan melakukan observasi lapangan, wawancara, dan telaah dokumen. Hasil daripenelitian ini selanjutnya dibandingkan kesesuaiannya dengan Permen PU No.20/PRT/M/2009, Permen PU No.26/PRT/M/2008, Kepmen PU No. 10/KPTS/2000, SNI03-1746-2000, SNI 03-6574-2001, dan dan standar internasional NFPA 101. Hasilpenelitian didapatkan bahwa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia belum memilikimanajemen tanggap darurat kebakaran yang sesuai dengan standar. Saranapenyelamatan jiwa yang belum semuanya terpenuhi adalah koridor, pintu darurat,tangga darurat, petunjuk arah jalan keluar, dan pencahayaan darurat. Dari hasilpenelitian maka diperlukan pengadaan bagi manajemen tanggap darurat kebakaran danperbaikan bagi sarana penyelamatan jiwa yang belum memenuhi persyaratan, sertadilakukan pemeliharaan bagi yang sudah terpenuhi.
Kata kunci: manajemen keselamatan kebakaran gedung, sarana, fakultas farmasi
The purpose of the research is to analyze the management overview fire emergencyresponse and facility of life saving in Faculty of Pharmacy building, University ofIndonesia. This research used the descriptive analytic metod with performing fieldoverview, interview, and document study. The result of this research will be comparedits conformity with Permen PU No. 20/PRT/M/2009. Permen PU No. 26/PRT/M/2008,Kepmen PU No. 10/KPTS/2000, SNI 03-1746-2000, SNI 03-6574-2001, and NFPA101. This result shows that Faculty of Pharmacy in University of Indonesia yet to havestandard compliant fire emergency response management. The place that yet to have lifesaving facility including corridor, emergency doors, emergency stares, exit directions,and emergency lightings. From this research conclude that the procurement is requiredfor management of the fire emergency responnse and requirement for the life savingfacility wich do not meet the requiremnts, and maintenace for the facility.
Key words: building fire safety, facility, faculty of pharmacy.
Read More
Kata kunci: manajemen keselamatan kebakaran gedung, sarana, fakultas farmasi
The purpose of the research is to analyze the management overview fire emergencyresponse and facility of life saving in Faculty of Pharmacy building, University ofIndonesia. This research used the descriptive analytic metod with performing fieldoverview, interview, and document study. The result of this research will be comparedits conformity with Permen PU No. 20/PRT/M/2009. Permen PU No. 26/PRT/M/2008,Kepmen PU No. 10/KPTS/2000, SNI 03-1746-2000, SNI 03-6574-2001, and NFPA101. This result shows that Faculty of Pharmacy in University of Indonesia yet to havestandard compliant fire emergency response management. The place that yet to have lifesaving facility including corridor, emergency doors, emergency stares, exit directions,and emergency lightings. From this research conclude that the procurement is requiredfor management of the fire emergency responnse and requirement for the life savingfacility wich do not meet the requiremnts, and maintenace for the facility.
Key words: building fire safety, facility, faculty of pharmacy.
S-9076
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dhewi Mega Sari; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Sjahrul Meizar Nasri, Errik Yusnadi Saleh, Imam Santoso
Abstrak:
Read More
Kebakaran merupakan kejadian yang tidak diinginkan dan menimbulkan kerugian aset hingga munculnya korban jiwa. Kasus kebakaran di Indonesia terhadap bangunan gedung, mayoritas disebabkan oleh kelistrikan dan pemeliharaan proteksi kebakaran pada bangunan gedung yang kurang baik hingga tidak disediakan proteksi kebakaran. Selain itu beberapa kasus kebakaran di bangunan gedung diperparah dengan proteksi kebakaran yang tersedia di bangunan gedung tidak sesuai dengan regulasi dan standar yang berlaku. Beberapa kasus kebakaran yang pernah terjadi di bangunan gedung Universitas X disebabkan oleh arus pendek dan puntung rokok. Bangunan multifungsi memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan proteksi kebakaran yang sesuai dengan fungsi dari setiap aktivitas yang dilakukan pada ruangan atau lantai selain perlindungan terhadap bangunan gedung secara keseluruhan sesuai PERMEN PU no 26 tahun 2008. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sistem proteksi kebakaran pada bangunan multifungsi di Zona Perpustakaan yang terdapat di Universitas X. Desain penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data berupa pemeriksaan sistem proteksi kebakaran, dan desain studi deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi sistem proteksi kebakaran, wawancara untuk konfirmasi kondisi sistem proteksi kebakaran dan pemeriksaan dokumen terkait, serta analisis simulasi evakuasi menggunakan software Pathfinder 2019, dan dilakukan pemeriksaan terhadap peralatan kelistrikan menggunakan thermograph serta pemeriksaan kesesuaian instalasi peralatan kelistrikan yang beroperasi. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sistem proteksi aktif termasuk kategori cukup baik (43%), kondisi sistem proteksi kebakaran pasif termasuk kategori baik (52%), dukungan organisasi termasuk kategori baik (60%), kondisi pemeriksaan thermograph menunjukkan 10 peralatan kelistrikan perlu dilakukan pemantauan dan pemeriksaan kesesuaian termasuk kategori baik (70%). Akan tetapi mengingat pernah terjadi beberapa kasus kebakaran di Universitas X, maka peneliti masih menganggap perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Kondisi peralatan proteksi kebakaran aktif yang perlu ditingkatkan adalah sistem pemadaman berbasis air, sistem deteksi, alarm dan sistem kebakaran yang terdapat di bangunan gedung, serta pemantauan secara rutin terhadap fasilitas APAR pada bangunan gedung. Kondisi peralatan proteksi kebakaran pasif yang perlu ditingkatkan adalah memastikan kondisi struktur bangunan, pintu dan jendela pada bangunan gedung tahan terhadap kebakaran minimal 1-2 jam, pemeriksaan kondisi tangga darurat pada bangunan gedung, terdapat denah evakuasi dan signage kedaruratan sesuai standar dan regulasi yang berlaku. Kondisi dukungan organisasi yang perlu ditingkatkan adalah penyediaan prosedur keadaan darurat, penyelenggaraan simulasi, ketersediaan informasi tim tanggap darurat dan nomor darurat yang mudah terlihat, serta memastikan tim tanggap darurat dan penghuni gedung mendapatkan pelatihan keadaan darurat secara rutin. Pemeriksaan peralatan kelistrikan menunjukkan 10 peralatan kelistrikan perlu dilakukan pemantauan karena memiliki suhu ukur > 1 derajat dari suhu referensi. Hasil observasi peralatan kelistrikan perlu perapihan penyimpanan dan penempatan perkabelan. Simulasi evakuasi dibandingkan dengan drill pada bangunan yang telah dilaksanakan ditemukan bahwa waktu pada saat drill lebih lama dibandingkan dengan simulasi evakuasi menggunakan modeling. Hal ini disebabkan oleh kepanikan dan pengambilan keputusan serta interaksi antar manusia dalam kondisi darurat. Dari hasil diatas perlu dilakukan pemeliharaan peralatan proteksi kebakaran yang tersedia dan dilakukan perapihan serta pemantauan dan evaluasi terhadap peralatan kelistrikan di dalam bangunan. Selain itu perlu dilakukan simulasi keadaan darurat secara rutin untuk mendukung penurunan waktu yang dibutuhkan dalam melakukan evakuasi gedung dalam kondisi darurat.
Fire is an undesirable event and causes asset loss and even fatalities. Most cases in Indonesia in buildings are caused by defective electricity and fire protection maintenance in buildings and fire protection is not provided. Several cases of fire in buildings are exacerbated by the fire protection available in buildings that do not comply with applicable regulations and standards. Short circuits and cigarette butts caused several cases of fires that have occurred in the University X building. Multifunctional buildings have different characteristics, so they require fire protection by the function of each activity carried out in a room or floor in addition to protection of the building according to PERMEN PU no. 26 of 2008. The purpose of this study was to analyze the fire protection system in multifunctional buildings in the Library Zone located at University X. The research design includes a quantitative descriptive study for fire protection system inspections and a qualitative descriptive study involving observations, interviews, document reviews, evacuation simulations using Pathfinder 2019, and thermographic inspections of electrical equipment to assess installation and operation suitability. The results of the study showed that the condition of the active protection system was in the fairly good category (43%), the condition of the passive fire protection system was in the good category (52%), organizational support was in the good category (60%), the condition of the thermograph examination showed that 10 electrical equipment needed to be monitored and checked for suitability, including the good category (70%). However, considering that there have been several fire cases at University X, the researcher still considers it necessary to conduct further research. The conditions of active fire protection equipment that need to be improved are water-based extinguishing systems, detection systems, alarms, fire systems in buildings, and routine monitoring of APAR facilities in buildings. Passive fire protection equipment conditions that need to be improved are ensuring the condition of the building structure, doors and windows in the building are fire resistant for at least 1-2 hours, checking the condition of the emergency stairs in the building, there are evacuation plans and emergency signage according to applicable standards and regulations. Improvements needed for organizational support include providing clear emergency procedures, conducting simulations, ensuring visibility of emergency contact information, and offering routine emergency training for the response team and building occupants. Inspection of electrical equipment showed that 10 electrical equipment needed monitoring because they had a measuring temperature > 1 degree from the reference temperature. The results of observations of electrical equipment require tidy storage and wiring placement. Evacuation simulation compared to drills in buildings that have been implemented found that the time during the drill was longer than the evacuation simulation using modeling. This is caused by panic, decision-making, and human interaction in emergencies. It is necessary to maintain the available fire protection equipment, conduct repairs, and monitor, also evaluate electrical equipment. In addition, it is required to simulate emergencies regularly to reduce the time needed to evacuate buildings in emergency conditions.
T-7175
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ade Mayo Ferdiansyah; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Rudal Triawan
Abstrak:
Penelitian ini membahas tentang penerapan sistem proteksi aktif, proteksi pasif,dan sistem tanggap darurat kebakaran di PT. Prasadha Pamunah Limbah Industri(PPLi). Tujuan dibuatnya penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaiansistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif, dan sistem tanggap darurat kebakarandengan standar Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan standar National FireProtection Association, metode penelitian yang digunakan adalah metodepenelitian deskriptif melalui observasi dan telaah dokumen yang beradadiperusahaan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem proteksi aktif,sistem proteksi pasif, dan sistem tanggap darurat kebakaran belum seluruhnyamemenuhi standar.
Kata kunci:Sistem proteksi aktif, proteksi pasif, sistem tanggap darurat, NFPA, KeputusanMenteri Pekerjaan Umum
This research is about the application of active and passive protection system andemergency response system of fire at PT Prasadha Pamunah Limbah Industri(PPLi). The purpose of this research is to understand about the compatibility ofthose system compare with Keputusan Menteri Pekerjaan Umum and NationalFire Protection Association, active and passive protection system and emeregencyresponse system of fire. This research use descriptive method through observationand document review. The conclusion of this research is the active and passiveprotection system and emergency response of fire at PT Prasadha PamunahLimbah Industri (PPLi) has not fully complied the standard.
Key words:Active protection system, passive protection system, emergency response system,NFPA, Keputusan Menteri Pekerjaan Umum
Read More
Kata kunci:Sistem proteksi aktif, proteksi pasif, sistem tanggap darurat, NFPA, KeputusanMenteri Pekerjaan Umum
This research is about the application of active and passive protection system andemergency response system of fire at PT Prasadha Pamunah Limbah Industri(PPLi). The purpose of this research is to understand about the compatibility ofthose system compare with Keputusan Menteri Pekerjaan Umum and NationalFire Protection Association, active and passive protection system and emeregencyresponse system of fire. This research use descriptive method through observationand document review. The conclusion of this research is the active and passiveprotection system and emergency response of fire at PT Prasadha PamunahLimbah Industri (PPLi) has not fully complied the standard.
Key words:Active protection system, passive protection system, emergency response system,NFPA, Keputusan Menteri Pekerjaan Umum
S-7712
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tri Kurniawan; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Ike Pujiriani
Abstrak:
Penelitian ini membahas tentang analisis sistem proteksi aktif, proteksi pasif, dan sistem tanggap darurat kebakaran di Gedung Vokasi UI. Tujuan dibuatnya penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif, dan sistem tanggap darurat kebakaran dengan mengacu standar Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan standar National Fire Protection Association, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif melalui observasi dan telaah dokumen yang berada di Gedung Vokasi UI. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif, dan sistem tanggap darurat kebakaran belum seluruhnya memenuhi standar.
This research Analyze application of active and passive protection system and emergency response system of fire at Vokasi UI Building. The purpose of this research is to understand about the compatibility of those system compare with Keputusan Menteri Pekerjaan Umum and National Fire Protection Association, active and passive protection system and emeregency response system of fire. This research use descriptive method through observation and document review. The conclusion of this research is the active and passive protection system and emergency response of fire at Vokasi UI Building has not fully complied the standard.
Read More
This research Analyze application of active and passive protection system and emergency response system of fire at Vokasi UI Building. The purpose of this research is to understand about the compatibility of those system compare with Keputusan Menteri Pekerjaan Umum and National Fire Protection Association, active and passive protection system and emeregency response system of fire. This research use descriptive method through observation and document review. The conclusion of this research is the active and passive protection system and emergency response of fire at Vokasi UI Building has not fully complied the standard.
S-7777
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eko Suryo Rachmanto; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Yulianto S. Nugroho
S-5100
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sekar Tina Amiaty Naro Putri; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanty
S-5897
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
