Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37288 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Gusni Rahma; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Susilarini, Ni Ketut
S-7375
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Megawati; Pembimbing: Nurhayati Prihartono; Penguji: Yovsyah, Ni Ketut Susilarini
S-7467
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Fitriani; Pembimbing: Bambang Sutrisana, Syahrizal; Penguji: Nugraha Utama Pelupessy
Abstrak: Kanker ovarium adalah salah satu kanker ginekologi yang paling umum terjadi dan menempat urutan ketiga setelah kanker serviks dan kanker uterus. Sebagian besar kasus kanker ovarium
Read More
T-5809
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rachel Monique; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Gandi Agusniadi
Abstrak: Berdasarkan laporan WHO 2013, kasus TB ekstra paru di Indonesia mengalami peningkatan dari 14.054 tahun 2012 menjadi 15.697 tahun 2013. Salah satu rumah sakit yang mencatat adanya peningkatan kasus TB ekstra paru adalah RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan TB ekstra paru pada pasien rawat inap TB di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta tahun 2011-2013.
 
Penelitian ini menggunakan rekam medis dengan desain studi kasus kontrol. Sampel penelitian ini meliputi kasus yaitu, pasien rawat inap TB ekstra paru tahun 2011-2013 serta kontrol yaitu, pasien rawat inap TB paru tahun 2011-2013 dengan rekam medis yang tercatat lengkap.
 
Hasil penelitian menunjukkan proporsi kasus TB ekstra paru tertinggi berdasarkan organ terjangkit adalah TB tulang dan sendi sebesar 60%. Setelah TB ekstra paru dihubungan dengan beberapa variabel, umur < 25 tahun (OR: 19,36; 95% CI: 4,90-76,44) dan 25-50 tahun (OR: 4,40; 95% CI: 1,42-13,62), riwayat DM (OR: 0,08; 95% CI: 0,02-0,37) dan riwayat hipertensi (OR: 0,17; 95% CI: 0,03-0,81) secara statistik memiliki hubungan bermakna dengan TB ekstra paru, tetapi riwayat DM dan riwayat hipertensi menjadi faktor proteksi terhadap TB ekstra paru.
 
Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait faktor-faktor yang berperan terhadap TB ekstra paru, memberikan perhatian khusus kepada pasien yang lebih berisiko dalam diagnosis, serta promosi kesehatan kepada masyarakat agar lebih menyadari bahwa TB dapat menyerang organ lain selain paru-paru yang akan berdampak serius jika tidak ditangani segera, khususnya mereka yang termasuk kelompok berisiko.
 

Based on the WHO report 2013, extra-pulmonary TB cases in Indonesia have increased from 14.054 in 2012 to 15.697 in 2013. One of hospitals which get an increase of extra-pulmonary TB cases is National Center General Hospital Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, so, this study ultimately aims to identify risk factors that associated with extra-pulmonary TB to TB hospitalized patients in National Center General Hospital Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta 2011-2013.
 
This study is using medical records with the design of case-control study. Samples of this study include the case is extra-pulmonary TB hospitalized patients 2011-2013 while control is pulmonary TB hospitalized patients in 2011-2013. Both case and control must have complete medical records.
 
The results showed that the highest proportion of extrapulmonary TB cases by an affected organ is tuberculosis of bones and joints by 60%. After connecting extra-pulmonary TB with several variables, age < 25 years (OR: 19,36; 95% CI: 4,90-76,44) and 25-50 years (OR: 4,40; 95% CI: 1,42-13,62), history of diabetes (OR: 0,08; 95% CI: 0,02-0,37) and history of hypertension (OR: 0,17; 95% CI: 0,03-0,81), they statistically had significant association with extra-pulmonary TB, but a history of diabetes mellitus and a history of hypertension be protective factors against extra-pulmonary TB.
 
Therefore, it is advisable to do further research related to the factors that contribute to extra-pulmonary TB, giving special attention to patients who are more at risk in making the diagnosis, and doing health promotion to the public to be more aware that TB can affect other organs beside the lungs that would have a serious impact if it is not treated promptly, especially for the risky ones
Read More
S-8319
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Uly a Qoulan Karima; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Ns. Palestina Gultom
S-7891
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jauhari Oka Reuwpassa; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, K. Rachmadi
S-7076
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evlina Suzanna; Pembimbing: Asri C Adisasmita; Penguji: Ratna Djuwita, Bambang
Abstrak:

Karsinoma endometrium merupakan salah satu keganasan yang menyerang wanita dengan angka kesintasan yang relatif baik. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam prognosis karsinoma endometrium antara lain adalah usia saat diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan usia saat diagnosis dengan kesintasan hidup keseluruhan pasien 4 tahun karsinoma endometrium yang dirawat di RS Kanker Dharmais selama rentang tahun 2013–2019.

Studi ini merupakan kohort retrospektif yang menggunakan data sekunder berupa regsitri kanker berbasis rumah sakit dan sistem informasi RS di RSKD dengan subjek data pasien karsinoma endometrioid endometrium yang terdiagnosis dalam rentang 2013-2019. Sebanyak 220 pasien eligibel untuk dilakukan analisis terhadap variabel usia saat diagnosis, stadium, derajat keganasan, durasi menerima terapi, protokol terapi, kedalam invasi, adanya diabetes mellitus, hiperkolesterol, dan hipertensi. Analisis statistik digunakan untuk melihat hubungan masing-masing variabel terhadap kesintasan hidup, interaksi antar variabel, dan adanya perancu. Model akhir dibangun untuk melihat perbedaan kesintasan hidup pasien berdasarkan usia.

Probabilitas kesintasan hidup pada pasien karsinoma endometrium dirawat di RS Kanker Dharmais adalah 78,19%. Tidak terdapat perbedaan pada probabilitas kesintasan karsinoma endometrium pada kelompok usia ≥50 tahun (74,91%) dan


Endometrial endometrioid carcinoma is one of the malignancies that affect women with relatively excellent survival rates. One of the factors that play a role in the prognosis of endometrial carcinoma is the age at diagnosis. This study aims to examine the corellation between age at diagnosis and 4 years overall survival of endometrial carcinoma patients treated at Dharmais National Cancer Hospital from 2013 to 2019.  This study  was a retrospective cohort that utilized secondary data from the hospital-based cancer registry and the hospital information system at Dharmais National Cancer Hospital, involving subjects diagnosed with endometrioid endometrial carcinoma between 2013 and 2019. A total of 220 eligible patients were analyzed for variables such as age at diagnosis, stage, grade of malignancy, duration of treatment, treatment protocol, depth of invasion, presence of diabetes mellitus, hypercholesterolemia, and hypertension. Statistical analysis was used to assess the relationship between each variable and overall survival, interaction between variables, and confounding factors. A final model was constructed to examine the difference in survival among patients based on age at diagnosis.  The survival probability for endometrial endometrioid carcinoma at Dharmais Cancer Hospital is 78.19%. There was no difference in the survival probability between the age groups ≥50 years (74.91%) and

Read More
T-7365
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nikson Sitorus; pembimbing: Helda, Ajoedi Soemardi; penguji: Yovsyah, Sastriwati
T-3057
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chalida Zia Firdausi; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; Penguji: Mondasri Korib Sudaryo, Erlina Burhan
S-8593
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edy Rizal Wahyudi; Promotor: Sudarto Ronoatmodjo; Kopromotor: Besral, Siti Setiati; Penguji: Hadi Pratomo, Ratna Djuwita, Czeresna Heriawan Soejono, R.A. Tuty Kuswardhani, Soewarta Kosen
Abstrak:
Pendahuluan: Penduduk usia lanjut global secara cepat meningkat, hingga dapat mencapai 1,5-2 miliar pada tahun 2050, yang membawa masalah kesehatan termasuk peningkatan angka rawat inap dan rehospitalisasi pada geriatri. Hal tersebut akan menyebabkan penurunan kualitas perawatan geriatri di RS. Untuk mengatasi masalah ini, strategi perencanaan pulang khusus geriatri harus dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh perencanaan pulang terintegrasi terhadap kualitas perawatan RS bagi geriatri. Metode: Dilakukan penelitian mixed method di fasilitas perawatan akut dan rawat inap geriatri RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, penelitian kuantitatif melibatkan 259 geriatri, dengan 130 dalam kelompok kontrol dan 129 dalam kelompok intervensi. Perhitungan besar sampel mengikuti formula uji hipotesis beda dua proporsi. Analisis meliputi analisis univariat, Chi-Square, Mantel-Haenszel, serta regresi logistik dengan luaran yaitu rehospitalisasi dan perawatan akut dalam 30 hari. Penelitian kualitatif dikerjakan dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaku rawat dan tenaga kesehatan untuk mencapai saturasi informasi. Hasil dan Pembahasan: Hasil menunjukkan perencanaan pulang terintegrasi secara signifikan mengurangi tingkat rehospitalisasi dalam 30 hari (ARR 12,1%; RRR 34,3%; RR 0,657; IK 95% 0,445-0,971; p 0,045), namun tidak signifikan mengurangi tingkat penggunaan perawatan akut (ARR 11,4%; RRR 28,3%; RR 0,717; IK 95% 0,508-1,012; p 0,074) pada geriatri. Pada analisis stratifikasi dan multivariat, tidak ditemukan adanya confounding maupun interaksi antar confounding. Temuan kualitatif dari wawancara mendalam mendukung manfaat perencanaan pulang, dengan tercapainya kejenuhan informasi tentang perlunya implementasi dan saran untuk memanfaatkan media dalam edukasi perencanaan pulang. Dari observasi didapati bahwa implementasi perencanaan pulang di RS belum sesuai dengan pemahaman dan harapan informan. Simpulan: perencanaan pulang terintegrasi meningkatkan kualitas perawatan rumah sakit pada geriatri, dengan signifikan mengurangi tingkat rehospitalisasi. Penelitian lebih lanjut sangat dianjurkan.

Introduction: The global elderly population is rapidly increasing, with projections indicating it could reach 1.5-2 billion by 2050, leading to various health challenges including increased hospitalization and rehospitalization rates which marked the decline in hospital care quality. To address these issues, specific discharge planning strategies must be developed for geriatric population. This study establishes an integrated discharge planning model for geriatric post-discharge care and aims to elaborate on its influence on hospital care quality. Methods: Mixed method research was conducted at Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital's geriatric acute care and inpatient facilities. Quantitative research involved 259 hospitalized geriatrics, with 130 in the control group and 129 in the intervention group. Sample size calculation followed a hypothesis testing formula for two-proportion difference. Analyses included univariate, Chi-Square, Mantel-Haenszel stratification analyses, and logistic regression multivariate analyses, focusing on rehospitalization and acute care utilization rates within 30 days post-discharge. Qualitative research was done by conducting in-depth interviews and observations upon caregivers and healthcare professionals to achieve information saturation. Results & Discussion: Results showed integrated discharge planning significantly reduced rehospitalization rates within 30 days (ARR 12,1%; RRR 34,3%; RR 0.657; 95% CI 0.445-0.971; p 0.045), but did not significantly reduce acute care utilization rates (ARR 11,4%; RRR 28,3%; RR 0.717; 95% CI 0.508-1.012; p 0.074) in geriatrics. In stratification and multivariate analyses, both confounding and confounding interactions were not found. Qualitative findings from in-depth interviews supported the benefits of discharge planning, with information saturation on the need for its implementation and suggestions for media utilization in discharge planning education. Observation revealed that discharge planning implementations in routine hospital geriatric care were not yet satisfactory, according to the informants understanding and expectations. Conclusion: In conclusion, integrated discharge planning improved hospital care quality in geriatrics, significantly reducing rehospitalization rates. Further research is recommended.
Read More
D-544
Depok : FKM UI, 2024
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive