Ditemukan 35258 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Vina Anggraeni; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Sri Tjahyani Budi Utami, Tutut Indra Wahyuni
S-7376
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indah Kurniawati; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Laila Fitria, Ririn Arminsih, Ali Isha Wardhana, Dwinda Ramadhoni
Abstrak:
Kebisingan lalu lintas menjadi sumber utama dari kebisingan yang ada di perkotaan. Kebisingan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat. Paparan kebisingan dapat meningkatkan kerusakan fisik yang dinilai sebagai bahaya kesehatan seperti risiko penyakit kardiovaskuler. Paparan jangka panjang dari kebisingan transportasi telah terbukti berhubungan dengan prevalensi kejadian hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit pembuluh darah yang sering tidak menimbulkan gejala, disebut silent killer. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kebisingan lalu lintas di pelabuhan Tanjung Priok dengan terjadinya hipertensi pada petugas pelabuhan tahun 2015. Desain studi yang digunakan adalah studi crossectional dengan populasi adalah petugas operasional pelabuhan Tanjung Priok. Subjek penelitian ini adalah petugas operasional pelabuhan Tanjung Priok yang terpajan bising sejumlah 178 orang. Hasil analisa multivariat didapatkan bahwa petugas pelabuhan yang terpapar kebisingan >70 dBA berisiko 2,249 kali menderita hipertensi dibandingkan dengan petugas pelabuhan yang terpapar kebisingan ≤70 dBA dengan dikontrol oleh variabel usia, status perkawinan, status gizi dan jam kerja responden. Penyakit hipertensi pada petugas pelabuhan Tanjung Priok dapat terjadi karena tingkat kebisingan lalu lintas yang melebihi NAB, usia pekerja yang lebih dari 39 tahun, status gizi berlebih dan jam kerja yang lama sehingga perlunya upaya-upaya untuk menurunkan morbiditas hipertensi pada petugas pelabuhan dengan melakukan penamanan pohon untuk mereduksi suara bising, melakukan olahraga secara rutin, memperbaiki pola makan, dan memenuhi waktu kerja sesuai dengan jam kerja yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang. Kata kunci : Kebisingan lalu lintas, hipertensi, petugas pelabuhan
Read More
T-4375
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Angela Olivia Sitompul; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Budi Hartono, Wakhyono Budianto
Abstrak:
Read More
Transportasi merupakan sarana yang dipergunakan untuk melakukan perpindahan manusia maupun barang. Transportasi darat menjadi transportasi yang paling banyak digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan keuntungan bagi kehidupan, disisi lain transportasi juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi penggunanya, bilamana terjadi kecelakaan lalu lintas yang dapat menimbulkan konsekuensi serius pada kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor risiko kecelakaan (faktor manusia, kendaraan, dan lingkungan) dengan kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Administrasi Jakarta Timur pada tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi cross-sectional dengan metode kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasil dari penelitian ini adalah pengemudi yang terlibat kejadian kecelakaan lalu lintas mayoritas mengalami cedera/luka dan gambaran distribusinya didominasi oleh kelompok usia ≤ 35 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan tinggi, memiliki pekerjaan, mengalami kecelakaan akibat perilaku lengah dan kondisi jalan berlubang. Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian kecelakaan lalu lintas dengan faktor manusia, yaitu pendidikan dan kecepatan tinggi. Dimana pengemudi dengan pendidikan tinggi lebih berisiko 62,7 kali untuk mengalami kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan yang berpendidikan rendah dan pengemudi yang berkendara dengan kecepatan tinggi lebih berisiko 0,04 kali mengalami kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan yang berkendara dalam kecepatan rendah. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian kecelakaan lalu lintas dengan faktor kendaraan dan faktor lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor manusia memiliki peran penting dalam terjadinya kecelakaan.
Transportation is a tool used to carry out the movement of people and goods. Land transportation is the most widely used transportation by humans in everyday life. In addition to providing benefits for life, on the other hand transportation can also have a negative impact on its users, if a traffic accident occurs which then has serious consequences for public health. The purpose of this study was to analyze the relationship between accident risk factors (human, vehicle, and environmental factors) and traffic accidents in the Administrative City of East Jakarta in 2023. The research design used was a cross-sectional with quantitative methods and simple random sampling technique. The results of this study are that the majority of drivers involved in traffic accidents experience injuries and the distribution is dominated by the age group ≤ 35 years, male, highly educated, has a job, has accidents due to negligent behavior and potholes potholes on the road. There is a significant relationship between traffic accidents and human factors, namely education and high speed. Where drivers with higher education are 62.7 times more at risk of experiencing traffic accidents than those with low education and drivers who drive at high speeds are 0.04 times more at risk of experiencing traffic accidents than those who drive at low speeds. There is no significant relationship between traffic accidents and vehicle and environmental factors. The conclusion of this study is that the human factor has an important role in the occurrence of accidents.
S-11393
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sefina Nurhayati; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Iptu Nurasih Romadloni
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang gambaran risiko kecelakaan lalu lintas pada pejalan kaki di wilayah Jakarta Timur. Penilaian risiko tersebut berdasarkan atas tindakan aman atau tidak aman dan kondisi aman atau tidak aman. Yang bertujuan untuk melihat besarnya risiko kecelakaan dari pejalan kaki di wilayah tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penilitian ini menyatakan bahwa tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman mendominasi timbulnya risiko kecelakaan di wilayah tersebut. Oleh karena itu perlu diadakan perbaikan fasilitas penyeberangan, rekayasa fasilitas penyeberangan, relokasi area perdagangan, penegakan peraturan lalu lintas dan pengawasan dari aparat hukum.
Focus of this study is risk description of traffic accident in pedestrian at east Jakarta region. Risk assessment is based on safe or unsafe acts and safe or unsafe conditions. Which aims to see the huge risk of pedestrian accidents in the region. This research is a qualitative descriptive design. The studies suggested that the result of unsafe acts and unsafe conditions dominate the onset of the risk of accident in the region. It is repairs pedestrian facilities, engineering of pedestrian facilities, relocation of trade area, traffic law enforcement and supervision of law enforcement agencies.
Read More
Focus of this study is risk description of traffic accident in pedestrian at east Jakarta region. Risk assessment is based on safe or unsafe acts and safe or unsafe conditions. Which aims to see the huge risk of pedestrian accidents in the region. This research is a qualitative descriptive design.
S-7711
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
M. Jali; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Zakianis, Didik Supriono
S-5587
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Silvia Fitriana; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Budi Hartono, Wakhyono Budianto
Abstrak:
Read More
Peningkatan populasi penduduk di suatu perkotaan berdampak pada meingkatnya beban terhadap sistem transportasi, salah satunya adalah kecelaaan lalu lintas. Berada pada urutan kesembilan sebagai penyebab utama kematian di dunia dan diperkiran berada pada urutan keempat pada 2030. Kecelakaan lalu lintas di Jakarta utara memiliki indeks fatalitas tertinggi di Jakarta. Pada tahun 2022-2023, terdapat peningkatan angka kecelakaan lalu lintas dengan penyebab dan korban didominasi oleh pengemudi sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor manusia (usia, jenis kelamin, lengah, mengantuk atau lelah, tidak tertib lalu lintas, penggunaan alat pelindung diri, dan kepemilikan SIM) dan faktor lingkungan (geometri jalan, permukaan jalan, waktu kejadian, dan cuaca) dalam kecelakaan lalu lintas pada pengemudi sepeda motor di Kota Jakarta Utara Tahun 2022-2023. Menggunakan desain strudi cross sectional dengan metode kuantitatif dan total sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik dengan tingkat kepercayaan 95% (p-value=0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara jenis kelamin (p-value=0,005; OR=2,667), tidak tertib lalu lintas (p-value<0,001; OR=4,108), dan cuaca (p-value=0,001; OR=3,774) dengan kecelakaan lalu lintas. Variabel yang paling berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah tidak tertib lalu lintas. Berdasarkan hasil analisis spasial, titik lokasi kecelakaan lalu lintas terbanyak berada di Jalan Raya Cilincing, Jalan R. E. Martadinata, dan Jalan. Yos Sudarso.
The increasing population of urban areas has resulted in an increasing burden on the trasportation system, including traffic accident. Traffic accident is the ninth leading cause of death in the world and are expected to foruth by 2023. Traffic accident in North Jakarta have the highest fatality index in Jakarta. In 2022-2023, there was an increase in the number of traffic accident with casuse and victims dominated by motorcyclist. This study aims to analyze human factors (age, gender, inattention, drownsiness or fatigue, traffic violation, use of personal protective equipment, and possession of driver’s license) and environmental factors (road geometry, road surface, time of accident, and weather) in traffic accident among motorcyclist in North Jakarta City in 2022-2023. This study used a cross-sectional study design with quantitative methods and total sampling as sampling techniques. Statistical analysis was perfomed using the chi-square test and binary logistic regression with 95% confident level (p-value=0,005). The result showed and association between gender (p-valu=0,005; OR=2,667), traffic violation (p-value<0,001; OR=4,108), and weather (p-value=0,001; OR=3,774) with traffic accident among motorcyclyst. The most influential variabel in the occurrence of traffic accident among motorcyclist is traffic violation. Based on the spatial analysis, the most location of traffic accident are Jalan Raya Cilincing, Jalan R. E. Martadinata, and Jalan Yos Sudarso.
S-11710
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rusli; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Budi Haryanto, Rachmat Suherwin, Inswiasari
T-3023
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tia Prabawati Suhengsi; Pembimbing: R. Budi Haryanto; Penguji: Laila Fitria, Didi Purnama, Zahra
Abstrak:
Latar belakang. Pencemaran udara telah menjadi masalah global tahunan sejak beberapa tahun belakangan. Pencemaran udara dapat mengakibatkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan. Salah satu komponen zat pencemar udara yang umum ditemukan di kota-kota besar di dunia yaitu PM2,5, polutan yang dapat menyebabkan gangguan fungsi paru. Sumber terbesar dari pencemaran PM2,5 di udara ambien perkotaan berasal dari asap kendaraan bermotor.
Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengatahui hubungan antara konsentrasi pajanan PM2,5 dan gangguan fungsi paru pada sopir angkutan kota Terminal Kampung Melayu, Jakata Timur.
Metode. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dengan desain studi cross-sectional untuk mengetahui hubungan konsentrasi pajanan PM2,5 dan gangguan fungsi paru pada sopir angkutan kota Terminal Kampung Melayu, Jakata Timur. 125 sopir angkutan kota terlibat sebagai subjek pada penelitian ini.
Hasil. Dari 125 sopir yang terlibat, ada 72 sopir angkutan kota yang mengalami gangguan fungsi paru dengan persentase sebesar 57,6%. Konsentrasi rata-rata PM2.5 yaitu 90,99 μg/m3. Nilai P konstan dari uji regresi logistik antara gangguan fungsi paru dengan konsentrasi PM2.5, umur, lama kerja dan riwayat penyakit paru, yaitu 0,039.
Kesimpulan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah ditemukan adanya hubungan antara gangguan fungsi paru yang dialami oleh sopir angkutan kota Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur dengan Konsentrasi PM2.5, setelah setelah dikontrol oleh variabel umur, lama kerja, serta riwayat penyakit paru
Kata kunci: pencemaran udara; PM2,5; gangguan fungsi paru; sopir angkutan kota
Background. Air pollutions has been becoming annual global issue for the past fiew years. Air Pollutions can cause various adverse effects on health. One component of air pollutants which commonly found in major cities in the world is PM2.5, a pollutant that can cause lung function impairments. The biggest source of PM2.5 pollutions in urban air comes from motor vehicle combustion.
Purpose. The aim of this study is to determine the relationship between exposure of PM2.5 and impaired lung function on Public Transportation Drivers of Kampung Melayu Terminal, East Jakarta.
Methods. This study was conducted by the observation method with a cross-sectional study design to determine the relationship between PM2.5 exposure concentration and lung function impairment in the public transportation drivers of Kampung Melayu Terminal, East Jakarta. 125 drivers were involved as subjects in this study.
Results. There were 72 public transportation drivers, of the 125 drivers involved, who experienced lung function impairments (57.6%). The mean PM2.5 concentration was 90.99 μg / m3. The constant P value from the logistic regression test between lung function impairments and PM2.5 concentrations, controlled by age, length of work and a history of lung disease is 0.039.
Conclution. The conclusion from this study is lung function impairments experienced by public transportation drivers of Kampung Melayu Terminal, East Jakarta were associated with PM2.5 concentration, after being controlled by variables of age, length of work, and a history of lung disease.
Keyword: Air Pollutions; PM2.5; lung function; drivers
Read More
Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengatahui hubungan antara konsentrasi pajanan PM2,5 dan gangguan fungsi paru pada sopir angkutan kota Terminal Kampung Melayu, Jakata Timur.
Metode. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dengan desain studi cross-sectional untuk mengetahui hubungan konsentrasi pajanan PM2,5 dan gangguan fungsi paru pada sopir angkutan kota Terminal Kampung Melayu, Jakata Timur. 125 sopir angkutan kota terlibat sebagai subjek pada penelitian ini.
Hasil. Dari 125 sopir yang terlibat, ada 72 sopir angkutan kota yang mengalami gangguan fungsi paru dengan persentase sebesar 57,6%. Konsentrasi rata-rata PM2.5 yaitu 90,99 μg/m3. Nilai P konstan dari uji regresi logistik antara gangguan fungsi paru dengan konsentrasi PM2.5, umur, lama kerja dan riwayat penyakit paru, yaitu 0,039.
Kesimpulan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah ditemukan adanya hubungan antara gangguan fungsi paru yang dialami oleh sopir angkutan kota Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur dengan Konsentrasi PM2.5, setelah setelah dikontrol oleh variabel umur, lama kerja, serta riwayat penyakit paru
Kata kunci: pencemaran udara; PM2,5; gangguan fungsi paru; sopir angkutan kota
Background. Air pollutions has been becoming annual global issue for the past fiew years. Air Pollutions can cause various adverse effects on health. One component of air pollutants which commonly found in major cities in the world is PM2.5, a pollutant that can cause lung function impairments. The biggest source of PM2.5 pollutions in urban air comes from motor vehicle combustion.
Purpose. The aim of this study is to determine the relationship between exposure of PM2.5 and impaired lung function on Public Transportation Drivers of Kampung Melayu Terminal, East Jakarta.
Methods. This study was conducted by the observation method with a cross-sectional study design to determine the relationship between PM2.5 exposure concentration and lung function impairment in the public transportation drivers of Kampung Melayu Terminal, East Jakarta. 125 drivers were involved as subjects in this study.
Results. There were 72 public transportation drivers, of the 125 drivers involved, who experienced lung function impairments (57.6%). The mean PM2.5 concentration was 90.99 μg / m3. The constant P value from the logistic regression test between lung function impairments and PM2.5 concentrations, controlled by age, length of work and a history of lung disease is 0.039.
Conclution. The conclusion from this study is lung function impairments experienced by public transportation drivers of Kampung Melayu Terminal, East Jakarta were associated with PM2.5 concentration, after being controlled by variables of age, length of work, and a history of lung disease.
Keyword: Air Pollutions; PM2.5; lung function; drivers
T-5782
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Shabrina Khairani; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Zakianis, Dura Vendela
S-9997
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Astri Getriana; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi, Budi Hartono; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Masdianto , Astuti
Abstrak:
Pendahuluan: Pada tahun 2020 kematian akibat kecelakaan kendaraan di jalan raya diprediksi akan menjadi penyebab kematian ketiga tertinggi di dunia setelah sebelumnya masih diposisi sepuluh. Jumlah sepeda motor mendominasi kejadian kecelakaan lalu lintas di jalan, maka diperlukan upaya pengendalian kasus dan faktor risiko untuk mencegahnya yaitu perlunya melakukan analisis kejadian kecelakaan lalu lintas dari sisi kesehatan masyarakat. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran spasial dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor. Desain studi yang digunakan pada penelitian ini adalah mixed method. Terdapat 136 sampel desain kuantitatif dan 6 informan untuk desain kualitatif, setelah ditentukan kriteria inklusi dan ekslusi. Data diperoleh dari laporan registrasi Ditlantas Polres Metro Jakarta Selatan dan wawancara mendalam. Data dianalisis dengan menggunakan analisis spasial, uji statistik dan analisis kualitatif. Hasil: (1) Kecamatan yang banyak terdapat kejadian kecelakaan terletak di Kebayoran Lama, Pasar Minggu dan Cilandak. (2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor umur, kepemilikan SIM dan hari terhadap akibat kejadian kecelakaan. (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor jam kejadian dengan akibat kejadian kecelakaan. Manfaat: Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengguna jalan di Jakarta Selatan dan sebagai bahan masukan bagi pihak yang bertanggung jawab terhadap keselamatan di jalan. Kata Kunci: Kecelakaan, sepeda motor
Read More
T-5059
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
