Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28901 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Savinah jati Auliani; pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Atik Nurwahyuni, Iva Diansari
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang faktor faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas pelaksana farmasi RSUD Budi Asih Jakarta. Dari data sekunder yang didapatkan dari rekapitulasi sasaran mutu waktu tunggu pelayanan farmasi pada tahun 2011 masih terdapat 62.86% resep obat racik dan 28.57% resep obat non racik yang waktu pelayanannya belum memenuhi standart sasaran mutu rumah sakit.
 
 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat berpengaruh terhadap kinerja petugas pelaksana melalui variable individu (umur, pendidikan, jenis kelamin), variabel organisasi (persepsi kompensasi, umpan balik, kondisi kerja), variable psikologi (motivasi).
 
 
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain crossectional dengan jumlah sampel sebesar 34 petugas. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari analisis dan uji statistic, untuk Univariat digunakan analisis distribusi, dan untuk data bivariat digunakan uji analisis crosstab menggunakan Chi- Square.
 
 
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa 58.8% kinerja petugas pelaksana farmasi masih buruk dan dari 3 variabel yang diteliti, hanya terdapat 1 variabel yang mempunyai hubungan signifikan dengan kinerja yaitu variable psikologi (motivasi) dengan p value sebesar 0.024 (<0.05) dan OR yang didapatkan adalah 10.636. kendala yang banyak terjadi pada instalasi farmasi adalah mengenai system kerja yang tumpang tindih, fasilitas dan lingkungan kerja yang kurang nyaman serta kurangnya dorongan positif yang diberikan atasan.
 
 
This study discusses the factors of performance factors related to pharmaceutical staff Budi Asih Hospital Jakarta. Of secondary data obtained from the recapitulation of the waiting time targets quality pharmacy services in 2011 there are 62.86% mixture drugs and 28.57% unmixture drugs prescription of the time the service quality objectives do not meet hospital standards.
 
 
The purpose of this study was to determine what factors may affect the performance of staff through individual variables (age, education, gender), organizational variables (perception of compensation, feedback, working conditions), psychological variables (motivation).
 
 
The research method used was quantitative with crossectional design with a sample of 34 staffs. The data obtained in this study came from the analysis and statistical test, used for univariate analysis of the distribution, and to test the data used bivariate analysis using Chi-Square crosstab.
 
 
From the analysis showed that 58.8% of pharmaceutical executive officer performance has been poor and of the three variables studied, there is only one variable that has a significant relationship with the performance of the psychological variables (motivation) with a p value of 0024 (<0.05) and OR are obtained 10 636. constraint is the case with pharmaceuticals is on the system installation work overlap, facilities and working environment that is less comfortable and a lack of positive encouragement given employer.
Read More
S-7400
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tariswan; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Pujiyanto, Diana, Wikandono
T-3574
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Rachmawati; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Kurnia Sari, Ni Made Sumartini
S-7199
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Handayani; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Purnawan Junadi, Amila Megraini
S-7105
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuswati; Pembimbing: Adang Bachtiar
T-792
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ginting; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Jaslis Ilyas, Adang Bachtiar, Zaenal Komar, A.Y.G. Wibisono
T-2492
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Kusuma Wardani; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Laila Fitria, Budiarti Setyaningsih
S-7322
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edison Sinurat; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Mieke Savitri, Anwar Hassan, Nur Ginting
Abstrak: Telah dilakukan penelitian faktor-faktor yang berhubungan dengan petugas pengelola obat Puskesmas di Kabupaten Lampung Timur tahun 2005. Menurut Gibson (1987) ada tiga variabel yang dapat mempengaruhi perilaku dan penampilan kerja (kinerja) seseorang yaitu variabel individu, variabel organisasi, dan variabel psikologi. Ketiga variabel (termasuk sub variabel kompetensi, status pekerjaan dan sarana kerja diantaranya) tersebut mempengaruhi apa yang akan dikerjakan oleh seseorang, sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi hasil yang akan dicapai. Dengan demikian semestinya faktor-faktor tersebut perlu mendapat perhatian yang serius agar tidak menimbulkan dampak terhadap kinerja seseorang. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional, untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas pengelola obat Puskesmas pada waktu bersamaan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Lampung Timur dengan mengambil lokasi di seluruh Puskesmas. Sumber data diambil dari seluruh petugas pengelola obat Puskesmas yang dijadikan sebagai responden penlitian. Pengambilan dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen pengumpul data oleh petugas khusus yang terlebih dahulu telah diberikan pemahaman bagaimana cara responden menjawab kuesioner secara jujur, faktual dan benar, tanpa ada rekayasa. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa secara umum faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas pengelola obat Puskesmas di Kabupaten Lampung Timur seperti faktor kompetensi, status pekerjaan, sarana kerja serta pengalaman kerja menunjukkan tingkat kondisi cukup baik. Kecuali faktor motivasi dan imbalan menunjukkan kondisi sebaliknya. Namun dilihat dari kondisi kinerja petugas pengelola obat Puskesmas di Kabupaten Lampung Timur dilihat dari fungsi penerimaan, penyimpanan, pendistribusian serta pencatatan dan pelaporan justru memperlihatkan kondisi kurang optimal, khususnya fungsi penyimpanan dan pencatatan pelaporan sangat kurang optimal. Hal ini menunjukkan bahwa tidak cukup seorang petugas memiliki pengalaman cukup, kompetensi tinggi, status yang diakui serta sarana kerja memadai akan menampilkan kinerja baik bila tidak memiliki motivasi yang tinggi dan imbalan yang memadai serta faktor-faktor pengaruh lainnya. Kata kunci: kinerja penyimpanan, pencatatan pelaporan, motivasi, dan imbalan.
Read More
T-2142
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Masrul Salim; Pembimbing: H.E. Kusdinar Achmad; Penguji: Yayuk Hartriyanti, Widyati N. Santoso, Siti Sumartini
Abstrak:
Petugas laboratorium Puskesmas Rujukan Mikroskopis merupakan tenaga yang sangat menentukan keberhasilan program P2TB dilingkungan wilayah kerja Sumatera Barat. Oleh karena itu tenaga laboratorium haruslah terampil dan memiliki kinerja yang baik. Tolok ukur kinerja adalah tingkat kesalahan pemeriksaan mikroskopis basil uji silang yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Balai Laboratorium Kesehatan Padang. Masih tingginya angka tingkat kesalahan di Sumatera Barat menunjukkan bahwa petugas laboratorium puskesmas terutama laboratorium PRM di Sumatera Barat belum memperlihatkan hasil yang diharapkan, dengan perkataan lain kinerja petugas laboratorium PRM belum baik. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi tentang kinerja petugas laboratorium PRM Berta faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas laboratorium PRM di Sumatera Barat. Faktor-faktor tersebut adalah pembinaan pimpinan, prosedur tetap, masa kerja, beban kerja, motivasi dan sarana kerja. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah petugas laboratorium PRM yang ada di Sumatera Barat yaitu sebanyak 40 petugas. Data yang dikumpulkan merupakan data primer yang dilakukan dari 9 Oktober sampai 11 November 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja petugas laboratorium PRM di Sumatera Barat baik 57,5%. Faktor pembinaan pimpinan, prosedur tetap, masa kerja, motivasi kerja dan kelengkapan sarana mempunyai hubungan yang bermakna dengan kinerja petugas laboratorium. Sedangkan pembinaan pimpinan merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi kinerja petugas. Penelitian ini menyarankan agar pembinaan oleh pimpinan dengan cara merobah pola manajemen puskesmas yang ada sekarang.

Relationship of Factors with the Performance of Laboratory Workers of Microscopic Referral Community Health Center in West Sumatera in the Year 2000Microscopic Referral Community Health Center laboratory workers are very important personnel in achievement of P2TB program in the work area of West Sumatera. Therefore, the laboratory workers must be skillful and have good performance. The performance standard of the laboratory workers is the level of inaccuracy of the result of cross-microscopic examination done by the Health Office of the West Sumatera Province in cooperation with Padang Health Laboratory Center. The high level of inaccuracy in West Sumatera indicates that the community health center laboratory workers especially the PRM laboratory in West Sumatera have not indicated good result, in other words, the performance of the PRM laboratory is not good yet. The purpose of this research is to obtain information regarding the performance of the PRM laboratory workers and factors related to the performance of the PRM laboratory workers in West Sumatera. The factors are guidance by the leaders, fixed procedure, tenure, work load, motivation and facilities. This research used the cross sectional design. Sample of this research is the PRM laboratory workers that are available in West Sumatera namely 40 workers. The data collected are primary one and it was conducted from October 9 to November 11, 2000. The research result indicates that the PRM laboratory workers in West Sumatera who have good performance are 57.5%. The factors such as guidance by the leadership, fixed procedure, tenure, work motivation and availability of facilities have significant relationship with the performance of laboratory workers. While the leadership training is a predominant factor that affects the workers performance. This research suggests that guidance by the leader needs to be done better, in order to change the management pattern of the existing community health center.
Read More
T-880
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuli Andriani; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Anwar Hasan, H. Hermansyah
S-7151
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive