Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40465 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hafidz Prismahadi; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Budi Hartono
S-7422
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Asrina Putri; Pembimbing Lapangan: Monzona, Rita
L-588
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dina Febriana; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Galianti Prihandayani
Abstrak: Berdasarkan data kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap di RS JiwaDr. Soeharto Heerdjan Bulan Januari-Maret 2014 diketahui bahwa jumlah pasienpeserta BPJS lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kunjungan pasien lainnya sehingga proses pengelolaan klaim pasien peserta BPJS harus dapat berjalan dengan baik agar tidak mengganggu siklus keuangan RS. Oleh karena itu,penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengelolaan klaim JKN diRS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan.Penelitian ini dilakukan pada Bulan Januari-Maret 2014 menggunakan metode kualitatif dengan cara wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada beberapa kekurangan terhadap beberapa variabel yang diteliti yaitu SDM, kebijakan dan software/aplikasi sehingga peneliti memberikan saran perlu adanya penambahan petugas koding,pembuatan SOP atau alur proses terkait dengan klaim JKN dan penerapan billing system di RS untuk mempercepat proses perhitungan biaya riil RS.Kata Kunci: Klaim, Jaminan Kesehatan Nasional.
Read More
S-8173
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Galianti Prihandayani; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Wahyu Sulistiadi, Fidiansjah, Desmiarti
Abstrak:
Sumber daya manusia adalah salah satu tonggak utama dan pengerak keberlangsungan organisasi. Manajemen sumber daya manusia yang baik diharapkan dapat mewujudkan pegawai yang puas akan pekerjaannya dan hasil pekerjannya. Setiap pegawai mengharapkan kompensasi dari pekerjaannya dan merupakan alasan seorang pegawai bertahan pada pekerjaannya tersebut. Selain kompensasi, komitmen afektif yang merupakan keterikatan pegawai terhadap organisasi juga berkontribusi terhadap ketahanan seseorang dalam bekerja. Kompensasi dan komitmen afektif berhubungan dengan kepuasan kerja yang dapat berpengaruh terhadap intensi berhenti bekerja yang merupakan prediksi terjadinya turnover pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apakah variabel kompensasi, komitmen afektif dan kepuasan kerja berhubungan dengan intensi berhenti bekerja kelompok tenaga kesehatan Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta. Sampel penelitian ini sebanyak 230 sampel, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Path Analysis (analisis jalur) dengan program SPSS AMOS (Analysis of Moment Structures). Besarnya koefisien determinasi yang ditunjukan oleh nilai Squared Multiple Correlation (R2 ) 0,702 yang berarti variabel kepuasan kerja yang dapat dijelaskan oleh variabel komitmen dan kompensasi sebesar 70,2% dan 0,308 yang berarti intensi berhenti bekerja yang dapat dijelaskan oleh variabel kompensasi, komitmen afektif dan kepuasan kerja sebesar 30,8%. Hasil penelitian ini menunjukan variabel kompensasi dan komitmen afektif memiliki hubungan langsung positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan hubungan langsung negatif dan signifikan terhadap intensi berhenti bekerja. Hubungan langsung kepuasan kerja terhadap intensi berhenti bekerja negatif dan tidak signifikan. Kepuasan kerja bukan merupakan variabel intervening hubungan tidak langsung kompensasi dan komitmen afektif terhadap intensi berhenti bekerja. Kata kunci: Kompensasi, Komitmen Afektif, Kepuasan Kerja, Intensi Berhenti Bekerja

Human resources are one of the main pillars and factor of organizational sustainability. Good human resource management is expected to create employees who are satisfied with their work and the results of their work. Every employee expects compensation from his job and is the reason an employee stays on the job. In addition to compensation, affective commitment which is an employee's attachment to the organization also contributes to a person's resilience at the job. Compensation and affective commitment are related to job satisfaction which can affect the intention to quit which is a predictor of employee turnover. This study aims to explain whether the variables of compensation, affective commitment and job satisfaction are related to the intention to quit of the health workers group at mental hospital Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta. The sample of this research is 230 samples, data collection using a questionnaire. Data analysis in this study used Path Analysis with the SPSS AMOS (Analysis of Moment Structures) program. The coefficient of determination shown by the value of Squared Multiple Correlation (R2 ) is 0.702 that means job satisfaction variable can be explained by the affective commitment and compensation variable is 70.2% and 0.308 which means the intention to quit can be explained by the variable compensation, affective commitment and job satisfaction by 30.8%. The results of this study indicate that the variables of compensation and affective commitment have a positive and significant direct relationship to job satisfaction and a negative and significant direct relationship to the intention to stop working. The direct relationship of job satisfaction to the intention to quit is negative and not significant. Job satisfaction is not an intervening variable, there is an indirect relationship between compensation and affective commitment to the intention to quit. Key words: Compensation, Affective Commitment, Job Satisfaction, Intention to Quit
Read More
B-2254
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niza AYunda; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Syaifuddin Zuhri
S-6104
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ronal Adi Putra; Pembimbing: Hafizzurachman; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Hery Haerudin
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang sistem penilaian kinerja karyawan di Rumah SakitHaji Jakarta. Ada sembilan variabel yang diteliti yaitu penilai, karyawan yangdinilai, metode penilaian, instrumen penilaian, periode dan waktu penilaian,pelaksanaan penilaian, pengolahan hasil penilaian, tindak lanjut hasil penilaiandan hambatan dan kendala dalam penilaian. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam dan telaah dokumen. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu Oktober sampai Desember 2012. Informan dari penelitian ini terdiri dari sembilan orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penilaian kinerja karyawan di Rumah Sakit Haji Jakarta belum berjalan secara optimal, bias dan subyektivitas dalam penilaian masih tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyarankan agar merevisiinstrumen penilaian dengan menambah unsur penilaian yang lebih terukur danstandar yang jelas, dilakukan sosialisasi kepada penilai dan karyawan yang dinilaitentang penilaian kinerja, dalam memberikan penilaian juga bisa dilibatkan atasan,bawahan, dan rekan kerja, penilai dapat membuat catatan khusus setiap karyawanyang dinilai sebagai dasar dalam memberikan penilaian, dan mengoptimalkanpemanfaatan hasil penilaian dengan membuat program pengembangan karyawansesuai dengan kebutuhan karyawan.Kata Kunci: Penilaian Kinerja Karyawan, Rumah Sakit Haji Jakarta.
The focus of this study is about overview of the employee performance appraisalsystem in Haji Jakarta Hospital. There are nine variabeles studied, namelyappraiser, employees who appraised, appraisal methods, appraisal instrument,time and appraisal period, appraising, processing of appraisal result, follow-upappraisal result, barriers and constraints in appraisal. This research was qualitativeapproach with a design case study. Data collection in this research used in-depthinterviews and document review. This research was conducted in three months,October until December 2012. Informant of this research consists of nine persons.The results of this research showed that the employee performance appraisalsystem in Haji Jakarta Hospital not running optimally, bias and subjectivity inappraisal is still high. Based on these results, the author suggest to revising theappraisal instruments with adding the element of appraisal that is measurable andclearly defined standards, conducted socialization to the appraiser and employeeswho appraised about performance appraisal, in appraising could also be involvedsuperiors, subordinates and peers, appraiser can make special note of anyemployees who is appraised as a basis for appraising, and optimizing the use ofappraisal results by creating employee development programs according to theneeds of the employees.Key Words: Employee Performance Appraisal, Haji Jakarta Hospital.
Read More
S-7595
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Dwi Yantinah; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktaminati, Syaifuddin Zuhri
S-5654
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juliana Panjaitan; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Agus W. Susetyo
S-6858
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meiriana; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Mieke Savitri, Warisni
S-6046
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adinda Meisa; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Nancy Marina Margreth
Abstrak: Infeksi nosokomial merupakan masalah yang serius bagi semua institusi pelayanan kesehatan di seluruh dunia yang muncul akibat kegagalan dalam melakukan kebersihan tangan. Cuci tangan adalah sarana yang mempunyai pengaruh besar dalam memutus penularan infeksi jika dilakukan dengan baik dan benar. Berdasarkan data Rumah Sakit Awal Bros Bekasi sebesar 75% perawat yang bertugas di ruang keperawatan tidak melakukan cuci tangan sebelum kontak dengan pasien. Penelitian deskriptif korelasi ini bertujuan untuk mengetahui perilaku mencuci tangan perawat dan faktor-faktor yang berhubungan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode accidental sampling pada 123 perawat. Hasil penelitian ini menunjukan perilaku mencuci tangan kurang baik perawat sebesar 30,9% dan ada hubungan yang bermakna antara umur, jenis kelamin, pendidikan, dan sikap dengan perilaku mencuci tangan pada perawat. Serta ada pula yang tidak signifikan antara unit kerja, waktu pelatihan pencegahan infeksi nosokomial, pengetahuan dan peraturan dengan perilaku mencuci tangan. Dari temuan tersebut rumah sakit perlu adanya supervisi yang berkesinambungan setelah pelatihan sehingga kebiasaan mencuci tangan sesuai prosedur diterapkan sehari-hari.
 

Nosocomial infections are a serious problem for all health care institutions around the world that arise due to failure to perform hand hygiene. Washing hands is the means that have a major influence in deciding the transmission of infection when it's done properly. Based on data from Awal Bros Hospital Bekasi by 75% of nurses who served in the nursing room, did not wash their hands before patient contact. Correlation descriptive study aims to determine nurse handwashing behavior and factors associated. Data was collected through accidental sampling method on 123 nurses. These results indicate poor handwashing behavior of 30.9% and there was a significant association between age, gender, education, and attitude to handwashing behavior in nurses. And there is also no significant association between work units, nosocomial infection prevention training time, knowledge and rules with hand washing behavior. From these findings the hospital needs to be continuous and consistent supervision after training, so that appropriate hand washing procedures would be applied daily.
Read More
S-7688
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive