Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30214 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
I Gusti Ayu Trisna; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Hafizurrachman, Sandi Iljanto, Ahmad Husni, Budiman Widjaja
Abstrak:

Tesis ini membahas pembuatan formularium Rumah Sakit Dharma Yadnya, oleh karena walaupun Panitia Farmasi dan Terapi ada dan dibentuk Maret 2011, namun tampaknya formularium belum berjalan, karena baru 60 % dokter yang menuliskan resep sesuai dengan formularium dan ada 7,5 % resep yang tidak terlayani terutama dari unit rawat jalan, kemudian kebijakan dan prosedur mengenai formularium belum ada, usulan dokter adalah tanpa persetujuan Ketua Staf Medik Fungsional, yang menunjukkan peran Panitia Farmasi Terapi masih lemah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, mempergunakan tehnik wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen.Hasil penelitian menyarankan yaitu: diperlukan keterlibatan Direksi agarsistem pengendalian manajemen terhadap formularium bisa berjalan dengan menyempurnakan struktur organisasi Panitia Farmasi Terapi melalui koordinasi multidisiplin dan unit yang terlibat penggunaan obat, memperjelas fungsi dan tugasnya,membuatkan standar kompetensinya, terutama peran sekretaris,memberikan pelatihan jangka pendek untuk memperpendek gap kompetensinya, dan menetapkan kebijakan tertulis mengenai pengorganisasian Panitia Farmasi dan Terapi; diperlukan keterlibatan Direksi dalam membuat kebijakan prosedur tertulis formularium; diperlukan keterlibatan Direksi dan Panitia Farmasi Terapi sebagai ujung tombak dalam berhubungan dengan pihak luar; dan diperlukan keterlibatan dokter yang berperan sebagai perwakilan staf medis dalam Panitia Farmasi dan Terapi dalam perumusan daftar obat formularium.


 Abstract This thesis discusses the making of Dharma Yadnya Hospital formularies, because although the Pharmacy and Therapeutics Committee was established there in March 2011, but it seems the formulary has not run, because only 60 % doctors who write prescriptions in accordance with the formulary, and there is 7,5 % of prescriptions that are not served primarily from the outpatient unit, the policies and procedures regarding the formulary does not exist, doctor?s proposal without the consent of the Chief of Medical Staff, which shows the role of Pharmacy and Therapeutic Committee is still weak. The study is a qualitative study,using the technique of in-depth interview, observation and document review. The result suggest that:management control systemsshould run on the formulary,by improving the organizational structure trough a multidisciplinary and units coordination, clarifyits functions and duties, have to set standards of competence, particularly the role of secretary, a short term training necessary to shorten the gap competence, and also by establishing a written policy regarding the organization of the Pharmacy and Therapeutics Committee; required the involvement of Board of Directors in making formulary policies and procedures written; required the involvement of Board of Directors and Pharmacy and Therapeutics Committee as a vanguard in dealing with outsiders; and required the involvement of doctors who act as representatives of the medical staff in the Pharmacy and Therapeutics Committee, in the formulation of drug formulary list.

Read More
B-1455
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lusy Sumarwatih Pembimbing: Alex J. Papilaya
B-754
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putu Darmika; Pembimbing; Surya Ede Darmawan; Penguji: Amal C. Sjaaf, Pujiyanto, Budi Hartono, I Made Sudiana
Abstrak: Keselamatan pasien merupakan isu global yang pencapainnya masih rendah, sehingga untuk pencapainnya perlu menerapkan budaya keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien diukur berdasarkan 12 elemen budaya keselamatan pasien menurut AHRQ dan penerapan 6 sasaran keselamatan pasien. Dipersepsikan penyebab masalah adalah lingkungan kerja, tim kerja, kepemimpinan, kepuasan kerja dan stress kerja. Di RSU Dharma Yadnya Denpasar, belum diketahui persepsi staf tentang budaya keselamatan pasien, namun tingkat insiden yang terjadi masih tinggi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan determinan faktor yang berhubungan dengan budaya keselamatan pasien. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dianalisis menggunakan PLS, dengan sampel perawat dan bidan pelaksana yang berjumlah 72 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan signifikan antara tim kerja, kepemimpinan, dan stress kerja dengan budaya keselamatan pasien berturut-turut sebesar 3,707, 12,647, dan 3,135 > T Statistik 1,96. Sedangkan tidak terdapat hubungan signifikan antara lingkungan kerja dan kepuasan kerja dengan budaya keselamatan pasien sebesar 1,336 dan 0,328 < T Statistik 1,96. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerjasama tim, penurunan tingkat stress kerja dan penerapan model kepemimpinan transformasional perlu diterapkan dalam upaya meningkatkan budaya keselamatan pasien dirumah sakit.

Patient safety is a global issue where the achievement is low, so that it needs to implement a patient safety culture. The patient safety culture is measured based on 12 elements of the patient's safety culture according to AHRQ and the application of 6 patient safety goals. Perceived causes of the problem is the work environment, team work, leadership, job satisfaction and job stress. At RSU Dharma Yadnya Denpasar, the staff's perception about patient safety culture is not known yet, but the incident rate is still high. The purpose of this research is to know the relation of determinant of factor which is related to patient safety culture. This research method is quantitative research with cross sectional design which analyzed by PLS, with sample of nurses and midwife implementer which is 72 respondent. The results of this study indicate that there is a significant correlation between work team, leadership, and work stress with the patient safety culture, respectively 3.707, 12.647, and 3.135 > T Statistics 1.96. While there is no significant relation between work environment and job satisfaction with patient safety culture equal to 1,336 and 0,328 < T Statistic 1,96. This study concludes that teamwork, decreased levels of work stress and the application of transformational leadership models need to be applied in an effort to improve the patient safety culture in the hospital.
Read More
B-1951
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anak Agung Raka Jeni; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Prastuti C. Soewondo, Amal Chalik Sjaaf, TB. Firmansyah B. Rifai, Albert Maramis
Abstrak: Akreditasi rumah sakit adalah pengakuan pemerintah kepada rumah sakit yang telahmemenuhi standar yang telah ditetapkan. Akreditasi rumah sakit di Indonesiadilaksanakan untuk menilai kepatuhan rumah sakit terhadap standar akreditasi. Di RSUDharma Yadnya sudah melaksanakan akreditasi 4 standar : Pencegahan danPengendalian Infeksi, Kualifikasi dan Pendidikan Staf, Hak Pasien dan Keluarga danSasaran Keselamatan Pasien. Pada standar PPI paling banyak meninggalkanPerencanaan Perbaikan Strategis (PPS) yaitu sebanyak 23 item dari 11 elemen penilaiandibandingkan dengan tiga standar lainnya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalahuntuk diketahui proses pelaksanaan perbaikan 23 item dan hambatan yang ditemukan.Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan datawawancara mendalan dan telaah dokumen, dengan 4 orang partisipan. Hasil penelitianini menunjukkan pada re-survey pertama tahun 2016 terselesaikan 5 elemen penilaian,re-survey kedua tahun 2017 terselesaikan 16 elemen penilaian dan menyisakan 2elemen penilaian yang belum tercapai yaitu pada pemenuhan sarana ruang isolasidengan ruangan bertekanan negatif dan filtrasi HEPA. Dengan kendala harga alat danpemeliharaan yang mahal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk membangunbangunan rumah sakit yang baru apalagi untuk keperluan investasi, harusmemperhatikan arsitektur rumah sakit yang ditentukan oleh standar akreditasi rumahsakit.
Hospital accreditation is the government's recognition to hospitals that have met theestablished standards. Hospital accreditation in Indonesia is conducted to assess hospitalcompliance with accreditation standards. Dharma Yadnya Hospital have implemented 4accreditation standard: Infection Prevention and Control, Qualification and StaffEducation, Patient and Family Rights and International Patient Safety Goals. At mostinfection prevention and control standards leave strategic improvement planning asmany as 23 items from 11 assessment elements compared with three other standards.The purpose of this research is to know the implementation process to improve 23assessment element and obstacles found. The method of this research is qualitativeresearch, using deep interview and document review technique, with 4 participants. Theresult of this study showed that in the first re-survey of 2016 completed 5 elements ofassessment, the second re-survey of 2017 completed 16 elements of assessment andleaving 2 elements of assessment that have not been achieved, that is the fulfillment ofisolation facilities with negative pressure rooms, and HEPA filtration. With expensivetool and maintenance cost constraints. This research concluded that to build a newhospital building especially for investment purposes, must pay attention to hospitalarchitecture which determined by hospital accreditation standard.
Read More
B-2024
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Made Sudiana; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Budi Hartono
B-1613
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewvi Lo; Pemb: Hendrik M. Taurany; Penguji: Purnawan Junadi, Dumilah Ayuningtyas, Muslikah, Eli
Abstrak:

Masalah logistik Instalasi Bedah Sentral di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang adalah tidak berfungsinya fasilitas penyimpanan dengan baik. Tesis ini bertujuan untuk membuat rencana fasilitas penyimpanan logistik Intalasi Bedah Sentral di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang. Rencana fasilitas penyimpanan meliputi rencana ruang penyimpanan dan prosedur serta sistem informasi yang mendukung fasilitas penyimpanan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif analitik. Hasil penelitian menemukan ruang penyimpanan steril dan depo farmasi yang tidak memenuhi persyaratan dan pelaksanaan prosedur dan sistem informasi yang tidak maksimal. Berdasarkan penggabungan teori logistik dan peraturan mengenai kamar bedah, instrumen bedah, linen dan farmasi, maka disusun perencanaan  yang menyarankan suatu rencana yaitu pemisahan ruang penyimpanan barang steril dengan non steril dan pengaturan depo farmasi dengan tata letak, alur proses barang, area fungsional dan perlengkapan pergudangan yang memenuhi persyaratan penyimpanan yang baik; sebagai pendukung ruang penyimpanan, diatur juga prosedur penyimpanan dan pengambilan, pencatatan dan pelaporan serta perangkat lunak yang sesuai dengan teori penyimpanan dan kebutuhan di lapangan. Kata Kunci: Fasilitas Penyimpanan, Logistik Instalasi Bedah, Ruang Penyimpanan, Prosedur dan Sistem Informasi


 Logistical problems of the Central Surgical Installation in Karawang Regional General Hospital is not functioning properly the storage facility. This thesis aims to make the plan for storage facilities of the Installation Central Surgery logistics at Karawang Regional General Hospital. Planning of storage facilities include storage space plans and procedures and information systems that support the storage facility. This study is a qualitative research design with descriptive analytic. The results found that sterile storage room and pharmaceutical depots that do not meet the requirements and implementation of procedures and information systems are not optimal. Based on combining of logistics theory and regulations concerning the operating room, surgical instruments, linen and pharmaceuticals, then prepared a draft plan recommends the separation of storage room for non-sterile and sterile materials, and pharmaceutical depot arrangements with the layout, process flow of materials, functional areas and warehousing equipment which meet the storage requirements of materials; as a supporter of storage room, well arranged storage and retrieval procedures, record keeping and reporting as well as the software in accordance with the theory of storage and needs in the field. Keyword: Storage Facilities, Logistics of Installation Surgery, Storage Room, Procedures and Information Systems

Read More
B-1382
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Benazir Abraniry; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Anchadi, Mochammad Taufick
S-7177
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emilda Narcis; Pembimbing : Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Purnawan Junadi, Adang Bachtiar, Chairulsjah Sjahruddin, Adib A. Yahya
Abstrak: Kompleksnya pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan peluang terjadinya kesalahan, terutama dengan adanya tindakan invasif di bagian bedah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kejadian dan faktor-faktor yang berkontribusi pada kesalahan medis di bagian bedah rawat inap terkait keselamatan pasien di sebuah Rumah Sakit Umum Daerah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus.
 
Hasil penelitian menunjukan bahwa kesalahan medis yang terjadi yaitu 2 kasus KPC, 1 kasus KNC dan 3 kasus KTC. Belum adanya SOP, audit klinis, tempat kerja yang tidak kondusif, kurangnya sarana prasarana, pendidikan, pelatihan, kerja tim dan komunikasi menjadi latar belakang kesalahan.
 
Kesimpulannya adalah kejadian kesalahan medis dipengaruhi oleh faktor organisasi, tempat kerja, individu dan barier. Belum adanya clinical governance dan program keselamatan pasien yang belum berjalan dengan baik. Pelaksanaan keselamatan pasien sangat dipengaruhi oleh pimpinan institusi.
 

The complexity of medical services in a hospital creates a change for an error, particularly on an invasive action in surgery unit. This study is aimed to analyse events and contributing factors to medical error in the inpatient unit regarding patient safety in a district hospital.
 
Using Qualitative with case study design, this study records some medical error events, which are 2 KPC cases, 1 KNC case and 3 KTC cases. Unexisting SOP, clinical audit, unconvenient place of work, lack of equipment/supporting tools, education, training, teamwork and communication are identified as the major causes.
 
The conclution is that medical errors are influenced by organization factor, work place, individual and defences factors. Unexisting clinical governance and uncontrolled patient safety program. The implementation of patient safety program is greatly influenced by institution leader.
Read More
B-1529
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Bagus Surya Putra Munuaba; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Yuli Prapancha Satar, Budi Hartono
Abstrak:

ABSTRAK Budaya  keselamatan  pasien  baru  mulai  tumbuh  di  RSU  Manuaba  setelah dicanangkan  dan  dibentuknya  Tim  Keselamatan  Pasien  Rumah  Sakit  RSU Manuaba tahun 2009. Belum berjalan dengan baiknya sistem pelatihan yang ada  terutama  dalam  konsep  keselamatan  pasien  menggambarkan  belum adanya upaya rumah sakit dalam meningkatkan mutu rumah sakit terutama mutu SDMnya. Oleh karena itu peneliti  ingin  mengetahui  kesiapan perawat dalam menerapkan konsep keselamatan pasien di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan menggunakan desain  operational  research dengan pendekatan kualitatif  jumlah sampel sebanyak 51 orang, yang merupakan jumlah total perawat RSU Manuaba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa untuk saat ini perawat belum siap untuk menerapkan konsep keselamatan pasien di rumah sakit, kebijakan keselamatan pasien dan SOP sudah ada tapi belum disosialisasikan dengan baik dan berkelanjutan. Ada perubahan nilai pengetahuan dan sikap perawat ketika diukur sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Anggaran mengenai pendidikan dan pelatihan  keselamatan pasien belum ada. Pihak rumah perlu meningkatkan pendidikan dan pelatihan mengenai konsep keselamatan pasien agar terwujud budaya keselamatan pasien di lingkungan perawat RSU Manuaba. Kata Kunci :  Keselamatan Pasien, Perawat, Pendidikan, Pelatihan.


 Patient safety culture has just begun at Manuaba General Hospital after declerated and performed patient safety  team at 2009. The Patient Safety concept had not worked out properly,the hospital had not strongly forced to improve quality of human resources. The  study investigated the preparation of nurses in managing patient safety concept at Manuaba General Hospital. The study used research operational design with qualitative method, total sample were 51 nurses who worked at Manuaba General Hospital. The result showed nurses had not ready to implemantation patient safety  concept, patient safety policy and standart operational procedure had established but not been good and continously sosialized. There was proggression of knowledge and attitude of nurses pre and post training.There was no budget for patient safety training. The manangement of Hospital need to increase education anda training of patient safety to create it concept as a culture in Manuaba General Hospital. Key words : Patient Safety, Nurse, Education, Training

Read More
B-1454
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juliana Aritonang; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Purnawan Junadi, Wahyu Sulistiadi, Vitrie Winastri, Dharmawan SD
Abstrak: Rumah sakit harus memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan yang dalam penyelenggaraannya rumah sakit tidak terlepas dari pelayanan farmasi. Kebutuhan akan penyediaan dan pemakaian obat-obatan yang berkualitas dan rasional diatur dalam sistem formularium dimana obat-obatan yang dipakai terdapat dalam buku formularium. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa formularium RSUD Cimacan dilihat dari penyusunan, pemeliharaan dan evaluasi obat formularium. Evaluasi obat formularium dengan melakukan analisis ABC pemakaian, investasi, indeks kritis dan VEN sehingga didapatkan hasil berupa usulan revisi formularium RSUD Cimacan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasilnya adalah proses penyusunan formularium RSUD Cimacan belum optimal, prosedur pemeliharaan formularium sudah ada namun belum lengkap, pengadaan dan peresepan belum sesuai formularium. Ditemukan 495.690 pemakaian obat non formularium dan 201 jenis obat non formularium yang disediakan di instalasi farmasi. Ada 322 jenis obat formularium yang dipakai (43%), ada 21 jenis obat dengan nilai investasi RP. 3.001.658.694. Hanya 31 jenis obat yang sangat kritis dan 39 jenis obat yang Vital terhadap pelayanan pasien.
Kata kunci : Formularium, Analisis ABC VEN

Hospitals must provide comprehensive, integrated and sustainable health services which in the organization of the hospital is inseparable from pharmaceutical services. The need for the provision and use of qualified and rational medicines is regulated in the formulary system where the drugs used are contained in the formulary book. The purpose of this study was to analyze the formulary of RSUD Cimacan seen from the preparation, maintenance and evaluation of formulary drugs. Evaluation of formulary drugs by performing ABC analysis of use, investment, critical index and VEN to obtain the result of proposed revision formulary of RSUD Cimacan. This research uses qualitative approach. The result is the process of formulary of RSUD Cimacan not optimal, procedure of maintenance of formulary already exist but not yet complete, procurement and prescription not according to formulary. 495,690 non-formulary drug use and 201 kinds of non-formulary drugs were provided in pharmaceutical installations. There are 322 kinds of formulary drugs used (43%), there are 21 types of drugs with an investment value of RP. 3.001.658.694. Only 31 types of drugs are very critical and 39 types of drugs are Vital to patient care.
Keywords: Formulary, ABC VEN Analysis
Read More
B-1885
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive