Ditemukan 30025 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Departemen Kesehatan
362.196995 IND p
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2003
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Novia Fatmawati Putri; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: R. Sutiawan, Agus, Meiristia Qomariah
Abstrak:
Read More
HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global. Cakupan pengobatan ARV di Indonesia baru mencapai 70%, di bawah target UNAIDS 95%, sehingga berpotensi meningkatkan loss to follow up (LTFU). Papua Tengah memiliki angka LTFU tertinggi (67%) dan Kepulauan Bangka Belitung terendah (20%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan loss to follow up pengobatan ARV pada orang ODHIV di Provinsi Papua Tengah dan Kepulauan Bangka Belitung tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik multivariat dengan pelaporan adjusted odds ratio (AOR) dan interval kepercayaan 95%. Di Papua Tengah, LTFU berhubungan dengan usia > 30 tahun (AOR = 0,648; 95% CI: 0,523-0,803), tempat tinggal luar wilayah Papua Tengah (AOR = 0,357; 95% CI: 0,216-0,589), kelompok populasi kunci (AOR = 0,421; 95% CI: 0,261-0,679) dan inisiasi pengobatan ARV > 7 hari (AOR = 0,694; 95% CI: 0,564-0,854). Di Kepulauan Bangka Belitung, LTFU berhubungan dengan asal rujukan pada ODHIV datang sendiri (AOR = 0,687; 95% CI; 0,490-0,964), kelompok populasi kunci (AOR = 0,588; CI: 0,406-0,852) dan inisiasi pengobatann ARV > 7 hari (AOR = 0,687; CI: 0,488-0,969) dan terdapat interaksi antara jenis kelamin pada kelompok populasi (AOR = 3,621; 95% CI: 1,670-7,852; p = 0,001). Penelitian ini menunjukkan bahwa determinan LTFU pengobatan ARV bersifat kontekstual. Pada LTFU tinggi dipengaruhi oleh tempat tinggal di luar wilayah Papua Tengah, sedangkan LTFU rendah dipengaruhi oleh perempuan pada populasi umum.
HIV/AIDS remains a global health problem, including in Indonesia. ARV treatment is the only primary therapy to maintain the health of people living with HIV. However, ARV treatment coverage in Indonesia is still relatively low at 70%, lower than the UNAIDS target of 95%, potentially increasing the incidence of loss to follow-up (LTFU). Central Papua has the highest LTFU rate (67%), while the Bangka Belitung Islands have the lowest rate (20%) in Indonesia. This study aims to analyze the determinants of loss to follow-up on ARV treatment in people living with HIV in Central Papua Province and the Bangka Belitung Islands in 2025. The study used a cross-sectional design. Data analysis was performed using multivariate logistic regression with reporting adjusted odds ratios (AOR) and 95% confidence intervals. In Central Papua, high LTFU was significantly associated with age > 30 years (AOR = 0.648; 95% CI: 0.523-0.803), residence outside Central Papua (AOR = 0.357; 95% CI: 0.216-0.589), key population groups (AOR = 0.421; 95% CI: 0.261-0.679) and initiation of ARV treatment > 7 days (AOR = 0.694; 95% CI: 0.564-0.854). In the Bangka Belitung Islands, LTFU was associated with the origin of referral in PLHIV coming alone (AOR = 0.687; 95% CI; 0.490-0.964), key population groups (AOR = 0.588; CI: 0.406-0.852) and ARV treatment initiation > 7 days (AOR = 0.687; CI: 0.488-0.969) and there was an interaction between gender in population groups (AOR = 3.621; 95% CI: 1.670-7.852; p = 0.001). This study demonstrated that the determinants of long-term survival (LTFU) on ARV treatment are contextual. High LTFU was influenced by residence outside of Central Papua, while low LTFU was influenced by female status in the general population.
T-7682
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
616.9792 IND p (P)
[s.l.] :
Depok: FK-UI, 2011, s.a.]
Prosiding Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
oleh Samsuridjal Djauzi, Zubairi Djoerban, Chris W. Green dan Husein Habyi
616.9792 PER p
Jakarta : Yayasan Pelita Ilmu, 1994
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arief Riadi
JTI Vol.8
Jakarta : Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.52, No.3, Maret. 2002: hal. 102-107
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arum Zulaikhah; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Trijoko Yudopuspito
Abstrak:
Kasus baru HIV di Indonesia cenderung terus mengalami peningkatan. Sedangkan, tren di dunia mengalami penurunan. LSL merupakan kelompok risiko tinggi. Pencegahan penularan HIV dilakukan dengan perubahan perilaku. Studi ini menggunakan studi crossectional pada 1.161 sampel hasil STBP 2015 pada kelompok LSL. Variabel independennya adalah pengetahuan tentang pencegahan dan penularan HIV-AIDS, dan pengetahuan status HIV diri sendiri. Variabel dependennya adalah perilaku seks berisiko HIV-AIDS yang terdiri dari perilaku jumlah pasangan seks>1 dan penggunaan kondom tidak konsisten. Variabel lain terdiri dari umur, status pekerjaan, pendidikan, akses ke pelayanan pencegahan penularan HIV-AIDS, dan akses internet tentang pencegahan dan penularan HIV-AIDS. Penelitian ini menggunakan analisis univariat, dan bivariat. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara variabel independen, dan variabel lain dengan perilaku seks berisiko HIV-AIDS. Terdapat hubungan pengetahuan status HIV diri sendiri dan pelayanan pencegahan penularan HIV-AIDS dengan jumlah pasangan seks>1 PR=0,85(0,74-0,99) dan PR=0,83(0,72-0,96). Hal ini kuat hubungannya dengan perceived behavioral control pada LSL. Hubungan antara pengetahuan status HIV, pelayanan pencegahan dan penularan HIV-AIDS, serta akses terhadap internet tentang pencegahan penularan HIV-AIDS dengan penggunaan kondom yang tidak konsisten PR=1,14(1,02-1,28), PR=1,18(1,06-1,33), PR=1,16(1,02-1,31). Maka, perlu program peningkatan pengetahuan status HIV diri sendiri, penguatan pelayanan pencegahan penularan HIV-AIDS.
Read More
S-10059
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fachri Latif, Ida Leida Maria, Muhammad Syafar
KJKMN Vol.9, No.2
Depok : FKM UI, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lolita Susanti; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Rina Artining Anggorodi; Usep Solehudin
S-4248
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurhayati Herman, Tjandra Yoga Aditama, Mukhtar Ikhsan
JRI Vol.28, No.3
Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
