Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36592 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Elfianti; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Mularsih, Nining
S-7511
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Masagus Safei; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Sandra Fikawati, Anita Nuzulia
S-4411
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saroha Pinem; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Luknis Sabri, Mieke Savitri, Asih Widowati
Abstrak:
Pada waktu memberikan pertolongan persalinan, bidan selalu mempunyai risiko terinfeksi oleh penyakit yang ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lain seperti HIV/AIDS, Hepatitis B (HBV) dan penyakit- penyakit lain. HIV/AIDS adalah penyakit menular seksual yang paling berbahaya, belum ditemukan cara pengobatannya dan berakhir dengan kematian bagi penderitanya (Depkes RI, 2001). Di pusat-pusat pelayanan kesehatan, penularan HIV /AIDS dan HBV dapat terjadi secara silang dari pasien pengidap HIV dan pengidap HBV ke pasien bukan pengidap HIV atau pengidap HBV dari pasien ke petugas dan sebaliknya. Untuk mencegah penularan HIV/AIDS, HBV dan penyakit-penyakit lain yang ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya kepada bidan maupun pasien , maka setiap bidan yang menolong persalinan perlu memegang perinsip-prinsip pencegahan infeksi, yaitu prinsip kewaspadaan universal (Depkes RI,1999, Saifuddin dkk,2002). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran penerapan kewaspadan universal oleh bidan di 9 kamar bersalin Puskesmas Kecamatan Jakarta Timur pada waktu melakukan pertolongan persalinan, juga ingin dilihat hubungannya dengan faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang yang dilaksanakan pada bulan September 2003. Data diperoleh melalui observasi langsung di kamar bersalin dan pengisian kuesioner oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan baru 16,7% responden yang menerapkan kewaspadaan universal dengan benar yaitu menerapkan seluruh komponen kewaspadaan universal sebagaimana mestinya. Dari hasil penelitian juga diperoleh gambaran factor-faktor yang berhubungan dengan penerapan kewaspadaan universal yaitu faktor predisposisi adalah pengetahuan responden tentang kewaspadaan universal (p = 0,002), dan faktor pemungkin yaitu pernah tidaknya responden mengikuti pelatihan kewaspadaan universal atau yang berkaitan dengan kewaspadaan universal (p = 0.020) dan ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan untuk penerapan kewaspadaan universal ( p = 0,000). Berdasarkan hasil penelitian tersebut diajukan saran agar Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur bersama dengan staf yang terkait menetapkan kebijakan tentang kewaspadaan universal, mengadakan pelatihan kewaspadaan universal atau yang berkaitan dengan kewaspadaan universal secara berkala dan berkesinambungan, menyebarkan poster-poster tentang kewaspadaan universal, memajang SOP tentang penerapan kewaspadaan universal di tempat yang gampang terlihat dan mudah dibaca dengan jelas oleh semua petugas di kamar bersalin dan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk penerapan kewaspadaan universal khususnya alat pelindung diri dalam jumlah yang cukup untuk dipakai oleh bidan pada waktu menolong persalinan. Daftar bacaan: 41 (1980 - 2003)

When a midwife assisting a delivery, she will always have a risk to contract with a disease, such as HIV/AIDS, Hepatitis B (HBV), or other diseases transmitted by blood or other body fluid. Special attention is given to HIVVAIDS, as the most dangerous sexually transmitted disease, which has not yet found the appropriate medication and will always end with the loss of life of the person who suffer from AIDS (MOH, 2001). The transmission of the HIV/AIDS or HBV at many of the centers of health services usually due to a cross-transmission from patient to patient, and not from patient to the health providers or vice versa. Therefore, to prevent the occurrence of the transmission to the patient or health provider, in this case the midwife, every midwife who assists the delivery has to follow the rule for the infection prevention, i.e. the universal precaution (MOH, 1999; Saifuddin el. al, 2002). The objective of the study is try to find out the description of the implementation of the universal precaution by the midwife at 9 delivery room at Sub-district Puskesmas in the area of East Jakarta. The study will look at the relation of the implementation by it predisposing, enabling, and reinforcing factors. The study is a descriptive study using a cross-sectional design and has been carried out in September 2003. Data were collected from a direct observation at the delivery room and a questionnaire filled by respondent. The result of the study show that only 16.7% of respondent who implement the universal precaution in appropriate way. It means that she apply the whole component of the universal precaution as it should be. The study also found that factors related to the implementation of the universal precaution are: respondent's knowledge on the universal precaution (with p: 0.002) as the predisposing factor; and ever have follow any training on or related to the universal precaution (with p: 0.020) and the availability of facility needed to implement the universal precaution (with p: 0.000) as the enabling factors. Regarding to the result of the study some suggestions are offered: to the Head of the East Jakarta Health Authority, together with his/her staff, to decide the policy on the matter of the universal precaution; to accomplish a training on the universal precaution or other training related to the universal precaution in a certain period and with continuity; to distribute the information of the universal precaution by posters or flyers, or posted the SOP of the universal precaution at the place that easy to read by every health personnel at the delivery room. Adjacent to all suggestions above, facility needed to implement the universal precaution, especially the self-protection instruments (glasses, protection gown, or gloves) should be always enough in number and available when it needed to protect the midwife at the time she has to do assisting the delivery.
Read More
T-1833
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novemi; Pembimbing: Sujana Jatiputr; Penguji: Rina Artining Anggorodi, Kusharisupeni, Harni, Muswarni
Abstrak:
Angka kematian ibu (AKD di Indonesia masih relatif tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN yaitu sebesar 3901100000 kelahiran hidup (SDKL,1994). Hasil Assesment Safe Matherhood di Indonesia menyebutkan bahwa yang mempengamhi AKI antara lain kualitas pelayanan antenatal masih rendah. Upaya untuk menurunkan AKI sampai ke tingkat paling rendah telah dilakukan dengan penempatan bidan di desa, tujuannya lebih menel-cankan pada pelayanan kesehatan dasar dan meningkatkan cakupan program kesehatan ibu dan anak, antara lain pelayanan antenatal yang indikator pemantauannya adalah K1 dan K4. Cakupan pelayauan antenatal di Provinsi Daerah Istimewa Aceh telah mulai meningkat, narnun bila dilihat pada Daerah Tingkat II Kabupaten Aceh Barat, merupakan urutan keclua terendah dari 11 Kabupaten yang ada, yaitu K1 77.04% dan K4 66.68 % bila dibandingkan dengan target Nasional K1 90 % dan K4 85%. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti tertarik untuk memperoleh informasi tentang gambaran pencapaian cakupan K4 oleh bidan di desa yang dilihat dari faktor internal dan faktor ekstemal bidan di desa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional, pengumpulan data dilakukan di Kabupaten Aceh Barat dengan jumlah sampel 123 responden dari 26 Puskesmas, yang dilaksanalcan mulai tanggal 5 - 28 Februari 2001 dengan cara Systimatic Random Sampling. Untuk mengetahui distribusi frekwensi dilakukan analisis_univariat, proporsi pencapaian cakupan K4 yang baik 17.9 % dan perkiraan di popdlasi dengan CI 95% adalah antara 11.9 sampai 23.9. Untuk mengetahui hubungan antara variabel dilakukan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dengan P = 0.05. Hasil menunjukkan ada hubungan bem1ak:na antara lain sikap, pelatihan, sarana dengan penoapaian cakupan K4 dengan masing-masing nilai P = 0033, P = 0.01, P = 0.O13. Kemudian dilal-cukan analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik, yang masuk dalam model lcandidat yang nilai P = < 0.25 yaitu pengetahuan, sikap, pelatihan, sarana, prasarana, tempat tugas, dau dukungan masyaralcat. Hasil akhir uji Regresi Logistik didapat 3 variabel yang masuk dalam model yaitu sikap pelatihan, sarana, kemudian dilakukan uji intraksi dan akhimya ketiga variabel ini tidak masuk dalam model (P>0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan perkiraan kemungldnan pencapaian cakupan K4 oleh bidan di desa berkisar antara 50 % sampai 99 %. Memperhatikan hasil penelitian yang diperoleh, penulis menyarankan agar dapat membuat reuoana perbaikan dan peningkatan cakupan K4 melalui upaya- upaya khusus terhadap bidan di desa.

The Martenal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is relatively still high compare to other ASEAN countries that is 3901100000 life births (SDKI, 1994). The result of Assesment Safe Motherhood in Indonesia mentioned thad one factor which affects MMR is the poor quality of antenatal care. Efforts to decrease MMR up to the lowest level have been done such as by providing the midwives in the villages. The aim was emphasized on the basic health care and increasing the coverage of mothers and children health program such as antenatal care with K1 and K4 as the controlling indicator. Antenatal care coverage in D.I Aceh Province has been increased recently, but if we see from the case in Aceh Barat District which is the second lowest from 11 Districts that are K1 77.04 % and_K4 % 66.68 % from the national target of 90 % and K4 85 %. Due to the fact in the field the researcher is interested in gaining information about the description of K4 coverage by the midwifes in the villages from the internal and external factors point of view. This research is a descriptive research with Cross Sectional approach. Data survey was done in Aceh Barat District to 123 sample from 26 Public Health Centre. This was done from 5 up to 28 February 2001 by Systimatic Random Sampling Method. Univariat analysis was done in order to End out the frequency distribution with coverage of the best K4 17.9 %, in population estimated for a 95 % confined interval is between 11.9 % up to 23.9 %. Bivariat analysis figure out the relationship among the variables by the Chi Square test with P = 0.05. The outcome shows a significant relationship between attitude, training and fasility in one side and the achievement of K4 coverage in the other side with each of their P = 0.033, P = 0.013 and P = 0.0l3. After those multivariat analysis and logistic regression were done with the result that knowledge, attitude, training, facility, infrastructure, workplace, and public support have P < 0.25, so they can be considered as candidate model. Final result of logistic regression test indicates that 3 variables (attitude, training and facility) considered as model, alter that interaction test shows that cannot be considered as model (P > 0.05). Result of the research indicates that Estimated Probabilities coverage of K4 by the midwife village about 50 % up to 99 %. Based on this result, researcher suggests that institution in charge of this matter in Aceh Barat District shall make planning to increase the coverage of K4 through the breakthrough and special effort for the midwife village.
Read More
T-988
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risma Ayu Lestari; Pembimbing: Sabarinah; Penguji: Martya Rahmaniati, Roslina Susilawati
S-9745
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septi Puspo Wardani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Rina Artining Anggorodi, Ika Lastyaningrum
Abstrak: ABSTRAK
 
Pertolongan Persalinan oleh tenaga kesehatan sangat penting dalam upaya penurunan angka kematian ibu (AKI). Penelitian ini membahas tentang analisis cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Lawanggintung Kota Bogor tahun 2013. Berdasarkan data cakupan Linakes Kota Bogor, wilayah kerja Puskesmas Lawanggintung adalah wilayah dengan cakupan Linakes terendah yaitu 67,5%. Hal ini menarik minat peneliti untuk mengetahui faktor penyebab pemilihan tenaga non kesehatan sebagai penolong persalinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Dari penelitian ini diketahui bahwa aksesibilitas terhadap jarak menjadi penyebab utama pemilihan pertolongan persalinan oleh dukun paraji.
 

 
ABSTRACT
 
Birth assisted by health personnel is a very important factor in reducing maternal mortality rate ( MMR ). This study analyzed the coverage birth attended by health personnel in the Region Public/Community Health Centre Lawanggintung Bogor in 2013. Based on previous data, the coverage Public/community health centre Lawanggintung is the lowest with only 67.5 %. We would like to determine the reasons the people in that area not choosing health personnel as birth attendants. This study is a qualitative study by using method of interviews, observation and document review. Results showed that the accessibility due to the distance from home to health centre are the main reasons to choose traditional midwife instead of health personnel.
Read More
S-8093
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erna Juliana Simatupang; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo, Agustin Kusumayanti, Noer Qoryati Hanun, Elina Lukman
Abstrak:

Pertolongan persalinan di rumah masih sering dilakukan di Indonesia, dan persalinan perlu dipantau kemajuannya dengan partograf. Penelitian dilakukan di dua wilayah kerja Puskesmas di Banten, guna melihat penerapan partograf oleh bidan dan faktor yag berhubungan dengan penerapannya. Dengan rancangan crossectional dan analisis model logistik pada 31 bidan yang bekerja di wilayah kerja Puskesmas Kramat Watu dan Puskesmas Waringin Kurung yang menolong persalinan di rumah pasien. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pelatihan APN dengan penggunaan partograf (p 0,004). Terdapat kecenderungan untuk lebih menggunakan partograf pada responden yang umurnya ≥ 34 tahun, pengetahuan baik, bersikap bahwa partograf penting, mendapatkan pelatihan APN, didukung ketersediaan alat dan bahan, keterampilan baik serta ada dukungan atasan. Terdapat juga kecenderungan untuk tidak menggunakan partograf pada responden dengan kondisi pasien yang ditemui bidan di rumah. Dari hasil penelitian di sarankan untuk memberikan pelatihan APN kepada para bidan dan pendidikan kesehatan kepada masayrakat untuk merencanakan persalinan. Agar penggunaan partograf dapat dilaksanakan perlu membuat lembar partograf sesuai tafsiran persalinan ibu dengan ukuran besar di rumah pasien ditempel ditempat strategis agar pencatatan dapat segera dilakukan saat proses pertolongan persalinan. Memberikan dukungan pada bidan untuk menggunakan partograf pada setiap persalinan di semua tempat. Kata Kunci: Partograf, Pelatihan Asuhan Persalinan Normal, Persalinan


 Delivery at home  is still often in Indonesia and need to be monitored by partografh. Studies are conducted in two working areas of helath centers in order to see partografh applications by midwives and factors related to the application. This research  is a cross-sectional design in the form of logistic analysis of 31 midwives working in the area of  Kramat Watu health centers and Waringin Kurung health centers that facilitate delivery midwives at patient's home. The sample in this study is the total population. The results showed an association between APN training and the use of partograph (p  0.004). There is a tendency to use partograph more on respondents aged ≥ 34 years, good knowledge, good attitude, received APN training, complete availability of tools and materials, good skills and good support from superiors. The condition of patients at home, as seen by midwives, tends to not make midwives use partograph. From the results of the study, it is advised to provide APN training for midwives and health education for community to plan the delivery. In order to implement the use of partograph, it is necessary to make a large size sheet partograph in patients' homes according to the interpretation of labor so that recording can be done immediately during the process of delivery aid. Provide support for midwives to use partograph for every birth at all places. Keyword: Partograph, Normal Childbirth Care Training, Childbirth

Read More
T-3392
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosalina Nungkat; Pemb. Agustin Kusumayati; Penguji: Yovsyah, Toha Muhaimin, Lukas Hermawan, Deviana
Abstrak:

Salah satu upaya menunmkan angka kesakitan dan kematian ibu adalah melalui pemberian pelayanan yang berkualilas. Pelayanan yang berkualitm dapai di wujudkan dengan adanya tenaga kesehatan yang kompeten, termasuk bidan di desa. Desain Penelitian dengan cross sectional untuk mengelahui kompetensi dan kinexja bidan di desa dalam melaksanakan pelayanan asuhan parsalinan nommal di Kabupaten Bengkayang lahun 2008. Populasi adalah bidan di desa yang bertugas di polindes. Sampel pmelitian ini adalah semua bidan di desa yang bexjumlah 53 orang yang sudah meudapatkan pelatihan asuhan persalinan normal (APN). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (83,2%) bidan di desa kurang kompeten mc-laksanakan suhan persalinan normal (APN). Kompetensi merupakan faktor yang bermalcna terhadap kinexja bidan di desa dalam melaksanakan asuhan persalinan nomml berdmarkan indikator cakupan persalinan dengan Oddss Ratio 31 (95% CI: 3,4 - 28l,9) dan berdasarkan persentase kasus yang di mjuk pada alpha 5% terdapat perbedaan yang signiiikan antara rata-rata persentase kasus komplikasi persalinan yang di rujuk oleh bidan di desa dengan kompetensi. Bidan yang kurang kompelen merujuk rata-rata 13 % kasus komplikwi persalinan, sedangkan bidan yang kompeten merujuk rata-rata 4 % kmus komplikasi persalinam Vayiabel lain yang bennakna dengan lcineaja adalah pengalaman kelja bidan di desa dengan Oddss Ratio 6,7 (95% CI: 1,3 - 3317). Variabel pendidikan, umur, peralatan dan bahan menunjukkan hubungan yang tidak bemiakna. Oleh karena itu kompelensi bidan di dwa perlu ditingkatlcan bukan hanya dengan pelatihan saja tetapi perlu ditindak lanjuti dengan supervisi yang teerprogram dan uji sertifikasi kompefersi oleh suatu badan yang terakreditasi.


One of effort for decrease of morbidity and maternal mortality be giving a quality health care.That is necessary human resources of health which having competency, included midwife in the village This research to be done with cross- sectional design for knowing competency of midwife in the village on going nomially birth attendant care at Bengkayang District 2008. Population research are midwives in tlievillage which on duty at the village centre attendant Samples research are all of the midwives intthe village, there are 53 persons which got training normally birth attendant care. The result showed most of midwifes (83,2%) have not enough competent on going normally birth attendant care. Competency is afsigniticant factor to midwife performent on going normally birth attendant indicated birth attendant target with Odds Ratio '31 (95% CI:3,4 - 28I,9) and presentation of cases refered on alpha 5 %, there is a differentiation signilicantly between mean procentace cased refered with competency. The village's midwives which not enough competent refered mean 13% cases birth attendant complication, the midwives in the village which competent refered 4 % cases birth attendant complication. Significant variable with perrofmmtee is experienee job, odds nano 6,1 (95% cr; 1,3 _ sag). Another variables are educatiorg age and equipment showed not significant. That is why competency of the midwivx in the village necessary to be increased not only with training but also a programmly supervising and competency sertilication test from accreditation organization.

Read More
T-2875
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hadian Tarzon; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Kemal N. Siregar, Mieke Savitri, Muhammad Ilhamy Setyahadi, Wasnidar
T-3128
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy Meilinda Sari; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Dian Ayubi, Mieke Savitri, Ade Jubaedah, Rinta Irnati
Abstrak: Angka kematian ibu tahun 2013 Kabupaten Sambas Provinsi Kalbar masih tinggisebanyak 17 kasus. Tujuan penelitian mengetahui implementasi manajemen aktifkala III (MAKT) oleh bidan puskesmas wilayah kerja Dinas Kesesehatan Kab.Sambas. Desain penelitian cross sectionaldengan mixed method, sampel 58menggunakan Total Sampling Hasil penelitian bidan menerapkan manajemenaktif kala III 63,8% dan yang tidak menerapkan manajemen aktif kala III 36,2%.Terdapat hubungan variabel Pengetahuan dan sikap dengan ImplementasiManajemen Aktif Kala III. Variabel sikap terhadap manajemen aktif kala IIImerupakan faktor paling dominan dengan (nilai p= <0,007)Kata kunci : Implementasi manajemen aktif kala III, Bidan.
Read More
T-4550
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive