Ditemukan 718 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Erwin Djuanda
Medika, No. 10
Jakarta : [s.n.] :
1990
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Supriyanto; Pembimnbing: Tris Eryando; Penguji: Ronnie Rivany, Debby Daniel, Dewi Lestarini
Abstrak:
Instalasi Sterilisasi dan Binatu Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawatimemegang peranan penting dalam pengendalian dan pencegahan Health care-Associated Infections. Saat ini, semua pekerjaan pencatatan dan pelaporankegiatan sterilisasi masih dilakukan secara manual oleh petugas sehinggamenimbulkan beberapa masalah, yaitu: Belum tersedia format pencatatan danpelaporan tentang recall sehingga data yang dibutuhkan untuk proses recall alattidak segera didapat, dan Pencatatan kegiatan sterilisasi alat medis memakanwaktu yang lama sehingga laporan kegiatan sterilisasi alat medis tidak bisadiberikan tepat waktu.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah model SistemPencatatan dan Pelaporan Sterilisasi Alat Medis, yang menghasilkan sebuahpurwarupa yang dapat menghasilkan dokumentasi sterilisasi alat medis denganbaik dan menghasilkan laporan kegiatan sterilisasi alat medis dalam waktu singkatyang dapat segera memberikan data untuk proses recall. Tahap penelitian yangdilakukan adalah analisa sistem, desain system dengan menggunakan metodeSystem Development Life Cycle, pengkodean dan ujicoba. Pengumpulan datadilakukan dengan wawancara, observasi alur dan telaahdokumen. Pengembanganmodel dengan hasil berupa purwarupa ini dapat mendukung penyelesaian masalahpencatatan dan pelaporan sterilisasi alat medis, terutama masalah recall.Penelitian ini dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan system ini dengansystem informasi yang telah ada di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati.Kata kunci: Pelaporan,Pencatatan,Sistem, Sterilisasi.
Sterilization and Laundry Installation in Fatmawati General HospitalJakarta has a very important role in controlling and preventing Health care-AssociatedInfections. At present, all work which consists of recording andreporting is done manually by one of the staff and thus creates some problems, asfollows: (1) No recall recording and reporting format, therefore data needed forrecall process is not available on time, and (2) Medical instrument sterilizationactivity recording takes a lot of time, therefore the report cannot be submitted ontime. The research goal is to develop a model of Medical Instrument Recordingand Reporting System, resulting in a prototype which can create medicalinstrument sterilization document properly so that medical instrument sterilestatus can be monitored and create medical instrument sterilization report in shorttime and provide data for recall process. The research phases are system analysis,system design by using System Development Life Cycle, coding and testing. Thedata were collected by using interview, flow observation and document study. Thedevelopment of Medical Instrument Sterilization Recording and Reporting Systemmodel resulting in prototype is able to support problem solving in medicalinstrument recording and reporting, especially regarding recall. The research canbe developed by integrating the system with existing information system inFatmawati General Hospital.Keywords: Recording, Reporting, Sterilization, System.
Read More
Sterilization and Laundry Installation in Fatmawati General HospitalJakarta has a very important role in controlling and preventing Health care-AssociatedInfections. At present, all work which consists of recording andreporting is done manually by one of the staff and thus creates some problems, asfollows: (1) No recall recording and reporting format, therefore data needed forrecall process is not available on time, and (2) Medical instrument sterilizationactivity recording takes a lot of time, therefore the report cannot be submitted ontime. The research goal is to develop a model of Medical Instrument Recordingand Reporting System, resulting in a prototype which can create medicalinstrument sterilization document properly so that medical instrument sterilestatus can be monitored and create medical instrument sterilization report in shorttime and provide data for recall process. The research phases are system analysis,system design by using System Development Life Cycle, coding and testing. Thedata were collected by using interview, flow observation and document study. Thedevelopment of Medical Instrument Sterilization Recording and Reporting Systemmodel resulting in prototype is able to support problem solving in medicalinstrument recording and reporting, especially regarding recall. The research canbe developed by integrating the system with existing information system inFatmawati General Hospital.Keywords: Recording, Reporting, Sterilization, System.
T-4570
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
F.X. Hendroyono; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Sandi Iljanto, Peter A.W. Pattinama, Titi Masrifahati
Abstrak:
Read More
ABSTRAK Dalam rangka meningkatkan daya saing rumah sakit di-era pasar global, perlu dilakukan reformasi manajemen perumahsakitan yang diharapkan dapat menyelesaikan berbagai masalah manajemen dalam efficiency, productivity, quality and patient responsiveness. Pengendalian infeksi nosokomial sangat bergantung pada kinerja sterilisasi rumah sakit, khususnya pada penatalaksanaan pembedahan dan kegiatan pelayanan medik lain yang menggunakan alat-alat steril. Pelayanan sterilisasi Instalasi Bedah Sentral merupakan pusat pelayanan sterilisasi RSUD Kota Bekasi. Instalasi ini menerima, memproses, memproduksi, mensterilkan, menyimpan, mendistribusikan instrumen operasi ke kamar bedah dan alat medik ke ruangan-ruangan yang membutuhkan produk steril. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi dengan kapasitas 261 tempat tidur, BOR 67,1 - LOS 3,7 - TOI 1,83 - BTO 65,54 - jumlah operasi 350 pasien per bulan (OK IGD: 100, OK IBS: 250); mempunyai pelayanan sterilisasi yang masih bergabung dengan OK IBS dengan berbagai masalah dan mendapat banyak keluhan dari pengguna jasa pelayanannya terutama para ahli bedah dan petugas kamar bedah yang lainnya. Banyaknya komplain dan masalah tersebut membuat OK IBS ingin memperbaiki diri, karena OK IBS merupakan bagian dari Rumah Sakit, dan merupakan penggalan jalur panjang dari "moment of truth" mulai dari pasien masuk ke halaman parkir hingga pasien pulang yang harus selalu diperbaiki dan disempumakan demi kepuasan dan keselamatan berobat pasien. Untuk mendapatkan gambaran pelayanan sterilisasi OK IBS menurut kacamata penyedia pelayanan (provider), perlu dilakukan suatu penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan pemecahan masalah (Problem Solving Approach) dengan tujuan menyusun plan of action perbaikan kualitas layanan sterilisasi dari OK IBS RSUD Kota Bekasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara FGD (Focus Group Discussion), wawancara mendalam (indepth interview), expert panel dan observasi langsung, serta telaah data sekunder. Penelitian ini menghasilkan suatu prioritas masalah dan prioritas penyelesaian masalah. Tiga masalah utama pada sterilisasi OK IBS adalah mesin sterilisator yang kurang dalam kualitas dan kuantitas, luas tempat bekerja yang terbatas dan kemampuan SDM sterilisasi di OK IBS yang masih belum cukup memadai. Kurangnya kualitas mesin sterilisator bermula dari tidak adanya monitoring dan pengawasan berkala pada mesin sterilisator yang ada dan karena tuntutan volume pekerjaan yang meningkat dari tahun ketahun, sehingga petugas terbiasa bekerja dengan mesin sterilisator uap berkapasitas 500 liter pengadaan tahun 1980 yang dalam keadaan rusak; dengan produk linen operasi yang selalu basah dan rusaknya instrumen operasi serta linen operasi oleh sterilisator panas-kering yang merupakan andalan OK IBS selama ini. Masalah mesin sterilisator ini dapat dipecahkan dengan menetapkan bahwa mesin steam sterilisator yang lama sebagai mesin tidak layak pakai dan menggantikannya dengan mesin baru untuk sementara atau pembentukan instalasi CSSD dengan kelengkapan sarana dan prasarananya. Perkembangan OK IBS yang terwujud dari beberapa kali renovasi tidak disertai dengan perkembangan dan renovasi atau perbaikan kinerja seksi sterilisasi; sehingga luas ruang bekerja dan sarana sterilisasi yang ada sejak tahun 1980 dengan 2 kamar operasi tidak disiapkan untuk keadaan sekarang dengan 5 kamar operasi dan frekuensi operasi 250 pasien per bulan. Masalah ruang kerja sterilisasi ini dapat dipecahkan dengan pembangunan gedung CSSD baru sebagai instalasi yang mandiri di-area belakang RSUD sebelah Unit Laundry. Paradigma pembelajaran (learning paradigm) perlu dibangun di kalangan petugas OK IBS, khususnya petugas sterilisasi; kurangnya kualitas dan kuantitas SDM sterilisasi OK IBS dapat disebabkan oleh terbiasanya bekerja tanpa SOP, tanpa pengawasan, dan tanpa koreksi dimana keterbatasan pengetahuan tentang sterilisasi dari pimpinan dan pelaksana OK IBS dalam beaurocratic paradigm akan menjadi hambatan dari suatu usaha perbaikan dan pergembangan kinerja organisasi sterilisasi. Masalah kualitas dan kuantitas SDM ini dapat dipecahkan dengan menambah SDM baru yang siap untuk ditingkatkan kualitasnya melalui pendidikan berkala dan berlanjut bagi staf CSSD yang dilaksanakan oleh RS.Sardjito di Yogyakarta. Kualitas pelayanan sterilisasi di OK IBS dipengaruhi juga oleh kinerja unit-unit lain di RSUD Kota Bekasi dan dipengaruhi oleh kebijakan manajemen, sehingga masalah-masalah yang muncul merupakan masalah yang terjadi juga di seluruh rumah sakit. Pemecahan masalah di OK IBS tidak dapat dilaksanakan hanya oleh OK IBS sendiri tetapi harus ada intervensi Manajemen Rumah Sakit. Perlunya melakukan advokasi kepada DPR-D Kota Bekasi, agar masalah sterilisasi yang pada akhirnya menentukan kualitas pelayanan RSUD kota Bekasi dapat dimaklumi juga menjadi tanggung jawab pemerintah kota Bekasi sebagai stake-holder rumah sakit.
ABSTRAK Reformation of the hospital management is necessary to improve the competitiveness of hospitals in global market era so that managerial problems in efficiency, productivity, quality and patient responsiveness could be solved. Control of nosocomial infection depends heavily on the performance of the sterilization unit in the hospital, especially in surgical treatment and other medical services which utilize sterile instruments. Sterilization service of IBS Operating Theatre (OT) is the center for sterilization services at RSUD kota Bekasi which receives, processes, produces, sterilizes, stores and distributes surgical instruments to the operating theatre and medical instruments to units which needed them. Bekasi City Regional Hospital (RSUD kota Bekasi) with the capacity of 261 beds, BOR 67,1 - LOS 3,7 - TOl 1,83 - BTO 65,54 - 350 monthly surgical procedure (Emergency OT: 100, Central OT: 250); has sterilization service combined within IBS OT with various problems and getting complaints from service users, especially the surgeons. Due to the high complaint rate, IBS OT strives to improve its service since it is an integral part of the hospital and part of the "moment of truth" for patient?s wellness and satisfaction. This study is conducted to obtain a picture of IBS OT's sterilization service from the provider's perspective. This is a qualitative study with problem solving approach which aims to draft a plan of action to improve the quality of sterilization service at IBS OT RSUD kota Bekasi. Data collection was conducted through FGD (Focus Group Discussion), in-depth interview and direct observation and secondary data analysis. This study results in problem and problem-solving priorities. The three main problems during IBS OT sterilization are: poor quality and quantity of sterilizatormachines, limited working area and human resources capability in IBS OT that not yet sufficient. The poor quality of sterilizator machine started with the absence of regular monitoring and maintenance, and also due to the increasingly workload. The operator became used to work with the damaged 500-litre steam sterilization machine from 1980; with wet surgical lines and the damaged surgical instruments and linens by the hot-dry sterilizator which is the mainstay of IBS OT. The problem of sterilizator could be solved by discharging the damaged steam sterilizator and replacing it with a new machine; or the formation of CSSD unit complete with the necessary equipment. The development of IBS OT from several renovations is not accompanied by the development and renovation or improvement of the sterilization unit; therefore the available working area and sterilization unit since 1980 with 2 operating theatres is not ready for the current condition with 5 operating theatre and 250 surgical procedures per month. This problem could be solved with the development of a new, contained CSSD building in the area at the back of RSUD, next to the Laundry Unit. Learning paradigm needs to be socialized amongst IBS OT personnel, especially those handling the sterilization; the poor quantity and quality of sterilization personnel at IBS OT could be caused by the comfort of working without SOP, control and correction due to the limited knowledge about sterilization of the management of IBS OT. All of these and the bureaucratic paradigm will hinder the effort of performance improvement of the sterilization organization. The problem of human resources quantity and quality could be solved with the addition of new personnel who is ready to be developed through periodic continuing education for CSSD staff at Sardjito Hospital in Yogyakarta. Sterilization service quality at IBS OT is also influenced by the performance of other units at RSUD kota Bekasi and management's decision, therefore the arising problems are also common problems at the hospital. Problem solving at IBS OT could not be conducted solely by IBS OT but need intervention from hospital management. It is also important to approach Bekasi City Parliament (DPRD) to ensure that sterilization problem, which will ultimately determine the service quality of Bekasi City Regional Hospital, also falls under responsibility of Bekasi City government as one of the hospital's stake-holders.
B-1001
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ayu Sekarwati; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Ede Surya Darmawan, Nugroho Soeharno
Abstrak:
Read More
Puskesmas merupakan akses pertama masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dimana pasien bisa datang dalam kondisi sakit atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Hal ini membuat masyarakat lebih rentan terhadap penularan penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs) yang dapat terjadi jika ada kurangnya isolasi yang memadai atau kepatuhan terhadap praktek kebersihan yang baik. Penelitian ini membahas mengenai kepatuhan staf puskesmas terhadap prosedur sterilisasi alat medis yang dilakukan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Puskesmas Jatimulya tahun 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil gambaran kepatuhan staf puskesmas berdasarkan studi kasus di Puskesmas Jatimulya Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan pengisian checklist pertanyaan penelitian yang disesuaikan berdasarkan ketentuan Pedoman Teknis PPI Kementerian Kesehatan RI Tahun 2020. Hasil perhitungan skor checklist seluruh tahapan menunjukkan skor ≥85% yang berarti staf puskesmas telah memahami prosedur sterilisasi alat medis dengan baik, namun terdapat beberapa aspek yang masih perlu diperbaiki, seperti wadah alat bekas pakai yang harus tertutup, penulisan tanggal sterilisasi dan tanggal kedaluwarsa pada alat medis yang di sterilisasi dan pemberian indikator kimia di dalam kemasan alat medis yang berfungsi untuk verifikasi keberhasilan proses sterilisasi.
Community Health Center serve as the first point of access for communities to obtain healthcare services, where patients may present in a state of illness or with weakened immune systems. This condition increases the vulnerability of communities to Healthcare-Associated Infections (HAIs), which may occur due to inadequate isolation practices or poor compliance with proper hygiene standards. This study examines the compliance of primary health care staff with medical equipment sterilization procedures at the First-Level Healthcare Facility (FKTP) of Puskesmas Jatimulya in 2025. The objective of this study was to describe staff compliance with medical equipment sterilization procedures based on a case study conducted at Puskesmas Jatimulya Kabupaten Bekasi. This study employed a descriptive qualitative design with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and the completion of compliance checklist questionnaires developed in accordance with the 2020 Technical Guidelines for Infection Prevention and Control issued by the Indonesian Ministry of Health. The results of the checklist scoring across all stages of the sterilization process indicated a score of ≥85%, suggesting that primary health care staff demonstrated good understanding of medical equipment sterilization procedures. However, several aspects still require improvement, including the use of closed containers for used medical instruments, proper labeling of sterilization dates and expiration dates on sterilized medical equipment, and the placement of chemical indicators inside instrument packaging to verify the effectiveness of the sterilization process.
S-12193
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
F.G. Winarno
664.8 WIN s
Bogor : M-BRIO Press, 2004
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Budi Santosa; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono
S-2229
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
I Gede Made Arnata; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari; Puput Oktamianti, Endang Adriyani, Nyoman Gunahariati
Abstrak:
Read More
Dalam pelaksanaan prosedur sterilisasi di RSUP Sanglah Denpasar masih ditemukan ada beberapa indikator sterilisasi yang belum sesuai target diantaranya janji hasil pelyanan sterilisasi untuk kamar operasi IRD masih di bawah 100 % dan kesalahan distribusi masih diatas 5 kejadian per bulan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berubungan dengan kepatuhan petugas terhadap prosedur sterilisasi instrument bedah endo urologi di Instalasi Sterilisasi Sentral (ISS). Sample sebanyak 33 orang dari seluruh petugas yang bekerja di ISS. Hasil penelitian ini menemukan adanya hubungan antara faktor masa kerja, pengawasan, sarana dan pelatihan dengan kepatuhan petugas dalam pelaksanaan sterilisasi instrument bedah endo urologi. Kepatuhan yang paling rendah ditemukan pada prosedur penerimaan : memisahkan alat kotor, pencucian: melakukan penyikatan, validasi : uji fungsi alat, pengemasan : melakukan kebersihan tangan, sterilisasi : tidak menumpuk alat, penyimpanan : menempetkan alat, distribusi : desinfeksi troly, dan faktor yang paling dominan adalah sarana kerja. Disarankan untuk memberikan pelatihan berkala dan penambahan fasilitas pencucian.
In implementing sterilization procedure in Sanglah Hospital, Denpasar, some sterilizationindicators are still below the target such as the minimum required time less then 100% and distribution error above 5 events per month. The aim of this study was to identify factorsrelated to staff compliance in sterilization procedure of surgical instruments in endo-urology of the Central Sterilisation Installation (CSI). The sample of this study consisted of 33 CSI staff. Findings indicated a significant correlation between the length of service, supervision, resources and training with staff compliance in conducting sterilization for endo-urology surgery. The lowest compliance was found in the admission procedure: separating dirty equipment, washing: brushing, validation: testing tool function, packing: washing hand, sterilization: not accumulating equipment, storage: placing equipment, and distribution: trolley disinfection. In addition, the most dominant factor is resources. It is recommended to provide training for staff, increase facilities for washing and disinfection.
B-1661
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Usman Suwandi
CDF-No.20
Jakarta : [s.n.] :
1994
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yudhistirawaty; Pembimbing: Amal C. Sjaaf
B-181
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
