Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31334 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Percik, edisi II, 2010, hal. 49-51
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku III, Kompas. hal : 90
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faris Muhammad; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Rahmat Aji Pramono
Abstrak:
Akses terhadap air bersih merupakan salah satu prasyarat penting dalam mewujudkan lingkungan sehat dan mendukung pemenuhan hak anak. Meskipun Provinsi Daerah Khusus Jakarta telah memperoleh predikat Provinsi Layak Anak dan terus meningkatkan cakupan layanan air bersih, masih terdapat kesenjangan akses serta tantangan dalam pemanfaatan layanan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola penyediaan air bersih di Provinsi Daerah Khusus Jakarta melalui perspektif collaborative governance dalam upaya mewujudkan lingkungan sehat sesuai kerangka kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif analitik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 12 informan yang terdiri atas aktor pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, serta telaah dokumen. Analisis dilakukan menggunakan kerangka Collaborative Governance Ansell dan Gash. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi penyediaan air bersih didukung oleh adanya riwayat kerja sama antaraktor, kebutuhan bersama dalam mengatasi permasalahan air bersih, serta pembagian peran yang relatif jelas antar pemangku kepentingan. Keberlangsungan kolaborasi dipertahankan melalui forum koordinasi, komunikasi rutin, dan mekanisme akuntabilitas yang membantu menyelaraskan berbagai prioritas organisasi. Kolaborasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan penyediaan air bersih dan mendukung pencapaian indikator lingkungan sehat dalam kebijakan KLA. Namun demikian, masih ditemukan kesenjangan akses layanan, penggunaan sumber air alternatif oleh sebagian masyarakat, serta keterbatasan pemahaman mengenai keterkaitan air bersih, sanitasi, kesehatan anak, dan kebijakan KLA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa collaborative governance berperan penting dalam mendukung penyediaan air bersih dan lingkungan sehat bagi anak, namun efektivitasnya juga dipengaruhi oleh penerimaan layanan dan pemahaman masyarakat sebagai penerima manfaat.

Access to clean water is a fundamental prerequisite for creating a healthy environment and supporting the fulfillment of children's rights. Although the Special Region of Jakarta has been recognized as a Child-Friendly Province and continues to expand its clean water service coverage, disparities in access and challenges in service utilization remain. This study aims to analyze the governance of clean water provision in the Special Region of Jakarta through a collaborative governance perspective as an effort to support a healthy environment within the framework of the Child-Friendly City (CFC) policy. This study employed a qualitative approach with a descriptive analytical design. Data were collected through semi-structured in-depth interviews with 12 informants representing government institutions, the private sector, and community members, complemented by document review. The analysis was guided by Ansell and Gash's Collaborative Governance framework. The findings indicate that collaboration in clean water provision is supported by a history of inter-organizational cooperation, a shared need to address complex water-related challenges, and a relatively clear distribution of roles among stakeholders. The sustainability of collaboration is maintained through coordination forums, routine communication, and accountability mechanisms that help align differing organizational priorities. The collaboration has contributed to improving clean water provision and supporting the achievement of healthy environment indicators within the Child-Friendly City policy. However, challenges remain, including disparities in service access, continued reliance on bottled and refill drinking water by some communities despite the availability of piped water services, and limited public understanding of the relationship between clean water, sanitation, children's health, and the Child-Friendly City policy. This study concludes that collaborative governance plays an important role in supporting clean water provision and fostering a healthy environment for children in Jakarta. Nevertheless, its effectiveness depends not only on inter-organizational collaboration but also on public acceptance of services and community awareness regarding clean water, sanitation, and children's health.
Read More
S-12427
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
media indonesia; 2015
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku 1, Republika, hal. 159
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku 1, Koran Tempo hal. 175
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku 4, Koran Tempo hal. 55
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yosi Purnama Sari; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Hartono, Desy Mery Dorsanti
Abstrak: Pada tahun 2018, KLB diare di DKI Jakarta sebanyak 124 kasus yang tersebar di beberapa Kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan menganalisis secara statistik faktor lingkungan, permukiman kumuh dan bantaran sungai, kepadatan penduduk dengan kasus KLB diare di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan yakni studi ekologi dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari data Potensi Desa Tahun 2018 dan data Kependudukan yang berasal dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta dan menampilkan hasil dengan analisis spasial, meliputi variabel-variabel kasus KLB diare, pembuangan sampah, tempat pembuangan sampah sementara (TPS), jamban keluarga, tempat pembuangan akhir tinja, pembuangan limbah cair, sumber air bersih, sumber air minum, permukiman kumuh, permukiman bantaran sungai, dan kepadatan penduduk. Hasil penelitian ini ditemukan hubungan signifikan antara permukiman kumuh dengan kasus KLB diare tahun 2018 di DKI Jakarta. Secara spasial mengindikasikan adanya hubungan antara keberadaan TPS, sumber air minum, permukiman kumuh, permukiman bantaran sungai dan kepadatan penduduk dengan kejadian KLB diare. Kesimpulan dari penelitian ini yakni kondisi sanitasi secara umum di DKI Jakarta memiliki kondisi yang lebih baik dari angka nasional, namun tingkat kepadatan peduduk di DKI Jakarta melebihi tingkat kepadatan nasional. Daerah tingkat kerawanan terjadi KLB diare yang tinggi terdapat pada 5 kecamatan. Upaya pencegahan peningkatan jumlah kasus KLB diare yang memiliki hubungan dengan sanitasi lingkungan sebaiknya dilakukan kerjasama dengan lintas sektor guna memenuhi cakupan sarana sumber air minum, pengelolaan tinja, pengelolaan limbah cair, relokasi permukiman, dan persebaran penduduk. Kata kunci: KLB diare, sanitasi, permukiman kumuh, kepadatan penduduk In 2018, outbreaks of diarrhea in DKI Jakarta were 124 cases spread across several districts. This research aims to provide an overview and statistically analyze environmental factors, slums and riverbanks, population density with the case of diarrhea outbreaks in DKI Jakarta in 2018. The design of the study uses an ecological study using secondary data from Potensi Desa 2018 data and Population data and presented the result with spatial analysis, including case variables Outbreaks of diarrhea, waste management, temporary landfills (TPS), family latrines, fecal landfills, disposal waste water, clean water, drinking water, slums, riverbank settlements, and population density. The results from this research found a significant association between slums and diarrhea outbreaks in 2018 in DKI Jakarta. Spatially indicate a relationship between the existence of temporary landfills, drinking water sources, slums, riverbank settlements and population density with the occurrence of diarrhea outbreaks. The conclusion from this research is that sanitation conditions in DKI Jakarta have better conditions than the national rate, but the population density in DKI Jakarta exceeds the national density level. Areas with high levels of vulnerability occur outbreaks of diarrhea that are high in 5 districts. To prevent the increasing number of cases of diarrhea outbreaks associated with environmental sanitation should be cooperation across the sector to meet the scope of drinking water, family latrines, disposal wastewater, settlement relocation, and population distribution. Keywords: diarrhea outbreak, sanitation, slums, population density
Read More
S-10499
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iman Surahman; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Sumengen Sutomo, Togi Asman Sinaga
S-4196
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ainis Chatim; Pemb. Laila Fitria; Penguji: Bambang Wispriyono, Wiwi Sukma Widianingsih
S-5071
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive