Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29885 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Triani Wulan Sari, Farid Agushybana, Yudhy Dharmawan
JKR Vol.1, No.3
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deti Adipriati
KJKMN Vol.1, No.4
Depok : FKM UI, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melfayetty Arief, Sudikno
JKR Vol.5, No.3
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melfayetty Arief; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari, Anhari Achadi, Penguji: Pupuput Oktamianti, Sudibyo Supardi, Imran Pambudi
Abstrak:

Tantangan terbesar di sektor kesehatan yaitu menurunkan angka kematian ibu dengan target Millenium Development Goals/MDGs 102 per 100.000 kelahiran hidup. Saat ini angka kematian ibu di Indonesia 228 per 100.000 kelahiran hidup. Tingginya angka kematian ibu terkait dengan rendahnya pemanfaatan layanan persalinan di fasilitas kesehatan. Penelitian ini menganalisis lebih lanjut mengenai determinan pemilihan persalinan di fasilitas kesehatan. Penelitian ini dilakukan terhadap ibu yang melahirkan anak terakhir dalam kurun waktu 5 tahun (2005-2010) dengan menggunakan data riset kesehatan dasar 2010. Determinan pemilihan persalinan di fasilitas kesehatan dapat dilihat dari faktor predisposing, enabling dan need. Metode penelitian yang digunakan adalah crosssectional dengan menggunakan analisis regresi logistik. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 15.418 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memilih persalinan di fasilitas kesehatan sebesar 54,5% responden, ibu yang memilih persalinan di fasilitas kesehatan bertempat tinggal di daerah perkotaan sebanyak 73,8%, yang memeriksakan kehamilan pada tenaga kesehatan sebanyak 61,9%, dan yang frekuensi pemeriksaan kehamilan lebih dari atau sama dengan empat kali 62,6%. Penelitian ini menyarankan untuk mengevaluasi mengenai kebijakan biaya persalinan di fasilitas kesehatan dan peningkatan akses masyarakat ke fasilitas kesehatan, melakukan pelatihan untuk bidan mengenai bagaimana berkomunikasi dan berinteraksi sosial yang baik terhadap masyarakat sehingga masyarakat mempunyai persepsi yang baik dan kepercayaan yang tinggi terhadap bidan, melakukan monitoring dan evaluasi kinerja bidan desa secara kontinyu untuk meningkatkan kinerja bidan, mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya suami mengenai pentingnya persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan melalui rapat desa atau kelompok tani.


 Abstract The biggest challenge in the health sector is reducing maternal mortality ratio in line with the Millennium Development Goals (MDGs) target of 102 per 100,000 live births. Presently, the maternal mortality ratio in Indonesia is 228 per 100,000 live births. The high rate of maternal mortality is related to underutilization of health facilities for deliveries. This research further analyzes the determinants of deliveries in health facilities. This research was performed on mothers who gave birth to their last child in the last 5 years (2005-2010) by using basic health research of 2010 data. The determinant use in selecting delivery process in health facilities can be seen from predisposing, enabling and need factors. The method used was a cross sectional study with logistic regression analysis. The number of samples included in this research was 15,418 samples. The results showed that mothers who choose to give birth in health facilities is 54.5% of respondents, 73.8% of these live in urban areas, and 61.9% of these chooses to do ante natal checkup with health care professional, 62.6% of these performed checkup at least four times during pregnancy. This study suggests to evaluate the cost of delivery at the health facilities and improved public access to health facilities, conduct training for midwives on how to communicate and socially interact well to the public so the public has the perception of good and high confidence of midwives, monitoring and evaluating the performance of village midwives to continuously improve the performance of midwives, socialize to people especially husbands about the importance of birth attended by skilled health care at health facilities through village or farmer group meetings.

Read More
T-3673
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hayati La Otta; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Anwar Hassan, Dewi Damayanti
S-7870
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laeli Nur Maeni; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Besral, Rahmadewi
S-8197
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rajunitrigo; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: ANwar Hasan, Yovsyah, Milwiyandi, Jajang Mulyana
T-4936
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Aulia Rahman; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Tri Bayu Purnama
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai faktor apa saja yang memiliki hubungan dengan pemilihan tempat persalinan bagi wanita usia subur berusia 15-49 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 dengan analisis univariat dan bivariat. Populasi dari penelitian ini adalah wanita berusia 15-49 tahun di Indonesia yang pernah melahirkan dalam periode 5 tahun ke belakang dengan jumlah sampel sebanyak 15.357 orang.
Read More
S-10557
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyimes Presidiana Wardhani; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Ratna Djuwita, Rahmadewi, Maria Ekoriano
Abstrak:
Pendahuluan: Sebagian besar kematian ibu dapat dicegah jika kelahiran dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan. Wanita yang tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan menjadi hambatan dalam pemanfaatan layanan persalinan. Seringkali ibu hamil tidak dapat menentukan tempat persalinannya karena keputusan tersebut ditentukan suami, mertua atau anggota keluarga lainnya. Keterlambatan mengambil keputusan pada tingkat keluarga berdampak pada keterlambatan memperoleh pertolongan difasilitas kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara partisipasi wanita dalam mengambil keputusan di rumah tangga dengan pemilihan tempat persalinan berdasarkan analisis data Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sumber data berasal dari data sekunder Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017. Sampel penelitian ini yaitu wanita usia subur 15-49 tahun yang pernah melahirkan anak terakhir pada tahun 2012-2017 dengan data yang lengkap yakni 14.310 responden. Data dianalisis menggunakan regresi cox dan besar pengaruh dinyatakan dalam bentuk prevalensi rasio dengan confident interval (CI) 95%. Hasil: Proporsi wanita yang melahirkan pada bukan fasilitas kesehatan sebesar 26,5%, dan sebanyak 30,7% wanita tidak dilibatkan dalam mengambil keputusan di rumah tangga. Setelah mengendalikan variabel tempat tinggal dan status ekonomi. wanita yang tidak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di rumah tangga memiliki risiko 1,633 (95%CI 1,531-1,741) kali untuk melahirkan di bukan fasilitas kesehatan dibandingkan wanita yang berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di rumah tangga. Kesimpulan: Wanita yang tidak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di rumah tangga berhubungan signifikan dengan persalinan di bukan fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan upaya promosi kesehatan mengenai hak-hak reproduksi wanita, kesetaraan gender, serta melakukan kajian mengenai daerah yang masih menyakini persalinan di dukun.

Background: Maternal mortality can be prevented by delivering in a health care facility. Women who are not involved in decision making are barriers to using health facilities. Pregnant women often cannot determine the place of delivery because the decision is determined by their husband, parents-in-law or other family members. The delays of decision- making at the family level results in delays in getting help at health facilities. Objective: To determine the relationship between women's participation in household decision making with the selection of place of delivery based on analysis of the 2017 Indonesian Demographic Health Survey data. Methods: Designs study was sross-sectional and data was obtained from the Indonesia Demographic Health Survey 2017. Sample was women of childbearing age 15-49 years who had given birth to the last child in 2012-2017 with complete data, total 14,310 respondents. Data were analyzed using Cox regression and the effect was expressed by prevalence ratio (PR) with a 95% confidence interval (CI). Results: The proportion of women giving birth in non-health facilities was 26.5%, and 30.7% of women were not involved in in household decision making. After controlling residence and economic status, women who did not participate in household decision making had a risk of 1,633 (1,531-1,741) times to give birth in non-health facilities compared to women who participated in household decision making. Conclusion: Women who did not participate in household decision making were significantly related to deliveries in non-health facilities. Therefore, the government needs to promote women's reproductive, gender equality, and conduct a study of regions that still birth in dukun.

Read More
T-5849
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratu Nuraini Solihah; Pembimbing: Sudarti Kresna; Penguji: Artining Anggorodi, Anwar Hasan, Kodiat Juarsa
Abstrak: Abstrak

Tesis ini membahas tentang pemilihan tempat persalinan di rumah oleh ibu dengan riwayat ANC lengkap di Kecamatan Cimanuk Kabupaten Pandeglang, pada tahun 2012. Pelayanan kesehatan, fasilitas dan informasi kesehatan sudah tersedia, pemanfaatan terhadap pelayanan ANC dan bidan sebagai penolong persalinan sudah tinggi namun belum sepenuhnya dapat mendorong masyarakat untuk memilih fasilitas kesehatan sebagai tempat persalinannya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang menggunakan pendekatan Rapid Assesment Procedures (RAP). Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa sebagian dari masyarakat memilih rumah sebagai tempat persalinannya, namun sebagiannya lagi memilih fasilitas kesehatan sebagai tempat persalinannya. Penelitian ini juga menyarankan untuk meningkatkan peran lingkungan keluarga, masyarakat dan petugas dalam mendukung pemanfaatan fasilitas kesehatan untuk persalinan.


This thesis discusses the selection of the delivery at home by mothers with a history of complete ANC in Cimanuk sub district, Pandeglang District, year 2012. Health services, facilities and health information is available, the utilization of the ANC and the midwife as a birth attendant is high but has not been fully able to encourage people to choose a health facility as a place of confinement. This research is a qualitative study, which uses the approach of Rapid Assessment Procedures (RAP). The results of this study found that the majority of people choosing a home as a place of confinement, but partly choosing health facility as a place of confinement. This study also suggested to increase the role of the family, the community and staff in supporting the utilization of health facilities for delivery.

Read More
T-3714
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive