Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3022 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Widodo J. Pudjirahardjo
JAKK Vol.2, No.3
Surabaya : Unair, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
edited by William L. Scheyer
362.1068 SCH h
Rockville, Md. : Aspen Systems Corporation, 1985
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
658.8 KOT p
[s.l.] : Jakarta: Erlangga, 2011, s.a.]
Kumpulan Daftar Isi Buku   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Hartati; Pembimbing: Jaslis Iljas, Anhari Achadi; Penguji: Ascobat Gani, Gertrudis Tandy, Dwi Agus Setia Budi
Abstrak: Tantangan utama penyelenggaraan imunisasi saat ini adalah kendala rantai pasokan terutama dalam hal manajemen rantai dingin vaksin agar kualitas dan keamanannya dapat terjaga mulai distribusi dari tempat produksi hingga sampai ke pelayanan di masyarakat. Tesis ini membahas kondisi manajemen rantai dingin vaksin di 44 puskesmas di Kabupaten Tangerang tahun 2019 melalui penilaian pada aspek kualitas vaksin, peralatan, pengelolaan, tenaga, serta sistem informasi dan fungsi pengawasan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang. Hasil penelitian menemukan adanya vaksin yang tidak terjaga kualitasnya ditandai dengan adanya vaksin dengan VVM C dan D, vaksin kadaluarsa dan terpapar suhu beku. Penelitian juga menemukan adanya hubungan bermakna antara pemantau suhu dengan kualitas vaksin yang terjaga. Peneliti menyarankan perlunya penyediaan peralatan rantai dingin dan pengelolaan vaksin sesuai standar; meningkatkan kapasitas pengelola vaksin; menyediakan buku panduan dan SPO serta meningkatkan kegiatan supervisi secara rutin.
Read More
T-5607
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Donald J. Bowersox, A. Hasyimi Ali
658.5 BOW m
Jakarta : Bumi Aksara, 1995, 2002
Reserved (pinjaman 1 hari)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Donald J. Bowersox; penerjemahm, A. Hasyimi Ali
658.5 BOW m
Jakarta : Bumi Aksara, 1995, 2002
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aprilia Maysa Fardila; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Anhari Achadi, Mochamad Fajar Ramdhani
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan rantai dingin vaksin diPuskesmas Kecamatan Cakung tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalahkualitatif dengan metode wawancara mendalam. Analisa data dalam penelitian inidengan melakukan triangulasi sumber yaitu dengan berbagai macam informan yangmemiliki latar belakang tugas pokok dan fungsi yang berbeda-beda, dan triangulasimetode dengan melakukan observasi pelaksanaan penyimpanan vaksin di Puskesmasdan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada variabel input, SOP yangdigunakan dalam pengelolaan rantai dingin vaksin di Puskesmas Kecamatan Cakungbelum diperbaharui sesuai dengan kebijakan yang berlaku saat ini, masih terdapat SDMyang kurang disiplin dalam mengelola rantai dingin vaksin, sarana dan prasarana belumterpenuhi, pemantauan suhu di hari libur belum dilakukan oleh petugas pengelolalogistik vaksin. Oleh karena itu, Puskesmas Kecamatan Cakung perlu mereview danmemperbaharui SOP yang berlaku, diadakannya pemantauan berkala terhadappelaksana pengelola logistik vaksin, memenuhi sarana dan prasarana yang dibutuhkan,membuat jadwal rutin untuk pemantauan suhu di hari libur.
Kata kunci:Pengelolaan, Rantai dingin vaksin, Gambaran.
This study aims to determine the description of Vaccine Cold Chain management inCakung Primary Health Care in 2018. The type of research used is qualitative with in-depth interview method. Analysis of the data in this study by triangulating the sourceswith various kinds of informants who have different background of main tasks andfunctions, and triangulation of methods by observing the implementation of vaccinestorage in the Puskesmas and reviewing documents. The results showed that in Inputvariables, SOP that used in the management of cold chain vaccines in Cakung DistrictHealth Centers were not updated in accordance with current policies, there were stillpeople who lacked discipline in managing cold chain vaccines, facilities andinfrastructure had not been met, temperature monitoring on holidays has not beencarried out by the logistics management officer. Therefore, the Cakung Primary HealthCare needs to review and update the applicable SOPs, holding regular monitoring of theimplementers of the vaccine logistics manager, meeting the necessary facilities andinfrastructure, creating a routine schedule for temperature monitoring on holidays.
Key words:Management, Cold Chain of Vaccine, Description.
Read More
S-9708
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fransiska Satriani Damput; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Helen Andriani, Masyitoh, Adhitya Wardhana, Vitrie Winastri
Abstrak:
Latar Belakang : Pengelolaan inventori obat yang efisien merupakan faktor penting dalam menjamin ketersediaan obat, mutu pelayanan, dan efisiensi biaya rumah sakit. Ketidakefisienan pengelolaan inventori dapat menimbulkan berbagai waste, seperti kelebihan stok, kekosongan stok, obat non-moving, dan obat kedaluwarsa, yang berdampak pada peningkatan biaya, penurunan mutu pelayanan, serta keterlambatan terapi pasien. Berbagai faktor, antara lain perencanaan yang tidak akurat, lamanya waktu pengadaan, penyimpanan yang belum optimal, dan variasi proses operasional, menjadi penyebab utama ketidakefisienan pengelolaan inventori obat. Tujuan: Mengoptimalkan manajemen rantai pasok internal farmasi di Instalasi Farmasi Medistra Hospital melalui pendekatan lean six sigma dalam pengendalian dan peningkatan efisiensi inventori obat sehingga dapat mengurangi pemborosan, menekan variasi proses, mengoptimalkan ketersediaan obat, serta mendukung mutu pelayanan rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain operational research dengan pendekatan mix method, dimana kerangka kerja Lean Six Sigma melalui DMAIC digunakan sebagai panduan sistematis untuk mengintegrasikan analisis data kuantitatif inventori obat dan data kualitatif operasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling, dengan total sampel sebanyak 400 nomor perencanaan obat. Hasil: Pendekatan Lean Six Sigma mengidentifikasi lead time pengelolaan inventori obat sebesar 139 jam 26 menit 30 detik (5,7 hari), dengan 99% waktu proses merupakan kegiatan non-value added yang didominasi oleh waste tipe waiting sebesar 137 jam 37 menit 3 detik. Kondisi awal inventori menunjukkan nilai persediaan sebesar Rp 12.223.885.423,40, terdiri atas 343 item obat overstock senilai Rp 301.047.282, 88 item obat kosong, 35 item obat stagnan senilai Rp 34.775.208, dan 9 item obat expired senilai Rp1.613.710. Akar masalah yang teridentifikasi meliputi belum optimalnya SIMRS inventori, tingginya variasi me-too brand dalam formularium rumah sakit, variasi pengetahuan dan kompetensi petugas, belum adanya regulasi tindak lanjut purchase order kepada distributor, kurangnya pemahaman staf pembelian terhadap kebutuhan pelayanan, pembatasan jam persetujuan purchase order, kurangnya supervisi pada tahap penerimaan, keterlambatan penyimpanan obat, belum tersedianya visual management untuk penerapan FEFO/FIFO, serta penempatan obat LASA yang belum sesuai regulasi. Intervensi Lean Six Sigma dilakukan melalui penerapan standardized work, sosialisasi ulang alur kerja, implementasi sistem kanban pada tahap perencanaan, optimalisasi prinsip 5R di gudang logistik farmasi, serta penerapan visual management untuk mendukung implementasi FEFO/FIFO. Kesimpulan : Implementasi lean six sigma berhasil menurunkan lead time pengelolaan inventori obat, menurunkan nilai stok inventori obat dan jumlah item inventori obat, menurunkan nilai pembelian obat, menurunkan nilai obat overstock, menurukan jumlah obat kosong, menurunkan jumlah obat stagnan dan menurunkan jumlah obat expired.

Background: Efficient drug inventory management is essential to ensure medicine availability, improve service quality, and enhance hospital cost efficiency. Inefficient inventory management can generate various forms of waste, including overstock, stockouts, non-moving medicines, and expired medicines, leading to increased costs, reduced quality of care, and delays in patient treatment. Inaccurate planning, prolonged procurement lead times, suboptimal storage practices, and variations in operational processes are among the major contributors to inefficiencies in drug inventory management. Objective: To optimize internal pharmaceutical supply chain management at the Pharmacy Department of Medistra Hospital through the implementation of Lean Six Sigma to improve drug inventory control and operational efficiency, thereby reducing waste, minimizing process variation, optimizing medicine availability, and supporting the quality of hospital services. Methods: This operational research employed a mixed-methods design. The Lean Six Sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) framework was used as a systematic approach to integrate quantitative drug inventory data with qualitative operational data. A stratified random sampling technique was applied, resulting in a total sample of 400 drug planning records. Results: The Lean Six Sigma approach identified a total drug inventory management lead time of 139 hours, 26 minutes, and 30 seconds (5.7 days), of which 99% consisted of non-value-added activities, predominantly waiting waste, accounting for 137 hours, 37 minutes, and 3 seconds. The baseline inventory value was IDR 12,223,885,423.40, comprising 343 overstock items valued at IDR 301,047,282, 88 stockout items, 35 non-moving items valued at IDR 34,775,208, and 9 expired items valued at IDR 1,613,710. Root cause analysis identified several contributing factors, including suboptimal utilization of the Hospital Management Information System (HMIS) for inventory management, a high variation of me-too brands in the hospital formulary, variations in staff knowledge and competencies, the absence of regulations governing purchase order follow-up with distributors, limited understanding among purchasing staff regarding clinical service requirements, restrictions on purchase order approval hours, inadequate supervision during the receiving process, delays in transferring medicines to designated storage locations, the absence of visual management tools to support FEFO/FIFO implementation, and non-compliant placement of look-alike, sound-alike (LASA) medicines. Lean Six Sigma interventions included the implementation of standardized work, workflow reorientation, a kanban system during the planning stage, optimization of the Indonesian 5R workplace organization principles in the pharmacy logistics warehouse, and visual management to strengthen FEFO/FIFO implementation. Conclusion: The implementation of Lean Six Sigma successfully reduced drug inventory management lead time, inventory value, the number of inventory items, drug purchasing expenditure, overstock value, stockout incidents, non-moving medicines, and expired medicines, thereby improving the efficiency of internal pharmaceutical supply chain management.
Read More
B-2622
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
362.11 GUP h (Rs)
[s.l.] : USA, Jaypee, 2009, s.a.]
Kumpulan Daftar Isi Buku   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chalidyanto, Djazuly
JAKK Vol.2, No.3
Surabaya : Unair, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive