Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 20873 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maj. Kesmas. Indonesia (MKMI), XXIX, No.5, 2001 , hal. 248-249, ( Cat. ada di bendel 1991-2001 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kesmas. Indonesia (MKMI), XXIX, No.4, 2001, hal. 207-210, ( Cat. ada di bendel 1991-2001 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizki Sri Haryanti; Pembimbing: Nurhayati Prihartono; Penguji: Yovsyah, Renti Mahkota, TTasripin, Tato Prido Kasih
Abstrak: Abstrak

Sebagian besar industri otomotif masih menggunakan thinner yang mengandung VOC (terdiri dari benzene, toluene, xylene dan lain-lain). Efek kesehatan dari VOC diantaranya adalah iritasi pada hidung dan tenggorokan dan serta kerusakan paru-paru (Ismail, 2011). Pajanan thinner kepada pekerja secara terus menerus dapat mengakibatkan iritasi saluran napas dan gangguan fungsi paru pada pekerja. Penelitian ini adalah penelitian cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pajanan thinner dengan gangguan fungsi paru-paru setelah dikontrol variabel confounding pada pekerja bagian painting di industri otomotif. Setelah dikontrol dengan penggunaan APD, perilaku merokok dan terpajan sedikit thinner dan zat kimia lain diketahui bahwa risiko pekerja yang terpajan sebagian thinner untuk mengalami gangguan fungsi paru adalah 1,87 (95% CI = 0,74-4,71). Pada pekerja yang terpajan thinner penuh memiliki resiko untuk mengalami gangguan fungsi paru sebesar 3,23 (95% CI = 1,36-7,59). Semakin besar pajanan terhadap thinner maka semakin tinggi resiko untuk terkena gangguan fungsi paru. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan agar perusahaan melakukan upaya promosi kesehatan untuk meminimalkan risiko terjadinya gangguan fungsi paru pada pekerja pengecatan mobil.


Most of the auto industry still use paint thinner containing VOCs (consisting of benzene, toluene, xylene, etc.). Health effects of VOCs include irritation of the nose and throat and impaired lung function (Ismail, 2011). Exposure paint thinner to workers continuously can cause respiratory irritation and lung function impairment in workers. This study is a cross-sectional study aimed to determine the relationship between exposure of thinner with impaired lung function after controlled confounding variable on painting workers in the automotive industry. After controlled by using mask variable, smoking behavior and exposure to a little thinner plus other chemicals, known that the risk for the paired exposed of thinner to suffer lung problems was 1.87 (95% CI = 0.74 to 4.71). In workers exposed to thinner at risk for developing impaired lung function of 3.23 (95% CI = 1.36 to 7.59). Greater and greater exposure to paint thinner, the risk for developing lung problems is higher. Based on the findings, it is recommended that companies conduct health promotion efforts to minimize the risk of impaired lung function in painting workers.

Read More
T-3807
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Ilmu Faal Indo. (MIFI), Vol.4, No.3, Juni 2005, hal. 135-142, ( Cat. ada di bendel 2003 - 2007 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Antoniuys Sardjanto Setyo Nugroho; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Sjahrul M. Nasri, L. Meily Kurniawidjaja, Zaidin, Farida Tusafariah
Abstrak: Ganggunan fungsi Paru Obstruktif, Restriktif dan Campuran Obstruktif dan Restriktif adalah penurunan kapasitas paru yang salah satu penyebab adalah pajanan debu dan dan bahan kimia di tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsentrasi debu (TSP) di dalam ruangan kerja dengan gangguan fungsi paru pada pekerja di PT. KS tahun 2010. Penelitian ini menggunakan metode survei (survey research method) yang dilakukan tanpa intervensi atau noneksperimental, analitik dan bertujuan untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi dengan rancangan survei potong silang (cross sectional). Variabel yang diamati adalah Konsentrasi Debu (TSP) ruangan, umur, lama bekerja, kebiasaan merokok, riwayat penyakit paru, kebiasaan olah raga dan kebiasaan pemakaian APD. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, dan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat.

Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Kebiasaan merokok dan pemakaian APD, gangguan fungsi paru dengan nilai p masing masing p=0.000 dan p=0.003. Sedangkan konsentrasi debu, umur, lama bekerja, riwayat penyakit dan kebiasaan olah raga tidak menunjukan hubungan yang signifikan. Hasil analisis regresi logistik dari 2(dua) variabel kebiasaan merokok dan tidak memakai APD yaitu kebiasaan merokok beresiko 5 kali mendapatkan gangguan fungsi paru dan tidak menggunakan APD beresiko 3.71 kali mendapatkan gangguan fungsi paru dibandingkan dengan yang menggunakan APD. Saran, dimasa datang sebaiknya dibuat sistem yang terintegrasi dapat menyatukan antara data pemeriksaan kesehatan pekerja, data kualitas udara di dalam lingkungan kerja setiap unit kerja sehingga analisis serta evaluasi terhadap kondisi kesehatan pekerja dapat menghasilkan kesimpulan yang lebih akurat dan pemilihan serta pemakaian APD yang tepat.

Obstructive, Restrictive and Mixed Obstructive-Restrictive Pulmonary function disturbances is a lung decreased capacity due to the accumulation of dust which causing the decline and airway blockage and the narrowing of pulmonary tract that interfere with the respiratory tract and lung tissue damage. This disease can occur to the workers in an environment polluted by chemical fumes or dust which may increase the risk of Obstructive, Restrictive and Mixed Obstructive-Restrictive pulmonary disease. The purpose of this study is to determine the relationship of dust concentration (TSP) in the working room with the Pulmonary function disturbances of the workers of PT. KS in year 2010. This study is using survey research methods which is a research carried out without an intervention to the research subjects or non experimental. This study is an analytic study that aims to explain a condition or a situation with a cross sectional survey design. The observed variables are the Dust Concentration (TSP)of the rooms, Age, length of work, smoking habits, history of pulmonary disease, exercise habits and customs of the use of PPE (Personal Protection Equipment). The type of data used are primary and secondary data, and the data collection is using questionnaires and interviews. The analysis of the data used is by univariate, bivariate and multivariate analysis.

The results showed that there was a significant relationship between smoking habits and the use of PPE with lung function disturbances with a value of p respectively p = 0.000 and p = 0.003. While the dust concentration, age, length of work, medical history and exercise habits showed no significant relationship. The results of logistic regression analysis of 2 (two) variables i.e smoking and not using PPE, that is smoking habits have 5 times the risk of having lung function disturbances and do not use PPE have 3.71 times the risk of getting lung function impairment compared with ones who use PPE. Suggestion, in the future there should be an integrated system that can unify the workers' health examination data, air quality data in the working environment of each unit of work, ambient air quality data and data quality of air emissions so that the analysis and evaluation of health conditions of workers can produce more accurate conclusions for the selection and the use of proper PPE.
Read More
T-3486
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.50, No.5, Mei. 2000: hal. 234-230
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Aminah Soediredja; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Fatma Lestari, Pantjawidi D.
Abstrak:

Sejalan dengan meningkatnya harga BBM di Indonesia sejak tiga tahun terakhir tezjadi peningkatan penggunaan bahan bakar batubara sebagai pengganti solar dan residu dengan alasan ekonomi. Di Kabupaten Bandung penggunaan bahan bakar batubara yang berisi air, uapan hasil pemanasan ini dialirkan ke tiap ruangan unmk pmses indusui. Penggunaan batubara kakan berdampak terhadap kesehatan berupa keluhan sistem pernafasan, gangguan faal paru bersifat obtruktif restriktif dan campuran. Desain penelitian adalah Studi Cross Sectional lmtuk mengetahui hubungan dampak penggunaan bahau bakar batubara dengm keluhan sistem pemafasan dan gangguan faal pada pekerja pada industri di kecamatau Majalaya Kabupamen Bandung Tahun 2007. Dilakukan pengujian antara faktor dependen (keluhan sistem pernafasan dan gangguan faal paru) dengan independen (Radar NO2, SO; CO, CO;, PMN dan debu respirabel), dan faktor confouding ( kebiasan mkok, lama kerja, APD), karakteristik pekerja (status sizi, riwayat penyakit, umur. Hasil telitian menunjukkan bahwa kadar NO; SO; CO, dan CO2 semuanya (l00%) kurang atau sama dengan NAB sedangkan PM", semuanya (I00%) melebihi NAB, debu respirabel sebesar 97,l% melebihi NAB, nanmn di semna industli NAB gabungan melebihi angka l. Prevalensi keluhan sistem pemaihsan sebesar 7I,4%, gangguan hal pam l6,2%.Gangguan faal paru bC¥hl1b\lD@l1 bermakna dengan penggunaan APD. Sehinga dapat dibuat model yaitu logit gngguan faal paru=-1,946 + 5,266*APD. Dari model di atas dapat dijelaskan bahwa pekerja yang bekerja di ruangan boiler batubara yang tidak menggunakan APD akan mempunyai risiko terjadinya gangguan faal pam sebesar 5 kali dibanding pekerja yang bekezja di ruangan boiler batubara yang menggunakan APD. Untuk mengetahui lebil mendalam perlu di1akukan penelitian kohon minimal selama 10 tahm; yang mencakup debu respirabel, komposisi batubara, dan faktor genetika yang berpengaruh terhadap gangguan faal Pam Pekerja boiler mempnmyai gizi kurang sebesar 24,8%._ kebiasaan memkok 8l,9% dan tergolong perokok berat, perusahaan perlu menyediakan makanan tambahan dan penyuluhan tentang bahaya merokok terhadap kmehatan. Pemerintah perlu mempertimbangkan lebih lanjut tentang penggunaan batubara dan apabila penggunaannya dilanjutkan dengan syarat adanya minimasi kadar debu dan komitmen penggunaan APD yang benar.


Align with the BBM price increase in Indonesia since the last three years,there has been an increase of coal use as a diesel substitute and residue due to economic reason. In Kabupaten Bandung this coal use is aimed to heat a boiler which contain of water, and the vapor which is released by the water is flowed to each chamber for the industry PTOCBSS. This industry has been using coal from 2003 until now. This coal use will give a negative impact on our health, especially on our respiratory system and could cause pulmonary disorders which are obstructive, restrictive, or mix of both. This research is using Cross Sectional design to know the relation of coal use and respiratory complaints and pulmonary disorders at Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung in year 2007. Atesting was done on dependant factors (respiratory complain and pulmonary disorder) and independent factors (NO;, SOI, CO, CO; PMN level and repairable dust), and confounding lirctor (Smoking habit, service year , PPE), worlrfome characteristic (nutrition status, medical history, age). The result of this research shows that NO; SO; CO, and C02 level, all (l00%) less or equal with the NAB, for PMN all 100% exceeds the NAB, repairable dust is 97,l% exceeds the NAB, but 100% of NAB combine industry exceeds 1. The prevalence of respiratory complaint is l,4%, pulmonary disordas l5,2%. Pulmonary disorders related significantly with the PPE use. We can formulate a model, The Model explain that worker who work in coal boiler room who do not use PPE will have lung function disorder risk S time greater thanworker who use PPE. To know this problem comprehensively, another cohort research will need to be married forward for next 10 years, which includes respirable dust, coal composition, and genetics factors which influence the pulmonary disorders. Boiler workers have several supporting factors, such as lack of nutrition 24,8%, smoking habit 8l,9% and categorized as heavy smokers, therefore the company will need to provide extra nutrients and health education on the danger of smoking on our health. Guidance and observation on the industry will need to bc done from cross programs and related sectors continuously!! still can be used if only there is a dust volume minimization and PPE usage commitment.

Read More
T-2730
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Gusti Ngurah Widiyawati, Faisal Yunus, Fachrial Harahap
JRI Vol.24, No.3
Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Iqbal bin A.M. Hasyim; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono
T-1549
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fordiastiko ... [et al.]
JRI Vol.22, No.2
Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2002
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive