Ditemukan 37909 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.54, No.8, Agustus, 2004, hal. 313-318
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lingkungan & Pembangunan, Vol.17, No.4, 1997, hal. 253-258, ( Cat. ada di bendel 1997 - 2000 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Widiarti, Suskamdani, Mujiono
MPPK Vol.XIX, No.3
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Markani; Pembimbing: Budi Haryanto, Haryoto Kusnoputranto
T-1997
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Abdul Razak; Pembimbing: Yovsyah
S-2582
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ismen; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Nuning Maria Kiptiyah, Helda, Ferdinand J. Laihad, Lukman Hendro Laksmono
T-2487
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lambok Siahaan
CDK Vol.38, No.7 (2011)
Jakarta : Kalbe Farma, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dewi Cahyani; Pembimbing: Tri Krianto, Dewi Susanna; Penguji: Dian Ayubi, Lukman Hakim, Suwito
Abstrak:
Malaria termasuk penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan, khususnya diKabupaten Lampung Selatan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi malaria diKecamatan Rajabasa telah dilakukan namun masih dijumpai adanya kasusmalaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik positifpencegahan malaria dan pengetahuan lokal dari masyarakat, yang menjadi faktorpenting dilakukannya upaya pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan malariamelalui pendidikan kesehatan dan peningkatan perilaku sehat. Penelitiandilakukan Bulan April 2016, menggunakan desain kualitatif dengan pendekatanpositive deviance. Data didapatkan melalui wawancara mendalam dan observasi.Analisis data menggunakan content analysis ditemukan beberapa tema padapraktik positif yaitu pemakaian kelambu, pemakaian obat anti nyamuk,pemasangan kassa nyamuk, mengeringkan genangan, menutup jendela sebelumsore, membersihkan rumah dan halaman. Pada praktik negatif ditemukan temakebiasaan keluar malam dan rendahnya partisipasi masyarakat, Dalam penelitianini ditemukan praktik positif pencegahan malaria yang dilakukan masyarakatdengan menggunakan biji buah mahoni, menanam sereh dan minum air rebusandaun jambu batu untuk menolak gigitan nyamuk. Saran: Perlu melakukanpenyuluhan kepada tokoh masyarakat dalam peningkatan dukungan kepadamasyarakat, diperlukan fasilitasi dari puskesmas dan petugas kesehatan untukmembentuk forum silaturahmi antara tokoh masyarakat antar desa dalam rangkasaling membagikan praktik positif yang dilakukan.Kata kunci: Praktik, Malaria, Masyarakat
Malaria disease is still a public health problem, particularly in South Lampungregency. Efforts are being made to tackle malaria in Sub Rajabasa been made,but still met the malaria cases. This study aims to identify positive practicesmalaria prevention and local knowledge of the community, which is an importantfactor to do community empowerment efforts in the prevention of malaria throughhealth education and increase healthy behaviors. The study was conducted inApril 2016 using a qualitative design with positive deviance approach. Data wereobtained by interviews and observations. Analysis of data using content analysisfound several themes on positive practices, namely the use of mosquito nets, theuse of anti-mosquito, the insect screen installation, drain the puddle, close thewindow before the afternoon, cleaning the house and yard. On the negativepractices found out custom theme nights and low community participation, thisstudy found positive practices that do community malaria prevention usingmahogany fruit seeds, planting lemongrass and drink water boiled guava leavesto reject mosquito bites. Suggestion: Keep doing outreach to the communityleaders to increase support for communities, necessary facilitation of healthcenters and health officials to establish the relationship between communityleaders forum between villages in order to share with each other positivepractices do.Keywords: Practice, Malaria, Public
Read More
Malaria disease is still a public health problem, particularly in South Lampungregency. Efforts are being made to tackle malaria in Sub Rajabasa been made,but still met the malaria cases. This study aims to identify positive practicesmalaria prevention and local knowledge of the community, which is an importantfactor to do community empowerment efforts in the prevention of malaria throughhealth education and increase healthy behaviors. The study was conducted inApril 2016 using a qualitative design with positive deviance approach. Data wereobtained by interviews and observations. Analysis of data using content analysisfound several themes on positive practices, namely the use of mosquito nets, theuse of anti-mosquito, the insect screen installation, drain the puddle, close thewindow before the afternoon, cleaning the house and yard. On the negativepractices found out custom theme nights and low community participation, thisstudy found positive practices that do community malaria prevention usingmahogany fruit seeds, planting lemongrass and drink water boiled guava leavesto reject mosquito bites. Suggestion: Keep doing outreach to the communityleaders to increase support for communities, necessary facilitation of healthcenters and health officials to establish the relationship between communityleaders forum between villages in order to share with each other positivepractices do.Keywords: Practice, Malaria, Public
T-4690
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Attaubah; Pembimbing: Kusharisupeni
S-1419
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sutarto; pembimbing: Nasrin Kodim; penguji: Tri Yunis Miko, Ririn Arminsih, Budi Pramono, Diah Wati
Abstrak:
Read More
Di Indonesia malaria merupakan Salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena berpengaruh pada angka kesakitan dan kematian serta menurunkan produktivitas kexja. AMI Lampung Selatan tahun 2007 (8,93°/00), ummm di puskesmas Way Muli terlihat mga: fmggi (136,12°/00). Dacrah ini terdiri dari pantai, genangan air, bempa sawah, rawa, lagun, kubangan., kolam, dan kolam bibit udang yang terlantar. Genangan air tersebut berpotcnsi mcnjadi tempat yang cocok untuk perindukan nyarnuk Anopheles. Kondisi ini sangat ideal untuk dilakukan intcrvensi pada lingkungan dan perilalcu masyarakat. Tujuan penclitian ini untuk mengetahui hubungan dan dampak faktor lingkungan dan perilalcu terhadap penyakit malaria di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan tahun 2008. Disain penelitian ini mcnggunakzm studi kasus kontrol, dengan unit analisis individu yang menggunakan data sekunder dari kegiatan ldinik sanitasi puskesmas Way Muli Kec. Rajabasa periode Mamet - Desember 2008. Hasil penelitian ini menunjukkan model logistik multivariat akhir kejadian malaria logit p (malaria) = 1,21 + 0,62 (tcmpat perindukan) - 1,32 (tempat istirahat) - 1,31 (kasa) - 2,72 (kclambu) - 1,39 (antinyamuk) ~ 0,82 (kebersihan lingkungan) + 0,45 keluar malam) + 0,74 (tcmpat_istirahat*kasa) + 1,56 (tempat perindukan*kelambu). Adanya perbedaan OR tcrnpat perindukan pada kelompok memakai kelambu (1,756) lebih kecil daripada OR tidak memakai (9,788). Demikianjuga OR tempat istirahat pada kelompok memasang kasa (4,67) lebih kecil daripada OR tidak memasang (7,769). Dampak kausalitas paling besar adalah tempat istirahat (40,64%) dan paling rendah : keluar malam (23,47%). Dampak pencegah paling besar : pemakaian kelambu (9l,43%) dan paling rendah : kcbersihan lingkungan (45,85%). Penelitian ini menernukan faktor pentingyang menycbabkan tcrjadinya pcnyakit malaria di Kecamatan Rajabasa, yaitu tempat perindukan, tempat istirahat nyamuk dan kebiasaan keluar malam had sedangkan faktor pencegah adalah perilaku mcmakai kelambu, memasang kassa, memakai anninyarnuk dan kebersihan lingkungan. Tcmuan lain yang panting adalah keluarga yang memakai kelambu dan kasa dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit malaria walaupun di sekitar rumahnya tcrdapat faktor resiko. Upaya pengcndalian di tingkat organisasi Dinas Kesehatan melalui program kampanyc kclambunisasi dan kassanisasi dengan metode pendekatan panisipasi masyarakat mandiri. lntervensi lain adalah pada tempat perindukan dan tempat istirahat nyamuk dengan cara kampanye jLun?at bersih, melalui penggalangan tokoh masyarakat dan pamong desa. Pemakaiau anti nyamuk tidak dianjurkan karena berefek samping buruk terhadap kesehatan. Sasaran di Lingkat individu pada pekerja malam di Iuar rumah adalah dengan selalu rnengenakan pakaian lengan dan kaki panjang untuk menghindari gigitan nyamuk.
In Indonesia, malaria is one of contagion which still become problem of public health because having an in with mobidity and mortality and also reduce productivity. AMI Lampung Sclatan in 2007 (8,93°/00), but in Way Muli health center seen very high (I36,72°/00). This area consist of coast, water pond, in the form of rice field, bog, lagoon, wallow, pool, and the unemployed prawn seed pool. The water pond of potency become place which suited for mosquito Anopheles breeding. This condition is very ideal to be done by intervention at area and behaviour of public. This research purpose to know environmental factor impact and relationship and behaviour of to malaria in Rajabasa of South Lampung District in 2008. Design this research apply case control study, with individual analysis unit using secondary data from activity of sanitary clinic Way Muli health center in Rajabsa period March - December 2008. This research result show logistics model multivariat end of malaria logit-p occurence (malaria) =' l,2l + 0,62 (breeding place) - l,32 (place of rest) - l,3l (gauze)- 2,72 (mosquito net)- 1,39 (anti mosquito)- 0,82 ( hygiene ol` environment)+ 0,45 (night time exit)+ 0,74(place of rest ' gauze)+ l,56(place of' breeding*mosquito net). Difference existence of OR breeding place at group of wearing mosquito net (I ,756) smaller than OR don't wear( 9,788). And So do OR place of rest at group of installing gauze (4,67) smaller than OR don't install (7,769), Biggest causality impact is place of rest ( 40,64%) and lowest : night time exit ( 23,47%). Biggest inhibitor impact : usage of mosquito net ( 9l,43%) and lowest : hygiene of environment (45,85%). This research find important causing factor the happening of malaria in Rajabasa, that is breeding place, place of mosquito rest and habit of night time exit while inhibitor factor ls behaviour wearing mosquito net, installing gauze. wearing anti mosquito and hygiene of environment. The other important finding is family wearing gauze and mosquito net can reduce risk thc happening of malaria although around the house there are risk factor. Control of malaria program in social level through using bed net campaign program with method of? approach of self`-supporting public participation. Other intervention is at breeding place and rest place of mosquito rest by the way Of?ffUI71'0l is bersih" campaign, through elite figure graving dock and countryside. Usage anti mosquito is not suggested by ugly side effects -to health. Target in level of individual at outdoors night worker is by always dress length foo'/feet and for avoidmg mosquito bite.
T-3051
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
