Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19047 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mamat Rahmat; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo, Saptawati Bardosono; Penguji: Sehat Ginting
T-2753
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Departemen Kesehatan Republik Indonesia
610.73 IND p
Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2011
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Basuki Budiman
Seri Gizi 16
Bogor : P3G, 1993
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sansan Suhelda, Alfin Ludica, Robby Kalew
MJKI No.4, XXXVIII
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Nurdianti Puspitasari; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Helda, Konni Kurniasiah, Rina Hasriana
Abstrak: Indonesia mempunyai masalah gizi ditandai dengan masih besarnya prevalensigizi kurang pada anak balita. Kekurangan gizi pada usia anak sejak lahir hinggatiga tahun akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan selglia dan proses mielinisasi otak, sehingga berpengaruh terhadap kualitas otaknya.Di Kabupaten Karawang proporsi gizi buruk (BB/U) balita pada penimbanganbulan Juli 2013 adalah sekitar 0,4%, dan 35,76% dari jumlah itu merupakan anakberusia 6-35 bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunganriwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi buruk (BB/U) anak usia 6-35bulan di Kabupaten Karawang tahun 2013 setelah dikontrol oleh variabel beratbadan lahir, status kesehatan anak, asupan makanan, pendidikan ibu, pengetahuanibu, status pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga dankeaktifan berkunjung ke posyandu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulanAgustus 2013 di Kabupaten Karawang dengan menggunakan desain kasuskontrol. Kasus adalah anak usia 6-35 bulan di Kabupaten Karawang yang diukurberat badannya pada penimbangan di Bulan Juli 2013 dan memiliki status giziburuk (BB/U) dan kontrol adalah anak usia 6-35 bulan di Kabupaten Karawangyang diukur berat badannya pada penimbangan di Bulan Juli 2013 dan memilikistatus gizi baik. Dalam penelitian ini jumlah sampel sebanyak 276 (kasus 138 dankontrol 138).Data dianalisis dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitiandidapatkan hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi buruk(BB/U)anak usia 6-35 bulan di Kabupaten Karawang Tahun 2013.Anakusia 6-35bulan yang memiliki riwayat ASI eksklusif berisiko 0,26 kali (95% CI 0,12-0,55)untuk terkena gizi buruk (BB/U) dibandingkan yang tidak memiliki riwayat ASIeksklusif setelah dikontrol oleh asupan makanan, pengetahuan ibu, dan keaktifanberkunjung ke posyandu. Riwayat pemberian ASI eksklusif menurunkan risikoterjadinya gizi buruk (BB/U) pada anak usia 6-35 bulan di Kabupaten Karawangtahun 2013 sebesar 74%. Upaya pencegahan terjadinya gizi buruk pada balitasalah satunya adalah dengan pemberian ASI eksklusif.Perlunya peningkatanpromosi kesehatan mengenai pemberian ASI eksklusif yang baik dan benarkepada kelompok sasaran secara efektif guna mendapatkan status gizi anak yangbaik.
Kata Kunci : ASI eksklusif, gizi buruk (BB/U), anak usia 6-35 bulan
Indonesia has a nutritional problem is characterized by the magnitude of theprevalence of malnutrition among children under five. Malnutrition in childrenfrom birth to age three years will greatly affect the growth and development ofglial cells and brain myelination process, and therefore contributes to the qualityof his brain. In Karawang district proportion malnutrition (weight / age) infantsweighing in July 2013 was approximately 0.4 % , and 35.76 % of that number ischildren aged 6-35 months. The purpose of this study was to determine therelation of exclusive breastfeeding history with severe malnutrition status(weight/age) children aged 6-35 months in Karawang district in 2013 after beingcontrolled by the variable birth weight, child 's health status, dietary intake,maternal education, knowledge mother, maternal employment status, familyincome, number of family members and liveliness visit the neighborhood healthcenter. This study was conducted in August 2013 in Karawang district using case-control design. Cases were children aged 6-35 months in Karawang measuredweight on the weighing in July 2013 and have severe nutritional status (weight /age) and controls were children aged 6-35 months in Karawang measured weightonthe weighing in July 2013 and had a good nutritional status. In this study a totalsample of 276 (138 cases and 138 controls). Data were analyzed by multiplelogistic regression. The results showed a relation of exclusive breastfeedinghistory with severe malnutrition status (weight/age) children aged 6-35 months inKarawang districtin 2013. Children aged 6-35 months who had a history ofexclusive breastfeeding risk 0.26 times (95% CI 0,12-0,55) exposed to severemalnutrition (weight/age) compared with no history of exclusive breastfeedingafter controlled by food intake, maternal knowledge, and liveliness visit theneighborhood health center. History of exclusive breastfeeding decrease the riskof severe malnutrition (weight/age) in children aged 6-35 months in Karawangdistrict in 2013 by 74%.Efforts to prevent malnutrition in infants one of which isthe exclusive breastfeeding.Necessary of increases the health promotion ofexclusive breastfeeding with good and correct way to the target group effectivelyin order to get a good nutritional status.
Keyword : Exclusive breastfeeding, severe malnutrition status, childrenaged 6-35 months
Read More
T-4062
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Rahayu Nadhiroh; Promotor: Kusharisupeni Djokosujono; Kopromotor: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Ratna Djuwita, Hartono Gunardi, Besral, Anies Irawati, Irwan Julianto
Abstrak:
Pendahuluan Prevalensi perokok dalam keluarga dan anemia pada ibu hamil cukup tinggi di Indonesia. Perlu dikaji dampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak bila kedua paparan tersebut, asap rokok dan anemia kehamilan, terjadi pada bayi di awal 6 bulan kehidupannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh paparan anemia kehamilan dan asap rokok terhadap pertumbuhan linier dan perkembangan bayi usia 6 bulan. Metode Penelitian menggunakan desain kohort prospektif, selama 2016-2019. Sebanyak163 ibu-bayi menjadi sampel penelitian untuk outcome pertumbuhan linier dan 63 ibu-bayi untuk outcome perkembangan. Ibu hamil yang terdaftar di 7 puskesmas di Jakarta, diikuti hingga bayi yang dilahirkan berusia 6 bulan. Pertumbuhan linier menggunakan dua indikator: perbandingan delta panjang badan (PB) subyek terhadap delta PB median z-score (0-6 bulan); dan PB menurut umur (PB/U) usia 6 bulan. Perkembangan bayi menggunakan skor komposit dari skala kognitif, bahasa dan motorik. Analisis menggunakan General Linier Model. Hasil Mean skor pertumbuhan linier (%) dan (PB/U) bayi 6 bulan adalah 105,7 dan -0,2. Sepertiga ibu hamil mengalami anemia, sepertiga bayi terpapar asap rokok dan kurang dari 10% bayi terpapar keduanya. Bayi dengan paparan kombinasi anemia kehamilan dan asap rokok memiliki skor pertumbuhan linier (%) lebih rendah 11,4 (p=0,008) dan PB/U 0,8 (p=0,014) dibandingkan bayi tanpa paparan. Mean skor komposit perkembangan kognitif adalah 105, bahasa 106,5 dan motorik 89,4. Seperempat bayi mengalami perkembangan motorik at risk. Bayi 6 bulan dengan paparan kombinasi memiliki skor kognitif lebih rendah 3,0 poin, skor bahasa lebih tinggi 12,8 poin, dan skor motorik lebih rendah 6,8 poin dibandingkan bayi tanpa paparan, namun tidak signifikan. Kesimpulan Paparan kombinasi anemia kehamilan dan asap rokok berpengaruh terhadap rendahnya skor pertumbuhan linier dan terdapat kecenderungan terhadap rendahnya skor perkembangan terutama skala motorik pada bayi usia 6 bulan. Integrasi program pengendalian rokok dengan program kesehatan ibu anak khususnya pada ibu hamil dan bayi bawah 2 tahun perlu dilakukan dalam upaya memenuhi target penurunan stunting di Indonesia.
Read More
D-422
Depok : FKM-UI, 2020
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sutti Rainy Kharlinaningsih; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Endang Laksminigaih Achadi, Tiska Yumeida, Fajrinayanti
Abstrak: Pemberian makanan tambahan dan edukasi PMBA merupakan salah satu upaya untukmencegah dan menanggulangi stunting serta meningkatkan status gizi balita meskipuntidak selalu berhasil karena berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh berbagai intervensi terhadap perubahan status gzi PB/U padabaduta kurus usia 6-23 bulan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan designkuasi eksperimen di 5 Kecamatan terpilih di Kota Depok. Hasil penelitian didapatkanbahwa intervensi susu dan edukasi PMBA dan PGS-PL efektif meningkatkan nilai zscore PB/U. Disarankan untuk meningkatkan edukasi PMBA dan PGS-PL serta untukmeningkatkan konsumsi protein dan tidak membatasi konsumsi susu.Kata kunci:Baduta 6-23 bulan, PMT, Stunting.
Read More
T-5311
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Pediatri, Vol.10, No.3, Oktober 2008, hal. 196-200
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Isatin; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Haeria, Besral
S-4096
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Welly Femelia; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Kusharisupeni, Diah Mulyawati Utari, Arin Wiludjeng Hartati, Rahmawati
T-4194
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive