Ditemukan 23908 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular (PTM) yang sering kali tidak disadari. Data WHO menunjukkan bahwa lebih dari 85% remaja Indonesia kurang melakukan aktivitas fisik. Masa remaja penting sebagai tahap awal pembentukan kebiasaan aktivitas fisik agar kebiasaan ini dapat terbawa hingga dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat aktivitas fisik serta faktor-faktor yang berhubungan dengan aktivitas fisik kurang pada remaja dan dewasa muda di Indonesia berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data berasal dari SKI 2023, dengan sampel sebanyak 164.061 individu usia 10–24 tahun. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji regresi logistik sederhana, serta multivariat menggunakan regresi logistik ganda untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan aktivitas fisik. Sebanyak 40,4% responden beraktivitas fisik kurang. Aktivitas fisik kurang berasosiasi dengan usia muda 10-17 tahun (PR = 1,54; 95%CI = 1,5156 – 1,5595), jenis kelamin perempuan (PR = 1,12; 95%CI = 1,1060 – 1,1330), tidak bekerja/bersekolah (PR = 1,13; 95%CI = 1,1340 – 1,1650), dan IMT underweight (PR = 1,09; 95%CI = 1,0642 – 1,1081). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara status ekonomi dengan aktivitas fisik dalam model akhir pada penelitian ini. Aktivitas fisik kurang masih menjadi masalah signifikan pada remaja dan dewasa muda di Indonesia. Faktor usia, jenis kelamin, status pekerjaan/sekolah, dan IMT berperan penting dalam mempengaruhi tingkat aktivitas fisik. Diperlukan intervensi yang disesuaikan dengan karakteristik demografis untuk meningkatkan aktivitas fisik kelompok usia muda.
Physical inactivity is one of the main risk factors for non-communicable diseases (NCDs), yet it often goes unnoticed. WHO data indicate that more than 85% of Indonesian adolescents engage in insufficient physical activity. Adolescence is a critical period for establishing physical activity habits that may carry into adulthood. This study aims to analyze physical activity levels and associated factors contributing to physical inactivity among adolescents and young adults in Indonesia, based on the 2023 Indonesia Health Survey (SKI). A cross-sectional study design with a quantitative approach was employed. Data were drawn from SKI 2023, comprising a sample of 164,061 individuals aged 10–24 years. Data analysis included univariate analysis, bivariate analysis using simple logistic regression, and multivariate analysis using multiple logistic regression to identify associated factors. A total of 40.4% of respondents were classified as having physical inactivity. Insufficient activity was associated with younger age (10–17 years) (PR = 1.54; 95%CI = 1.5156 – 1.5595), female gender (PR = 1.12; 95%CI = 1.1060 – 1.1330), being unemployed or not in school (PR = 1.13; 95%CI = 1.1340 – 1.1650), and underweight BMI (PR = 1.09; 95%CI = 1.0642 – 1.1081). No significant association was found between economic status and physical activity in the final model of this study. Physical inactivity remains a significant issue among adolescents and young adults in Indonesia. Age, gender, occupational/school status, and nutritional status (BMI) play a key role in influencing physical activity levels. Targeted interventions tailored to demographic characteristics are needed to improve physical activity in younger age groups.
ABSTRAK Nama : Syifa Pramudita Faddila Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Hubungan Aktivitas Fisik dan Konsumsi dengan Kejadian Overweight pada Anak Usia 10-12 Tahun Di Indonesia Tahun 2013 (Analisis Multilevel Data Riskesdas Tahun 2013) Pembimbing : dr.Iwan Ariawan, MSPH Kegiatan aktivitas fisik dan konsumsi makanan yang seimbang adalah upaya untuk menekan angka overweight pada masa anak-anak agar tidak berlanjut menjadi obesitas maupun penyakit degenaratif lainnya. Secara global, sebanyak 42 juta anak mengalami overweight pada tahun 2015 dan angka kegemukan di Indonesia sekitar 10,8% pada tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan konsumsi dengan kejadian overweight pada anak usia 10-12 tahun di Indonesia tahun 2013. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2013 dengan desain studi cross sectional dimana sampel penelitian sebanyak 49.620 anak. Hasil penelitian menunjukkan 14,5% anak mengalami overweight. Hanya aktivitas fisik yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian overweight (p=0,014), sedangkan konsumsi makanan berisiko (p=0,518) serta buah dan sayur (p=0,693) tidak signifikan terhadap kejadian overweight. Anak yang kurang aktif berisiko 1,11 kali (95% CI= 1,02–1,21) untuk menjadi overweight dibandingkan dengan anak yang aktif. Hasil analisis multilevel menunjukkan variasi kejadian overweight antar provinsi lebih besar jika dibandingkan dengan faktor risiko pada level individu (MOR=1,37). Kejadian overweight berhubungan dengan aktivitas fisik yang dilakukan anak-anak, sedangkan konsumsi tidak memiliki hubungan yang bermakna. Dibutuhkan strategi dan sosialisasi aktivitas fisik pada anak dengan melibatkan berbagai sektor dan built environment agar anak lebih aktif untuk mengurangi kejadian overweight. Kata kunci: Overweight, Aktivitas Fisik, Konsumsi
ABSTRACT Name : Syifa Pramudita Faddila Study Program : Public Health Title : Association between Physical Activity and Consumption with Overweight among Children Aged 10-12 Years in Indonesia 2013 (Multilevel Analysis of Riskesdas 2013) Counsellor : dr.Iwan Ariawan, MSPH Physical activity and balanced food consumption is an attempt to reduce overweight in childhood so as not to continue to be obese or other degenerative diseases. Globally, 42 million children are overweight by 2015 and overweight in Indonesia is around 10.8% in 2013. The purpose of this study was to examine the association between physical activity and consumption with overweight among children aged 10-12 years in Indonesia 2013. This study uses secondary data Riskesdas 2013 with a cross sectional study design where the sample of research is 49,620 children. The results showed 14.5% of respondents had overweight. Only physical activity had significant association with overweight (p=0,014), whereas risky food consumption (p=0,518) with fruit and vegetable consumption (p=0,693) was not significant. Less active respondents were at risk 1.11 times (95% CI= 1.02-1.21) to become overweight compared with active respondents. Multilevel analysis results show that variation in overweight between provinces is greater when compared to risk factors at the individual level (MOR=1.37). Overweight are related to the physical activity of children, while consumption is unrelated. It needed strategy and promotion of physical activity in children by involving parents and built environment to make children more active to reduce overweight. Keywords: Overweight, Physical Activity, Consumption
