Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13445 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lingkungan & Pembangunan, Vol.12, No. 4, 1992: hal. 217-228
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suma'mur P.K.
MKMI Vol.XVI, No.6
Jakarta : IAKMI, 1986
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sinar Kesehatan, edisi Agustus /II/2008, hal: 48-51
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wawang; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Putri Bungsu, Endah Kusumowardani, Ikke Yuniherlina
Abstrak:
Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia. Paparan polusi udara rumah tangga, khususnya dari bahan bakar memasak yang menghasilkan asap, serta paparan asap rokok diduga berperan dalam meningkatkan risiko kejadian pneumonia pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara polusi udara rumah tangga dan paparan asap rokok dengan kejadian pneumonia pada balita di Indonesia.Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Analisis dilakukan pada balita usia 12–59 bulan dengan variabel dependen kejadian pneumonia, serta variabel independen utama berupa bahan bakar memasak dan paparan asap rokok. Variabel kovariat dipilih berdasarkan nilai    p < 0,25 pada analisis bivariat dan pertimbangan teoritis. Analisis data dilakukan secara bertahap menggunakan regresi logistik berganda dengan pendekatan survei (svy) untuk mengontrol variabel perancu serta menguji interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi pneumonia pada balita sebesar 1,92%. Pada analisis bivariat, penggunaan bahan bakar memasak yang menghasilkan asap berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia (OR = 1,30; 95% CI: 1,03–1,64; p = 0,030). Pada analisis multivariat model akhir, bahan bakar memasak tetap berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia (OR = 1,30; 95% CI: 1,03–1,65; p = 0,027). Selain itu, status gizi akut (wasting) juga berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia (OR = 1,41; 95% CI: 1,04–1,91; p = 0,028). Paparan asap rokok tidak menunjukkan hubungan yang signifikan baik pada analisis bivariat (OR = 0,86; p = 0,215) maupun multivariat (OR = 1,22; p = 0,306), namun ditemukan adanya efek modifikasi oleh status imunisasi (p = 0,037), dengan efek protektif imunisasi lengkap terhadap dampak paparan asap rokok. Tidak ditemukan interaksi bermakna antara asap rokok dengan variabel lain. Variabel lain seperti jenis kelamin, usia balita, pendidikan ibu, dan status ekonomi menunjukkan hubungan yang bervariasi, dengan sebagian tetap signifikan dalam model akhir. Meskipun tidak ditemukan variabel confounder berdasarkan kriteria perubahan OR ≥ 10%, seluruh variabel tetap dipertahankan berdasarkan pertimbangan statistik dan teoritis. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian pneumonia pada balita bersifat multifaktorial, dengan faktor utama yang berperan adalah bahan bakar memasak dan status gizi akut. Efek bahan bakar memasak juga dipengaruhi oleh faktor sosial seperti pendidikan ibu, sementara paparan asap rokok tidak berhubungan langsung dengan kejadian pneumonia namun dipengaruhi oleh status imunisasi sebagai efek modifikasi. Upaya pencegahan pneumonia perlu difokuskan pada pengendalian polusi udara rumah tangga, pengurangan paparan asap rokok, perbaikan status gizi, serta penguatan program imunisasi dan edukasi kesehatan.

Pneumonia is a leading cause of morbidity and mortality among toddlers in Indonesia. Household air pollution, particularly from smoky cooking fuels, and secondhand smoke exposure are suspected risk factors. This study aims to analyze the relationship between household air pollution and secondhand smoke exposure with pneumonia incidence among toddlers in Indonesia. Using a cross-sectional design, this study analyzed secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) focusing on children aged 12–59 months. Data were analyzed using multiple logistic regression with a survey (svy) approach. The results showed a pneumonia prevalence of 1.92%. Bivariate analysis indicated that smoky cooking fuels were significantly associated with pneumonia (OR = 1.30; 95% CI: 1.03–1.64; p = 0.030). In the final multivariate model, cooking fuel remained significant (OR =1.30; 95% CI: 1.03–1.65; p = 0.027), alongside acute nutritional status/wasting (OR = 1.41; 95% CI: 1.04–1.91; p = 0.028). Secondhand smoke exposure showed no direct significant association in bivariate (OR = 0.86; p = 0.215) or multivariate analysis (OR = 1.22; p = 0.306). However, immunization status acted as a significant effect modifier (p = 0.037), providing a protective effect against smoke exposure. Other variables such as gender, age, maternal education, and economic status showed varying associations. In conclusion, pneumonia incidence is multifactorial, primarily driven by cooking fuel and nutritional status. The impact of cooking fuel is influenced by maternal education, while the effect of smoke exposure is modified by immunization. Prevention efforts should focus on controlling household air pollution, reduced exposure to cigarette smoke, improving nutrition, and strengthening immunization and health education programs.
Read More
T-7506
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.42, No.5, Mei 1992, hal. 273-277
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Helmia Hasan, Sudarsono, Makmuri MS
JRI-Vol.20/No.2
[s.l.] : [s.n.] : 2000
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syaiful Hidayat, Faisal Yunus, Agus Dwi Susanto
CDK Vol.39, No.1 (2012)
Jakarta : Kalbe Farma, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pricella Maulana; Pembimbing: Zarni Amri; Penguji: Mukhtar Ikhsan, Dewi S. Soemarko
Abstrak:

Ruang Lingkup dan Metodologi: Pajanan debu organik merupakan salah satu faktor risiko yang terdapat pada pabrik pembuatan bumbu mi instant PT X. Dampak yang mungkin ditimbulkan oleh pajanan debu organik adalah terjadinya gangguan kesehatan paru pada pekerjanya.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah debu mempengaruhi terjadinya gangguan kesehatan paru pada pekerja atau hal lainnya baik yang terdapat pada pekerja seperti karakteristik sosiodemografi, status gizi, kebiasaan merokok, penggunaan APD atau faktor lingkungan yaitu area kerja. Penelitian ini dilakukan dengan 2 disain yaitu disain studi kohort dengan 949 responden untuk mengetahui insidens dan mengikuti perjalanan gangguan kesehatan paru pada pekerja dengan menggunakan data hasil pemeriksaan berkala sejak tahun 1995. Dan disain studi krossektional dengan 647 responden untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat menimbulkan terjadinya gangguan kesehatan paru pekerja dengan menggunakan data pemeriksaan berkala tahun 2001 dan kuesioner. Disamping itu juga dilakukan pengukuran kadar debu di area kerja yang terpajan dan tidak terpajan.Hasil dan kesimpulan: Hasil pengolahan data studi kohort retrospektif dengan uji statistik menunjukkan adanya kenaikkan insidens dari 0,33 pada tahun 1999 menjadi 0,54 pada tahun 2001 dan kenaikan relative risk pekerja yang bekerja di area kerja terpajan yang mengalami restriksi dari 1,186 pada tahun 1999 menjadi 1,611 pada tahun 2001. Sedangkan data studi krossektional dengan uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pajanan debu organik dengan terjadinya gangguan kesehatan paru pekerja berupa berdahak kronik OR 1,463 ; p 0,0045 ; CI 95% 1,008 - 2,124 dan batuk kronik OR 1,744 ; p 0,002 ; CI 95% 1,222 - 2,47.


 

Organic dust exposure is one of the presented risk factor at PT X's instant noodle ingredient factory. Influence that could be raised by organic dust exposure is disorder of labor'lung.The research purpose is to recognize whether dust influence the affection of labor' lung disorder or other factors related to the labor himself such as the characteristic of social demography, nutrition condition, smoking habit, usage of safety equipment, or environmental factor at working place. This research is conducted with Cohort Study with 949 samples, design in order to recognize incident and to trace the disorder historical of labor lung by using periodical medical check-up report since 1995. Cross Sectional Study Design with 647 samples is also performed in order to recognize entire factor that could cause disorder of labor lung by using medical check-up report in 2001 as well as questioner. Furthermore, calculation of dust level was performed at exposure working place and non-exposure working place.Result and Conclusion: Data compilation result of Retrospective Cohort Study, checked by statistics test, shows that there is increasing of incident starting form 0.33 in 1999 to become 0,54 in 2001 and increasing of relative risk toward labor working at exposure working place whose suffer from restriction" starting from 1,186 in 1999 to become 1,611 in 2001. Whereas, Cross-sectional Study data, checked by statistics test, shows that there is a significant relation between organic dust exposure and disorder of labor lung healthiness in form of chronic phlegm OR 1,463 ; p 0,0045 ; CI 95% 1,008 - 2,124 and chronic cough OR 1,744 ; p 0,002 ; CI 95% 1,222 - 2,477.

Read More
T-1317
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kesmas. Indonesia (MKMI), XXIX, No.4, 2001, hal. 200-202, ( Cat. ada di bendel 1991-2001 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Hapsari, Puti Sari, Dwi Hapsari
Bulitkes Edisi Suplement 2009
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive