Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36028 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.57, No.3, Maret. 2007: hal. 75-79
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarwanto
Medika-No.1, XXX
Depok : Grafiti Medika Pers, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joel Kimmons J. ... [et.al.]
MJKI-No.1, XXXVI
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Ismail Jamil; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja
S-1450
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
614 PIC k (RS)
[s.l.] : Jakarta: EGC, 2008, s.a.]
Kumpulan Daftar Isi Buku   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
614 PIC k (RS)
[s.l.] : Jakarta: EGC, 2008, s.a.]
Kumpulan Daftar Isi Buku   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Salman Alfarisi; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Atik Nurwahyuji, Amila Megraini
Abstrak:
Kepesertaan asuransi pada lebih dari satu badan asuransi , menciptakan peluang adanya pelaksanaan skema koordinasi manfaat. Skema koordinasi manfaat membantu mengkoordinasikan pihak asuransi dalam membayar biaya klaim sesuai dengan cakupan manfaat yang tersedia dan mencegah adanya tumpang-tindih dalam pembayaran klaim. Pelaksanan skema koordinasi manfaat di Indonesia masih belum optimal. Dengan melihat pelaksanaan koordinasi manfaat seperti di Amerika Serikat, dapat memberikan pertimbangan bagi Indonesia untuk menciptakan skema koordinasi manfaat yang lebih baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan koordinasi manfaat antara medicare dan asuransi lain di Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan metode scoping review.Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan online database seperti Pubmed, Google Scholar dan website resmi pemerintahan. Terdapat 8 literatur yang terpilih untuk penelitian ini. Sebanyak 3 literatur membahas skema koordinasi manfaat di Amerika Serikat dan 5 literatur menjelaskan bagaimana medicare bekerjasama dengan asuransi lain. Hasil penelitian ini dapat menyajikan gambaran pelaksanaan koordinasi manfaat antara medicare dan asuransi lain di Amerika Serikat. Skema koordinasi manfaat di Amerika Serikat memiliki dua aspek penting yaitu sumber data mengenai peserta dengan asuransi lebih dari satu dan entitas koordinasi manfaat yang membantu dalam mengelola sumber data serta memastikan bahwa setiap asuransi membayarkan biaya klaim sesuai cakupan manfaat.

Insurance participation in more than one insurance agency creates opportunities for the implementation of a coordination of benefit scheme. Coordination of benefit schemes help coordinate insurers in paying claim costs according to the available benefit coverage and prevent overlaps in claim payments. The implementation of the coordination of benefit scheme in Indonesia is still not optimal. By looking at the implementation of the coordination of benefits such as in the United States, it can provide consideration for Indonesia to create a better coordination of benefit scheme. Therefore, this study aims to describe the implementation of coordination of benefits between Medicare and other insurance companies in the United States. This study uses a scoping review method. Literature searches are carried out using online databases such as Pubmed, Google Scholar and official government websites. There are 8 literatures selected for this study. A total of 3 literature discusses coordination of benefit schemes in the United States and 5 literature describes how Medicare cooperates with other insurers. The results of this study can provide an overview of the implementation of coordination of benefit between Medicare and other insurance companies in the United States. The coordination of benefit scheme in the United States has two important aspects, namely a source of data on participants with more than one insurance and a coordination of benefit entity that assists in managing data sources and ensuring that each insurer pays claims according to the coverage of benefits.
Read More
S-11149
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chitambwe Tadius Chengetai; Pembimbing; Dewi Susanna; Penguji: Budi Hartono, Laila Fitria, Jetsumon Sattabongkot Prachumsri, Aria Kusuma
Abstrak:
Malaria tetap sangat sensitif terhadap perubahan iklim dan lingkungan, namun jalur yang menghubungkan variabilitas iklim dengan risiko penyakit berbeda di berbagai wilayah. Studi ini meneliti peran sensitivitas lingkungan, kapasitas adaptif, faktor demografis, dan heterogenitas regional dalam membentuk kejadian malaria endemik di 46 negara endemik di Afrika, Asia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan dari tahun 2015 hingga 2023, menggunakan data panel sekunder yang dikumpulkan dari World Health Organization Global Health Observatory (WHO-GHO), World Health Organization Global Health Expenditure Database (WHO-GHED), World Health Organization and United Nations Children's Fund Joint Monitoring Program for Water Supply, Sanitation and Hygiene (WHO/UNICEF JMP), World Bank World Development Indicators (WDI), National Aeronautics and Space Administration Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (NASA MODIS), European Center for Medium-Range Weather Forecasts Fifth Generation Land Reanalysis (ERA5-Land), and Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station Data (CHIRPS). Dengan menggunakan pendekatan data panel, regresi efek tetap digunakan untuk menilai efek iklim langsung, sementara analisis mediasi dan moderasi meneliti jalur tidak langsung dan kapasitas adaptif. Stratifikasi regional dan Indeks Kerentanan Malaria (MVI) komposit melengkapi analisis tersebut. Suhu dan curah hujan menunjukkan efek heterogen di berbagai wilayah. Indeks Vegetasi Perbedaan Normalisasi (NDVI) dan akses air bersih menunjukkan efek mediasi parsial, tetapi umumnya lemah. Faktor sosioekonomi dan demografi menunjukkan moderasi terbatas dalam analisis gabungan, tetapi interaksi spesifik wilayah yang signifikan muncul setelah stratifikasi. Akses ke air minum bersih merupakan prediktor terkuat di Afrika, sedangkan faktor iklim, ekonomi, dan urbanisasi lebih berpengaruh di Asia. Amerika Utara menunjukkan beberapa efek langsung yang signifikan, sementara Amerika Selatan menunjukkan efek moderasi yang lebih kuat. Studi ini menyimpulkan bahwa kerentanan masyarakat adat terhadap malaria bersifat multidimensional dan bergantung pada konteks, dengan faktor iklim, lingkungan, kapasitas adaptasi, dan demografi yang menunjukkan pengaruh heterogen di berbagai wilayah endemik.Malaria remains highly sensitive to climatic and environmental changes, yet the pathways linking climate variability to disease risk differ across regions. This study examined the roles of environmental sensitivity, adaptive capacity, demographic factors, and regional heterogeneity in shaping indigenous malaria incidence across 46 endemic countries in Africa, Asia, North America, and South America from 2015 to 2023, using secondary panel data compiled from the World Health Organization Global Health Observatory (WHO-GHO), World Health Organization Global Health Expenditure Database (WHO-GHED), World Health Organization and United Nations Children's Fund Joint Monitoring Programme for Water Supply, Sanitation and Hygiene (WHO/UNICEF JMP), World Bank World Development Indicators (WDI), National Aeronautics and Space Administration Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (NASA MODIS), European Centre for Medium-Range Weather Forecasts Fifth Generation Land Reanalysis (ERA5-Land), and Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station Data (CHIRPS) datasets. Using a panel-data approach, fixed-effects regression was employed to assess direct climate effects, while mediation and moderation analyses examined indirect and adaptive-capacity pathways. Regional stratification and a composite Malaria Vulnerability Index (MVI) complemented the analyses. Temperature and rainfall showed heterogeneous effects across regions. The Normalised Difference Vegetation Index (NDVI) and safe water access exhibited partial, but generally weak, mediation effects. Socioeconomic and demographic factors showed limited moderation in pooled analyses, but significant region-specific interactions emerged after stratification. Access to safely managed drinking water was the strongest predictor in Africa, whereas climate, economic, and urbanisation factors were more influential in Asia. North America exhibited multiple significant direct effects, while South America demonstrated stronger moderation effects. The study concludes that indigenous malaria vulnerability is multidimensional and context-dependent, with climatic, environmental, adaptive capacity, and demographic factors exhibiting heterogeneous effects across endemic regions.

Read More
T-7552
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kes. Masy. Indonesia (MKMI), XXIII, No.2, 1995: hal. 88-90
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive